Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Taubat


__ADS_3

Suara Azan terdengar di aplikasi handphne Arief.


Aldo menerjab-nerjabkan matanya, melihat ke arah sekeliling.


Saat itu ia melihat Arief sedang menunaikan sholat dan sedang menadahkan telapak tangannya ke atas.


"Ya Tuhan berilah petunjuk yang lurus pada ku dan adikku, ampunilah dosa-dosa ku dan juga dosanya, semoga dengan ujian ini ia bisa sadar dan bertobat, serta kembali pada jalan yang lurus,"ucap Arief seraya menakup kedua telapak tangannya ke wajah.


Seketika Aldo tersadar dari lamunannya, bola matanya pun memerah, mendengar apa yang di ucapkan oleh abang nya tersebut.


Aldo menghapus titik air matanya yang perlahan menetes.


Arief melipat sajadah-nya dan tanpa sengaja melihat Aldo yang menitikan air matanya.


"Aldo, kamu kenapa?"tanya Arief.


"Bang, kenapa abang minta ampunan kepada Tuhan untuk dosa-dosa ku Bang? padahal aku sudah berbuat banyak dosa, aku telah mencelakai tuan muda, aku juga telah menjadi penyebab kematian kekasihnya dan terakhir aku hampir membunuh istri tuan muda, begitu banyak dosa ku Bang, rasanya tak mungkin Tuhan mengampuninya, hiks hiks hiks." Aldo


Tubuh Aldo berguncang , menahan kesedihan dan rasa penyesalan yang mendalam.


Arief ikut haru, ia pun duduk di samping Aldo.


"Aldo, Tuhan akan mengampunkan dosa-dosa hambanya, asalkan hamba tersebut mau bertobat dan tidak mengulanginya kembali, selagi kamu masih sadar dengan kesalahan dan dosa yang kamu lakukan kamu harus bertobat, dan meminta maaf pada keluarga Sania, masalah hukuman itu sudah menjadi konsekuensi bagi kamu, kamu bisa saja lari dari hukum manusia, tapi kamu tak bisa lari dari hukum Tuhan Aldo.


"Lihat lah keadaan kamu saat ini, sama persis dengan apa yang terjadi pada tuan Barley, mungkin saja ini cara Tuhan untuk menyadarkan kamu agar kamu sadar dan bertobat atas apa yang kamu lakukan saat ini," papar Arief.


Hiks hiks, Aldo menghapus titik air matanya, "Iya Bang saat aku tak sadar aku seperti berada di tempat yang menakutkan, hingga membuatku merasa itu seperti neraka, tempat orang-orang yang berdosa, di sana aku pun bersimpuh memohon agar aku di kembalikan kedunia untuk memperbaiki semua kesalahan ku, dan saat sadar ternyata aku berada di rumah sakit, aku pun menangis mengingat kengerian tempat yang aku datangi."Aldo.


Arief mangut-mangut mendengar penuturan adiknya.


"Lalu apa rencana mu?"tanya Arief.


"Aku akan menyerahkan diri ku ke polisi Bang, aku harus pertanggung jawabkan semua yang telah ku perbuat, hiks hiks hiks," papar Aldo.


Arief menepuk pundak Aldo," Syukurlah Aldo, kejadian ini semoga saja membuat mu insyaf."


"Setelah keadaan kamu membaik, Abang akan bawa kamu menyerahkan diri ke polisi, jika kamu menyerahkan diri dan berbuat baik selama dalam penjara, kamu bisa mendapatkan penggurangan hukuman Aldo, jadi kamu ngak usah takut berada di jalan yang benar," papar Arief seraya memeluk adiknya dengan Haru.


"Iya Bang, " balas Aldo seraya memeluk Arief.


***


Matahari bersinar dengan cerah, pagi ini Santi sudah bersiap untuk pulang.


Pagi-pagi suster sudah melepas kateter dan selang infus untuk Santi, kini ia bebas bergerak kemana saja meski di anjurkan untuk lebih banyak beristirahat.

__ADS_1


"Nyonya Santi, saya lepas infusnya ya," ucap Suster tersebut dengan ramah.


"Iya suster," sahutnya dengan senang.


Tiga hari hanya berbaring di tempat tidur adalah hal yang membosankan baginya.


Setelah suster tersebut selesai dengan tugasnya, ia mendekat kearah Barley.


"Tuan, ini resep obat dan vitamin untuk nyonya, untuk sementara nyonya harus lebih banyak beristirahat," papar suster tersebut.


"Iya terima kasih suster,"ucap Barley seraya meraih resep obat.


Suster tersebut pun berlalu dari mereka.


Santi meraih sisir di atas nakas, dan menyisir rambutnya.


Barley menghampirinya kemudian meraih mangkok bubur yang di sediakan di rumah sakit, sebelum di berikan pada Santi ia terlebih dahulu mencicipinya.


Setelah beberapa menit barulah ia berikan pada Santi.


Barley mendekati Santi yang masih duduk di atas ranjang.


"Nyonya Santi, bagaimana tidurnya setelah di peluk dan di cium semalam?"tanya Barley dengan nada bercanda.


Santi tersenyum tersipu, ia pun memalingkan wajahnya ke arah lain, tanpa menjawab pertanyaan suaminya tersebut.


Santi tak bisa lagi menyembunyikan perasaan bahagianya, saat Barley menyebut dirinya sebagai nyonya Barley.


Apakah ini pengakuan darinya, jika aku ini miliknya, dan dia adalah milik ku?


"Tuan berhentilah menggoda ku, jika kau terus menggoda ku aku akan mogok makan,"ancam Santi.


"Kalau kau mogok makan aku akan mengkelitiki mu sampai kau menyerah seperti ini," ucap Barley tanganya ingin mengkelitiki Santi.


"Jangan Tuan! nanti perut ku keram lagi," cegah Santi.


"Oh Iya, aku lupa."


"Sudah sekarang kau makan lah, karna sebentar lagi kita akan pulang," ucap Barley, seraya menyuapi Santi.


Tanpa banyak drama lagi Santi menikmati bubur yang di suapi oleh Barley, rasa bubur hambar tersebut terasa nikmat karna di nikmati sambil melihat wajah pria tampan yang sedang menyuapinya.


Santi pun tersenyum-senyum sendiri, mengingat apa yang terjadi padanya dan Barley semalam.


***

__ADS_1


Andini sudah bersiap untuk berangkat ke kantor bersama suaminya.


Tiba-tiba saja hand phonenya berbunyi.


Andini merogoh tasnya untuk meraih hand phone tersebut.


Ia pun memutar bola mata malasnya melihat nama yang tertera di layar.


"Veronica,"gumannya.


Andini mencari tempat yang sedikit jauh dan tersembunyi untuk mengangkat telpon Veronica.


Matanya pun menoleh kearah tuan Hasta yang tengah memakai Jasnya.


Andini melangkah pelan agar tak ketahuan jika ia hendak menerima telpon dari Veronica.


Baru beberapa langkah, Tuan Hasta sudah memanggilnya.


"Telpon dari siapa Mommy? "tanya tuan Hasta menyelidik.


"Ehm, ngak Kok Daddy biasalah, si Vero masih menanyakan tentang perjodohan antara Barley dan Amora," sahut Andini gugup.


Tuan Hasta menyeritkan dahi, "Mommy aku heran kenapa kau beranbisi sekali menjodohkan Amora dan Barley, padahal kau sudah tahu Barley tak menyukai Amora, apa ada sesuatu hal yang kau sembunyikan dari ku?"pancing Tuan Hasta.


"Ehm, ngak kok Daddy, cuma aku tidak enak saja dengan Vero," sahutnya kemudian berjalan cepat menjauh karna Veronica kembali melakukan panggilan.


Setelah sedikit menjauh Andini mengangkat telponnya.


"Hallo Vero ada apa? sepagi ini menelpon ku?"tanya Andini.


"Bagaimana apa kau sudah bicara pada Barley?"tanya Veronica.


"Belum Vero, aku belum bertemu Barley,dia masih berada di rumah sakit," jawab Andini.


"Dengar Andini, jika kau tak bisa membuat Barley mencabut tuntutannya maka akan ku beritahu siapa sebenarnya Barley itu kepada tuan Hasta Raja Prawira, ancam Veronica.


"Aku ingin lihat reaksi Barley bagaimana jika ia tahu siapa ayah kandungnya sebenarnya, " ucap Veronica.


"Aduh Vero, kau tahu sendiri putra ku, tak semudah itu untuk di bujuk, beri aku waktu untuk membujuknya, "ucap Andini sedikit panik.


"Baiklah, aku tak punya banyak waktu Andini, aku tak tahan melihat Amora di penjara, sebaiknya kau cepat bergerak sebelum aku kehabisan ke sabaran," papar Veronica menutup telponnya.


Andini menutup telponnya, saat ia membalikan tubuhnya ternyata tuan Hasta sudah ada di hadapannya.


Tuan Hasta melotot kearah Andini," Ada rahasia apa antara kau dan Veronica Mommy ?" tanya tuan Hasta.

__ADS_1


Andini semakin gugup menjawab pertanyaan tersebut.


Bersambung guys, tetap dukung author ya


__ADS_2