Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
firasat


__ADS_3

"Tidak ! Hah Hah


" Sayang! bangun Sayang jangan tinggalkan aku Sayang! hiks hiks hiks." Teriak Barley dengan keringat yang membasahi wajahnya.


"Tidak! hiks hiks! Sayang jangan pergi!" teriak Barley lag sambil menangis , ia pun langsung terbangun dari tidurnya.Ia menerjab-nerjabkan mata melihat ke sekelilingnya


Ha ha ha, Barley mengatur napasnya. Kemudian menghapus bulir bening yang menetes karna saat itu benar-benar menangis.


Barley mengusap wajahnya dengan kasar. "Huh untung saja ini hanya mimpi," dengusnya seraya menghempas napas beratnya.


Barley menyibak selimut tapi tak melihat ada istrinya di sampingnya.


"Sayang! " teriak Barley.


Terdengar suara kran air berbunyi di kamar mandi.


"Huh, sedang mandi rupanya. "


Barley turun dari atas ranjang kemudian menyingkap gorden yang menutupi jendela kamarnya.


Tak berapa lama kemudian Santi keluar dari kamar mandi dan langsung menuju lemari pakaian.


Barley menghampirinya kemudian memeluk tubuh Santi dari belakang, menciumi ceruk leher istrinya.


Santi meraba wajah tampan suaminya kemudian membalikan tubuhnya ke hadapan Barley dan memberinya morning kiss.


Barley langsung memeluknya dan menciumnya bertubi-tubi.


"Sayang Kenapa wajah mu terlihat pucat? " tanya Santi sambil mengusap kepala yang tengah memeluknya.


"Ehm, Tak apa aku hanya mimpi buruk. " Barley.


"Mimpi apa sayang?" tanya Santi yang langsung mengurai pelukannya, ia pun menatap wajah suaminya


"Sudalah jangan di bahas lagi." Barley.


"Kita sekarang kerumah sakit untuk periksa, aku tak mau terjadi sesuatu pada mu," ucap Barley sambil menyelit beberap anak rambut di telinga Santi. Kemudian mengecup bibirnya.


"Ehm, Ya sudah kau bersiap saja, aku mau mengurus Andhra terlebih dahulu."


Setelah mengenakakan outfit nya Santi merias diri ala kadarnya.


Kemudian ia menuju kamar pangeran kecilnya.


Andhra tak akan mau di urusi oleh orang lain terkecuali dirinya. Sambil menunggu pangeran besarnya mandi,ia pun menuju kamar Andhra dan mendengar keributan di dalam kamar itu.


"Aku ngak mau mandi sama kak Rina! aku mau mandi sama mommy !" teriak Andhra.


"Tapi Tuan muda. Nyonya belum bangun. Mandi sama kak Rina saja ya?! " bujuk Rina.


"Ngak mau! Aku ngak mau mandi! " teriak Andhra lagi.


"Assalammualaikum," ucap Santi sebelum masuk ke dalam kamar Andhra.


Wajah Andhra cemberut melihat Santi yang terlambat datang.


"Mommy sudah lupa pada ku Ya?! aku ngak mau mandi sama Kak Rina!" dengus Andhra sambil menyilangkan lengannya di dadanya.


"Ya sudah ayo mommy mandikan Nak," ucap Santi seraya menuntun Andhra menuju kamar mandinya.


Santi langsung masuk ke kamar mandi kemudian memandikan Andhra.


Karna buru-buru tanpa sengaja Santi menjatuhkan botol sabun cair hingga botol dan penutupnya terlepas dan isinya hingga tumpah ke lantai.

__ADS_1


Andhra sudah selesai dengan ritual mandinya dan sudah mengenakan handuk.


Sabun tersebut melele di lantai yang basah hingga menjadi licin. Santi yang terburu-buru hinga tak menyadari hal tersebut.


Santi melangkah dan langsung terpeleset.


"Astafirullah hal azim. " Santi jatuh terjerembab di atas lantai.


"Mommy !" teriak Andhra.Ia pun menangis ketika melihat cairan merah keluar dari dari pakaian Santi.


"Akh! " ringis Santi ketika merasakan sakit.


Karna mendengar suara orang jatuh dari kamar mandi Rina buru-buru menghampri kamar mandi.


"Nyonya! " teriak Rina.


"Tolong panggil tuan Rin! " pinta Santi sambil meringis karna ia sudah tak mampu berdiri akibat berat badannya.


"Mommy hiks hiks hiks," tangis Andhra sambil memeluk Santi.


"Iya Nak mommy ngak apa-apa, "ucap Santi berusaha menenangkan Andhra.


Barley tengah memakai pakaiannya tiba-tiba pintu di gedor oleh seseorang.


"Masuk saja! " teriak Barley karna pintu sebenarnya sudah terbuka sedikit.


"Tuan, tolong nyonya Tuan! Nyonya jatuh di kamar mandi tuan muda," ucap Rani dengan tubuh yang gemetar.


Tak ayal, tanpa bertanya Barley langsung keluar dari kamar dan menuju kamar Andhra yang berada di samping kamarnya.


"Sayang!" panggil Barley panik ketika melihat betis Santi mengalir cairan merah.


Tanpa bicara lagi, sekuat tenaga ia mengangkat tubuh istrinya membawanya. keluar dari kamar putra mereka.


"Daddy hiks hiks, mommy mau di bawa kemana?hiks hiks hiks."


Barley sendiri tak menjawab pertanyaan dari Andhra. Karna ia lebih khawatir.


"Rina siapkan pakaian Andhra. Jaga dia baik-baik." titah Barley seraya menggendong Santi.


"Sayang kau tak apa-apa kan? " tanya Barley dengan mata memerah.


"Iya Sayang. kita kerumah sakit sekarang. Perutku sudah mulai kontraksi," jawab Santi lirih.


Mereka pun masuk ke dalam lift.


Beberapa detik saja Barley sudah sampai di lantai bawah.


Barley berjalan cepat menuju pintu keluar.


Mobil memang selalu siap di pagi hari oleh sang supir.


Melihat Santi yang di gendong oleh Barley tuan Hasta menghampirinya.


"Santi kenapa Barley? "


"Jatuh dari kamar mandi! " sahut Barley singkat.


Melihat tuan muda yang keluar dengan menggendong istrinya, pak Adi sang sopir buru-buru membukan pintu mobil.


Santi semakin meringis ia sudah tahan menahan rasa sakit, air mata pun mengalir deras dengan wajah yang semakin terlihat pucat.


Keduanya pun masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Langsung ke rumah sakit Pak!" suara Barley serak dan parau karna menahan tangis nya. Ia khawatir jika mimpinya semalam jadi kenyataan.


Barley mencium ceruk leher sang istri dengan tangan yang menggenggam erat tangan istrinya.


"Sayang kau harus kuat ya! apa pun yang terjadi kau jangan pernah meninggalkan ku," ucap Barley sambil memcium-cium Santi. ia pun meraih tangan Santi dan menciunya berkali-kali.


Rasa takut kehilangan membuat Barley merasa gelisah.Hingga tubuhnya gemetar.


"Sayang kenapa tangan mu gemetar? " tanya Santi sambil melirik ke arah Barley.


"Aku takut terjadi sesuatu pada mu Sayang," bisik Barley menangis di ceruk leher Santi.


Santi menahan rasa sakitnya agar sang suami tak terlalu menghkawatirkan dirinya.


"Sayang aku tak apa-apa, mana mungkin aku meninggalkan mu di saat kita tengah bahagia menjalani rumah tangga kita," ucapnya dengan bibir gemetar menahan rasa sakit.


Barley kembali memeluk istrinya dengan penuh kasih Sayang.


"Iya Sayang jika kau mencintaiku, kau pasti tak meninggalkan ku, aku bisa gila tanpa mu, "ucap Barley sambil mengusap kening Santi yang di banjiri keringat.


Beberapa belas menit kemudian mereka pun sampai di rumah sakit


Setelah di lakukan pemeriksaan, Santi harus menjalani operasi darurat.Karna terjadi pendarahan pada jalan lahirnya.


Barley menunggu dengan gelisah di depan ruang operasi.


***


Andhra tak henti-henti nya menangis memanggil Santi.


"Mommy! maafkan Andhra mommy ! hiks hiks Andhra janji akan jadi anak yang baik hiks hiks hiks. Andhra ngak akan nyusain mommy lagi hiks hiks hiks." teriak Andhra menyesali dirinya.


Rina memakaikan pakaian untuk Andhra, tuan Hasta dan istrinya pun menghampiri cucunya.


"Kenapa Cu'?" tanya tuan Hasta di depan pintu kamarnya.


Andhra berlari sambil menangis menghampiri tuan Hasta.


"Opa hiks hiks, Mommy jatuh gara-gara Andhra minta mommy yang mandiin Opa! mommy sampai luka dan keluar darah Opa! aku ngak mau mommy sampai meninggal, hiks hiks hiks, "tangis Andhra tersedu-sedu.


Tuan Hasta memeluk cucunya.


"Sudah. Makanya jadi anak harus nurut sama orang tua, Andhra ngak boleh terlalu manja sama mommy berlebihan. Andhra ngak kasihan lihat perut mommy yang sudah besar. Andhra malah ngak mau di urus sama kak Rina.Semuanya serba mommy yang siapin. Kasihan kan mommy," ucap tuan Hasta sambil mengusap punggung cucunya.


"Iya Opa. Andhra janji ngak akan nakal, ngak akan menyusahi mommy lagi. Andhra janji. akan jaga mommy dan adik Andhra hiks hiks hiks."


"Ya sudah sekarang kamu siap-siap Ya. Kita kerumah sakit sekarang. Andhra juga harus jadi anak yang sholeh doa kan mommy dan juga adik ya."


Tubuh kecil Andhra masih berguncang ia pun menghapus air mata.


Tuan Hasta dan Hana membawa Andhra menuju rumah sakit.


Sementara Santi masih berada di ruang operasi.


Bersambung dulu ya guys.


Terima kasih karna tetap setia membaca karya author ini.Tetap dukung author ya.Terima atas saran-saran dari para reader semua yang begitu sangat membantu saya.


Author ada remomendasi novel keren untuk mu.



__ADS_1


__ADS_2