Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Spesial


__ADS_3

❌Mengandung adegan dewasa, yang dibawah umur dan belum punya pasangan di skip aja ya. Bijaklah dalam memilih bacaan. awas basah 💦 sendiri 😅😅😅❌


Keluarga Barley sedang menikmati makan malam. Setelah selesai makan, biasanya mereka mengobrol sebentar.


Asyia masih asik ngobrol dengan kedua orang tua mereka. Namun, Andhra selalu saja mencolet-coletnya, ia memberi kode dengan mengedipkan matanya ke Asyia, agar Asyia segera ke kamar.


Asyia tak enak jika memotong pembicaraan hangat tersebut, ia pun mengabaikan kode-kode dari Andhra.


Barley sudah berpengalaman dan mengerti,tentu saja tahu tentang apa yang di inginkan oleh putranya tersebut.


"Sudah Asyia, bawa saja suami itu ke kamar. Sepertinya Andhra sudah tak sabar. "


Asyia pun merasa jengah, Ia memukul lutut Andhra, karena malu pada mertuanya


"Iya Asyia, mungkin Andhra sudah lelah dan ingin istirahat. " Santi


Santi menggunakan bahasa halus, karena di sana ada Alesa.ia takut pikiran Alesha terkontaminasi.


Padahal Alesha sendiri sedang sibuk memikirkan hubungan bersama Raffa. Alesha takut jika Barley dan Santi tak merestui hubungannya bersama Raffa, Setelah lulus nanti Raffa akan melamarnya dan sampai sekarang ia masih belum berani berterus terang tentang hubungan mereka ,apalagi Alesha lebih memilih menikah dari pada melanjutkan kuliahnya setelah ia lulus nanti.


***


"Baiklah mommy, Daddy. Jika begitu Asyia bawa Andhra ke kamar dulu. "


"Silakan, "sahut Barley dengan nada mengejek mereka.


Tanpa menunggu, Asyia pun membawa Andhra menuju kamarnya. Sebenarnya Andhra sudah bisa jalan sendiri dengan tongkatnya, hanya saja ia khawatir takut Andhra terpeleset dan jatuh.


Setelah menggunakan lift beberapa saat kemudian mereka pun tiba di depan kamarnya.


"Sayang kamu tuh bikin aku malu deh di depan daddy sama mommy. "


"Biarin, salah sendiri kenapa ngak peka, atau emang kamu pura-pura nggak peka?"


Andhra.


"Ih bukan begitu, aku nggak enak kalau harus memotong pembicaraan mereka. Ngak sopan tahu. "


"Ehm, membiarkan suami menunggu, juga ngak sopan tahu. " cetus Andhra sambil bercanda.


Mereka pun masuk kedalam kamar.


Andhra meletakkan tongkatnya ke samping tempat tidur, ia pun menuju kamar mandi dengan jalan yang berjingkat-jingkat, karena kaki kanannya yang masih belum normal.


Andhra membersihkan diri terlebih dahulu sebelum menagih janjinya pada sang istri.

__ADS_1


Begitupun Asyia. Ia melepaskan semua pakaiannya dengan hanya menggunakan Bathtobe, kemudian menuju kamar mandi.


Setelah selesai membersihkan diri Andhra duduk di tepi tempat tidur menunggu Asyia, kemudian ia melepaskan semua penutup tubuhnya dan bersandar pada head board.


Tak berapa lama Asyia keluar dari kamar mandi. Dan hanya menggunakan Bathtobe. Tubuhnya terasa semakin segar.


Asyia duduk di samping tempat tidur seraya tersenyum kearah Andhra.


Keduanya saling melemparkan senyum dengan sejuta arti.


Andhra menarik tangan Asyia agar mereka lebih dekat. Kemudian memeluknya dari arah belakang.


''Mana yang istimewanya saya? " tanya Andhra sambil berbisik.


Asyia tersenyum memalingkan wajahnya kebelakang hingga akhirnya mereka saling berhadapan.


Jemari tangannya mengusap dengan lembut dada bidang Andhra yang putih dan mulus. Setelah saling melemparkan senyum, keduanya saling mendekatkan wajahanya hingga bibir mereka saling bertemu kemudian bercumbu.


Kedua bibir mereka saling memangut menyesap dan menggigit pelan hingga keduanya terbakar gairah, tak sampai di situ jemari tangan Andhra menarik tali yang mengikat Bathtobe Asyia. Kemudian ia menyibak Bathtobe tersebut dan membuangnya ke sembarangan arah.


Bibir mereka masih saling memangut dan mengecap dengan mata yang semakin sayu dan nafas yang memburu.


Jemari Andhra mulai merayap perlahan menyusuri lekukan tubuh sang istri yang mulai meliuk liuk kerena terbakar gairah.


Andhra melepaskan pangutannya, wajahnya sedikit menunduk, mencoba mencicipi salah satu pepaya yang menggantung indah tersebut.


Akh! desa ah Asyia panjang dan tertahan ketika lidah Andhra menari indah pada salah satu puncak bukitnya. sesekali Andhra menggigit-gigit dengan pelan membuat aliran darah Asyia meleset cepat.


Bulu roma Asyia berdiri , merasakan sensasi panas dingin yang tak bisa di ungkapan.


Asyia menarik kepala Andhra agar wajah mereka sejajar, mereka berdua saling menatap penuh damba.


Asyia mendorong tubuh Andhra agar bersandar pada head board dalam posisi duduk.


"Aku beri yang istimewa untuk sayang," ucap Asyia sebelum ia kembali menyambar bibir merah suaminya yang terasa empuk dan manis.


Andhra membalasnya dengan serangan yang lebih buas keduanya kemudian saling meluumat penuh gairah. Asyia pun duduk di atas tubuh Andhra yang berada di posisi duduk.


Andhra memekik tertahan seraya memejamkan matanya ketika merasa tongkat sakitnya masuk perlahan kedalam celah sempit yang hangat, licin dan berdenyut- denyut


Akh! Ehm.


Langsung saja ia kembali menyambar bibir Asyia dan mengulum nya dengan lembut.


Situasi semakin panas keduanya saling menyerang dengan gerakan yang berguncang di atas tempat tidur.

__ADS_1


Kedua tangan Andhra membantu pergerakan Asyia yang turun naik di atas tubuhnya.


Suhu tubuh mereka langsung meningkat seiring gerakan yang membuat keduanya melengkuh- lengkuh karena merasakan sensasi nikmat.


Akh- Ehm -ais


Andhra melengkuh seraya menggigit bibirnya , dengan geram ia memeluk Asyia dan membenamkan wajahnya pada bagian gundukan kembar tersebut.


Secara bergantian ia menyesap puncak bukit yang berwarna lembut tersebut.


Akh! Kali ini giliran Asyia yang melengkuh panjang karena permainan lidah Andhra . Asyia pun meremas rambut sang suami sambil mengayun lebih cepat turun naik.


Akh ehm, selama beberapa menit ranjang tersebut di buat berguncang dengan suara erangan dan desaahan sepanjang permainan mereka.


Andhra menahan tubuh Asyia, kemudian membaringkannya, dengan gerakan cepat, ia menyerang Asyia pada area bawah dengan gerakan yang menghentak-hentak hingga ranjang mereka berguncang lebih dasyat.


Pertarungan sengit itu berlangsung cukup lama hingga menguras tenaga keduanya.


Tubuh mereka sudah bermandi keringat. Andhra juga sudah tak kuasa untuk menembakan isi pelurunya.


Satu hentakan Andhra berhasil membuat mereka sama melengkuh panjang.


"Akh! "


Asyia merem melek ketika merasakan sesuatu yang hangat membanjiri era rawa-rawanya.


Andhra menumbangkan tubuhnya di atas tubuh sang istri, keduanya pun saling memeluk dengan tubuh yang basah oleh keringat.


Asyia menggigit pelan bibirnya menikmati hangat pelukan sang suami.


Andhra masih berada di atas tubuh sang istri memeluk dan mencium Asyia dengan penuh kasih sayang.


"Terima kasih sayang, untuk sesuatu yang spesial malam ini," ucap Andhra seraya tersenyum puas.


Asyia meraba wajah Andhra yang terlihat lelah.


"Tapi aku ingin setiap harinya akan terasa spesial sayang, tak hanya hari ini. " Asyia.


"Tentu saja Sayang. Kau akan jadi yang terspesial dalam hidup ku," ucap Andhra kemudian mengecup kening sang istri.


Keduanya pun melemparkan senyum dengan rasa puas dan bahagia.


Bersambung dulu guys, rencananya author mau up lagi nih. moga sempatnya, sebagai ganti kemaren author yang ngak up.


love u semua ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2