Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Akad Nikah


__ADS_3

Sudah dua bulan berlalu.


Hari ini Aldo dan Delia secara resmi akan melangsungkan akad nikahnya.


Rencananya akad nikah digelar pada sebuah masjid yang tak jauh dari kediaman Delia.


Setelah akad nikah, Resepsi akan di gelar di sebuah gedung serbaguna, yang juga tak jauh dari rumah keluarga Arief.


Aldo tampak tampan dengan busa pengantin prianya. Dengan setelan celana dan kemeja putih serta jas beskap di tambah blankon membuat ia tampak seperti pangeran dari kraton.


Asyia juga sudah siap dengan kebaya dan sanggul sederhana yang di bentuk dari rambutnya sendiri.


Mereka juga menggunakan jasa MUA untuk merias Asyia.


Asyia tersenyum-senyum melihat wajahnya yang tampak cantik tersebut. Bibirnya yang mungil di poles dengan lipstik merah dengan perona pipi yang tipis.


"Sudah selesai cantik, Wah kalau besar kamu jadi menantu ibu saja mau ngak? " tanya wanita yang meriasnya. Ia merasa gemes melihat wajah Asyia yang cantik dan imut tersebut.


Hm, Asyia sendiri tak mengerti dengan pembicaraan wanita tersebut.


"Aku mau lihat ayah dulu ya, " ucap Asyia. ia pun turun dari meja riasnya.


Asyia menuju kamar Aldo.


Asyia tidur bersama Aldo selama dua bulan ini, karna ia tak bisa di tinggal sendiri. Terkadang ia mengalami sesak napas yang terjadi dengan tiba-tiba dan membutuhkan penanganan langsung.


Asyia sampai di kamar sang Ayah dan melihat ayahnya yang terlihat begitu tampan.


"Ayah," sapa Asyia


Seketika Aldo menoleh ke arah Asyia.


"Wah anak ayah cantik sekali," ucapnya yang bahagia melihat Asyia yang mengenakan kebaya putih.


Hm, Asyia tersenyum menghampiri Aldo.


?Ayah juga ganteng, pasti ibu akan semakin cinta pada Ayah " ucap Asyia.


Aldo mencium pipi Asyia.


"Kamu tahu aja soal cinta, emang kamu tahu artinya?"


"Ngak tahu, tapi kan ayah dan ibu kalau telponan suka bilang 'makin cinta ' ya aku nebak-nebak saja cinta itu apa. " Asyia.


"Kamu suka curi dengar ya waktu ayah dan ibu telpon-telponan? " tanya Aldo sambil mencolet hidung Asyia.


"Hi hi, iya yah. Abis Asyia senang saja lihat ayah bahagia dan senyum-senyum sendiri, hi hi." Asyia.


"Ehm, kalau gitu ayo kita samperin paman dan bibi. Kamu pasti sudah kangenkan ingin segera bertemu sama ibu? " tanya Aldo.


"Ehm, Asyia apa ayah nih yang kangen sama ibu? " tanya Asyia menggoda Aldo.


"Ish kamu masih kecil saja sudah pandai menggoda Ayah ya. Ayah kelitiki kamu ya. "


Aldo mengkeliti Asyia.


"Ah geli yah!!!" seru Asyia karna merasa geli.


Aldo pun berhenti, ia menurunkan Asyia dari pangkuannya.


Mereka pun keluar dari kamar untuk menemui Arief dan juga Dinar.


Dinar keluar dengan menggunakan pakaian syar'inya.


"Wah bibi cantik banget," puji Asyia.


"Hm, kamu juga cantik," ucap Dinar sambil mengusap pipi Asyia.


Arief keluar dari kamar dan pangling melihat Asyia.


"Oh ternyata Asyia, paman kira bidadari kecil," sanjung Arief.

__ADS_1


Hm, Asyia hanya tersenyum mendapat pujian seperti itu.


"Sudah siap Do? "


"Siap Bang! " jawab Aldo dengan semangat.


***


Arak-arakan pengantin pun bersiap di depan rumah, beberapa pengawal dari kepolisian pun ikut mengawal perjalanan mereka.


Beberapa pejabat dan pengusaha penting pun ikut dalam iringan pengantin tersebut.


Termasuk tuan dan Nyonya Barley yang juga ikut dalam arak-arakan pengantin.


Selain pasangan muda yang tampak tampan tersebut, tuan muda Andhra pun tak kalah tampan dengan menggunakan kemeja dan blazer sesuai ukuranan tubuhnya membuatnya tampak seperti eksekutif muda cilik, yang cool dan tampan tentunya.


Beberap lama di perjalan mereka pun sampai di tempat berlangsungnya akad nikah.


Kedua keluarga sengaja memilih masjid yang ada di dekat rumah keluarga Delia karna akses jalan rumah Delia sempit hanya bisa di lewati satu mobil.


Lagi pula halaman dan rumah Delia tak memungkinkan untuk mengadakan acara, mengingat tamu-tamu Arief yang begitu banyak termasuk dari rekan bisnis Barley.


Tuan Marco dan Wati juga hadir, mereka baru saja tiba, karna ingin menyaksikan langsung kelahiran cucu keduanya.


Mobil pengantin tiba di depan Masjid. Para tamu undangan sudah hadir memenuhi masjid tersebut.


Aldo turun dari mobilnya dengan perasaan bahagia, beberapa menit lagi ia dan Delia akan resmi menjadi sepasang suami istri.


Aldo di tuntun untuk masuk kedalam masjid di mana di tengah-tengah ruangan tersebut terdapat meja kecil, yang akan di gunakan untuk menandatangani bulu nikah mereka.


Setelah penghulu dan para saksi hadir mereka menyegerakan ikrar ijab qabul.


***


Aldo kini berhadapan dengan wali nikah Delia.


Suasana mulai tenang, karna prosesi ijab qabul segera di mulai.


Aldo merasa gugup, ia mencoba menghapal-hapal lagi apa yang di ajarkan Arief kepadanya kemaren.


Keduanya mengangguk.


Wali nikah Delia pun menjabat tangan Aldo.


"Saudara Revaldo, saya nikahkan kamu dengan keponakan saya yang bernama Adelia Putri binti Haris dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai. " wali nikah.


Dengan segera Aldo menghentak pelan tangan wali nikah Adelia.


"Saya terima nikah dan kawinnya Adelia Putri dengan mas kawin tersebut di bayar tunai. "


Beberapa saat hening.


"Bagaimana para saksi? sah? " tanya penghulu.


"Sah! " sahut mereka.


Alhamdulilah.


Aldo dan Arief menitikan air matanya secara bersamaan.


Arief menghampiri adiknya kemudian memeluknya.


"Alhamdulilah Do. Semoga ini awal yang baik untuk kamu dan Delia. Semoga jadi keluarga yang sakina mawardha warohma." Arief.


"Hiks hiks , Aamiin. Terima kasih Bang. Semua ini juga karna bimbingan dari Abang. Alhamdulilah sekarang aku juga memiliki keluarga sendiri, hiks hiks," tutur Aldo haru dalam pelukan Arief.


Arief merenggang pelukannya. Kemudian ia mencium pipi adiknya tersebut.


Arief merasa lega, kini ia bisa melihat Aldo kembali ke jalan yang benar, dan bisa bahagia bersama keluarga kecilnya.


Aldo mendekat ke arah Dinar." Terima kasih Kak, atas bantuannya.Kakak sekeluarga telah menerima aku dan anak ku dengan baik, "ucap Aldo.

__ADS_1


"Sama-sama Do. Ngak usah sungkan. Kita kan saudara, " ucap Dinar.


Asyia pun mendekat kearah Aldo dan memeluk ayahnya, ia pun menangis haru dalam pelukan Aldo.


"Akhirnya kamu benar-benar memiliki keluarga yang utuh Nak, ada ayah dan ibu yang akan menjaga dan merawat kamu bersama," tutur Aldo sambil menghapus titik air matanya.


"Iya Yah. Aku ngak di bilang aneh lagi sama teman-teman," ucap Asyia lirih.


Setelah akad nikah Delia di perbolehkan untuk keluar dari ruangan yang di tutupi oleh tirai.


Aldo tersenyum, melihat dengan mata yang berbinar menatap istrinya yang sangat cantik dengan kebaya putihnya.


Begitu pun Delia yang menatap haru pada lelaki yang telah resmi mempersyuntingnya itu.


Dua bulan mereka tak pernah saling bertemu, tak terkira berapa tumpuk rindu yang ada di hati mereka saat itu.


Kini setelah bertemu, keduanya justru menjadi pasangan resmi.


Delia menghampiri Aldo dan duduk di hadapannya.


Kemudian ia menarik pelan tangan Aldo dan mencium tangan suaminya, suasana terasa sangat sakral. Delia sampai menitikan air mata haru dan bahagianya saat wajahnya menyentuh telapak tangan imamnya tersebut.


Beberapa saat mencium tangan Aldo Delia mengangkat kepalanya, mereka pun saling melempar senyum bahagia. Tak ada lagi rasa malu-malu atau pun canggung di antara keduanya.


Aldo meraih kotak cincin, kemudian meraih salah satu cincin untuk di sematkan pada Delia.


"Dek, dengan cincin ini Abang mengikat kamu seumur hidup Abang. Abang berjanji akan menjaga dan membahagiakan kamu sampai maut yang akan memisahkan kita,Nasehatkan Abang jika Abang salah dalam mendidik dan mengambil keputusan saat kita menjalani rumah tangga, " ucap Aldo kemudian ia menyematkan cincin tersebut di jari manis Delia.


Keduanya saling melempar senyum.


Kini giliran Delia yang menyematkan cincin ke jari manis Aldo.


"Iya Bang Adek terima ikatan suci abang untuk seumur hidup hiks, harapan adek juga gitu Bang, ini pernikahan pertama dan terakhir kita hiks, semoga kita bisa selalu bisa bersama-sama melewati ujian demi ujian dalam rumah tangga kita, Bang, "ucap Delia haru, ia pun menyematkan cicinnya.


Semua yang hadir ikut terbawa suasana haru.


Keduanya diam beberapa saat setelah saling menyematkan cincin. Mungkin karna tak tahu apalagi yang harus mereka lakukan.


Aldo dan Delia hanya saling melempar senyum.


"Kok pengantinnya masih terlihat sungkan? Pak Suami boleh kok cium istrinya, " ucap penghulu mencairkan kebekuan di antara keduanya.


"Udah boleh ya Pak? " tanya Aldo antusias.


"Sudah! sudah halal! " Hadirin serempak menjawab sambil tertawa kecil mendengar cetusan Aldo.


Arief dan Dinar saling melempar senyum melihat Aldo.


Aldo dan Delia tersenyum jengah.


Aldo mendekatkan wajahnya ke Wajah Delia ia pun mengecup lekat kening Delia. Keduanya kembali menitikan air mata harunya.


Untuk pertama kalinya mereka melakukan sentuhan tersebut. Keduanya pun saling menatap dengan tatapan berembun.


Ada yang bertepuk tangan untuk kedua pengantin tersebut. membuat suasana semakin meriah.


"Sudah pak Aldo ? sisanya nanti malam saja ya? sekarang tanda tanggani dulu buku nikah ini. " ucap penghulu dengan nada bercanda.


Keduanya pun tersenyum bahagia, mereka menanda tangani buku nikah. Dan menunjukan ke hadapan hadirin yang hadir.


Aldo menggenggam erat tangan Delia kini mereka bersiap untuk acara sungkeman.


Asyia datang menghampiri Delia, ia pun memeluk Delia.


"Ibu, Asyia kangen."


"Ibu juga kangen, mulai sekarang kita akan selalu bersama," ucap Delia sambil memeluk Asyia.


Arief dan Dinar tersenyum melihat kebahagian keluarga kecil tersebut. Akhirnya sesuatu yang di impiakan Asyia selama ini sudah terwujud.


Selamat menempuh hidup baru, Delia dan Aldo.

__ADS_1


Bersambung dulu ya. aduh mau tahu malam pertama Aldo dan Delia ngak?


Ada tokek di kejar kingkong.Bagi votenya dong. Terima kasih karna masih setia membaca karya ini. In shaa Allah author up lagi deh.


__ADS_2