Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Siapa


__ADS_3

Dengan senang hati Asyia kembali menghampiri keluarganya dengan membawa berita bahagia tersebut.


Di sudut ruangan Asyia melihat keluarganya berkumpul.


Karna setelah pengumuman juara umum siswa SMA kini giliran pengumuman siswa untuk SMP.


Asyia pun menghampiri keluarga.


Melihat kedatangan Asyia, Arief merentangkan tangannya.


Asyia yang bahagia langsung menghambur memeluk Arief.


"Selamat Asyia. Paman bangga sama kamu," ucap Arief seraya mencium pucuk kepala Asyia.


"Terima kasih Paman," Asyia.


Keduanya pun saling mengurai pelukkan


"Ibu -Ayah Paman dan Bibik. Asyia punya kabar baik," ucapnya dengan penuh semangat.


"Kabar baik apa?"tanya Arief.


"Ehm jika terpilih, kemungkinan Asyia akan ikut lomba cerdas cermat se Asia tenggara yang akan di adakan di Bangkok Thailand ."


"Alhamdullilah. Aamiin." Semua serempak menyambut kabar bahagia dari Asyia.


" Mantap!" Arief mengacak rambut Asyia.


"Itu baru keponakan paman," tambahnya lagi.


Mereka pun tersenyum bahagia. Dinar pun menghampiri Asyia untuk mengucapkan selamat karna mendapat juara pertama.


"Asyia selamat ya Nak. Akhirnya apa yang kamu inginkan tercapai."Delia pun menyodorkan sebuah buket bunga tersebut kepada Asyia.


"Terima kasih Bibi." Asyia pun memeluk Dinar.


"Ibu, Ayah. Asyia boleh yah ikut lomba tersebut. Asyia ingin ke Thailand," ucap Asyia dengan berbinar.


"Tentu saja Nak, "ucap Delia.


Aldo memeluk Asyia." Ayah bangga sama kamu Sayang. Belajar yang rajin. Ayah akan bekerja lebih giat, agar kamu bisa masuk universitas kedokteran dan mengambil spesialis jantung, "ucap Aldo dengan haru seraya mencium pucuk kepala Asyia.


"Iya Ayah semoga Asyia menang dan mendapat bea siswa tersebut. Jadi tabungan Ayah bisa untuk Raihan."


Aldo semakin haru dan bangga terhadap putrinya,meski menderita penyakit akut Asyia adalah sosok yang tak mudah menyerah dengan semangat yang tinggi.


***


Raffa menjadi juara umum pertama di tinggkat SMP. Arief dan Dinar pun menghampiri Raffa dengan bangga.


Setelah mendapati tropy dan piagam.penghargaan ia pun menghampiri keluarganya.


"Mbak Asyia Raffa juga menang," ucap Raffa sambil menunjukan tropy tersebut ke hadapan Asyia.


"Alhamdullilah! Selamat ya Raffa."Asyia mengacak rambut Raffa.


"Kalian memang hebat. Ayah bangga pada kamu dan Raffa." Arief.

__ADS_1


"Bagaimana kalau malam ini . Kita sekeluarga makan malam di restoran berbintang untuk merayakan keberhasilan.putra putri kita," usul Arief.


"Setuju !" Sahut mereka semua.


***


Malam pun tiba.


Seperti sudah jadi tradisi perayaan atau ungkapan Syukur.Biasanya sebagian kaum borjuis mereka akan menggelar makan malam mewah di restoran bintang lima.


Tak hanya keluarga Arief, keluarga pun Barley pun sedang bersiap makan malam bersama di restoran paling berkelas di kota tersebut.


Barley masuk ke kamar Andini.


"Bagaimana mommy sudah siap?"tanya Barley.


Barley dan Santi berniat untuk mengajak Andini dan keluarganya makan malam di sebuah restoran paling berkelas, untuk merayakan prestasi Andhra.


"Ehm Barley. Sebaiknya mommy tidak usah ikut kalian saja. Nantinya mommy akan menyusahkan kalian saja," tutur Andini dengan sedih. Sebenarnya ia ingin ikut berkumpul dan menikmati makan malam di restoran berbintang, karna sudah lama sekali ia tak merasakan hal tersebut.Namun Andini sadar, jika dirinya akan menyusahkan keluarganya dan membuat malu Barley karna keadaannya yang lumpuh.


"Mommy, ayo ikut saja. Jangan khawatir biar aku yang mendorong kursi roda untuk Mommy.Kebahagian keluarga kami tak akan lengkap tanpa kehadiran mommy." ucap  Barley sambil menggenggam tangan Andini.


Andini menahan tangisnya dengan mengkerutkan bibirnya.Setelah beberapa saat memikirkannya Andini pun memberi keputusan.


"Iya Barley. Mommy mau, "ucap Andini lirih.


Barley tersenyum, sekali lagi ia bisa membujuk orang tuanya tersebut.


"Kalau begitu, ayo Mommy kita siap-siap."


Barley menyisir dan merapikan rambut Andini kemudian memberikannya sentuhan bedak tabur.


Persiapan Andini pun selesai. Barley menunjukan wajah Andini di depan cermin.


"Wah lihatlah mommy apa yang berubah dari  mommy? Mommy masih cantik seperti dulu," ucap Barley seraya memeluk Andini, ia ingin Andini kembali percaya diri.


"Terima kasih Barley, kau adalah semangat hidup bagi mommy, "ucap Andini sambil menyentuh pipi putranya tersebut.


"Iya mommy, terima kasih telah membesarkan ku, hingga aku jadi seperti ini." Barley kembali mencium pipi Andini.


Andini menitikan air matanya , ternyata memiliki anak yang berbakti adalah anugrah yang terindah yang di titipan tuhan padanya, bukan harta bukan pula tahta yang ia kejar selama ini.


Barley mendorong kursi roda Andini keluar dari kamarnya.


Alesha langsung menghampiri Andini.


"Wah hari ini Oma cantik sekali," sanjung Alesha.


Hm cucu Oma paling bisa kalau sudah memuji.


Andhra menghampiri Andini.


"Biar Andhra saja yang mendorong kursi roda Oma Daddy."


"Iya Nak." Barley pun menyingkir dan menghampiri istrinya. Kini Andhra yang mendorong kursi roda Andini.


"Oma biar Andhra saja yang menorong kursi roda Oma ya?"

__ADS_1


"Iya Cu. Oma justru senang bisa di dorong oleh cucu Oma yang pintar dan tampan ini." Andini.


Andhra hanya mengulas senyum simpul.


Semakin dewasa Andhra berubah menjadi sosok yang tak banyak bicara. Namun semakin peka terhadap lingkungannya.


Dengan dua mobil mereka pun menuju sebuah restoran paling berkelas di kota tersebut.


Setelah memakirkan mobinya. Mereka semua keluar dari mobil terkecuali Andini.


Ketika hendak menyiapkan kursi roda untuk Andini.


Tanpa sengaja Barley melihat sosok wanita yang tak asing baginya.


Wanita tersebut menggandeng tangan dengan seorang pria dewasa.


"Amora," guman Barley. Matanya mengekori kearah wanita yang baru saja melintas di hadapannya.


Beberapa saat, tatapan Barley terkunci ia terus mengamati wanita yang menggunakan longdress hitam dengan belahan sampai di atas lutut.


"Sayang Ada apa?" tanya Santi.


"Ehm tidak apa-apa sayang. Kupikir aku sedang melihat seseorang yang ku kenal, tapi sepertinya aku salah lihat." Barley.


Santi pun ikut melihat ke arah wanita yang di perhatikan oleh suaminya. Dari kejauhan, wanita itu seperti tak asing bagi Santi.


***


Mereka pun menuju sebuah meja di lantai tiga dari restoran tersebut yang berada balkon dari resotran dengan sebuah meja panjang yang cukup untuk semua anggota keluarga Barley.


Tempat tersebut merupakan tempat terbaik yang di siapkan khusus oleh pihak restoran untuk keluarga Barley.


***


Keluar Arief pun tiba di restoran yang sudah mereka booking sebelumnya.


Setelah memakirkan kendaraannya rombongan dua keluarga itu turun.


Mereka langsung menuju meja lesehan di restoran tersebut karna anggota keluarga cukup banyak.


Dengan duduk secara lesehan anak-anak mereka bebas bercanda-canda.


Aldo menuju wastafel yang berada di sebuah sudut restoran karna sebelumnya ia baru saja keluar dari toilet umum.


Aldo membuka kran air untuk membersihkan busa handsoap cair pada sekitar telapak tangannya, Tiba-tiba saja ia,merasa ada seseorang yang memeluknya dari belakang.


"Aldo aku kangen sama kamu,"ucap wanita tersebut seraya melingkarkan tanganya pada pinggang Aldo.


Aldo langsung menepis tangan wanita yang bisa di pastikan bukan milik sang istri.


Matanya membelalak sempurna melihat siapa yang di hadapannya kini.


Bersambung. Hah kira-kira siapa ya wanita itu? kalau jari-jari saya ngak pegel, Author up sekali lagi ya🙊 😄.Terima kasih atas dukungannya.Semoga hari-hari kita semua terasa menyenangkan di berkahi kesehatan dan keselamatan selalu serta rezeki yang berkah dan melimpah. Aamiin.


Selamat menjalankan ibadah puasa.


Assalammualaiku.Warahmattullah hi wabarakatu.

__ADS_1


.


__ADS_2