
"Ada rahasia apa kau dan Veronica Mommy?"tanya tuan Hasta.
" Ah Daddy sejak kapan Daddy berada di sini?"
Andini gelagapan.
"Kau belum jawab pertanyaan ku Mommy! Apa ada yang kau rahasiakan dari ku?!" tanya tuan Hasta lagi.
Andini semakin gelalapan.
"Ehm Tidak ada Daddy, hanya saja ia meminta ku untuk membujuk Barley, agar mau mencabut tuntutannya," jawab Andini gugup
"Hanya itu?" Tanya tuan Hasta menatap Andini dengan curiga.
"I-iya hanya itu Daddy,"Andini.
Tuan Hasta menatap Andini lekat" Kau sepertinya menyimpan rahasia Mommy,dan kau tak mau memberitahu ku?" tuan Hasta.
"Tidak ada rahasia apapun Daddy, percayalah."Andini berusaha meyakinkan tuan Hasta.
"Baiklah, tapi jika suatu saat aku mengetahuinya dari orang lain, maka kau harus terima akibatnya!"ancam tuan Hasta.
Tuan Hasta berlalu begitu saja dari istrinya.
Andini menatap punggu suaminya, "Apa suami ku mendengar percakapan ku dan Veronica?" Gumannya.
"Aduh suami ku tak boleh sampai tahu jika selama ini aku telah membohonginya, bisa-bisa dia kembali mengubah surat wasiatnya, aku dan Barley tak akan mendapat warisannya sedikitpun."
Andini pun mengejar tuan Hasta menuju mobil.
"Daddy, tolong pertimbangkan lagi tentang surat wasiat itu, kasihan Barley jika ia hanya mendapat 25% dari harta Daddy," Andini kembali membujuk.
Tuan Hasta tak menghiraukan ucapan istrinya semakin hari, ia semakin muak dengan sikaf istrinya tersebut.
***
Barley dan Santi sudah bersiap untuk pulang dari rumah sakit,
Setelah membereskan barang-barang mereka, seorang suster membawa kursi roda untuk Santi.
Tuan, bed rest di lanjutin di rumah selama tiga hari lagi, selama itu nyonya boleh melakukan aktifitas sehari, namun di anjurkan untuk perbanyak istirahat, dan tidak melakukan hal yang berat, termasuk berhubungan suami istri, hingga nyonya benar-benar sembuh,"papar Suster tersebut.
Barley tersenyum simpul, "Iya terima kasih Suster," ucapnya.
Suster tersebut pergi, Barley menghampiri bodyguard nya.
"Periksa mobil, jangan sampai ada yang mensabotase mobilku, aku tak ingin istri ku celaka!"titah Barley.
"Siap Tuan!" salah seorang dari mereka memeriksa dan salah seorang lainya membawa barang-barang mereka.
__ADS_1
Barely menuntun Santi untuk duduk di atas kursi roda, kemudian ia mendorongnya keluar dari ruang perawatan mereka.
Ketika melewati salah satu koridor mereka kembali berpapasan dengan Arief dan Aldo.
Mereka tak saling tegur sapa, Arief dan Aldo berlalu begitu saja, hanya Aldo yang tertarik menatap mereka.
Sementara Arief justru bersikaf acuh, mungkin ia tak ingin terjadi keributan di antara mereka.
"Mas Aldo, " ucap Santi lirih ketika melihat Aldo yang menggunakan kursi rodanya.
Barley menunjukan rasa tidak sukanya.
"Apa kau mengenal Aldo?!" tanya Barley ketus.
"Sebelumnya tidak Tuan, akulah yang membawa mas Aldo kerumah sakit ini, ketika dia mengalami kecelakaan tepat di depan mata ku,karna itu lah aku bertemu dengan bang Arief saat itu.
" Aku menghubungi bang Arief, , karna ternyata dia adalah saudara dari mas Aldo, dan aku tak tahu kenapa video pertemuan kami bisa berada handphone mu saat itu, hingga membuatmu beranggapan jika aku dan Arief punya hubungan khusus," papar Santi.
"Jika kau tak ada hubungan dengan Arief kenapa kau meninggalkan ku di rumah sakit di Jerman dan memilih pulang bersama Arief?" tanya Barley.
"Tuan, itu semua permintaan ibu mu! dia mengusirku, dan menyuruhku untuk mengurus surat perceraian kita setibanya di tanah air," terang Santi.
"Mommy, tapi untuk apa mommy lakukan itu?"tanya Barley ragu.
"Tentu saja karna dia tak menyukai ku Tuan, dia ingin kau dapat istri yang selevel dengan mu, seperti Amora," sahut Santi.
"Harusnya ia tak perlu melakukan itu, aku juga akan pergi dari hidupmu, setelah kau sembuh, dia juga tak perlu memfitnah aku dan Arief hingga kau menculik ku dan terjadilah peristiwa perkosaan itu," ucap Santi seraya menitikan air matanya.
Barley menundukan wajahnya," Harusnya kau juga tak memecat bang Arief, dia sangat setia dan loyal pada mu, Nyonya Andini lah memerintah bang Arief untuk membantu ku mengurus surat perceraian kita Tuan!" papar Santi.
"Apa yang kau bicarakan Santi? kenapa kau menuduh Mommy?"tanya Barley.
"Terserah pada mu Tuan, dia memang ibumu sedangkan aku bukan siapa-siapa bagimu, aku hanya seorang wanita yang tak sengaja mengandung anak mu, hingga aku terjebak di pernikahan ini," papar Santu.
"Dan pastinya kau lebih percaya perkataan ibumu, meski sudah jelas dia berbohong" imbuhnya lagi.
Bulir bening menetes perlahan di pipinya.
"Jika saja dia menginginkan istri yang lebih baik dari ku, untuk mu. Aku tak masalah Tuan, aku juga sadar diri, lagi pula aku tahu jika kau tak akan mencintai ku, semua ini karna anak yang ada di kandungan ku bukan?" tanya Santi sedih.
Barley menatap wajah Santi lekat, tanpa bisa berkata-kata.
Ia kembali menarik kursi rodanya dan menuju lift.
"Santi apa kah tahu, sangat sulit bagi ku menerima seseorang setelah aku kehilangan orang yang paling ku cintai, kau tak pernah tahu rasanya kehilangan seseorang yang bearti dalam hidup mu," ucap Barley.
"Kau juga tak tahu rasanya hidup dalam bayang-banyang cinta dari kakak mu sendiri Tuan, aku tahu hati mu hanya untuknya, tapi kau hanya melampiaskannya pada ku, hanya karna wajah ku mempunyai banyak kemiripan dengannya." sahut Santi.
Barley terdiam, ia pun berhenti mendorong kursi rodanya dan menghadap Santi.
__ADS_1
"Tahukah kau Tuan hati ku begitu sakit saat kau mencumbu ku, melampiaskan hasrat mu pada ku, tapi kau menyebut-nyebut namanya hiks hiks hiks," papar Santi sedih
"Jika tidak bisa mencintai ku, setidaknya jangan jadikan aku korban pelampiasan mu, karna aku juga punya hati," tutur Santi menitikan air matanya.
Barley berhenti kembali, ia pun berlutut di hadapan Santi.
"Aku sedang mencobanya Santi, mau kah kau memberi ku kesempatan?" tanya Barley menatap lekat pada Santi.
Sejenak Santi terdiam, beberapa saat kemudian ia membuka suaranya, "Aku tak punya pilihan lain Tuan, tapi jika kau mengulangi kesalahan mu, maka kau harus bersedia melepaskan ku secara sukarela, karna aku tak ingin melanjutakan rumah tangga yang tanpa di dasari oleh cinta, " ucap Santi.
"Baiklah, aku setuju," ucap Barley.
Mereka berdua pun saling melempar senyum, dan saling mengait kelingking.
Setelah memastikan mobil dalam keadaan aman Barley membawa Santi pulang dengan mobil tersebut.
Sesampainya di rumah, Barley langsung membawa Santi menuju kamar mereka dengan menggunakan kursi roda.
Wati sudah menyiapkan kamar untuk Santi, seperti yang di pesankan oleh Barley sebelumnya.
"Bagaimana Wati, kamar sudah siap?"tanya Barley.
"Sudah Tuan, silahkan masuk,"ucap Wati.
Santi kaget ketika melihat kamar mereka yang terlihat sedikit berbeda, kamar mereka terlihat lebih terang di banding sebelumnya, bebepa bunga segar pun di pajang untuk memanjakan mata agar Santi tidak merasa bosan, ada juga aquarium ikan hias untuk menciptakan relaksasi, karna menurut penelitian, gemericik air yang mengalir mampu menciptakan sensasi tenang.
Barley berusaha agar Santi merasa betah selama ia di kamar.
Tak hanya itu, di atas sprey terdapat tulisan dari rangkain bunga melati bertuliskan, 'Selamat Datang Kembali Nyonya Barley '.
Santi tersenyum, "Tuan untuk apa kau lakukan semua ini?"tanya Santi yang masih berada di atas kursi rodanya.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin membuat kejutan kecil untuk istriku, agar dia merasa nyaman dan betah" jawab Barley.
"Terima kasih Tuan," ucapnya seraya tersenyum.
"Ya, kalau begitu kau harus istirahat."
Santi turun dari kursi roda menuju tempat tidurnya, di tuntun oleh Barley, ia merebahkan tubuh istrinya agar kembali berbaring.
"Baiklah Wati, aku ada urusan, tugas mu menjaga istriku, siapkan segala sesuatu yang di butuhkannya."titah Barley
"Dan jangan biarkan seseorang masuk ke kamar ini tanpa seijin ku, termasuk Mommy, aku tak ingin ia bikin ke kacauan lagi," titah Barley.
Barley mendekati Santi," Santi aku ada urusan sebentar, jika kau butuh sesuatu, beri tahu pada Wati." Barley.
"Iya Tuan muda," sahut Santi.
Bersambung dulu ya guys, tetap dukung author sebisanya terima kasih love u All.
__ADS_1