Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Bahagia


__ADS_3

Setelah beberapa hari tak sekolah, Pagi ini tak ada lagi drama mandi pagi Andhra yang biasanya menyibukan se-isi rumah.


Bangun tidur, Andhra langsung menuju kamar mandi, kemudian mandi sendiri. Setelah mandi, ia pun mengenakan seragam sekolahnya sendiri.


Rina datang mengetuk pintu kamar Andhra,kemudian ia langsung masuk ke dalam kamar yang tak di kunci.


"Selamat pagi tuan muda Andhra," sapa Rina dengan tersenyum ketika melihat Andhra sudah rapi.


"Selamat pagi Kak Rina. Andhra sudah siap," ucapnya sambil menjangkau sepatu sekolah-nya kemudian ia memakai sendiri sepatunya.


Rina meraih tas ransel Andhra.Dan membereskan peralatan sekolah Andhra.


"Mana tas ku Kak? " tanya Andhra setelah selesai memakai sepatunya.


"Tuan muda mau berangkat sekolah se-pagi ini? " tanya Rina heran. Ia melirik jam dinding yang menunjukan pukul enam lewat sepuluh.


Biasanya jam segini Andhra masih belum bangun.


"Kak Rina! aku mau ke kamar mommy dan Daddy dulu, siapkan saja bekalan sekolah ku! "  perintah Andhra.


"Siap !tuan muda Andhra, duh senangnya kalau tuan muda semanis ini setiap harinya,"ucap Rina yang tersenyum sambil menata kembali peratan sekolah Andhra.


Andhra pun keluar dari kamar, kemudian masuk ke kamar kedua orang tua dengan menggunakan sidik jari pada sensor kunci otomatis kamar Daddy-nya.


Kamar tersebut hanya bisa di buka tiga orang saja yakni Barley, Santi dan Andhra.


"Selamat pagi mommy,  Selamat pagi Daddy! "sapa Andhra ketika melihat Santi tengah menyusui adiknya.


"Pagi Sayang. " Barley.


"Selamat pagi sayang. Aduh pangeran mommy tumben pagi-pagi sekali sudah ganteng, ngak ada ribut-ribut lagi sama kak Rina?" tanya Santi.


Barley tersenyum melihat perubahan putranya, ternyata Andhra mengikuti semua nasehatnya.


"Iya dong.Kan Andhra sudah besar, malu sama adek kalau malas mandi pagi," cetusnya sambil merangkak naik ke atas tempat tidur


"Ehm, itu baru pangeran mommy."


"Iya kata daddy super hero harus bantuin orang bukan menyusahkan orang lain, Karna itu pagi-pagi Andhra mandi sendiri. " Andhra.


"Benar Sayang, adek saja pagi-pagi sudah mandi, ngak nangis juga. " Santi.


Andhra tersenyum seraya mengusap kepala Adeknya.


"Selamat pagi adek, " ucapnya sambil mencium bayi perempuan tersebut.


Sang putri kecil hanya meliukkan badannya ketika di cium Andhra.


Pagi-pagi sekali Barley sudah membantu Santi mandi, begitupun dengan putri mereka, Barley lah yang mengurusi keperluan anak dan istrinya.


Barley sendiri belum membiarkan Santi dan putrinya di urus oleh para asisten.


Karna keadaan Santi yang belum sepenuhnya pulih.


Setelah mengenakan outfinya, Barley menghampiri Santi.


" Sayang kamu mau sarapannya di kamar atau mau turun ke bawah, biar aku dorong pakai kursi roda?"


"Aku sarapannya di sini sajalah, biar ngak terlalu merepotkan mu, "ucap Santi.


"Andhra juga Daddy. Aku juga mau sarapan di sini, bersama mommy! "

__ADS_1


"Okey. Biar Daddy suruh kak Rina yang siapkan sarapan untuk kita. "


Barley meminta salah satu asisten rumah tangga untuk menyiapkan sarapan mereka di kamar.


Sebuah meja kecil di letakan di samping tempat tidur mereka, kemudian ia juga meletakan kursi untuk Andhra duduk.


Beberapa saat kemudian sarapan mereka pun sudah siap di atas meja.


Barley kemudian menyiapkan obat dan vitamin untuk di minum Santi setelah sarapan.


"Sayang kau tak sarapan? " tanya Santi yang melihat suaminya masih terlihat sibuk mengurusi obat-obatannya.


"Kau sarapan duluan saja, sebelum aku mengantar Andhra, aku harus pastikan kebutuhan mu terpenuhi, obat mu pun harus sudah di minum."Barley.


"Ehm, Rina akan menjaga mu selama aku mengantar Andhra." Barley.


"Jadi kamu belum masuk kerja, Sayang? " tanya Santi sambil menikmati sarapannya.


"Aku punya banyak asisten, jadi kau tak usah khawatir Sayang. sebenarnya hari ini ada rapat direksi, tapi aku tugaskan Arief untuk memimpin rapat. Biar aku hadir secara virtual saja. " Barley.


"Aku akan menjagamu sampai keadaan mu benar-benar pulih." Barley.


Santi tersenyum bahagia.


"Ehm, beruntung sekali aku ada perawat ganteng yang menjaga ku."


"Hm, "guman Barley seraya membereskan barang-barang di atas nakas.


"Sini, Pangeran ku juga harus sarapan, aku tak ingin kau jatuh sakit, " ucap Santi sambil menarik tangan Barley dan menyuruhnya untuk duduk di samping-nya.


Santi menyodorkan serealnya dan menyuapi Barley.


Andhra tersenyum melihat mereka.


"Ih Daddy manja, makan saja masih di suapin sama Mommy! " cetus Andhra.


"Ehm, Daddy juga pingin manja sama Mommy. Iya kan Mommy? "Barley pun mendarat kan kepalanya pada pundak sang istri dan memeluk Santi.


Sementara Andhra menutup mata dengan telapak tangan.Ia malu melihat keduanya bermesraan seperti itu.


Santi pun mengusap kepala suaminya dengan penuh kasih sayang.


Barley tersenyum kemudian langsung mendaratkan kecupan di pipi Santi.


"Habiskan sarapan mu sayang, kalau kau sakit aku juga bisa jatuh sakit," ucapnya sambil menyuapkan sereal ke mulut Santi hingga mangkok tersebut kosong dan berpindah ke perut Santi.


Barley meraih tissu kemudian membersihkan sisa susu yang menempel di tepi bibir istrnya kemudian mendaratkan kecupan di bibir Santi.


"Ehm, Bibir kamu lebih manis dari susu kental manis," ucap Barley.


"Kau juga lebih manis dari pada semua madu yang pernah ku cicipi,"ucap Santi santi sambil mencubit mesra pipi Barley.


"Ehm, sekarang sudah pinter membalas ucapanku," ucap Barley seraya menggesek gesekkan hidungnya pada pipi istrinya.Ia pun mencium pipi istrinya kembali.


"Sayang sudah, nanti Andhra terlambat."


Andhra tertunduk malu wajahnya merona, sebelumnya ia memang tak pernah melihat kedua orangnya seperti itu.


Barley menghampiri putrinya kemudian menggendongnya.


"Sayang kamu jangan rewel selama Daddy pergi ngantar Kak Andhra sekolah ya," ucap Barley sambil menimang putrinya.

__ADS_1


Eak, jawab putrinya.


"Anak pinter. " Barley pun meletakan bayi tersebut ke dalam box bayi.


"Sayang, aku pergi dulu. Jangan lakukan hal yang sudah ku larang! " ucapnya sambil mengecup bibir Santi.


Hm,


"Ayo Andhra kita pergi!"


"Baik Daddy."


Andhra menghampiri Santi kemudian ia mengecup bibir mommy-nya persis apa yang di lakukan Barley terhadap Santi.


"Mommy jangan nakal di rumah ya! Andhra pergi dulu," ucapnya sambil mencium punggung tangan Santi.


"Iya anak mommy yang pinter. Mommy ngak akan nakal sampai pangeran mommy kembali, "cetus Santi sambil mencium pipi Andhra.


Good, kalau gitu kita toss dulu, ucap Andhra.


Mereka pun toss.


Andhra kembali mendekat kearah adiknya.


"Dek, Kak Andhra pergi, jangan merepotkan mommy selagi kakak tak ada, " ucapnya sambil mencium adiknya.


Barley merangkul Santi dengan tangannya.


"Lihatlah putra kita sudah bersikap dewasa sekarang, dia mirip sekali dengan ku, " ucap Barley bangga.


"Iya Sayang, aku bangga memiliki kalian berdua dalam hidupku, " ucap Santi.


"Aku juga bahagia memiliki mu dan anak-anak kita, Kalian adalah anugrah yang paling sempurna di dunia ini, " ucap Barley.


"Hm, masak sih? "tanya Santi sambil menarik pelan hidung mancung suaminya.


Hm, Sekali lagi Barley mendaratkan kecupan di kening Santi.


"I love you," ucap Barley sambil tersenyum mengedipkan matanya dengan mesra.


"I love you too," balas santi.Keduanya pun saling menatap dan melempar senyum penuh cinta.


"Daddy ayo! nanti aku bisa terlambat! " seru Andhra yang mengalihkan perhatian kedua orang tua-nya.


Eh Barley berdiri." Iya Nak. Ayo pergi. "


"Mommy kami pergi dulu, " ucap Andhra dan Barley secara bersamaan.


"Hati-hati sayang. "


Santi menatap kepergian dua pangeran tampannya dengan perasaan yang begitu bahagia.


Bersambung dulu ya guys. Maaf kalau episode ini author ngak pandai ngebucin. He he. Btw terima kasih atas dukungannya, Dan tetap jaga kesehatan ya say! love u All. 😘


Author punya rekomendasi novel author yang lainya.Siapa tahu suka.




__ADS_1


__ADS_2