Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Jadian


__ADS_3

Santi menghampiri Dinar mencoba untuk menggendong Asyia sebelum mereka pulang.


"Sini biar aku gendong Asyia, "ucap Santi.


"Iya Nya." Dinar menyerahkan Asyia kepada Santi.


Bayi munggil itu mengeliat kan tubuhnya hingga membuat Santi gemes kemudian mencium-ciumnya.


Ketika memeluk dan mencium Asyia perut Santi bergerak-gerak, sang jabang bayi seperti menendang-nendang perutnya.


"Ahk Sayang kamu kenapa? kamu cemburu ya kalau mommy gendong bayi lain? " tanya Santi dengan mengusap perut nya dengan sebelah tangan.


Sang jabang bayi kembali bergerak-gerak menendang-nendang kembali.


"Daddy! lihatlah Putra mu, seperti nya dia cemburu jika aku menggendong bayi lain," ucap Santi pada Barley.


Barley tersenyum seraya mengelus perut Santi dari belakang.


"Bearti dia sama seperti ku Sayang, tak ingin cinta dan kasih sayang nya di bagi," bisik Barley mesra pada istrinya.


"Ehm, semoga saja dia tidak arogan seperti mu, " cetus Santi.


Santi kembali mencium-mencium Asyia sebelum menyerahkannya pada Dinar.


Setelah itu mereka pun pamit pulang.


Anggi dan Chandra menuju mobil mereka.


Anggi terlihat begitu sedih, hingga bulir bening menetes di pipinya.


Melihat Anggi yang terlihat sedih, Chandra tak berani mengajaknya bercanda.


Hiks hiks hiks, tiba-giba terdengar suara terisak dari Anggi, Chandra yang sedang menyetir pun langsung melirik ke arahnya.


"Sudahlah Ngi, bukan jodoh loh kali," ucapnya mencoba membujuk Anggi.


"Gue sedih Chan, semua sudah gue lakukan agar bisa mendapatkan cinta pak Arief, tapi dia malah memilih gadis lain, gue sampai rela ke dukun biar bisa menarik hatinya, tapi semua sia-sia hua hua hua."Anggi menangis sedih.


"Makanya Ngi gue bilang juga apa, percuma loh keluarin uang satu juta hanya untuk kalung itu, mending loh buang deh tuh kalung. Lagi pula kalau pakai guna-guna cintanya juga bertahan lama, Ngi. "


"Obsesi boleh Ngi, tapi juga gunakan akal sehat, jangan menghalal kan segala cara untuk mencapai tujuan, sesuatu yang di paksakan pasti ngak akan bertahan lama Ngi, mendingan loh sama gue Ngi. Iklas tulus," ucap Chandra dengan nada bercanda.Namun, serius.


"Hiks, hiks hiks, emang loh mau sama gue Chan? " tanya Anggi putus asa, sambil menyapu air matanya.


"Ya maulah, loh saja yang ngak pernah melihat ketulusan dari gue. Yang loh lihat cuma harta, jabatan dan semua yang bernilai materi, padahal semua itukan ngak kekal." Chandra.


"Tapi loh tahu belangnya gue Chan, loh masih mau nerima gue? hiks hiks," tanya Anggi dengan haru.


"Ngak masalah, asal loh mau berubah saja Ngi, lagi pula cinta itu tanpa syarat dan ketentuan, kayak undian ya he he," Chandra.


"Ehm, iya deh Chandra, gue mau nerima loh, "ucap Anggi jengah, seraya melirik ke arah Chandra.


"Ehm, cepat banget loh move-on nya Ngi? loh pasrah banget." Chandra.


"Banyak bacot loh ah, " dengus Anggi seraya membuang mukanya.


"Yailah gitu aja marah, jadi kita jadian nih? " tanya Chandra sambil menunjukan kelingkingnya.

__ADS_1


Anggi tersipu, ia pun menyambut kelingking Chandra dan mengaitnya.


"Yey, mulai sekarang loh resmi jadi pacar gue," Chandra.


"Ehm, gitu aja cara loh nembak gue Chan? ngak ada romantis-romantisnya," dengus Anggi.


"Iya, inikan cuma jadian, bukan lamaran. Kalau mau nanti gue melamar loh dengan cara yang lebih romantis. Dan biar lebih romantis lagi bulan madunya kita ke Paris."


"Kawin dulu Chan,"Anggi.


"Iya kawin dulu, ya sudah sini loh peluk gue. Kita kan sudah jadian," ucap Chandra seraya merentangkan sebelah tangannya.


Anggi pun mendaratkan kepalanya pada dada bidang Chandra.


Hm, Anggi tersenyum.


"Kenapa Ngi? "tanya Chandra.


"Ngak. Ternyata ngak CEO, ngaak orang bisa, pelukannya juga hangat ya, "cetus Anggi.


" Iyalah, biar cuma orang biasa, tapi gue juga jantan loh." Chandra.


"Mana coba? "tantang Anggi.


Chandra menelan ludahnya, pikirannya sudah traveling. " Loh serius mau coba?" tanyanya dengan mata berbinar.


"Nanti saja, tunggu di Paris hehe he," sahut Anggi dengan tawa terkekehnya.


Keduanya pun saling melempar senyum malu-malu.


Cintya sudah di dandan sedemikian rupa untuk menyambut calon suaminya ,membuat terlihat cantik semakin cantik.


Setelah berbagai pertimbangan, akhirnya dia rela menikah dan di jadikan wanita simpana oleh tuan Demian.


Lagi pula ia tak akan sanggup hidup dalam keadaan miskin.


Malam ini, lamaran dan kontrak kerja sudah di sepakati, tinggal di tanda tangani oleh kedua belah pihak.


Cintya dengan wajah lesunya yang tertunduk, menanti kedatangan sang calon suami yang sebentar lagi akan meminangnya.


Mobil mewah tuan Demian memasuki halaman rumah mereka.


"Sepertinya itu mobil tuan Demian," ucap tuan Alex


Mereka pun bangkit menghampiri tuan Demian.


Cintya membelalak kaget melihat calon suaminya tersebut.


Seketika tubuhnya terasa lemas.


melihat pria tua yang berbadan kurus dengan keriput memenuhi wajahnya, serta berkumis seperti ikan lele.


"Hiks hiks apa pria seperti itu yang akan menikah dengan ku Mami? " tanya Cintya yang menangis seketika, ketika melihat pria cungkring berjas hitam.


"Cintya diamlah! ini demi perusahaan kita, demi hidup kita juga." tuan Alex.


"Sabar Nak!" ucap Miranda sambil mengelus pundak Cintya.

__ADS_1


Lelaki itu pun mendekati mereka.


"Hallo tuan Alex, "sapanya ramah seraya menyodorkan tangannya kearah tuan Alex.


"Hallo tuan Demian, apa kabarnya ha ha? "


tuan Alex pura-pura senang.


"Baik, " tuan Demian.


Mereka melepas jabatan tangannya.


Tuan Demian melirik ke arah Cintya, ia pun tersenyum.


"Apakah dia putri anda? "tanya Demian seraya melirik kearah Cintya.


"Iya dia Cintya." Tuan Alex.


Tuan Demian menyodorkan tangannya pada Cintya, seraya tersenyum menyeringai.


Dengan gemetar Cintya menjabat uluran tangan tersebut.


"Cantik," ucap tuan Demian tesenyum puas.


Cintya merasakan kulit keriput tuan Demian, mungkin karena pria tua itu terlalu kurus.


'Cih melihatnya saja aku merasa jijik, semoga saja di malam pertama penikahan dia mampuus duluan.' batin Cintya.


Mereka pun mempesilahkan tuan Demian untuk duduk.


Tuan Demian duduk berhadapan dengan Cintya, matanya selalu menatap mesra kearah Cintya hingga membuatnya semakin jijik.


"Bagaimana Tuan, kita mulai saja kontrak kerja sama kita? "tanya tuan Alex yang juga muak melihat Demian yang begitu bernapsu melihat putrinya tersebut.


"Baiklah, sesuai kesepakatan kita tuan Alex, Aku bisa mencairkan dana tersebut kapan saja, asal putrimu bersedia menikah dengan ku," ucapnya dengan senyu mesum kearah Cintya.


Cintya terus menundukan wajahnya, menghindari tatapan pria tua tersebut yang membuatnya ingin muntah, bahkan pria yang menidurinya kemaren masih lebih baik dari pada calon suaminya saat ini.


"Cintya bagaimana kamu bersedia bukan menerima lamaran tuan Demian?" tanya tuan Alex.


Cintya menunduk seraya mengkerucutkan bibirnya. Iya pun menggangguk lemah.


Melihat gadis itu setuju, tuan Demian tertawa renyah.


"Ha ha ha, mana ada wanita yang menolak pesona ku tuan Alex," ujarnya dengan percaya diri.


Ketiga orang tersebut menahan hatinya, mendengar pria itu membanggakan diri.


Bersambung reader, ada yang penasaran sama malam pertama Cintya dan tuan Demian, Arief dan Dinar atau tuan Marco dan Wati .


He he berikan komentar kalian, like vote dan hadih ya, author berterima kasih banyak. salam sayang selalu.


Author ada rekomendasi novel untuk kalian.



__ADS_1


__ADS_2