
Rencananya malam ini Arief dan keluarga akan melamar Alesha secara resmi. Seluruh anggota keluarga juga sudah berkumpul termasuk keluarga Aldo yang datang untuk mempersiapkan acara lamaran yang terkesan mendadak tersebut, Seluruh anggota keluarga berembuk untuk persiapan lamaran mereka, agar berjalan dengan sukses.
"Aduh Raffa, kamu itu loh kenapa juga harus Hari ini acara lamaran nya , kenapa ngak besok lusa saja. " Keluh Dinar ketika mereka selesai berunding.
Karena setelah di perinci, acara lamaran tak sederhana kedengerannya. Apalagi melamar seorang tuan putri dari keluarga Sultan. Tentu butuh persiapan matang. Agar memberi kesan baik pada calon besan mereka.Dan Dinar merasa kelabakan karena begitu banyak yang harus ia siapkan sebelum lamaran yang terjadi lepas Isya tersebut.
"Habisnya Raffa keceplosan Bunda. Lagi pula kalau ngak buru-buru, takutnya nanti tuan Barley berubah pikiran lagi. " Raffa.
"Iya, tapi Bunda dan Bibi mu jadi kelabakan seperti ini. Mana kita ngak punya baju couplean untuk acara. Kamu juga belum beli cincinnya kan Raffa ? " dengus Dinar sambil menggaruk kepalnya yang tak gatal. Mendadak ia jadi stress karena memikirkan persiapan lamaran yang begitu mendadak.
"He he, belum Bunda "sahut Raffa enteng, ia pun nyengir.
"Aduh Raffa.. Raffa gimana sih, Ayo buruan ajak ayah pergi ke tokoh perhiasan!."Dinar setengah menangis.
He he mereka tertawa kecil melihat Dinar ngedumel.
"Tenang Bu, ngak usah di pikirkan, lamarannya yang biasa sajalah. Yang penting kan niat baiknya. " Arief.
"Aduh Yah, gimana ngak pusing. Ibu ngak punya gaun terbaru. Gaun ibu semuanya sudah sempit Yah. Belum lagi beli barang-barang untuk hantaran. " Dinar
"Raffa kok bisa mendadak seperti ini sih Nak, Bunda jadi pusing tujuh keliling. " Tambahnya ngomel.
"Ya kalau gitu, ibu ajak bibi untuk belanja pakaian. Biar ayah yang temani Raffa belanja. " Arief.
"Ehm iya deh Yah. "
***
Setelah selesai berunding Dinar dan Adelia langsung berbelanja untuk persiapan acara lamaran. Mereka pergi ke toko kain untuk membeli bebera potongan kain untuk seserahan lamaran, selain itu mereka juga menyempatkan diri membeli tas dan sepatu baru untuk anggota keluarga mereka dan beberapa potong pakaian untuk masing-masing anggota keluarga. Maklum saja ini cara lamaran yang pertama kalinya terjadi di keluarganya. Tentunya Dinar ingin terlihat berbeda dihari istimewa ini. Apalagi calon mantu mereka bukan orang sembarangan.
Sementara Arief menemani Raffa berbelanja perhiasan sebagai seserahan dan sepasang cincin untuk tunangan.
Hari yang sibuk dan begitu melelahkan. Meski mendadak, target mereka tercapai karena ke kompakan anggota keluarga yang saling membantu.
Meski lelah, Namun,rona bahagia terpancar dari raut wajah Raffa saat itu. Dirinya pun tampak tampan dengan stelan kemeja biru dan blazer hitam.
Setelah persiapan beres, mereka pun berangkat.
__ADS_1
***
Sementara itu, Di rumah Alesha terjadi kesibukan. Namun,kesibukan tersebut terjadi secara personal saja. Dimana mereka sibuk mempersiapkan busana mereka masing-masing untuk menyambut calon besan.
Sejak dari pagi Alesha sudah sibuk mencari gaun yang akan di gunakan untuk acara lamaran nanti malam. Karena ia sendiri tak sempat fitting baju ,Alesha terpaksa bongkar lemarinya untuk mencari gaun putih sesuai dengan tema mereka saat ini.
Selain sibuk fitting baju di kamarnya, Alesha juga akan melakukan beberapa Tredmen kecantikan agar tampak lebih cantik di depan sang pujaan hati nanti malam.
Hal yang sama terjadi pada Asyia dan Andhra, mereka juga sibuk mencari baju couple .Karena perut Asyia yang mulai membuncit mereka harus segera beli baju baru dengan tema yang sama yakni bernuansa putih.
Hari yang terasa singkat. Akhirnya waktu yang di nanti pun tiba.
Keluarga Barley kompak dengan pakaian serba putih, terkecuali Andhra dan Barley yang mengenakan celana hitam.
Alesha juga sudah siap gaun putih polos dari bahan satin. Agar terlihat semakin cantik dan berbeda, Alesha menggunakan jasa penata rambut profesional yang membuat Alesha semakin anggun dan elegan.
Pukul tujuh malam, Keluarga Arief pun tiba di rumah keluarga Barley.
Mereka pun di sambut dengan baik oleh tuan rumah. Setelah acara ramah tamah. Acara utama pun di mulai.
Tak berapa lama pun lama pun Alesha keluar, alangkah bahagianya Raffa melihat calon istrinya yang terlihat begitu cantik.
Raffa sampai pangling melihat Alesha yang datang mendekat, ia terus saja berdiri sementara yang lainya sudah duduk di posisi masing-masing.
Sampai Alesha tiba mendekat. Barulah Raffa duduk, keduanya saling melemparkan senyum bahagia.
Raffa hampir tak berkedip menatap gadis cantik bak bidadari dari kayangan tersebut. Sembari tersenyum kearah Alesha membuat Alesha semakin grogi, menyadari putranya seperti tersihir, Dinar menyenggol siku Raffa agar dirinya tersadar dari lamunan.
Serangkaian acara pun di mulai, hingga tibalah mereka di penghujung acara yakni bertukar cincin.
Dengan lembut Raffa menarik jemari tangan Alesha kemudian menyematkan cincin di jari manisnya.
Begitupun Alesha yang tampak grogi saat menyematkan cincin di jari manis Raffa.
Raffa terus saja menatapnya dengan tatapan penuh cinta.
"Jangan dilihatin terus Kak, aku jadi grogi," ucap Alesha dengan sedikit berbisik.
__ADS_1
"Habisnya kami cantik banget sayang, Sudah ngak sabar ingin memiliki kamu," balas Raffa ketika mereka saling bertukar cincin.
Alesha kembali malu. Wajahnya kembali tertunduk merona, dengan senyuman yang ia sembunyikan.
Setelah bertukar cincin. Kedua keluarga pun berunding menentukan hari bahagia untuk putra putri mereka.
"Jadi menurut Tuan dan Nyonya kapan hari baik untuk melangsungkan akad nikah dan resepsi putra-putri kita? " Arief.
"Karena saya hanya memiliki satu putri, saya ingin pernikahan Alesha dan Raffa berlangsung mewah dan meriah. Saya ingin mengundang kolega-kolega saya dari dalam dan luar negri. Saya rasa untuk acara semewah itu butuh waktu minimal enam bulan. " Barley.
Raffa kaget, karena ekspektasi nya pernikahan bisa terselenggara dalam waktu dua sampai tiga bulan saja. Tapi ternyata tidak, keluarga Barley ingin acara tersebut di persiap secara matang dan detail serta tak ter buru-buru hingga target mereka tercapai secara maksimal.
Karena kedua belah pihak setuju, Raffa pun harus rela menanti waktu selama enam bulan kedepan untuk bisa mempersunting tuan putrinya.
Meski harus bersabar hingga enam bulan kedepan, Raffa bersyukur karena tinggal selangkah lagi ia dan Alesha bisa saling memiliki.
Setelah pulang kerumahnya Raffa langsung menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur.
Matanya menerawang menatap langit-langit kamarnya. Raffa terus tersenyum sembari mengingat wajah cantik Alesha saat acara pertunangan.
"Semoga waktu berputar dengan cepat, aku sudah tak sabar untuk mempersunting tuan putri ku yang cantik jelita. " ucap Raffa pada dirinya sendiri.
Raffa sungguh merasa bahagia, sepanjang malam ia tak bisa tidur karena terus terbayang wajah Alesha.
"Oh Alesha sayang, wajahmu telah mengalihkan duniaku. "
Ia pun senyum-senyum sendiri karena mentertawakan dirinya yang sedang dilanda asmara.
Bersambung dulu ya reader.
Assalamu'alaikum.
Sambil nunggu author up, yuk kepoin novel terbaru author dengan judul: Mengandung Benih CEO kejam
Ada mantan mafia yang di bikin bucin sama gadis bar-bar bernama Mayang.
__ADS_1