
Pulang dari rumah Amora, Asyia masih terlihat sedih, ia lebih banyak diam dan melamun.
Andhra membiarkan Asyia yang terhanyut oleh perasaannya. Mereka pun lebih memilih diam.
Entah kenapa Andhra yang biasanya diam, merasa bosan di diami oleh gadis yang ada di sampingnya.
"Asyia kamu masih memikirkan tentang ibumu?" tanya Andhra memecah kesunyian mereka.
Asyia mengangguk lirih dengan pandangan ke arah luar jendela.
"Jangan terlalu di pikirkan Asyia. Fokuslah dengan pertandingan yang akan kita ikuti. Pihak sekolah sudah memilih dan mempercayakan kita di antara sekian ribu siswanya.Jadi kita juga punya tanggung jawab untuk menjadi yang terbaik sesuai harapan mereka."
Asyia melirik ke arah Andhra.Ia pun tersenyum, sejenak Asyia tersadar dari lamunannya.
Tuan muda memang benar, ia sudah berusaha sekeras mungkin untuk bisa mengikuti even internasional tersebut.
Dan tinggal beberapa hari lagi mereka akan berangkat. Ia harus fokus dengan apa yang ada di hadapannya saat ini.
"Iya kau benar. Aku tak boleh terlarut dalam kesedihan ini." Asyia.
"Nah gitu dong, baru Asyia... aaa bukan Ashiappp,"cetus Andhra dengan nada bercanda.
"Aku tak menyangka kau punya selera humor tuan muda," ucap Asyia seraya tersenyum.
"Hm gitu ya. Aku juga tak tahu kenapa aku bisa seperti itu. Aku hanya tak ingin kau terlarut dalam sedih, hingga bisa merusak konsentrasi mu."
"Satu lagi Asyia, jika kita menang, maka dari pihak sekolah akan memberikan satu bea siswa untuk melanjutkan ke satu jenjang pendidikan. Untuk jadi dokter spesialis, tentunya kau butuh dua bea siswa. Dan jika kita berdua menang. Akan ku hibahkan bea siswa itu kepada mu. Dengan demikian kau bisa langsung melajutkan jurusan spesialis jantung setelah lulus sarjana kedokteran."
Asyia senang dan bahagia, ia jadi lebih semangat." Benarkah itu tuan muda?"tanya Asyia penuh semangat.
"Iya benar, beasiswa itu hanya untuk kuliah di dalam negri, sedangkan aku, setelah lulus aku akan ke Milan. Kuliah di sana dan mengurus perusahaan kakek ku."
Asyia yang awalnya senang sedikit menarik senyumnya.
'Itu bearti setelah lulus nanti. Kami tak akan pernah bertemu lagi,' batin Asyia.
__ADS_1
Suasana pun kembali hening.
***
Beberapa saat kemudian mereka pun tiba di ruko Asyia.
Mobil mewah Andhra berhenti tepat di depan rumah makan mereka.
Aldo, Delia, dan Raihan segera turun menyambut kedatangan Asyia, mereka sudah tak sabar mendengar hasil dari pemilihan kontingen untuk di kirim ke Thailand.
***
"Andhra, terima kasih telah menemani ku hari ini ," ucap Asyia seraya membuka seatbeltnya.
"Sama-sama." Andhra.
Asyia membuka pintu mobil kemudian turun, begitupun Andhra yang juga ikut turun.
Keduanya di sambut oleh bahagia keluarga Asyia.
Sebagai seorang yang terhormat dan terdidik Andhra memiliki Attitude yang baik.
Andhra menghampiri keluarga Asyia.
"Paman, maaf kami pulang terlambat.Tadi kami jalan-jalan sebentar."Andhra.
"Tak apa tuan muda, terima kasih telah mengantar Asyia pulang." Aldo.
"Sama-sama. Saya permisi dulu paman." Andhra.
"Hati-hati tuan muda."Aldo.
Andhra pun kembali ke mobilnya, Setelah agak menjauh mereka pun kembali ke ruko mereka untuk berbincang.
"Cie-cie, Itu pacarnya Mbak Asyia ya?"tanya Raihan iseng.
__ADS_1
"Hus. Kamu ini. Mbak ngak boleh pacaran dulu. Setelah tamat sekolah baru boleh," cetus Delia.
Asyia tersenyum seraya merangkul adiknya.
"Iya Raihan, mbak dan tuan muda cuma berteman kok. Apalagi dalam beberapa hari ini kami akan pergi bersama ke Thailand."
"Hah ke Thiland Mbak!" Seru Raihan kaget.
"Berarti kamu terpilih mbak?"tanya Delia senang.
Mereka pun menyambut bahagia berita tersebut.
"Iya Bu, Asyia dan tuan muda terpilih. Tiga hari lagi kami akan berangkat." Asyia.
"Alhamdullilah. Paman mu pasti senang mendengar berita ini Asyia. Tapi ingat Nak, kesehatan kamu lebih penting. Apa lagi di negri orang."
Ibu kamu benar, sesujurnya ayah juga khawatir. Tapi ayah percaya kamu bisa jaga diri baik-baik."
"Tenang saja Bu, Ayah! . Iklim Thailand hampir sama dengan iklim di Indonesia. Doa kan saja Mbak berhasil Raihan, kalau mbak.panjang umur dan jadi sukses. Mbak akan bawa keluarga kita jalan-jalan ke luar negri." Asyia.
"Aamiin semoga mbak Asyia panjang umur dan sehat selalu." Raihan.
"Aamiin ya Rabba alamin." Delia dan Aldo.
"Ehm makasih doanya adik ku sayang, ucap Asyia sambil mengacak rambut Raihan.
"Sama sama Mbak!" Raihan
"Kalau begitu sekarang kita makan siang. Kami sengaja menunggu Mbak Asyia untuk makan siang bersama." Delia.
"Hm Asyia juga sudah lapar Bu." Asyia.
Mereka pun duduk di meja makan. Keluarga Asyia jarang makan siang bersama 6karna kesibukan mereka mengurus usaha mereka yang tengah berkembang.Namun beberapa hari ini mereka selalu menyempatkan diri untuk bisa makan siang bersama.
Asyia menyuap nasi ke mulutnya padahal rencananya ia ingin makan siang bersama Amora.
__ADS_1
Bersambung dulu reader.
Selamat beraktifitas, Assalmmulaikum wr wb.