Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Heboh


__ADS_3

Musik penghibur masih terdengar di luar rumah,suasana pun semakin meriah.Para penduduk kampung masih semangat, mereka bernyanyi dan menari.


Tak ketinggalan pasangan Anggi dan Chandra yang ingin ikut memeriah kan Suasana.


Anggi naik ke atas panggung dan menyanyikan lagu jarang goyang sementara Chandra ikut bergoyang mengiringinya.


Keduanya begitu kompak di atas panggung, karna terlalu asik Anggi sampai melakukan gerakan tarian yang sedikit erotis.


Anggi melakukan goyangan gebor dan ngecor sekaligus hingga gerakannya terlihat erotis.


Melihat hal tersebut Chandra tak tinggal diam.


"Eh eh Yang berhenti!" Chandra menarik anggi agar berhenti bergoyang.


"Is kamu apa-apa an sih beb, aku lagi asik juga," dengus Anggi.


"Eh, di sini emang di kampung Yang, tapi kamu jangan kampungan juga keles." dengus Chandra.


"Kebiasaan lama jangan di bawa-bawa," tambah Chandra menasehati pacarnya.


"Kenapa Ayang beb? "


"Is seronok itu, jangan mengumbar syahwat di sini Ayang Beb. " Chandra.


"Iya maaf Ayang beb, khilaf . Kebiasaan di kamar Mandi ", ucap nya santai.


"Ya sudah lain Kali jangan di ulang lagi."Chandra


"Iya, yuk kita goyang lagi," ucap Anggi.


"Aseek!" Anggi dan Chandra.


Kedua pasangan bar-bar itu pun kembali bergoyang-goyang menggemparkan panggung ,berputar-putar hingga membuat heboh panggung tersebut.


Santi dan Barley tersenyum melihat kelakuan dua sejoli yang kompak tersebut.


Sementara Mc menantang sang mempelai untuk menyanyi.


"Ayo penggantin kita! nyanyi dong! giliran pengantinnya nih yang menghibur warga sini! " MC.


Tuan Marco dan Wati saling menatap.


"Ayo Yang, Nyanyi," Ajak tuan Marco.


Wati berfikir sebentar.


"Ayo Mbak Wati atau tuan Marco silahkan naik ke atas panggung untuk menghibur warga kampung!" teriak MC.


Akhirnya Wati dan tuan Marco naik di atas panggung.


Seketika suara tepuk tangan menyambut mereka di sertai sorak sorak penonton.


"Ayo penggantin nyanyi! " seru warga kampung.


Melihat Daddy dan Wati yang naik keatas panggung tuan dan nyonya Barley ikut tepuk tangan.


"Ayo Daddy! goyang panggungnya!"teriak Mereka berdua.


"Lihat mereka berdua Sayang, meski baru saling mengenal tapi mereka terlihat kompak, Daddy juga terlihat bahagia," ucap Barley sambil memeluk Santi dari belakang.


"Iya Sayang, wajah Daddy begitu bahagia." Santi.


Jreeng jreng musik pun mulai di mainkan.


Wati mulai bernyanyi layaknya biduan dangdut.


"Malam..ini.. malam terakhir bagi kita untuk mencurahkan rasa rindu di dada," lirik lagu yang di nyanyikan Wati.


"Asek.!" sahut tuan Marco, ia pun bergoget bersama Wati.


Jreng.. jreng... musik di buat koplo hingga kedua pasangan pengantin tersebut berjoget sambil berduet, meski tuan Marco tak hapal liriknya Wati yang membisikan lirik-lirik lagu itu ke telinga tuan Marco.


Meski dengan nada berantakan, tapi panggung tersebut di buat heboh oleh pasangan pengantin janda duda tersebut.


Tuan Marco memegang ujung jari Wati kemudian memutar-mutar tubuh istrinya.

__ADS_1


Berjoget dan bernyanyi bersama.


Keduanya terlihat bahagia, mereka terhibur tapi juga bisa menghibur.


sorak sorak tepuk tangan meriah para warga yang ikut bersuka ria menyoraki penampilan Mereka.


Semua ikut berjoget dengan suka cita.


Terkecuali Karyo dan istrinya. Mereka tersenyum sinis.


Wati yang dianggap tak berguna, kini mendadak Jadi istri miliader tampan blasteran Italian.


Barley memeluk istrinya dari belakang sambil tertawa bahagia melihat tuan Marco dan Wati yang bernyanyi dan berjoget mengguncang panggung.


"Sayang, lihatlah Daddy, ia terlihat bahagia ya? " Barley.


"Ehm, menemukan pasangan yang bisa mencintai dan menerima kita dengan tulus itu memang membahagiakan Sayang. Aku juga bahagia bersama kamu," ucapnya seraya mencium pipi Barley.


Barley tersenyum dan membalas ciuman istrinya dengan mengecup keningnya.


"Aku juga bahagia, I love you now and forever," ucap Barley.


"Hm, me too. " Santi.


Pesta berlangsung hingga larut malam. Namun kedua penggantin baru tersebut tak sabar untuk malam pertama Mereka.


Wati menuntum suaminya menuju kamar Mereka.


Sesampainya di kamar tuan Marco langsung mengunci pintu.


Wati tersenyum melihat suaminya yang terlihat tak sabar.


Tuan Marco mengedipkan matanya memberi isyarat pada Wati.


"Sudah siap mommy ,merasakan pisang raja dari Milan he he, " ucap tuan Marco dengan tawa khasnya.Ia pun mengedipkan mata genitnya.


Wati tersipu ketika di tanya hal tersebut.


Jujur saja ia juga penasaran bagaimana rasa pisang impor dari Milan, bahkan ia sendiri Sudah sepuluh tahun tak lagi pernah merasa pisang raja local.


"Ih Daddy, aku Jadi nervous, "ucap Wati jengah sambil memukul mukul pelan dada tuan Marco.


Tuan Marco langsung melepas pakaiaannya tanpa malu-malu.


Beberapa detik saja tubuh tuan Marco Sudah bugil.


Wati menelan salivanya melihat belalai tuan Marco yang Sudah tegak berdiri,membesar dan memanjang.


"Ayo, mommy tunggu apalagi, jangan bengong aja," ucap tuan Marco.


"Ehm,di buka in dong Daddy, biar semangat, " ucap Wati dengan malu-malu.


Tuan Marco pun menarik resleting baju Wati, Dan langsung membukanya.


Tanpa sadar air liurnya menetes.


Meski hanya seorang pembantu.Namun Wati selalu merawat tubuhnya.


Belum selesai melepas pakaian istrinya, tuan Marco Sudah tak sabar, ia pun langsung memeluk Wati Dan langsung menariknya ke tengah ranjang.


Wati hanya pasrah melihat sang suami yang Sudah tak sabar, Akhirnya Wati melepas sendiri penutup tubuhnya.


Melihat istrinya yang bugil dalam posisi terlentang Marco langsung tancap gas, tanpa permisi ia langsung memasukan senjatanya nya kedalam gua milik istrinya.


Wati belum siap tapi Sudah di terjang duluan oleh Marco.


"Aw Daddy pelan-pelan. Sakit tau! "seru Wati sambil mendorong tubuh suaminya.


"Aduh mommy! Sudah tak sabar, tancep lagi ya?"tanya tuan Marco meminta ijin.


"Enak saja main tancap-tancap, kasi pelumas dulu, maklum mesinnya sudah sepuluh tahun ngak di panasin, pelumas juga sudah kering, panasin dulu, "ucap Wati.


Meski Sudah tak sabar tuan Marco pun melakukan gerakan pemanasan, ia mencumbui istrinya dengan mesra, memberi sentuhan-sentuhan yang dapat membakarnya gairah.


Beberapa menit Setelah melakukan gerakan pemanasan, tuan Marco merasa permukaan landasannya sudah licin.

__ADS_1


"Sayang Sudah siap ?"tanya tuan Marco.


Ehm, Wati memberi Ijin.


Dengan penuh semangat tuan Marco memasukan senjatanya.


Akh! seru keduanya ketika merasakan sensasi berdenyut-denyut.


Ehm, tuan Marco berhenti sesaat untuk menikmati sensasi yang terasa berdenyut-denyut Dan mencengram pisang raja miliknya.


Setelah itu ia kembali menggerakan tubuhnya di atas tubuh Wati dengan gerakan memompa berayun-ayun hingga menghentak hentak.


Wati begitu menikmati permainan suaminya yang tiarap di atas tubuhnya seraya mencumbunya Mesra


Karena Sudah lama tak merasakan hal tersebut permainan pun berjalan dalam Waktu yang singkat.


Sekitar lima belas menit permainan pun usai, hentakan terakhir tuan Marco berhasil menuntaskan permainan Mereka Keduanya pun melengkuh lirih.


Tubuh tuan Marco tumbang di samping tubuh Wati , Keduanya Sudah bersimbah Keringat.


Tuan Marco mengecup kening Wati seraya melempar senyum mesum kepuasan.


"Terima kasih Mommy , "ucapnya seraya mengatur napas.


"Sama-sama Daddy, "balas Wati dengan senyum.


Beberapa menit kemudian suhu tubuh Mereka kembali stabil.


Tuan Marco kembali melirik ke Arah Wati yang masih bugil.


"Mommy ," panggil nya manja.


"Iya Daddy, " sahut Wati Mesra.


"Ehm, boleh minta ronde ke dua ngak? " tanya tuan Marco seraya melempar senyum mesum nya.


"Ehm boleh dong, " sahut Wati.


"Sepuluh ronde boleh mommy ?" tanyanya lagi.


"Boleh, asal kuat saja Daddy," sahut Wati.


Tuan Marco pun sumringah. dengan senyum smirknya.


Tuan Marco kembali bergerak di atas tubuh istrinya kemudian mengukung tubuh Wati.


Karna terlalu semangat ia pun mendorong senjatanya untuk masuk kembali ke celah-celah sempit milik istrinya.


Dengan cepat ia menghentakkan senjatanya menerobos permukaan licin.


beberapa Kali hentakkan tiba-tiba terdengar bunyi kreak.


Aw! , tuan Marco sorak berteriak tertahan, hingga mengejut kan Wati yang tengah menikmati permainannya.


Tuan Marco memberhentikan gerakannya.


"Aw! Aw! Mommy !"serunya sambil menyentuh pinggangnya.


"Kenapa Daddy? " tanya Wati panik.


Tuan Marco menarik senjatanya kemudian tumbang di samping tubuh Wati.


"Aw! Aw! encok Daddy kambuh !"keluh tuan Marco.


"Ehm, katanya mau sepuluh ronde. Baru mulai dua ronde Sudah encok," dengus Wati.


"Aduh, Aduh mommy besok saja ya rounde ke duanya.Pinggang Daddy sakit," ucap tuan Marco seraya meringis.


"Makanya Daddy, jangan keburu napsu." dengus Wati.


Ia pun merebahkan tubuh suaminya.


"Aku ambil obat untuk Daddy." Wati.


***

__ADS_1


Wk wk, Aku sih ngebayangin Mereka lucu, ngak tahu penyapaiannya ke reader gimana? Semoga suka saja ya reader, aku senyum-senyum sendiri loh.


Bersambung, tunggu episode selanjutnya.


__ADS_2