
Pagi-pagi sekali Asyia sudah sibuk menyiapkan keperluan dan kebutuhan diri dan juga suaminya. Karena pagi ini ia juga harus dinas di salah satu rumah sakit, Asyia pun harus bersiap lebih awal.
Asyia menyiapkan air hangat sebelum membawa Andhra ke kamar mandi.Dengan penuh kelembutan ia mengosok menggosok punggung Andhra sambil berbincang.
"Ndra, sebelumnya siapa yang bantu mandiin kamu? "Asyia
"Mommy."
"Mommy ngak mau menggunakan jasa perawat untuk aku. "
"Hm, iya dong . Aku juga ngak relalah Ndra, kalau ada perempuan yang dekat-dekat sama kamu, apalagi di dalam kamar mandi. Bisa-bisa dia atau kamu yang jatuh cinta, " Asyia.
Andhra tersenyum mendengar kecemburuan sang istri.
"Karena itulah, mommy ingin segera kita menikah. Biar ada yang mengurus aku. Asyia maaf ya aku hanya bisa menyusahkan kamu." Andhra.
Asyia langsung memeluk Andhra dari belakang, "Ngak kok Ndra aku ngak pernah merasa di susahin sama kamu Ndra. Justru aku senang bisa bersama kamu di saat kamu membutuhkan seseorang untuk mengurus kamu. Aku juga dulunya sering nyusahin kamu juga Ndra. Dan kamu ngak pernah mengeluh sedikit pun. Hidup ini adakalanya kita memberi dan adakalanya kita menerima. Dan aku yakin Ndra suatu saat kita akan temukan bahagia. Cinta sejati akan selalu menerima kekurangan dan kelebihan pasangan, lagi pula tak yang sempurna kan di dunia ini. "
Andhra memeluk tangan Asyia. "Aku baru menyadari jika bidadari itu tak hanya di surga tapi juga di dunia ini, dan itu adalah kamu,"ucap Andhra sambil menempel pipinya ke pipi Asyia.
"Hm, Semoga saja, aku akan jadi bidadari di dunia ini dan bidadari kamu di akhirat nanti. "
Asyia tersenyum bahagia seraya mencium pipi Andhra.
"Lanjut mandi lagi ya Ndra. "
Asyia menuang shampoo pada telapak tangannya, kemudian mengusap kepala Andhra dengan lembut.
"Akh! "
Andhra merasa sakit ketika Asyia menyentuh bagian luka bekas operasi Andhra.
"Oh maaf Sayang, aku ngak sengaja. "
Asyia langsung mendaratkan kecupan di pipi Andhra.
"Sekali maaf ya sayang. " Asyia.
Andhra mengusap pipi istrinya, keduanya pun saling melempar senyum." Aku tahu sayang kamu pasti ngak sengaja, karena kamu ngak mungkinkan menyakiti aku. "
"Iyalah Ndra, menyakiti kamu sama saja aku menyakiti diri sendiri. " Asyia.
Mereka melanjutkan mandi bersama.
Setelah selesai, Asyia kembali memakaikan Andhra jubah mandi, keduanya pun keluar dengan rambut yang basah.
Setelah selesai menggunakan pakaian, keduanya melanjutkan sholat subuh berjamaah. Andhra masih duduk di kursi roda sebagai imam, sementara Asyia berada di belakang sebagai makmum.
Di setiap sujudnya ia berdoa agar suaminya segera sembuh dan ingatan Andhra kembali pulih, Asyia juga memohon agar ia dan Andhra segera di karuniai anak.
__ADS_1
Setelah sholat ia pun menghampiri suaminya dan mencium tangan Andhra,sementara Andhra mencium pucuk kepala Asyia.
Asyia benar-benar mengurus suaminya dengan baik, mulai dari memandikannya hingga, mengenakan pakaian untuk sang suami tercinta.
Tak sedikitpun ia merasa berat mengurus Andhra.
Asyia menganggap ini hanyalah ujian cinta mereka. Dan ia yakin suatu saat ia dan Andhra akan menemukan kebahagiaan.
Andhra sudah telihat tampan, bersih dan wangi. Masih ada waktu untuk membawa Andhra jalan pagi-pagi,sebelum Asyia berangkat kerja.
Asyia mendorong kursi roda Andhra menuju lift untuk sampai ke lantai bawah.
Saat itu kebetulan Santi dan Barley juga baru selesai berolahraga di sekitar kediaman mereka.
Asyia berniat membawa Andhra pada sebuah area di halaman rumah mereka. Di sana memang ada jalan setapak yang dibuat tak rata dan menonjol-nonjol yang terbuat dari batu apung dan beberapa batu yang di gunakan sebagai terapi pijat tapak kaki untuk melancarkan peredaran darah dan bisa merangsang syaraf-syaraf motorik halus.
Asyia membantu Andhra berdiri, menopang sedikit tubuh Andhra, agar ia bisa berjalan.
Andhra pun berjalan di atas batu yang menonjol-nonjol.
"Gimana Ndra? " tanya Asyia ketika coba menegakkan tubuh Andhra ia tetap memegang kedua tangan Andhra agar tetap seimbang.
"Di coba dulu. "
Selangkah demi selangkah Andhra melangkah dengan lutut dan kaki yang gemetar.
Asyia tetap memegang kedua tangan Andhra sepanjang jalan yang kira-kira lima belas meter tersebut.
Sesampainya ujung jalan tersebut, mereka memutar kembali. Kali ini Asyia hanya memegang satu tangan Andhra dan membiarkannya menyeimbangkan sendiri tubuhnya.
Di tengah jalan, ketika langkah Andhra sudah seimbang, pelan-pelan ia melepaskan pegangan tangannya.
"Ayo Ndra kamu pasti bisa!"
Andhra pun berkonsentrasi fokus melangkah, meski dengan kaki gemetar pelan-pelan ia sudah bisa berjalan sendiri. "Ayo Ndra, terus konsentrasi, latih otak kamu untuk fokus! kamu pasti bisa menyeimbangkan tubuh kamu! "
Asyia selalu berada di samping Andhra untuk menjaganya.
Santi dan Barley mengintip dari jendela kamarnya.Mereka pun tersenyum.
"Kita memang tak salah pilih menantu Daddy, " ucap Santi yang terharu.
"Iya Mommy. Aku yakin, dengan cinta mereka bisa melewati ujian ini, "ucap Barley seraya memeluk Santi dari arah belakang.
"Semoga Andhra bisa segera pulih Daddy. Mommy sudah ngak sabar untuk menimang cucu. "
"Ehm, Aku juga sudah ngak sabar mommy, sejak Andhra sakit kau kurang memperhatikan ku. Jatah ku pun berkurang. Karena Andhra sekarang sudah punya istri dan ada yang mengurusinya, sekarang waktunya kau urusi aku Mommy. "
Barley langsung mengangkat tubuh Santi.
__ADS_1
"Daddy! ini masih pagi! " serunya sambil memukul-mukul dada Barley pelan.
"Sekalian olahraga pagi Mommy. "
Tanpa bisa menolak, Santi pun hanya bisa pasrah. Pagi-pagi sudah terjadi gempa lokal di atas ranjang mereka.
***
Andhra sudah mulai bisa berjalan sendiri, selangkah demi selangkah, meski dengan tertatih-tatih, Betapa bahagianya Asyia saat itu, melihat sang suami yang sudah bisa berjalan sendiri.
Beberapa langkah berikutnya Andhra mulai goyang, dengan segera Asyia memeluk tubuh Andhra agar tak langsung jatuh ke tanah.
"Ops. Sayang pelan-pelan,"
Ha ha ha, mereka pun tertawa kecil
"Iya,aku sudah tak sabar ingin jalan sendiri. "
Asyia kembali menuntun Andhra menuju kursi roda.
"Sabar Sayang, jangan tergesa-gesa. Nanti justru kaki kamu yang cedera. " Asyia
"Untuk hari ini sudah cukup ya. Kita lanjut lagi besok. "
Asyia mendorong kursi roda menuju rumah mereka. Sambil pendinginan. Asyia menyiapkan air hangat yang di campur sedikit garam kedalam baskom untuk merendam kaki Andhra.
Setelah mencoba berjalan sendiri, Asyia meminta Andhra berselonjor di atas sofa, kemudian memujit pelan telapak kakinya.
Setelah beberapa menit melakukan pijitan, seorang asisten rumah tangga mereka datang membawa baskom air hangat yang di minta Asyia.
Asyia merem kaki Andhra dengan air hangat untuk melancarkan peredaran darahnya .
Andhra pun tampak begitu segar dengan keringat mengucur pada tubuh dan wajahnya.
Setelah olahraga, mereka pun sarapan pagi, setelah semua beres, barulah Asyia berangkat ke rumah sakit.
Asyia menggunakan jas putihnya, wajahnya tampak cantik, meski masih menggunakan make up tipis.
Asyia menghampiri Andhra, bertut mensejajarkan posisi mereka.
"Sayang, aku harus ke rumah sakit. "
"Tapi jangan Lama-lama ya, ucap Andhra yang terlihat sedih di tinggal sendiri lagi. "
"Setelah selesai aku langsung pulang. " Ia pun mencium punggung tangan suaminya.
Berat bagi Asyia meninggalkan Andhra sendiri.Namun ia harus pergi untuk menyelesaikan pendidikan profesinya yang tinggal beberapa bulan lagi.
Bersambung dulu guys.
__ADS_1
Selamat pagi, semoga hari ini kita di limpahkan banyak rejeki. Aamiin. Assalamu'alaikum wr. wb.