Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Siapa Yang Ingin mencelakai istri ku


__ADS_3

Santi tersadar dari tidurnya, matanya melihat permukaan yang asing, sementara aroma yang keluar dari tubuh Barley begitu memanjakan indra penciumannya.


Hembusan nafas Barley hangat menyapu lembut seluruh permukaan kulitnya, rasanya ia tak ingin beranjak dari tempat tersebut.


Tubuh Barley benar-benar terasa hangat memeluknya, dengan senyum nakalnya, Santi memasukan sedikit kepalanya kedalam ceruk leher Barley, seraya memeluknya erat.


Santi kembali terlelap dalam tidurnya, ketenangan mulai ia rasakan semenjak perubahan sikaf dari Barley.


Rasanya ia betah berada dalam pelukan pria angkuh tersebut, Santi menikmati pergantian waktu sebelum akhirnya benar-benar terlelap.


***


Matahari mulai meninggi merajut asa sepasang insan yang saling mendekap.


Keduanya tersadar ketika suster yang memeriksa mengetuk pintu ruangan mereka.


Setelah tersadar secara tak sengaja kedua netra indah tersebut beradu, hingga menimbulkan debaran jantung yang tak karuan, beberapa detik berlalu, kemudian keduanya tersadar dan langsung melepaskan pelukan mereka.


Barley dan Santi, sama-sama merasa jengah, senyum terkulum dan wajah merona yang tertunduk tampak dari keduanya, karna ternyata sepanjang malam keduanya tidur dengan saling mendekap memeluk, selayaknya sepasang kekasih yang tengah memadu kasih.


Tak ingin berlama-lama dalam perasaan groginya.


Barley turun dari ranjang dan membuka pintu untuk suster tersebut.


Selain suster yang datang ada juga seseorang wanita yang mengantar makanan membawa semangkok makanan.


Wanita tersebut meletakan bubur di atas nakas, sementara sang suster memeriksa keadaan Santi.


"Masih sakit perutnya Nyonya?"tanya Suster seraya memeriksa tensi darah Santi.


"Sudah mendingan Suster," jawab Santi.


Suster tersebut meraba bagian perut Santi.


"Sudah tidak terasa kaku lagi, sementara jangan terlalu banyak bergerak ya," ujar Suster tersebut seraya tersenyum.


"Bagaimana keadaan istri saya Suster?"tanya Barley.


"Keadaan istri anda cukup baik Tuan, besok kemungkinan sudah boleh pulang, " ucap Suster tersebut kepada Barley setelah memeriksa tensi darah.


"Setelah sarapan minum obatnya Nyonya,, Jangan lupa vitamin penambah darah dan vitami E nya, " jelas Suster tersebut.


Barley meraih mangkok yang ada di nakas, kemudian mengaduk-ngaduk buburnya agar mendingin, sebelum menyuapkannya kepada Santi.


Suster tersebut kemudian keluar dari kamar dan berpapasan dengan seorang wanita yang mengantar sesuatu.


"Sarapannya Tuan!"seru wanita tersebut.


Suster tersebut berhenti," Tunggu bukan kah tadi sudah ada yang mengantar sarapan untuk pasien?"tanya Suster tersebut seraya menahan langkah wanita yang mengatarkan sarapan.


"Ngak kok, bubur ini langsung dari dapur rumah sakit, belum ada yang mengantarnya, ini silahkan lihat laporan listnya," papar wanita tersebut seraya menunjukan selembar kertas.


Barley yang hendak menyuapi Santi menghentikan suapannya, untung saja bubur itu belum sempat masuk kedalam mulut Santi.


"Lalu siapa yang mengantar bubur tadi bersama saya?"tanya suster heran.

__ADS_1


Barely dan Santi menatap wanita tersebut.


"Tapi saya yang biasanya bertugas mengatar sarapan ke kamar-kamar, Mbak. Terutama ruang VIP seperti ini. Ini kartu ID saya," wanita itu menunjukan ID nya.


Barley dan Santi saling memandang, Barley mendekat kearah wanita tersebut.


"Ada apa ini?"tanya Barley.


"Ini Tuan, saya mengantar bubur, biasanya juga saya mengantar makanan ke kamar ini, bukan kah anda lihat sendiri, saya yang mengantar makan siang dan makan malam kemaren," papar wanita tersebut.


"Lalu apa yang salah?"tanya Barley.


Suster menengahi dan memberi penjelasan.


"Begini tuan, rumah sakit ini punya keamanan ketat, karna pernah terjadi kasus keracunan yang di lakukan pihak luar, kepada pasien. Pasien di racuni hingga meninggal setelah memakan makanan yang katanya dari rumah sakit ini, namun saat kejadian tersebut, dapur rumah sakit belum ada yang mengantar jatah makan siang kepada pasiennya, sejak kasus itu, rumah sakit ini begitu ketat, hingga harus mencatat list pengantaran makanan pada pasien," papar suster tersebut.


Barley dan Santi syok, apalagi Santi ia langsung menangis saat itu, karna hampir saja ia memakan bubur tersebut.


Barley mendekati Santi yang menangis, "Sudah tenangkan diri mu," ucap Barley seraya memeluk dan mengusap punggung Santi.


"Lalu, bagaimana ini?! kenapa bisa terjadi hal yang teledor seperti ini?! bagaimana jika istri ku memakan makanan yang sudah di racuni?!" tanya Barley berang.


"Begini saja Tuan, kita uji laboraturium saja kedua bubur tersebut, apa benar ada kandungan racunnya."Suster.


Barley mengangguk kan kepalanya.


Suster tersebut menelpon petugas keamanan.


"Kau ikut dengan ku, tenang saja jika kau tak bersalah, kau akan aman," ucap suster tersebut kepada wanita itu.


Santi menghapus air matanya, keadaanya cukup tenang, hanya saja ia menjadi syok, siapa yang berniat mencelakainya.


Barley melepaskan pelukannya.


" Kau tenang saja, tak ada yang akan mencelakai mu selama aku masih hidup," ucap Barley tegas.


"Aku tak percaya Tuan, ada yang ingin meracuni ku, apa salah ku, aku merasa tak punya musuh hiks hiks," Santi kembali menangis.


Barley kembali memeluk istrinya tersebut, "Kau benar Santi,kau tak punya musuh tapi karna kau istri ku, banyak sekali musuh ku yang berniat mencelakai mu, tapi kau tenang saja, tak ada yang bisa menyakiti mu, selama aku masih hidup," ucap Barley yang kemudian mencium pucuk kepala Santi. Santi menghapus titik air matanya kembali, keadaanya pun sudah lebih baik, kata-kata Barley cukup menenangkannya.


***


Tak berapa lama petugas keamanan datang dan langsung mengevakuasi dua mangkok bubur tersebut.


"Permisi pak, kami ingin melakukan pemeriksaan terhadap dua sample bubur ini."petugas ke amanan.


"Iya silahkan pak, jika terbukti salah satu bubur ini mengandung racun,saya akan menuntut orang yang berniat mencelakai istri saya!"ancam Barley tegas.


"Siap Pak!" seluruh kamera cctv sudah di periksa untuk berjaga-jaga siapa tahu memang ada unsur di sengaja dalam hal ini, "


Petugas tersebut keluar dari ruangan perawatan Santi.


Barley menatap kepergiaan kedua petugas tersebut.


Siapa yang berniat mencelakai istriku dan calon anak ku?

__ADS_1


Setelah keadaan Santi lebih tenang Barley menelpon ibu mertuanya dan langsung tersambung.


"Hallo Nak ada apa?"tanya Asti.


"Bu apa ibu memasak sesuatu, Santi belum makan Bu?"tanya Barley.


"Ada Nak, sebentar lagi kami datang menemui Santi," ucap Asti.


"Iya Bu, tolong untuk makan siang Santi sekalian Bu,"imbuhnya.


"Iya Nak,kami juga bawakan untuk mu pastinya."Asti.


"Terima kasih Bu,"ucap Barley langsung menutup telponnya.


Barely benar-benar trauma, ia tak akan membiarkan Santi makan makanan dari luar, ia ingin hanya Asti sang ibunda yang memasak untuk istrinya tersebut.


Barley kembali mendekat kearah Santi yang melamun karna syok.


Keduanya merasa cemas dan gelisah, menanti hasil laboratorium.


Ya Tuhan semoga saja dugaan ku salah, tak ada racun dalam makanan itu, aku kasihan melihat Santi, aku takut hal tersebut bisa membuatnya stress.


Setelah satu jam, hasil laboraturium keluar, seorang petugas menghampiri kamar Santi.


"Permisi Tuan, hasil laboratoriumnya sudah keluar, silahkan lihat,"papar Pria tersebut seraya menunjukan selembar kertas.


Barley mengamati hasil lab tersebut dan ternyata makanan tersebut menggandung sianida.


Matanya membulat sempurna, Siapa yang ingin membunuh istri ku?


Santi mentap Barley yang sepertinya sedang syok,"Ada apa tuan?" tanya Santi.


Barley mengedipkan matanya kearah pria yang mengatar laporan hasil lab tersebut.


"Tidak apa-apa, syukurlah tidak ada zat yang berbahaya," sahut Barley berbohong agar Santi tak merasa cemas.


Setelah mengantar hasil tes pria tersebut keluar.


Siapa yang tega ingin membunuh Santi? Siapa pun orang itu, tak akan ku biarkan ia bebas begitu saja, Batin Barley seraya meremas kertas tersebut.


Bersambung, sambil nunggu author up mampir yuk di novel author yang lain


dengan judul: Kenapa harus menikah dengan mu. kisah romantis yang di bumbui komedi dan air mata.


Aira gadis belasan melarikan diri dari ayah kandungnya yang hendak menikahinya dengan pria paroh baya karna hutang.


Ia pun melarikan diri ke rumah pamanya namun kembali di jual oleh pamannya untuk melayani pria hidung belang.


Meski di siksa, Aira tetap kukuh mempertahan kan kehormatannya, hingga mengalami depresi dan harus di rawat di rumah sakit jiwa, tak hanya itu ia pun di jadikan taruhan dari kedua playboy kampus yang bernama Romeo dan Aldi yang  sedang balapan mobil.


Barang siapa yang kalah, harus mau menikahi pasien rumah sakit jiwa dan mereka memilih Aira.


Ternyata cinta di hati Aldi dan juga Romeo, bagaimana Aira menghadapi hidupnya mampukah ia mengejar cita-cita dan cinta yang ia impian dalam hidupnya.


Karna ternyata pernikahan yang ia jalani

__ADS_1



__ADS_2