
Tuan muda Andhra sudah siap dengan stelan brandednya.
Wajahnya terlihat tampan, bahkan lebih tampan dari Barley ketika seumuran dengannya.
Rencananya hari ini, mereka akan mengunjungi Andini di penjara.Barley sengaja tak membawa Santi, tentu saja karna ia tahu mommy tersebut tak menyukai istrinya.
"Daddy. Kenapa Oma di penjara?" tiba-tiba tercetus pertanyaan dari Andhra ketika Barley menyatakan maksudnya.
"Karna melakukan kesalahan Nak," jawab Barley simple.
Ehm, apa setiap orang yang berbuat salah akan masul penjara? guman Andhra.
"Kalau begitu ,aku akan buat orang -orang yang melakun kesalahan di dalam kelas ku di masukan dalam penjara semua, " tuturnya dengan polos.
He he, Barley tertawa mendengar celotehan putranya begitupun Santi yang tersenyum.
"Memangnya apa kesalahan teman-teman mu Nak? sampai kau ingin memenjarakan mereka? tanya Santi sambil menyemprotkan minyak wangi pada tubuh Andhara.
"Mereka suka berisik di kelas! Teruma si Asyia itu. Aku tak suka dengannya!" dengus Andhra sambil menyilangkan lengannya di dada.
Santi tersenyum, "Memangnya dia salah apa sih, hingga kau tak menyukainya?" tanya Santi.
"Dia itu selalu mendapat nilai seratus. Banyak omong lagi. Dia juga sering mengataiku jika aku ini sombong. Huh biar ku penjarakan saja, dia biar aku tak melihatnya lagi. " Andhara terus mendengus kesal.
Santi dan Barley saling melempar senyum. "Itu bearti Andhra harus belajar lebih giat lagi supaya bisa menang melawan Asyia. Lagi pula Asyia benar. Jadi orang ngak boleh sombong, "nasehat Santi.
"Ehm, kenapa sih Mommy selalu membela gadis vampire itu? " tanya Andhra dengan nada protes
Santi dan Barley mengkerutkan kening.
"Gadis vampire? maksud kamu? " tanya Santi.
"Iya! katanya dia ngak boleh kena sinar matahari langsung dalam waktu yang lama, lagi pula kadang-kadang wajahnya terlihat pucat. Aku jadi takut mendekatinya." papar Andhra.
"Ehm, itu tandanya dia ngak boleh di ganggu. Kamu jangan jahil lagi sama dia ya. Asyia itu punya sakit jantung dari lahir. Dan kondisinya sangat rentan. Makanya sebagai superhero, tugas kamu harus melindungi orang yang butuh pertolongan seperti dia, bukan malah mengganggunya! " tambah Santi.
"Ngak mau! biarin saja dia. Sekali benci tetap benci! " kekeh Andhra.
" Hus! ngak boleh gitu. Dulu Mommy juga benci sama Daddy. Sekarang malah ngak bisa berpisah jauh, Jangan-jangan kamu suka ya sama Asyia? " tanya Santi meledek putranya.
Barley tersenyum sambil meluk Santi dari belakang.
Andhra, kamu tahu ngak singkatan Benci itu apa? Benar-Benar cinta, ucap Barley sambil menggoda putranya.
Andhra menatap sinis ke arah kedua orang tuanya, ia pun membuang wajahnya.
Keduanya pun saling melirik dan melempar senyum.
"Sudah selesai. Ayo! karna Daddy harus kembali ke kantor setelah pulang dari besuk Oma. " Barley.
"Bilang sama mommy dulu. " Barley.
__ADS_1
Andhra mencium pipi Santi.
Begitupun Barley yang juga mencium pipi Santi serta memcium perut Santi yang mulai buncit.
"Pergi dulu mommy ." Barley dan Andhra.
"Hati-hati Sayang. "
Andhra dan Barley pun keluar dari rumah mereka dan menuju mobil.
"Daddy. kenapa oma lama sekali di penjara? emangnya Oma buat salah apa sih?" tanya Andhra ketika berada di dalam mobil.
Barley sendiri binggung untuk menjawab pertanyaan dari putranya.
"Sudahlah Nak jangan tanya lagi hal itu,Yang terpenting kau harus jadi anak yang pinter dan baik hati. " Barley.
***
Mereka pun sampai di penjara.
Barley memang rutin mengunjungi Andini. dalam seminggu bisa dua sampai tiga kali sehari.
Selain itu ia akan membawa beberapa pesanan yang Mommy nya tersebut minta.
Termasuk membawa Andhra. Andhara jarang di bawa ke lapas. Hanya setahun sekali saja.
Mereka pun sampai di lapas.
Dengan senang hati Andini menunggu kedatangan cucunya tersebut. Ia sudah merasa tak sabar untuk keluar dari penjara dan berkumpul lagi bersama putra dan cucu kesayangannya.
Betapa senang hatinya melihat cucu kesangannya tersebut ikut menemui dirinya, ia menyayangi Andhra,Meski ia tak menyukai Santi.
"Hallo cucu Oma sayang, "ucap Andini haru.
Karna tak merasa mengenal Andini,Andhra hanya bersikap cuek.
"Sayang Oma kangen sekali sama kamu," ucap Andini dengan bulir yang menetes.
Andhra tetap diam melihat Andini yang menangis ingin menyentuh tangannya.
Namun mereka terpisah oleh dinding kaca.
Melihat sikap acu putranya Barley berusaha menasehati Andhra.
"Ngak boleh gitu sayang!. Oma lagi bicara sama kamu." Barley.
Seolah tak perduli Andhara tetap bersikap ketus terhadap Andini. Dan hal tersebut membuat Andini merasa sedih.
"Apa kabar mommy? "tanya Barley mengalihkan perhatian Andini agar tak sedih.
"Hiks hiks, keadaan mommy tidak baik-baik saja Barley. Mommy ingin segera keluar dari sini. hiks hiks hiks." Tangis Andini.
__ADS_1
"Iya Mommy sabar saja. semoga tahun ini mommy giliran mommy yang mendapat remisi, "ujar Barley.
"Hiks hiks hiks, seperti sulit Barley. hiks hiks hiks."
Barley merasa iba pada Andini.Namun apa daya. Meski ia punya banyak uang, ia tak bisa menebus kesalahan yang telah di perbuat Andini.
***
Veronica menghampiri ruang tahanan Amora. Sebenarnya sudah dua tahun lalu ia bebas, namun ia harus kembali ke Paris untuk ikut suaminya kembali meniti karir setelah perusahaan kontrak suami hancur.
Di Paris Veronica dan Fedro kembali mulai usaha dan baru setahun ini usaha tersebut berkembang. Melihat kedatangan maminya Amora meneteskan air mata haru.
"Mami! hiks hiks hiks," tangis Amora pecah. Sudah lama ia tak bertemu dengan ibunya tersebut.
Tak hanya Veronica, Fedro pun ikut membesuk Amora.
Fedro membawa beberapa bungkusan untuk Amora.
"Papi Hiks hiks hiks, aku pikir Papi tak lagi ingat pada ku, hiks hiks hiks," tangis Amora.
"Mana mungkin kami lupa pada mu, kau itu putri kami satu-satunya."Fedro.
"Hiks hiks hiks, Mami aku ingin keluar dari sini! " teriak Amora.
"Tenang Amora! kami akan berusaha untuk mengeluarkan mu dari penjara. Tapi entah kapan itu bisa terjadi. " Veronica
"Saat ini ekonomi keluarga kita baru saja bangkit. "
"Mami ke sini ingin bertanya pada mu Amora. Di mana anak yang kau lahirkan itu berada?"tanya Veronica.
Amora menyunggingkan senyumnya sinisnya." Mami ngapain sih cari anak itu.Paling-paling saat ini dia sudah mati, karna penyakit jantung bocornya itu," ucap Amora tanpa merasa berdosa
"Amora! kamu tahu hanya dia itu satu-satunya cucu yang kami miliki. Setidaknya dengan hadirnya, kami tak lagi merasa kesepian menunggu kamu keluar dari penjara! " Veronica.
"Aduh Mami sudah aku bilang kan! paling-paling anak itu juga sudah mati! kalau pun dia masih hidup, maka dia cuma akan menyusahkan Mami dan Papi saja! Hanya menghabiskan uang Mami saja untuk biaya pengobatannya. " Amora.
"Amora katakan saja di mana putrimu itu! biar kami yang merawatnya. Karna dialah satu-satunya penerus keluarga kita! " bentak Veronica dengan emosi.
"Benar Amora. Katakan di mana putri mu!" fedro.
Kedua orang tersebut menatap lekat Amora. Mereka menanti jawaban dari Amora.
"Baiklah, Terakhir Arief yang meminta hak asuh anak itu kepada ku. " Amora .
"Jadi kau menandatanganinya? " tanya Fedro dengan geram.
"Tentu saja, Memangnya siapa yang mau mengurusnya sementara kita di penjara. " dengus Amora.
Kalau begitu kita cari cucu kita. Kita cari keberadaan Arief.
"Kitalah yang lebih berhak atas putrinya Amora, "dengus Fedro.
__ADS_1
"Benar, dia adalah milik kita. Bagaimana caranya kita akan ambil alih hak asuh cucu kita. " Veronica.
Bersambung. dulu ya reader.