Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Solit atau Cinta


__ADS_3

Setelah kegiatan di KBRI berakhir para siswa tersebut di antar ke basecamp


Selama seminggu ini mereka akan menginap di mess atlet yang sudah di sediakan.


Setengah jam perjalanan mereka pun tiba dan kembali mendapat sambutan dari panitia lomba.


Mereka langsung diantar menuju gedung B yang di khususkan bagi perwakilan dari Indonesia.


Karna sesuai dengan rencana, nanti malam akan di adakan opening ceremony di sebuah aula yang tak berada jauh dari basecamp mereka


Setelah melakukan perjalanan jauh


mereka pun di anjurkan untuk beristirahat dan berkumpul pada pukul tujuh malam.


Nantinya akan ada pementasan dari beberapa tarian penyambutan khas Thailand.


Ada juga beberapa pertunjukan dan artraksi untuk menghibur para siswa sebelum mereka bertanding selama lima hari.


***


Asyia masuk ke dalam kamarnya.Satu orang menempati satu kamar.


Kebetulan Kamar Andhra berada di antara kamar Asyia dan kamar mentor mereka.


Mereka pun beristirhat di kamar masing- masing.


Malam harinya mereka kembali berkumpul untuk makan malam bersama sebelum opening ceremony.


***


Waktu menunjukan pukul tujuh malam


Asyia keluar dari kamarnya dengan membawa abon tuna dan orak arik tempe.


Ia khawatir tak bisa makan mkanan asing yang ia sendiri tak tahu komposisi dari bahan pembuatannya. Karna Asyia juga alergi beberapa bahan makanan seperti beberapa seafood. Asyia juga tak boleh terlalu sering mengkomsumsi panganan yang terbuat dari tepung terigu. Karna tepung terigu sendiri mengandung karbohidrat rafinasi. Mengkomsumsi karbohidrat rafinasi bisa meningkatkan resiko dari penyakit jantung karena karbohidrat rafinasi meningkatkan kadar trigliserida dan menurunkan kadar kolesterol baik dalam darah. Itulah sebabnya Asyia lebih memilih diet nasi atau bubur dan jarang mengkomsumsi panganan dari olahan tepung.


Tak lupa ia membawa obat- obatannya yang harus ia minum secara rutin dan tepat waktu.


Asyia mengtuk pintu kamar Andhra untuk pergi bersama menuju aula. Karna selain Andhra dan mentornya Asyia tak mengenal siapa pun di tempat asing tersebut.


tok tok tok pintu terbuka dan tampaklah wajah ganteng Andhra yang tersenyum kearahnya.


Andhra terlihat santai dengan celana pendek dan kaos berwarna silver, meski terlihat santai tapi justru membuat Andhra semakin kece.


Sementara Asyia mengenkan jumpsuit berbahan navy dengan rambut yang di ikat seperti kor kuda.


Sederhana, tapi tak memudarkan kecantikannya sedikit pun.


"Sudah siap Ndra?" tanya Asyia.


"Ayo!" Andhra pun menutup pintu kamarnya.


"Kamu bawa apa?" tanya Andhra ketika melihat Asyia menenteng paperbag.


"Ini bekalan yang ibu ku siapkan. Tempe orak arik dan abon tuna. Ini aman untuk ku minum bersamaan dengan obat." Asyia.


"Ehm, Jadi nanti kau cuma makan itu?"tanya Andhra.


"Iya Nasi, sayur dan ini saja. Ibuku menyiapkan semua ini untuk menjaga kondisi ku agar tetap fit.


Mereka pun jalan beriringan menuju lift sedangkan mentor mereka berada di belakang keduanya.


Tak ada pembicaraan lain di antara mereka. Namun, sesekali Andhra menjahili Asyia.


Ketika keduanya berjalan, Andhra mererentangkan tangannya menjangkau telinga Asyia dan mencoleknya.


Ketika Asyia menoleh Andhra malah pura-pura tak tahu.


"Andhra kamu rese' juga ya?"


"Rese' apanya?"


"Siapa yang colek telinga aku?"tanya Asyja.


"Ih ngak tahu. Hantu kali," cetus Andhra cuek.


"Ehm, hantu?"


Asyia pura-pura begok, ia pun kembali berjalan seraya melirik-lirik kearah Andhra.


Ketika Andhra mulai merentangkan tangannya kembali dan dan menjangku telinganya, Asyia langsung menarik tangan Andhra dan meremas telapak tangannya.


"Akh! Lepasin Syia!"


Ngak mau nanti kamu jalil lagi sama aku.


"Iya, iya ngak jahil lagi."


"Awas loh jahil lagi."


Asyia melepas kan cengraman tangannya.


"Gila tenaga kamu juga kuat juga ya!" serunya. Padahal Andhra merasakan tangan Asyia yang dingin dan terasa gemetar.

__ADS_1


Memang salah satu ciri orang yang menderita penyakit jantung tangannya dingin dan agak gemetar.


Andhra merentang kan tangannya kepundak Asyia.Berjalan merangkulnya.


'Semoga Asyia bisa segera mendapat donor jantung,' batin Andhra.


Mentor mereka hanya bisa mengglengkan kepalanya, heran melihat kedua orang yang awalnya jadi rival, kini jadi teman baik.


Mereka pun sampai meja prasmanan.


Para duta dari sekolah lain juga sudah berkumpul di ruangan tersebut, untuk menikmati hidangan makan malam.


"Andhra!" Panggil sang mentor.


Andhra pun menghampiri mentor.


"Ada apa Bu?"


"Ndra, kamu jaga Asyia ya. Jangan jauh-jauh dari dia. Karna kamu tahu sendiri bagaimana keadaannya. Karna nantinya para mentor duduk di kursi yang berbeda dengan para siswanya."


"Iya Bu."


"Ya sudah. Setelah makan, kita langsung ke aula."


"Iya bu." Andhra.


Andhra kembali mendekat ke arah Asyia.


Mereka pun mengambil piring dan mengaut nasi, kemudian Asyia langsung menuju meja kosong. Begitupun Andhra.


Andhra mengambil dua botol minuman mineral untuk minum mereka.


Asyia meletakan piring di atas meja.


Begitupun Andhra.


"Loh Ndra kamu cuma ambil nasi putih?"tanya Asyia heran.


"Iya karna kamu juga ambil nasi putih. Masa' aku makan yang enak-enak, sementara kamu cuma makan nasi putih, ngak solid namanya."


Asyia tersenyum. Ia pun mengeluarkan tempe orak-ariknya dan abon tunanya kemudian membagikannya pada Andhra.


"Biar tambah solid."Asyia


Keduanya pun saling melempar senyum.


Masa remaja yang indah yang tengah Asyia rasakan, ketika merasakan ada seseorang yang begitu peduli terhadap dirinya, tak melihat latar belakang dan semua mau menerima segala kekurangnya.


Beberapa saat kemudian mereka pun menuju aula.


Ketika di perjalanan Asyia mulai menguap-nguap karna mulai merasa ngantuk.


"Asyia kamu kenapa?"tanya Andhra.


"Ngantuk!"


Meski merasa ngantuk, Asyia tetap memaksakan diri untuk menghadiri upacara pembukaan tersebut.


Andhra dan Asyia duduk bersebelahan. Semarak acara yang di suguhakan berupa nyanyian dan tarian budaya tak membuat rasa kantuk Asyia memudar, bahkan jantungnya terus berdetak kencang karna Asyia coba melawan rasa kantuknya.Maklum saja, obat yang di minum Asyia adalah obat keras. Seharusnya setelah minum obat itu Asyia beristirahat dengan tidur.


"Hua! Ya ampun mata ku berat sekali" Keluhnya sambil menguap sesekali.


"Kamu kenapa Asyia?" tanya Andhra.


"Aku ngantuk banget." Asyia.


"Pasti karna reaksi obat yang kamu minum itukan?"tanya Andhra.


Asyia mengganggukan kepalanya lirih.


Andhra menarik kepala Asyia agar menyandarkan kepala pada bahunya.


"Kalau kamu ngak tahan, istirahat di kamar saja Asyia." Andhra.


"Ngaklah. Aku takut sendiri di kamar,"jawab Asyia sambil menguap.


"Ya sudah, Yuk aku temani. Kamar kita kan bersebelahan. Ntar kalau ada apa-apa kamu gedor dinding saja."


Andhra berdiri menarik tangan Asyia.


"Ngak usahlah Ndra. Kita di sini saja, kamu juga pasti ingin nonton pertunjukan itukan? Udah datang jauh-jauh malah di habisin di kamar. Aku bisa tahan kok." Asyia.


"Ayolah Asyia. Kalau kamu paksain nanti penyakit kamu kambuh, rencana kita batal." Andhra.


Asyia memikirkan beberapa saat.


"Iya deh."Asyia.


Mereka pun berdiri dan meninggalkan kursi.


Andhra menggenggam tangan Asyia menuntunnya untuk keluar dari tempat tersebut.


Asyia yang terlalu mengantuk hingga ketika berjalan ia menabrak tiang besar di depannya.

__ADS_1


Bruk.


"Aw sakit!" dengus Asyia.


Andhra pun menoleh dan melepaskan.genggaman tangannya.


"Ya ampun Asyia! tiang sebesar itu kamu ngak lihat?! Main tabrak saja," Sungut Andhra sambil mengusap-usap kening Asyia.


"Untung ngak apa-apa," omel Andhra.


"Iya abisnya aku ngantuk banget! Jantngku berdebar, rasanya sudah ngak kuat jalan lagi." Asyia


Andhra langsung berjongkok membelakangi Asyia.


"Naik lah, biar aku gendong."


Asyia kaget melihat Andhra yang berjonkok di hadapannya.


"Hm, ngak lah Ndra. Kasihan kamu gendong aku, " ucap Asyia dengan lirih. Ia pun sudah merasa lemah.


"Ayo naik! dari pada kamu pingsan. Sama sajakan? aku juga yang repot." Andhra.


"Hm, iya sih."


"Ayo cepat!"


Asyia pun maju beberapa langkah kemudian memeluk Andhra dari belakang, setelah itu Andhra berdiri dengan menggendong Asyia.


Keduanya sejenak hening merasakan detak jantung mereka yang berdebar seirama. Andhra bahkan bisa merasakan debaran jantung Asyia.


"Ndra!"sapa Asyia memecah keheningan.


"Hm."


"Aku berat ngak?" tanya Asyia dengan hati berbunga-bunga. Sedekat itu ia dengan Andhra hingga bisa mencium rambut Andhra yang wangi, begitupun dengan aroma parfum Andhra yang lembut hingga bisa memanjakan hidungnya.


"Berat sih. Tapi kata daddy aku. Seorang laki-laki memang harus kuat menopang beban berat di punggungnya." Andhra.


"Ha ha, maksud daddy kamu itu mungkin beban berupa tanggung jawab kali Ndra! bukan berat karna gendong seorang gadis,"Asyia tertawa lirih.


"Nah iya itu dia. Bukannya kamu sekarang tanggung jawab aku." Andhra.


Asyia kembali melayang, mendengar penuturan Andhra, hampir saja ia terbang.


"Ah Andhra kamu bisa jadi sweet gini sih?"


"Karna kamu juga sweet gitu," ucap Andhra seraya memainkan alisnya, ia pun.tersenyum.


"Ih Andhra! suka gitu deh! Aku kan jadi malu Ndra,Tapi makasih ya Ndra, kamu baik banget."


"Sama-sama."Andhra.


Mereka pun jalan menuju gedung B.


Asyia melihat Andhra yang melewati lift.


"Ndra Kok kita ngak naik lift aja Ndra?"tanya Asyia heran.


"Ngak apalah naik tangga saja, biar aku bisa lama-lama gendong kamu." Andhra


Asyia kembali syok mendengar tutur Andhra, Hampir saja ia melompat, karna terlalu senang.


"Ih Andhra kamu suka gitu deh bikin aku baper" Tutur Asyia dengan wajah yang merona.


"Sudah ah mending aku tidur saja deh, dari pada nanti roh ku yang melayang-layang karna di rayu sama kamu lagi ," tutur Asyia dengan pipi yang semakin merona, tersenyum di balik punggung Andhra.


Andhra hanya tersenyum.


"Tidurlah.Istirahat, aku ngak gangguin kamu lagi kok," ucap Andhra seraya tersenyum.


Mereka pun melewati anak tangga dan Andhra tetap menggendong Asyia.


Asyia memejamkan matanya, ' Mana bisa aku tidur Ndra, sedang dekat kamu jantung aku terus berdetak kencang.' batin Asyia.


Ia pun menyandarkan kepalanya pada pundak Andhra, pura-pura tidur agar Andhra tak merayunya lagi.Asyia merasa bahagia, tak tahu perasaan apa yang tengah menyelimutinya


Andhra sampai di kamar Asyia.


Setelah mengantar Asyia dan memastikan.keadaannya, ia pun kembali ke kamarnya.


***


"Huh aku jadi ikutan baper Ndra, pura-pura tidur juga ah. Reader sendiri gimana baper ngak,?


Bersambung dulu ya reader. Mohon maaf kemaren author sibuk, jadi bisa up satu bab.


❀Ikan sepat makan kedondong.


Sempatin vote dong. ❀


Semoga hari ini bisa up lagi.


Terima kasih, Assalamualaikum 😍😍😘😘

__ADS_1


__ADS_2