Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Secercah Harapan


__ADS_3

Asyik ikut membawa Andhra menuju rumah sakit.


Iya memanggku kepala Andhra dengan bantal khusus.


Bulir bening menetes di pipi Asyia melihat sang pujaan hati terbaring tak sadarkan diri.


Sesampainya di rumah sakit, Andhra langsung di periksa dengan menggunakan CT Scand.


Setelah melakukan pemeriksaan , Andhra di bawa ke ruang perawatan. Saat itu Andhra masih tak sadarkan diri, Namun keadaannya cukup stabil.


Setelah memastikan keadaan tuan muda baik-baik saja, keluarga Asyia memutuskan untuk pulang.


Aldo dan Delia menghampiri Asyia.


"Mbak sudah sore, kita pulang yuk. " Delia.


"Asyia boleh ngak bu menemani Andhra disini. Dulu waktu Asyia sakit, Andhra menemani Asyia sampai sebulan lebih. Sekarang di saat Andhra sakit, Asyia ngak tega meninggalkan Andhra dalam keadaan seperti ini. "Asyia.


"Iya Nak boleh, tapi ibu berpesan satu hal, ibu tahu kamu begitu mencintai Andhra, tapi jangan lakukan hal yang berlebihan. Ingat wanita terhormat selalu menjaga diri dan nama baiknya. " Delia


"Iya Bu, Asyia tahu batasannya. "Asyia.


"Ibu percaya sama kamu kalau begitu kami pulang. "


"Iya Bu, Mari Asyia antar. "


Mereka pun berpamitan pada Barley dan juga Santi.


Setelah mengantar kedua orang tuanya Asyia kembali ke ruang perawatan Andhra.


Di sana ia melihat wajah Santi yang terlihat sedih.


Asyia pun menghampiri keduanya.


"Tuan, Nyonya. Bolehkah saya di sini menemani Andhra? " tanya Asyia.


Santi menghapus air matanya.


"Tentu saja boleh Asyia. Siapa tahu ketika Andhra sadar, dia langsung mencari kamu, hiks. " Santi.


"Iya Terima kasih Nyonya."Asyia pun merasa senang, bisa berada di dekat Andhra ,setelah lima tahun mereka terpisah.


"Asyia duduk sini Nak, "panggil Santi sambil menepuk kursi yang ada di sampingnya. Saat itu Santi terlihat begitu sedih.


Asyia pun duduk di samping Santi.


"Asyia saya ingin bertanya satu hal pada kamu. "


"Silakan saja Nyonya, dengan senang hati saya akan menjawabnya. "

__ADS_1


Hiks hiks, Santi menghapus air matanya.


"Begini Asyia, saya ingin bertanya, tapi kamu harus jawab dengan sejujur-jujurnya. "


"Iya Nyonya. "


"Asyia apa kamu menerima lamaran kami karena kamu mencintai Andhra, atau kamu hanya kasihan padanya?" tanya Santi.


"Tentu saja karena saya mencintainya. Kami sudah berjanji sebelumnya untuk saling setia Nyonya, hiks," tutur Asyia sedih.


Santi tersenyum.


"Asyia, Andhra tak hanya hilang ingatan, tapi juga syaraf motorik nya sedikit terganggu karena benturan di kepalanya." Santi.


"Itulah mengapa Andhra duduk di kursi roda. Selain hilang ingatan, Andhra juga kesulitan berkomunikasi. Butuh kesabaran dan keuletan untuk mengajarinya bicara yang fasih kembali, begitupun dalam hal jalan berjalan, Andhra harus melakukan terapi tiga kali seminggu. Apakah kamu siap merawat dan menemani Andhra sampai ia benar-benar pulih? " tanya Santi.


"Tentu saja Nyonya," Jawab Asyia dengan yakin.


Santi terharu hingga menitikan air matanya. Ia pun menarik tangan Asyia dan menggenggamnya.


"Andhra tak salah memilih hatinya untuk kamu, " ucap Santi.


Keduanya pun saling melempar senyum dengan bola mata yang berkaca-kaca.


***


Hasil tes CT Scan sudah keluar, seorang suster datang menghampiri Barley .


"Baik, Terima kasih. " Barley.


"Mommy, hasil CT Scan Andhra sudah keluar, ayo kita temui dokter . " Barley.


"Iya Daddy." Santi.


"Asyia, kami titip Andhra. "


"Iya Nyonya silahkan. "


Santi dan Barley keluar dari ruangan tersebut kemudian menemui dokter. Sementara Asyik ia menghampiri Andhra dan duduk lebih dekat dengannya.


Asyia menggenggam erat tangan Andhra.


"Ndra, kalau lihat kamu seperti ini aku jadi sedih. Dulu setiap aku sadar kembali setelah koma, Kau adalah orang pertama yang ku lihat. Karena itu, aku ingin jadi orang pertama yang melihat mu membuka mata Ndra" Asyia.


Ia pun menarik tangan Andhra kemudian menggenggamnya dengan kuat.


"Sadarlah Ndra, sudah lama kita tak bertemu apa kau tak rindu pada ku Ndra? "tanya Asyia dengan bulir bening yang menetes di pipi.


"Bangunlah Andhra, bukannya kau juga selalu memaksaku membuka mata? hiks. lihatlah Ndra aku masih di sini, masih seperti yang dulu, aku masih memegang janji kita dan tak akan pernah melepaskan walau apapun yang terjadi pada mu, hiks, hiks. Bangunlah Ndra, "ucap Asyia sambil mencium punggung tangan Andhra.Ia pun menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


Asyia memeluk Andhra hingga dada mereka saling berdekatan.


"Aku sedih Ndra, melihat mu seperti ini. Tapi aku yakin ini hanya ujian yang menguji cinta kita, bukannya kau selalu bilang jika kita terus bersama kita pasti bisa melewatinya. hiks hiks hiks," ucap Asyia sedikit berbisik di telinga Andhra.


Deg deg deg,


Asyia berhenti menangis dan bicara, ia bisa merasakan debaran jantung Andhra yang semakin kencang. Beberapa saat kemudian ia pun merasakan gerakan halus dari jemari Andhra.


Asyia berdiri tegak seraya memperhatikan Andhra yang dengan perlahan membuka matanya.


"Andhra! Kau sudah sadar? " tanya Asyia segera.


Andhra melihat ke arah Asyia yang sedang menatapnya dengan tatapan berembun.


"Asyia, "ucapnya lirih.


Asyia syok sekaligus senang, karena Andhra menyebut namanya.


"Andhra kau sudah ingat dengan ku? " tanya Asyia lagi dengan air mata harunya.


Andhra menggelengkan kepala. Ia memang kehilangan banyak memori di otaknya.Andhra tahu nama Asyia karena selalu tesebut nama Asyia di hatinya. Tapi ia lupa siapa itu Asyia.


"Asyia, kau Asyia? " tanya Andhra lirih.


"Iya Ndra, aku Asyia. Asyia mu. Apa kau ingat rencana pernikahan kita? Kau ingatkan Ndra tentang janji-janji kita? "tanya Asyia dengan menggebu-gebu.


"Janji, pernikahan? " guman Andhra, ia kembali menggeleng lirih, ia tak ingat apa-apa lagi kecuali nama Asyia, yang tersimpan di tak hanya di memory ingatannya saja, tapi juga tersimpan di lubuk hatinya. Hingga ketika semua ingatan Andhra hilang, ia tak lagi Asing dengan nama Asyia.


Asyia tersenyum," Tak apa Ndra, aku mengerti jika kau lupa dengan janji-janji mu, tapi setidaknya aku semakin menyadari jika kau memang mencintai ku Ndra. Di saat kau lupa segala, kau masih mengingat nama ku. "


Asyia mengusap kepala Andhra dengan lembut. Sementara Andhra masih menyimak penuturan Asyia.


"Biar saja Ndra kita mulai dari awal lagi kisah cinta kita, yang penting kita sudah menunaikan janji kita untuk setia. Kau tenang saja, aku akan selalu bersama mu, menemani mu sampai kau bisa ingat semua tentang dirimu, hiks hiks. "


"Kau mau kan Ndra? "tanya Asyia lagi dengan tatapan mata yang berembun.


Andhra menatap bola mata Asyia, tatapannya menerawang manik mata Asyia yang terlihat teduh.


Andhra pun menggangguk lirih, bertanda ia setuju.


Santi dan Barley yang sempat melihat mereka, seketika terharu. Mereka terlihat bahagia.


"Sepertinya secepatnya kita harus menikahkan mereka Daddy. Mommy yakin Andhra akan segera sembuh jika Asyia berada di sampingnya. " Santi.


"Iya Mommy, nanti malam biar Daddy yang melamar Asyia secara resmi. Setelah Andhra keluar dari rumah sakit, kita nikahkan saja mereka. " Barley.


"Setuju Daddy. " Santi pun memeluk Barley dengan bahagia. Akhirnya masih ada harapan bagi Andhra untuk segera sembuh.


Bersambung reader, maaf author telat upnya. InsyaAllah satu bab lagi deh upnya. Terima kasih.

__ADS_1


Assalamu'alaikum.


__ADS_2