
Arief dan Dinar berada di kamar.
"Mas aku Sebenarnya ngak setuju kalau Delia itu yang mengasuh Asyia," ucap Dinar sambil mengusap dada Arief yang berbaring memeluknya.
"Kenapa? kamu cemburu? " tanya Arief sambil membelai rambut panjang Dinar.
"Ya cemburu lah, istri mana sih yang ngak cemburu jika ada wanita lain tinggal bersama dengannya. Apalagi wanita tersebut masih muda dan cantik, "ujarnya dengan bibir yang mengkerucut.
Arief tersenyum sambil mencium kening istrinya.
"Semua itu tergantung niat.Niat kitakan ingin membatunya yang butuh biaya karna ibunya yang sedang sakit. "
"Tapi aku takut dia punya niat jahat Mas, aku tak ingin dia merebut kamu dari aku," cetus Dinar sambil mengusap-usap dada bidang Arief yang telanjang.
"Tapi aku yakin jika dia wanita baik-baik. Buktinya jika aku mengajaknya bicara ia selalu tertunduk. ia juga selalu mengenakan pakaian yang sopan."
Ehm, Dinar berguman menbenarkan.
"Aku tahu kamu pasti cemburu kan? " tanya Arief sambil mengecup bibir istrnya.
Ehm, Dinar semakin erat memeluk Arief.
"Kamu tahu ngak? Kenapa aku menerima dia bekerja? "
"Ehm, karna kita butuh pengasuh untuk Asyia."
"Iya betul. Itu salah satunya. "
"Tapi ada hal lain yang membuat aku memutuskan untuk menerima Delia. Karna aku pernah berada di posisi sepertinya saat ini. "
Flasback.
Arief sekarang duduk di kelas 3 SMA. Ibunya hanya seorang penjual makanan di salah satu kantin di sekolahnya saat itu.
Sementara Ayahnya, sudah meninggal sejak ia duduk di bangku SMP.
Hari ini adalah hari penerimaan murid baru. Karna Arief termasuk murid yang cerdas dan punya akhlak yang baik ia pun terpilih menjadi ketua osis.
Seorang siswa baru menarik perhatiannya, di mana saat itu sekolah sedang mengadakan MOS singkatan dari Masa Orientasi Siswa.
Serangkaian kegiatan di jalani saat itu, sebagai ketua osis dan ketua panitia Arief mengatur gerakan baris-berbaris di lapangan karna sebentar lagi akan diadakan upacara pembukaan kegiatan MOS. Namun ada seorang siswa baru yang tinggi ,tampan dan terlihat arogan tak mau di tertipkan. Ia memberontak dan tak ingin ikut kegiatan yang menurutnya tak penting.
Siswa baru tersebut pun berhadapan dengan para senior senior. Namun sedikit pun dia tak gentar.
Ia tetap pada keputusanya, tak mau di atur oleh para senior.
Siswa tersebut bernama Barley. Sebenarnya sekolah mereka termasuk sekolah paling favorite yang ada di kota mereka.
Semua yang masuk sekolah tersebut hanya anak-anak pengusaha ataupun pejabat teras, Terkecuali Arief. Ia adalah siswa yang mendapkan beasiswa karna kecerdasannya.
__ADS_1
Barley adalah murid baru yang paling populer di sekolah, tak hanya tampan. Ayahnya termasuk salah satu deretan orang paling kaya di negri ini.
Mungkin itu yang membuat sikap Barley menjadi Arogan.
Ia tak punya teman, lebih senang menyendiri dan sibuk dengan gadget terbarunya.
Selain tampan, Barley termasuk siswa yang cerdas.
Setelah berunding dengan pihak panitia tentang sikap Barley yang tak mau mengikuti kegiatan wajib tersebut, mereka pun mendiskusikannya dengan pihak yayasan sekolah mereka. Pasalnya Barley tak hanya Arogan tapi juga emosi an.
Ia sering memukul anak-anak yang tanpa sengaja atau dengan sengaja mengganggunya.
Tapi pihak sekolah tak berani memberi peringatan kepada Barley, karna orang tua Barley adalah salah seorang penyumbang dana terbesar untuk operasional dan pembangunan gedung.
Murid-murid yang lain juga tak yang berani cari masalah terhadapnya.
Siang itu di sekolah, Barley merasa haus karna habis berolah raga.
Karna air di botol minumannya habis, ia terpaksa membeli minuman di kantin sekolah.
Pada waktu istirahat biasanya Arief membantu ibunya melayani para siswa dan siswi yang mampir untuk jajan.
Kantin ibunda Arief adalah kantin yang paling ramai. Selain makanannya yang enak. para siswi juga merada senang karna dilayani siswa yang paling pintar dan juga tampan seperti Arief.
Melihat kantin tersebut ramai, Barley pun mampir ke kantin tersebut.
Barley memang termasuk pria yang paling keren dan tampan dengan wajah indonya dengan bentuk tubuhnya proposional sejak remaja. Namun, tak ada gadis yang berani mendekat ke arahnya. Apalagi cari perhatian terhadapnya.
"Ehm, silahkan tunggu di meja saja, ini masih antri. " Arief.
Barley pun duduk sendiri di salah satu meja di pojokan.
Karna begitu ramai yang memesan, Arief sampai lupa jika Barley memesan es teh tawar.
Arief pun membawa es teh manis untuk Barley, sambil membawa uang kembaliannya.
"Ini es mu!" ucap Arief dingin, karna ia memang tak menyukai Barley.
Karna haus Barley langsung menyerup es manis tersebut,.
Ehek ehek. Barley tersedak.ia tak terbiasa makan ataupun minuman yang terlalu manis.
"Apa ini?! aku pesan es teh tawar. Kenapa kau beri es teh manis! " bentak Barley sambil menyiram es tersebut langsung ke wajah Arief.
"Ma_" Arief bermaksud meminta maaf.Namun, wajahnya sudah di basahi oleh es tersebut.
Semua orang melihat ke arah Arief dan Barley.
Arief memang sosok yang sabar. Tapi jika menyangkut harga diri, ia tak gentar berhadapan dengan siapa pun meski pun usianya terbilang masih remaja saat itu.
__ADS_1
Buk, satu pukulan mendarat ke wajah Barley.
Tak tinggal diam, Barley pun membalas bogem mentah tersebut. Keduanya berduel.
Meski tubuh Barley lebih besar, dan lebih tinggi ia tak gentar. Adu jotos pun tak terelakan. Keduanya saling memukul.
Kantin tersebut heboh. termasuk ibu Arief yang menangis melihat Arief yang berkelahi.
"Sudah Rif! Sudah Nak!"pinta ibunya.
Tapi Arief tak bisa berheti , karna ia bisa terdesak oleh Barley.
Keduanya masih saling memukul dan menghindar, hingga para guru dan dua orang satpam melerai keduanya.
Keduanya pun di pisahkan dan langsung di giring ke ruang BP.
Mereka di tanya pokok permasalahan sampai terjadi perkelahian tersebut.Karna ini pertama kalinya Arief berbuat onar, Kalau Barley sih sudah sering.
Mereka kemudian di nasehati dan di suruh untuk saling meminta maaf.
Arief mengalah ,ia pun menyodorkan tangannya pada Barley.
"Maaf ya," ucap Arief sambil menyodorkan tanganya yang gemetar karna menahan emosi.
Tapi dengan angkuhnya Barley menepis tangan Arief.
"Tak perlu minta maaf, "ucapnya sambil berlalu dengan angkuh dari Arief dan guru-guru yang ada bersama mereka saat itu.
Arief kembali menarik tangannya, sambil menoleh dan mengekori Barley yang berjalan angkuh menjauhinya.
***
Pulang dari sekolah ternyata Barley sudah menunggunya di pintu gerbang sekolah.
Arief menghampirinya.
"Kenapa masih belum puas? "tanya Arief.
"Hm, lihat saja apa yang akan ku lakukan pada mu.Sekarang kau adalah musuhku! Semoga saja kita tak pernah bertemu di luar sana. Karna jika itu terjadi, aku bisa melakukan lebih dari ini terhadap mu. Aku juga bisa menghancurkan masa depan mu!" ucap Barley dengan angkuh.
Arief tersenyum simpul , matanya mengekori kemana arah Barley pergi.
"Ehm kau pikir kau siapa? " dengus Arief.
Bersambung.
Mau tahu dong, bagaimana bisa mereka bersahabat.
Episode selanjutnya ya.
__ADS_1
Ada tokek naik odong-odong.
Bagi votenya dong. Terima kasih.