Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Pengakuan


__ADS_3

Amora melihat seorang gadis yang berada di ujung jalan yang gelap dengan pencahayaan yang minim.


Ia sendiri merasa mengenal gadis tersebut.


Amora berjalan Perlahan-lahan mendekati gadis yang terdengar menangis lirih tersebut.


Hiks Hiks hiks.


" Asyia! Apa itu kamu Nak? " tanya Amora seraya berjalan semakin mendekat.Namun, ketika ia mendekat Asyia justru semakin menjauh.


Gadis itu menangis semakin menjauh dari Amora.


Amora membelalakan matanya, karena merasakan sakit pada bagian dadanya.Ia pun baru tersadar ternyata itu hanya mimpi.


"Asyia," gumannya lirih.


Sepanjang malam Amora tak bisa tidur dengan tenang. Pikiran nya selalu mengingat Asyia.


Amora berbaring terlentang menatap langit-langit kamarnya.


"Apa yang terjadi pada Asyia ku? apakah karna aku merindukan nya atau ini sebuah firasat buruk? "


Amora pun meremas sprey seraya meneteskan air mata.


"Asyia ibu kangen sama kamu, Nak. Hiks hiks hiks, apa yang terjadi pada kamu saat ini Asyia? "


Amora semakin gelisah. Semalam ia tak tidur.


***


Sementara di rumah sakit, Andhra tertidur di atas kursi dengan kepala yang di baringkan di atas tempat tidur Asyia.


Dengan penuh kasih sayang, Barley mengusap kepala putranya tersebut.


"Tidur lah di sofa Nak. Besok kita akan melakukan perjalanan jauh. Kau harus tetap menjaga kesehatan mu demi Daddy dan mommy. Biar Daddy dan paman Arief yang menjaganya."


Andhra pun menurut permintaan daddynya. Ia juga tak ingin jatuh sakit, karena akan mengkhawatirkan daddy dan mommy .


Andhra benar-benar merasa lelah, meski pun begitu ia tak bisa tidur dengan nyenyak.


Pagi harinya.


Amora sudah tak sabar untuk bertemu dengan Asyia. Setelah siap, pagi-pagi sekali ia langsung menuju rumah makan Asyia.Bermaksud menemui Asyia.


"Permisi,"ucap Amora kepada salah seorang pegawai rumah makan tersebut.


Mereka pun menghampiri Amora.


"Ada apa ya Bu? " tanya pegawai tersebut pada Amora.


"Ehm saya mau bertemu Asyia, Asyia nya ada? " tanya Amora lagi.


"Tapi nona Asyia sedang berada di Bangkok Thailand, Mbak. "


"Thailand? Kapan pulang nya ya? " tanya Amora lagi.


"Kurang tahu, karna di sana nona Asyia sedang di rawat intensif karna gagal jantung. "


"Hah!" syontak saja Amora kaget. Bulir bening pun menetes di pipinya.


Tak berapa lama Aldo dan Delia terlihat mendorong kopernya menuju luar kamar.


Mereka pun berhenti melangkah ketika melihat Amora.


Amora langsung menghampiri Aldo dan Delia.Aldo dan Delia sedikit kaget melihat ke hadiran Amora.


Amora segera menghampiri kedua nya.


"Aldo dimana Asyia? "tanya Amora dengan bola mata yang berembun.


"Asyia berada di rumah sakit di Bangkok. Dan sebentar lagi ia akan di pindah kan ke Amerika untuk operasi cangkok jantung nya. Kau berdoa saja Amora, agar Asyia selamat. Karena hanya itu yang ia butuhkan saat ini. " Aldo.


"Hiks hiks hiks, aku ingin ikut Aldo. Aku ibunya. Aku ingin berada di sisi nya saat dia membutuhkan ku. " Amora.

__ADS_1


"Terserah! kau mau pergi, pergi saja sendiri. Aku dan Istri ku tak punya banyak waktu lagi untuk menunggu mu. " Aldo.


Mereka pun meninggal kan Amora begitu saja.


Amora menatap sedih kepergian Aldo dan Delia.


Aldo dan Delia menuju mobil mereka. Kemudian berlalu.


Amora menatap hampa dengan bulir bening yang menetes semakin deras.


"Asyia, " gumannya lirih.


***


Pagi ini Asyia sedang di persiapkan untuk menuju rumah sakit di Amerika.


Peralatan medis tetap terpasang di tubuhnya.Berikut dengan dua tenaga medis profesional yang mendampingi nya selama di pesawat.


Mereka semua pun ikut bersiap membereskan barang-barangnya.


Barley dan Arief mengurus semua administrasi nya.


Setelah sarapan pagi, mereka akan langsung bertolak dari rumah sakit dengan mobil ambulan menuju bandara di Bangkok. Kemudian dari sana mereka akan langsung terbang menuju ke kota New York.


Andhra bersiap membereskan pakaiannya, ketika itu ia melihat tanggan Asyia yang bergerak-gerak. Mungkin karena merasa sepi, Asyia mencari orang yang berada di sampingnya.


Melihat itu Andhra langsung menghampiri Asyia.


"Asyia bangun lah. "Sebentar lagi kita akan pergi, "ucap Andhra seraya menggenggam tangan Asyia.


Saat itu ruangan tersebut memang hanya ada dirinya dan Asyia.


Terlihat senyum tipis di bibir Asyia.Ia merasa senang karna Andhra masih bersama nya.


"Asyia, aku tahu kau mendengarkan ucapan ku. Tapi kenapa kau tak membuka mata mu Asyia? Bukanlah matamu Asyia. Lihat lah aku sekali saja," bisik Andhra sambil mengusap rambut halus di kening Asyia.


Andhra bangkit, melihat reaksi Asyia.


Andhra tersenyum ketika melihat Asyia membuka matanya dengan sempurna.


"Asyia akhirnya, kau buka matamu," ucap Andhra seraya mencium kening Asyia. Inilah pertama kali nya Andhra mencium seorang gadis.


Asyia tersenyum tipis melihat Andhra yang terlihat bahagia menatap nya.


"Kita dimana Ndra?" tanya Asyia dengan suara yang lirih.


Kita masih di rumah sakit, sebentar lagi kita akan berangkat ke Amerika, tepat nya di kota New York


Mendengar itu, Ia pun menutup kembali matanya.


"Asyia, kenapa kau tutup matamu lagi? "tanya Andhra lagi .


Asyia membuka sedikit kelopak matanya.


"Aku lelah Ndra,Alat-alat ini justru membuat ku semakin tersiksa.Aku ingin menangis, Tapi aku tak mampu menangis lagi. Jadi aku putuskan untuk tetap tertidur agar waktu cepat berlalu, dan berharap rasa sakit itu bisa berkurang,"ucap Asyia lirih.


Matanya terasa semakin berat seolah tak lagi mampu mengangkat kelopak mata nya.


Andhra menatap Asyia dengan tatapan berembun.


"Sabar lah Asyia. Aku tahu kamu sakit. Tapi percayalah ini untuk yang terakhir kalinya kamu menderita seperti ini hiks, jangan menyerah begitu saja Asyia. Ingatlah mimpi-mimpi kita. Akan ada masa depan yang cerah menunggu mu di sana, bertahan lah. "


Hm, Asyia mengguman lirih.


"Ndra, aku ingin tidur lagi. "


"Iya Asyia sekarang kamu tidur saja. Aku akan selalu di sini menjaga kamu," bisik Andhra sambil menggenggam erat tangan Asyia.


Arief dan Barley masuk ke kamar, saat itu mereka melihat sendiri kedekatan antara Asyia dan Andhra.


Hubungan mereka seperti tak hanya sekedar teman.


Arief langsung menghampiri Asyia yang terdengar bicara pada Andhra.

__ADS_1


"Asyia, syukur lah kamu sudah sadar Nak," ucap Arief yang terharu.


Setelah menanti semalaman, akhirnya ia bisa melihat Asyia kembali membuka matanya. Arief mengusap kepala Asyia seraya meneteskan airmata nya.


"Paman kita mau kemana?," tanya Asyia lirih.


"Kita akan ke New York.Disana kau akan menjalani operasi cangkok jantung. "


"New York? operasi? " tanya Asyia lirih. Asyia kembali menutup matanya seolah pasrah.


"Iya Nak persiapkan diri mu. Kau harus segera pulih agar operasi kamu bisa berjalan dengan lancar dan kita akan segera pulang, " ucap Arief sambil mengusap kepala Asyia.


Hm, Asyia pun menggangguk. Setelah itu ia tidur lagi.


"Istirahat lah Sayang," ucap Arief seraya mencium kening Asyia.


***


Setelah persiapan matang. Mereka langsung menuju bandara.


Dengan masih menggunakan peratan medisnya Asyia di bawa menuju jet pribadi milik Andhra.


Saat itu hanya mereka bertiga yang menemani Asyia. Sementara bu Riska langsung pulang menuju tanah air.


Asyia dan Arief berada di mobil ambulan bersama tim medis, Sementara Andhra dan Barley menggunakan mobil terpisah.


Di dalam mobil Andhra hanya diam dengan tatapan kosong yang tertuju kearah depan.


Melihat sang putra yang ikut sedih Barley pun mencoba mengajak nya ngobrol.


"Andhra setelah mengantar Asyia kita harus pulang ke tanah air, biar paman Arief yang akan mengurusi semuanya, Daddy masih ada urusan yang penting. "Barley.


Andhra menoleh ke arah Barley.


"Tapi Daddy, aku sudah janji pada Asyia akan pulang bersamanya, " tolak Andhra halus.


"Tapi Andhra, kita tak bisa menunggu sampai Asyia mendapatkan donor jantung nya. Bukan nya kamu juga harus sekolah," bujuk Barley.


"Tapi Daddy. Andhra bisa sekolah daring. Andhra sudah janji pada Asyia. Kami pergi Sama-sama, pulang juga akan bersama. Asyia pasti sedih kalau aku aku pulang. "


Barley menarik napas panjang, seraya memijit pelipisnya.


"Ada hubungan apa kau dan Asyia, Andhra? Bukannya kau sudah janji pada Daddy, tak akan punya pacar sebelum kau selesai kuliah. " Barley.


"Kami tak pacaran Daddy. " cetus Andhra.


"Trus apa yang membuat kamu begitu kukuh untuk tetap bersamanya di sini? " tanya Barley.


Andhra tertunduk, menyembunyikan wajahnya.


"Ayo Andhra jawab? !"


Barley menatap Andhra yang masih tertunduk.


"Kamu cinta sama dia?! "tanya Barley lagi.


Andhra semakin menundukkan wajahnya, sementara Barley terus menatap nya menanti jawaban dari Andhra.


"Iya Daddy. Andhra cinta sama Asyia," jawab Andhra seraya menatap Barley.


Barley mengangkat alisnya.


'sudah ku duga' batinnya.


Bersambung dulu ya reader.


Maaf author belum bisa up banyak, karna masih suasana lebaran.


sambil nunggu author up yuk mampir di novel author yang terbaru. dengan judul : mengandung Benih Cek kejam. yang pasti nya, ngak kalah seru 🙈🤗



__ADS_1


__ADS_2