Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Kembalinya Arief


__ADS_3

Santi bersiap di depan meja riasnya, rencananya dia akan mengukuti suaminya untuk menghadiri sebuah event penting.


"Sayang, bantu aku untuk menggunakan dasi," pinta Barley.


"Is, kau biasanya juga sebelum ada aku, pakai dasi sendiri," dengus Santi ia pun berdiri.


Santi meraih dasi kemudian menyelipkan kedalam lipatan kerah kemeja suaminya.


Melihat bibir Santi yang cemberut, Barley lansung menyambar bibirnya dan melahapnya tanpa ampun.


Cup, pergerakan Barley yang tiba-tiba membut Santi sedikit kaget.


Santi pun berniat usil kepada suaminya tersebut.


Barley menahan tubuh Santi dengan mencekak pinggangnya, bibinya mengulum dengan lebut bibir Santi.


Tiba-tiba saja Barley menjerit, "Akh, Nyonya kau!" Barley meringis dan melepas pangutannya.


Bibir bagian bawah Barley berdarah.


Santi tersenyum, "Maaf tuan aku gemes, bibir mu begitu empuk," ucap Santi seraya meraih tisu kemudian membersihkan darah segar yang mengalir.


Barley menatap tajam kearah Santi.


"Kenapa Tuan? mau menciumi ku lagi?"tantang Santi.


Barley kembali mencium Santi dengan lebih ganas, hingga ia kesulitan bernafas, kemudian ia mengangkat tubuh Santi dan membawanya ke atas tempat tidur.


"Akh Tuan! jangan!" Santi meronta,


"Kau menantang ku Ya?!


Barley merebahkan tubuh istrinya kembali di atas tempat tidur kemudian mengukungnya.


Santi tahu seperti apa Barley, Barley bisa melakukan apa saja terhadapnya.


"Iya maaf sayang, maaf," ucap Santi memohon maaf.


Santi pun mengangkat kepalanya dan mencium pipi suaminya.


Barley tersenyum simpul, "Kau pintar sekali merayu ku, hingga aku tak jadi marah," ucap Barley ia pun kembali mendaratkan kecupan ke bibir Santi, santi pun membalas dengan lembut, beberapa saat mereka pun terlena.


"Sayang," panggil Santi lirih.


Hm, guman Barley masih mengulum bibir istrinya.


Santi mendorong tubuh Barley dan melepaskan cengramannya.


"Sayang! bukannya kau ada pertemuan?!"


"Oh iya aku lupa."


Barley baru ingat jika ia ada janji dengan Arief pukul delapan pagi.


Barley berdiri kemudian merapi kan kemejanya.


Santi membantu suaminya tersebut mengenakan jasnya.


"Sayang, acaranya bukannya nanti malam, kenapa aku, harus mengikutimu ke kantor saat ini?" tanya Santi.


"Karna aku aku berencana untuk memperkenalkan mu secara resmi sebagai istriku di hadapan rapat seluruh staf dan direksi, aku juga akan mengembalikan nama baik Arief dan mengembalikannya posisinya seperti semula," Papar Barley.


Santi melingkarkan lengannya ke leher Barley.


"Syukurlah Sayang, aku tahu bang Arief tak bersalah, dia orang yang baik,"ucap Santi.


Barley menatap Santi dengan tajam.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?"tanya Santi.


"Aku tak suka kau memuji pria lain di hadapan ku."


Suami ku benar-benar cemburu, apa itu artinya dia benar-benar mencintai ku?.

__ADS_1


Santi kembali mencium salah satu pipi Barley.


"Dia memang baik kok, tapi menurut ku kaulah pria yang terbaik," ucap Santi sambil menyunggingkan senyum simpulnya.


Ia sendiri tak tahu kenapa bisa berkata demikian.


Barley menatap Santi lekat," Benarkan yang kau ucapkan itu?" tanya Barley serius.


Hm, Santi mengangguk seraya tersenyum.


Barley pun tersenyum seraya memeluk Santi, "I love you Nyonya," ucap Barley di tepi telinga Santi hingga membuat Santi tergaman.


Hah Apa aku tak salah dengar, tuan muda berujar I love you pada ku? apa benar dia mencintai ku.


Santi tersenyum bahagia, "I love you too, tuan."


Keduanya pun tersenyum bahagia dan semakin mempererat pelukannya.


Beberapa saat kemudian mereka mengurai pelukkanya seraya saling melempar senyum.


"Ayo Nyonya, kita berangkat sekarang, nanti kita bisa terlambat," ucap Barley.


Santi menarik slind bagnya kemudian menggandeng mesra tangan suaminya.


Keduanya bergandengan mesra keluar dari kamar, dan menuruni anak tangga.


Asti dan Harjo yang duduk di ruang tamu tersenyum melihat pasangan suami istri tersebut.


"Pak lihat mereka, baru kemaren marah-marahan eh pagi ini sudah terlihat mesra," bisik Asti.


"Begitulah kelakuan pasangan muda Bu, kadang kala pertengkaran justru jadi bumbu rumah tangga agar lebih harmonis, kita berdoa saja Bu, semoga keluarga mereka bahagia selamanya," Harjo.


"Iya Pak Aamiin," Asti.


Sesampainya di ruang tengah mereka langsung pamit ijin untuk pergi.


"Bu Santi, ijin ikut suami Santi ke kantor," ucapnya seraya menjabat kedua tangan orang tuanya.


Begitu pun Barley.


"Ngak Bu, sekarang Santi ngak bisa makan pagi."


"Kami permisi Bu." Santi.


"Iya hati-hati Nak," Asti.


Keduanya pun langsung meluncur menuju gedung perkantoran mereka.


Sepanjang jalan Barley mengelus perut Santi.


"Sayang, menurutmu anak kita lelaki atau perempuan?"


"Mana aku tahu sayang, apa pun jenis kelaminnya, yang terpenting bagiku dia sehat saja," ucap Santi yang juga ikut mengelus perut datarnya.


"Iya, aku sudah tak sabar untuk mengendong anak ku."


"Kau tahu, kadang kala aku merasa kesepian karna tak punya saudara, aku ingin punya anak yang banyak agar tak lagi merasa kesepian."


"Aha Sayang, kenapa kau masih merasa kesepian sih? padahal kan ada aku," cetus Santi.


Huek, kenapa tingkahku semakin hari semakin menjijikan, bisa-bisa aku berkata seperti itu,he he tapi tak apalah yang pe ting dia senang dengan rayuan ku.


Barley melirik kearah Santi yang tersenyum "Kenapa kau tersenyum sayang? Kau tidak mengejek ku dalam hati mu kan? tanya Barley curiga.


Santi kaget dengan penuturan Barley.


Ah kenapa sepertinya ia tahu isi hati ku?


Santi kembali tersenyum seraya mengusap pipi suaminya, ia sepertinya tahu cara menjinakan singa jantan tersebut.


"Kenapa harus mengejek mu? aku hanya malu," ucap Santi kemudian merebahkan kepalanya pada bahu Barley.


Barley mengusap kepala Santi dan mendaratkan kecupan pada pucuk kepala sang istri.

__ADS_1


Ah ternyata gampang sekali meluluhkan hati singa jantan ini, cukup bersikaf lembut dan ia pun takluk.


Santi mengulum senyum, ternyata singa jantannya tapi segalak seperti yang terlihat oleh matanya.


Buktinya jika ia bersikaf manja terhadap Barley, maka Barley lebih memanjakannya.


Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju kantor.


***


Setibanya di kantor, Arief sudah berada di lobi menunggu kehadiran Barley.


Setelah memarkirkan mobilnya, Barley dan Santi segera menemui Arief yang menunggunya di lobi.


"Kenapa sekarang kau jadi lebih sering terlambat tuan muda?"tanya Arief menyinggung Barley dengan melirik ke arah jam tangannya.


"Hm, istri ku merayu ku hingga mengulur waktu ku, kau tak tak pernah tahu bagaimana punya istri kan?" Barley.


"Oh begitu, "guman Arief.


"Ayo rapat pimpinan direksi sebentar lagi akan di mulai." Barley.


Andini datang sendiri ke kantornya tanpa tuan Hasta, melihat Barley dan Arief terlihat bersama, ia pun menghampirinya.


"Barley!" seru Andini, ia pun berjalan cepat


menuju kearah mereka, sementara ketiga orang tersebut berhenti menunggu Andini menghampiri.


"Barley, Kenapa dia ada di sini?"tanya Andini sinis, seraya melirik ke arah Arief.


" Memangnya kenapa Mommy? Arief aan menjadi direktur utama di perusahaan ku, sementara aku mengurusi perusahaan Daddy."


"Apa? kau masih meminta pengkhianat untuk bekerja dengan mu? apalagi di posisi penting perusahananmu,"dengus Andini.


Santi dan Arief menatap geram kearah Andini


Jika saja dia bukan mertua ku, mungkin sudah ku jambak-jambak rambutnya,


Santi mengepal tangannya sembari menatap tajam ke arah Andini.


"Siapa yang Mommy bilang penghianat, aku sudah menyelidikinya dan ternyata Arief tak terbukti, semua itu hanya tuduhan yang di buat seseorang untuk memecah belah kami," papar Barley tegas.


Andini membelalakan matanya.


Apa? putraku lebih membela orang lain dari pada aku, sekarang ia lebih percaya pada Arief untuk memengang posisi terpenting di perusahaannya, semua ini pasti karna hasutan perempuan miskin itu, ia dan Arief sengaja menjebak Barley agar bisa menguras hantanya.


Andini menyilang kedua lengannya di dada, seraya mendongkak kan kepalanya dengan angkuh.


"Sudah Mommy,saat ini aku sedang sibuk kita bicara lagi nanti di rumah."


Ketiganya sudah masuk ke ruang rapat, seluruh staf dan direksi pun sudah berkumpul.


Tak ingin ketinggalan Andini juga ikut masuk ke ruang rapat, meski dirinya tak punya jabatan apapun di perusahaan Barley.


Rapat di mulai.


Barley berdiri di hadapan anggota rapat yang hadir.


"Tujuan saya meminta anda semua untuk hadir di sini adalah saya akan mengembalikan kepemimpinan perusahaan saya yang di pegang oleh saudara Arief sebagai direktur utama."Barley


Mereka pun bertepuk tangan beberapa saat.


"Saya harap kita bisa kembali berkerja sama dengan baik, demi memajukan perusahaan ini, "ucap Barley.


"Yang kedua saya akan perkenalkan istri saya."


"Sayang kemari!" panggil Barley.


Semua mata pun tertuju pada Santi, yang berjalan menghampiri Barley, termasuk Andini.


"Saya harap anda semua bisa bersikaf sama terhadap istri saya sebagai mana anda bersikaf kepada saya," ucap Barley.


Ehm putraku kembali masuk perangkap lagi, aku jadi penasaran ilmu apa yang ia gunakan untuk menjerat Barley, ternyata dia dan kakaknya sama saja.

__ADS_1


Karna rapat telah selesai, mereka pun membubarkan diri satu persatu seraya menyalami Arief sebagai pemimipin mereka yang baru.


Bersambung guys, ke pulau rote naik odong-odong bagi votenya dong.


__ADS_2