Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Lamaran


__ADS_3

Alesha dan keluarga sedang menikmati acara makan malam mereka di salah satu restoran milik Barley, untuk merayakan kelulusan Alesha dengan nilai terbaik.


Saat makan keluarga itu biasanya sambil ngobrol hal yang ringan.


"Alesha kamu kok belum memberi keputusan di mana nantinya kamu akan kuliah. " Santi.


Alesha tertunduk.


"Alesha ngak mau kuliah dulu mommy," ucap Alesha.


Mereka semua kaget terkecuali Asyia. Ia tak kaget karena Alesha dan Raffa sering curhat tentang hubungan mereka.


"Hah kok ngak mau kuliah sih Nak? " Santi.


Barley menatap ke arah Alesha.


"Sebenarnya Alesha ada yang ingin Daddy sampaikan kepada kamu. "


Alesha menoleh ke arah Barley.


"Ada yang serius melamar kamu Alesha, seorang anak pengusaha kilang minyak di negara Brunei. Kemaren karena kamu masih sekolah, yah Daddy tak mau bicarakan ini. Daddy takut mengganggu konsentrasi kamu saat ujian."


Alesha kaget.


"Alesha ngak mau di jodohin Daddy! "


"Siapa yang mau jodohin kamu, Daddy hanya ingin memperkenalkannya kepada kamu. Dia itu pria yang baik, tampan dan sholeh. Mereka juga ngak masalah jika setelah menikah kamu kuliah. " Barley.


"Iya Alesha. ngak ada salahnya kamu menerima, atau sekedar berkenalan dahulu dengan keluarga mereka."


Alesha hanya menganggukkan kepala, saat ini ia belum berani berterus terang pada keluarganya. Alesha takut orang tuanya tak merestui hubungan ia dan Raffa. Dan berakibat rusaknya hubungan baik antara keluarganya dan keluarga Raffa.


***


Di dalam mobil saat perjalanan pulang Barley mendapatkan telpon dari keluarga Aziz yang ber niat melamar Alesha.


"Hallo asalamualaikum, tuan Zein. "


"Wa'alaikum salam tuan Barley. Apa kabarnya nih tuan dan sekeluarga? " Tuan Zein.


"Alhamdulillah baik. Tuan sendiri bagaimana? "Barley.


"Baik tuan Barley. Bagaimana dengan rencana perjodohan putra-putri kita Tuan? " tanya tuan Zein.


"Oh itu sudah saya sampaikan dengan istri dan putri saya sendiri. Kebetulan hari ini Alesha secara resmi lulus dari sekolahnya. " Barley.


"Kalau begitu beberapa hari lagi kami berencana untuk memperkenalkan mereka secara langsung. Rencananya kami juga akan menghadiri acara pernikahan salah satu dari kerabat kami minggu ini di sana . "


"Kebetulan sekali Tuan ,kami sekeluarga berharap anda menyempatkan diri bertamu di rumah kami. " Barley.


"Wah beruntung sekali keluarga kami bisa bertamu di rumah keluarga Milano. "


"Saya juga merasa terhormat atas kedatangan keluarga Zainal Akbar di rumah kami. " Barley.


Ha ha mereka pun tertawa kecil.


"Baiklah Tuan kalau gitu sampai jumpa, sampai bertamu nantinya. " Zein.


"Assalamu'alaikum. " Barley


"Waalaikum sallam. " Zein.

__ADS_1


Alesha mengerucutkan bibirnya mendengar Barley berbicara di telpon.


"Alhamdulillah mereka mau bertamu di rumah kita mommy. Sepertinya Tuan Zein serius untuk meminang putri kita. " Barley


"Iya Daddy, tapi semua keputusan ada di tangan Alesha. Kita hanya berusaha mencari yang terbaik. Sebenarnya mommy ingin Alesha melanjutkan kuliahnya. "


"Daddy juga begitu Mommy. Tapi menjaga anak perempuan itu sulit. Daddy takut Alesha bergaul dengan anak-anak sembarangan hingga ia terjebak pergaulan bebas. " Barley.


Alesha mengerucutkan bibirnya mendengar obrolan kedua orang tuanya.


Sesampainya di rumah, Alesha langsung menuju kamarnya. Di sana ia langsung menghubungi Raffa.


***


Raffa sedang berada di kamarnya Nabila, mereka berdua sedang mendiskusikan rencana masa depan mereka masing-masing.


"Dek, Kakak sebenarnya ingin buka perusahaan sendiri yang bergerak di bidang jasa konstruksi bangunan. " Raffa.


"Mau bersaing sama ayah ya? Kan Ayah salah satu Arsitek terkenal kak. "


"Bukan begitu' Kak Raffa ingin bangun usaha sendiri, biar ngak malu saja dengan tuan Barley. Meski masih berbentuk CV, setidaknya kakak lebih terlihat mandiri. Punya usaha sendiri. Jadi kakak ngak malu saat melamar Alesha."


"Ehm, terserah kakak saja deh. Aku sih dukung saja. " Nabila.


Tiba-tiba suara handphone Raffa berbunyi langsung saja ia menghampiri smart phonenya tersebut.


"Alesha?"


Raffa mengangkat telpon tersebut dengan semangat.


"Hallo sayang," sapa Raffa.


Mendengar Raffa berbicara, Nabila mencibir kan bibirnya.


"Kok kamu kedengaran sedih sih Sayang? " tanya Raffa.


"Kak Raffa, aku mau di jodohin sama daddy, dengan seorang pengusaha kilang minyak, tapi Alesha ngak mau. "


"Yang benar Sayang! Kapan kamu mau di lamar? " tanya Raffa dengan nada khawatir.


"Ngak tahu, katanya beberapa hari lagi. Sepertinya daddy menyukai keluarga mereka. "


Ehm, Raffa sedikit kaget, tapi ia tak akan menyerah begitu saja


"Alesha, kamu cinta ngak sama kak Raffa? " tanya Raffa.


"Ya cinta Kak, kalau aku ngak cinta aku sudah pergi jauh untuk kuliah, justru aku ngak bisa jauh dari kak Raffa. "


"Iya Alesha. Kak Raffa juga sayang dan cinta sama kamu Kak Raffa juga ngak bisa jauh dari kamu. Tunggu saja, secepatnya kak Raffa akan datang melamar kamu. "


"Yang bener Kak? "


"Iya Alesha. Besok kak Raffa datang sendiri dulu mengutarakan niat kak Raffa pada orang tua mu. "


"Hm Alesha takut Kak. Alesha takut hubungan kita tak di restuin trus Alesha di paksa nikah sama Daddy. "


"Jangan takut Alesha, kita tak bisa terus-terusan menutupi hubungan kita. Memang sudah seharusnya kak Raffa bicara pada orang tua mu, dan Kak Raffa akan Terima segala konsekuensinya. "


"Iya Kak, semoga restu tak jadi penghalang cinta kita kak. " Alesha.


"Semoga saja sayang, tapi jika ia Kak Raffa akan terus berjuang menyakinkan ayah mu jika Kak lah yang paling pantas mendampingi mu. " Raffa.

__ADS_1


Alesha tersenyum". Semagat Kak! Alesha jadi makin cinta sama Kak Raffa. "


"Kak Raffa juga makin cinta sama kamu. " Raffa.


Nabila mencuri dengan pembicaraan Alesha dan Raffa awal yang terlihat serius berubah jadi bucin, ia pun merasa ngenes sendiri.


Setelah menutup telponnya Raffa segera menemui kedua orang tuanya.


Meminta saran dari mereka.


Untuk menyakinkan hatinya Raffa pun melakukan sholat malam guna menguatkan hatinya


Keesokan harinya.


Selepas magrib biasanya keluarga Barley berkumpul di ruang keluarga.


Selain Santi dan Barley ada juga Asyia dan Andhra.


Asyia duduk bersandar di dada bidang suaminya, sementara telapak tangan Andhra mengusap lembut perut sang istri.


Mereka berdua tertawa ketika gerakan halus terasa di perut Asyia.


"Sayang, kamu ingin anak kita Laki-laki atau perempuan? " tanya Asyia.


"Ehm, apa saja yang penting janin kita sehat. Aku juga tak sabar untuk menemani kamu periksa USG besok. " Andhra.


"Iya aku juga ngak sabar untuk periksa lagi, ingin melihat pertumbuhan janin kita. "


"Aku juga ngak sabar untuk menjenguk janin kita Sayang. " bisik Andhra, ia pun tersenyum seraya mengidipkan matanya.


"Ish, kalau jenguk sih setiap hari, ucap " Asyia sambil mendorong pipi Andhra.


Saat mereka ngobrol dengan pasangan masing-masing. Seorang asisten rumah tangga datang menghampiri mereka.


"Permisi Nyonya , Tuan ada yang ingin bertemu dengan tuan dan nyonya. "


Santi dan Barley saling memandang.


"Baiklah saya temui . " Barley.


Mereka pun beranjak dari tempat tersebut. Kemudian mereka menghampiri tamu yang di maksud.


Mereka sedikit kaget, ketika melihat siapa yang datang saat itu.


"Raffa? Ada perlu Nak? " Santi.


"Tuan, Nyonya."Raffa menjabat tangan keduanya.


"Silakan duduk Raffa! " Barley.


"Ada perlu apa nih datang sendiri malam-malam ? " tanya Barley dengan santai.


Raffa pun duduk, seraya menahan debaran jantungnya dan perasaan gugupnya.


Detik-detik terasa menegangkan bagi Raffa apalagi wajah Barley terlihat serius menatapnya.


"Saya...Maksud kedatangan saya kemari ingin memberitahu tentang hubungan saya dan Alesha. Saya ber niat untuk melamar Alesha Tuan," ucap Raffa dengan bibir yang gemetar.


Barley dan Santi kaget, mereka pun saling memandang.


Raffa menelan salivanya, menunggu reaksi dari lawan bicaranya.

__ADS_1


Bersambung dulu ya guys.


Assalamu'alaikum wr. wb.


__ADS_2