
Santi turun untuk makan siang di dapur, saat itu tuan Hasta sudah berada meja makan.
"Selamat siang Daddy," sapa Santi ramah.
"Selamat siang Santi, "jawab tuan Hasta.
"Daddy, Daddy ngak ke kantor?"tanya Santi sambil mengaut nasi ke dalam piringnya.
"Daddy sudah pensiun, karna minggu depan Daddy mau berangkat umbroh," jawab tuan Hasta.
"Oh Alhamdullilah Daddy, doakan Santi ya Daddy, semoga anak Santi sehat dan selamat saat melahirkan,"pinta Santi.
"Tentu saja, Insya Allah San, tapi kalau orang tua mu mau ikut, Daddy bisa urus keberangkatan mereka, biar Daddy ada teman saat ngobrol di sana," ucap Tuan Hasta.
"Loh Mommy ngak ikut Dad?"
"Dia masih mau hidup seribu tahun lagi." "Jadi biarkan saja dia mengejar dunianya, Daddy juga bawa beberapa ustadz dan guru mengaji yang tak mampu untuk umroh," timpal tuan Hasta.
"Wah Semoga anak Santi akan jadi seperti Kakeknya, Aamiin," ucap Santi sambil mengelus perutnya masih datar.
Tuan Hasta tersenyum," Kau hubungi saja orang tua mu, semua biar orang Daddy yang urus, suruh mereka jaga kesetan saja,"ucap tuan Hasta
"Bener Daddy?"tanya Santi bahagia.
"Iya, kenapa tidak percaya sama Daddy?" tuan Hasta mendelik.
Ehm Santi pun tersenyum simpul.
"Ok Daddy, nanti Santi hubungi bapak dan ibu ya."
Tuan Hasta hanya menggangguk.
Mereka pun melanjutkan makan.siangnya.
Santi makan begitu banyak dan lahap, tak seperti orang yang sedang ngidam.
Di tempat lain.
Barley, Arief, Chandra dan Anggi berada di meja yang sama, mereka sebenarnya rapat saat itu, yang kemudian di lanjutkan makan siang, ketika tengah menikmati makanannya, tiba-tiba saja Barley merasa mual, ia pun beranjak meninggalkan meja makannya dan berlari kecil menuju toilet restoran.
Huek, huek, seketika ia memuntahkan makanan yang baru saja mengisi perutnya.
Perut Barkey terasa sakit, dengan keringat dingin yang muncul dengan tiba-tuba.
"Ah sial, sepertinya maag ku kambuh," dengus Barley seraya menyapu keringatnya dengan sapu tangan.
Ketiga anak buahnya tersebut tersenyum melihat Barley yang berlari ke toilet.
"Kenapa tuan aneh akhir-akhir ini aneh ya, aku dekat dengan nya tapi aku mencium aroma parfum perempuan, aku curiga dia mengenakan minyak wangi milik istrinya," cetus Chandra.
Mereka pun tersenyum simpul sambil menggelengkan kepalanya.
Arief tertawa Kecil, "Tuan kehabisan minyak wangi mungkin," ucap Arief seraya mengulum senyum.
Ha ha ha, kesempatan mereka untuk bergibah tentang Barley.
__ADS_1
"Bukan cuma itu, sekarang tuan jadi baperan, mudah tersinggung dan ngambek," imbuh Chandra.
"Mungki tuan lagi ngidam, katanya istrinya sedang hamil," timpal Anggi.
"Hah, memang ada seperti itu?"tanya candra.
"Adalah, namanya sindrom Couvede, mungkin tuan muda terlalu mengkhawatirkan istrinya," jelas Anggi.
"Ehm, tuan kualat kali sama istrinya, makanya begitu" cetus Arief seraya tersenyum simpul.
Diantara mereka, hanya Arief yang mengetahui cerita rumah tangga pasangan tersebut di awal, bahkan Santi pernah cerita jika suaminya memperkosanya ketika di rumah sakit.
***
Barley kembali, perutnya terasa kembung, sarapan tadi ia muntahkan begitupun dengan makan siangnya kali ini.
Ketiga orang tersebut tak berani berkutik, mereka semua kembali serius menikmati makanannya.
***
Tuan Marco kembali ke appartemennya, ketika memasuki loby.
Kedua orang yang menggunakan motor mendekati mobil tuan Marco dan seseorang pria turun dari motor membawa pisau coba untuk menusuknya dari arah belakang.
Pria tersebut tak menyadari jika tuan Marco memiliki bodyguard yang mengawasi pergerakannya dari jauh.
Bodyguard nya langsung menembak kaki pria tersebut bermaksud melumpuhkan pria tersebut.
Dor ...seketika suara tembakan terdengar, pria tersebut pun lumpuh.
"Akh!"teriak pria tersebut seraya menjatuhkan pistolnya.
Marco syok, mendengar suara tembakan dari arah belakangnya, apalagi melihat seorang pria yang meringis kesakitan dan meringkuk karna timah panas bersarang pada pahanya.
"Maaf Tuan, sepertinya ada yang ingin mencelakai anda, pria ini berusaha menusuk anda dari belakang, jadi terpaksa saya lumpuhkan," ucap body guard tersebut.
Tuan Marco mendekat ke arah pria tersebut.
"Katakan siapa yang menyuruh mu?!" bentak tuan Marco seraya menjambak rambut pria tersebut.
"Akh!" lelaki tersebut tetap meringis, ia pun menakup kedua tangannya memohon ampun.
"Ampun tuan saya tidak tahu, saya hanya di suruh, Akh!" ucapnya seraya menahan rasa sakitnya.
"Bohong! akan ku laporkan kau kepolisi,biar polisi yang akan meringkus dan menginvestigasi mu!" teriak tuan Marco.
Kejadian tersebut di lihat oleh satpam, ia pun menghampiri tuan Marco.
"Ada apa ini Tuan?"tanya satpam tersebut.
"Segera lapor polisi, ada yang melakukan percobaan pembunuhan terhadapku!"titah tuan Marco.
Sebenarnya tuan Marco sudah mencurigai seseorang.
Setelah mengamankan penjahat tersebut, body guart tersebut menghampori tuan Marco dan asistennya.
__ADS_1
Sudah di tangani Tuan, lalu kita apakan cecungu itu?" tanya Bodyguard tersebut kepada tuan Marco.
"Tuan marco tersenyum menyeringai, biarkan polisi menanganinya, aku tak ada urusan dengan cecungu seperti dia, urusan ku adalah orang yang telah menyewanya."
"Biar kan putraku tahu kebejatan dan kelicikan ibunya, dengan demikian aku bisa menarik simpatynya, "ucap tuan Marco sembari tersenyum menyeringai.
"Ha ha Andini, bisa-bisanya kau menyewa pembunuh bayaran yang murahan seperti itu menghabisiku ha ha ha." Tuan Marco tertawa kecil.
"Apa kau sudah jatuh miskin, hingga tak mampu membayar mafia mahal untuk menghabisi ku ha ha ha."
"Sudah cukup aku bersabar terhadap mu, kini giliran ku yang akan menghancurkan mu," ucap tuan Marco sambil menggepal tangannya.
Andini berlenggak-lenggok berjalan menuju ruangannya, senyum kepuasan terukir di wajahnya.
Semoga saja Marco mati, hingga ia tak bisa melaporkan ku atas perbuatanku puluhan tahun yang lalu,dia juga tak akan bisa merebut Barley dari ku.
Andini tiba di ruangannya, ketika itu hand phonenya berbunyi.
Seseorang melakukan panggilan terhadapnya.
Andini mengangkat telpon dari nomor tak di kenal.
"Hallo, siapa di sana?"
"Hallo Nyonya, kami gagal melakukan pembunuhan terhadap tuan Marco Nyonya, justru si Black tertangkap oleh bodyguardnya, dan pasti si Black di paksa untuk mengakui semuanya," ucap seseorang di telpon tersebut pada Andini.
Sreerk deerr buark
Seperti di sambar petir ribuan kali Andini kala itu.
Apa yang harus ku lakukan, oh tidak, sepertinya aku harus segera melarikan diri keluar negri sebelum aku tertangkap.
Andini gelalapan, ia pun mengumpulkan semua atm dan surat-surat berharga yang harus ia bawa, Andini menarik selembar cek perusahan dan menulis nominal sebanyak yang ia inginkan.
"Aku harus kabur," setelah meniru tanda tangan tuan Hasta pada cek tersebut ia pun langsung keluar dari ruangannya.
Dengan tergesa-gesa ia keluar dari ruangannya menuju parkiran.
Disaat yang sama Barley dan rekanya telah tiba, Barley melihat Andini yang tergesa-gesa pergi, ia pun menghampirinya.
"Mommy !"teriak Barley.
Andini berhenti membuka pintu mobilnya.
"Mau kemana ?"tanya Barley.
"Ehm ah Mommy ada urusan mendadak Barley, sudah ya Mommy tinggal dulu," ucapnya sambil mengusap punggung putranya.
Barley menatap kepergian Andini yang meninggalkan tempat tersebut dengan curiga.
Bersambung.
guys sambil nunggu author up mampir ke novel author yang lain yuk! dengan judul:Kenapa Harus Menikah Dengan mu, di tunggu ya guys 😘😘😘😘😘
__ADS_1