Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Rencana Perjodohan


__ADS_3

Tuan Alex pulang kerumahnya dan mencari keberadaan putrinya.


"Cintya! Cintya!" serunya.


"Ada apa sih Daddy?"tanya Miranda pada suaminya.


"Ada urusan penting lah mommy, ini menyangkut perusahaan kita,"papar tuan Alex.


"Maksud Daddy apa? apa hubungannya dengan Cintya?"tanyanya semakin tak mengerti.


"Mommy perusahaan kita sedang mengalami krisis keuangan para pemegang saham pun banyak yang menjual saham mereka, Daddy butuh dana untuk mengembalikan semua ini, untuk itu Daddy meminta tuan Marco membeli saham kita serta memberi pinjaman dana secara pribadi kepada Daddy. tapi ternya si Marco malah bekerja sama dengan Barley, putra dari Hasta Raja Prawira, saingan bisnis kita mommy !" papar tuan Alex dengan kesal.


"Dan ternyata yang lebih parah, Barley itu putra kandung dari Marco Mommy , harapan untuk kita meminta bantuan Marco semakin tipis karna saat ini Marco itu menyerah semua aset termasuk sahamnya pada Barley, huh!" Tuan Alex benar benar kesal.


"Trus apa hubungannya dengan Cintya, putri kita baru saja pulang dari Amsterdam, dia pasti lelah Daddy!" Miranda.


"Daddy mau menjodohkan Cintya dengan Barley," ucapnya sambil melirik ke arah sang istri.


"Hanya itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan perusahaan kita Mommy," dengus tuan Alex.


"Apa Cintya mau di jodohkan?" tanya Miranda dengan ragu.


"Mau tak mau dia harus mau! lagi pula apa kurangnya Barley, dia tampan, pintar hanya saja ia sudah memiliki istri." tuan Alex


"Daddy! kamu mau jadikan putri kita istri kedua? di mana harga diri kita Daddy? putri kita itu sepantas jadi ratu bukan jadi selir, huh! dengusnya.


"Sudalah, Barley itu salah satu calon sultan di negri ini, akan banyak pengusaha mengantri untuk menjodohkan putri mereka pada Barley, apa lagi perusahaan yang sedang mengalami krisis keuangan seperti kita ini," papar tuan Alex.


"Terserah saja, tapi sebaiknya Daddy tanya dulu sama Cintya."Miranda.


"Sudah Daddy mau menemui Cintya di kamarnya."


Tuan Alex mencari Cintya hingga ke kamarnya.


Iya pun mengetuk-ngetuk pintu kamar Cintya.


Cintya yang sedang manicure dan pedicure pun dengan malas bangkit dari kursi malasnya.


Ia pun berjalan berjalan membuka kan pintu.


Kreak pintu di buka.


"Ada apa Daddy?"tanya Cintya.


"Cintya Daddy ada perlu sama kamu, Daddy harap kamu mau membantu Daddy demi perusahaan kita,"ucap tuan Alex dengan nada membujuk.


"Ehm,apa itu? tanya Cintya sambil mengikir kukunya dengan alat khusus,ia pun bersandar pada pintu kamarnya.


"Sini! kali ini Daddy serius,"ajaknya menuju sofa single yang ada di ruang tengah lantai dua.


Keduanya duduk bersebelahan, tuan Alex menarik napas panjang sebelum memulai pemaparannya.


"Ada apa Daddy?tanya Cintya dengan serius mentap tuan Alex yang terlihat gelisah.


"Perusahaan kita sedang mengalami masalah Cintya, presentase penjualan produk kita turun drastis di pasaran selama setahun terakhir, Daddy sudah pinjam uang ke bank untuk menutupi biaya produksi, sampai Daddy menggadaikan rumah ini, hanya kamu harapan bagi Daddy satu-satunya," ucap tuan Alex bernada lirih.


" Apa itu Daddy?"tanya Cintya semakin penasaran menatap ke arah Daddynya.


"Kamu mau menikah dengan tuan muda Barley?" tanya tuan Alex.

__ADS_1


"Barley? Siapa dia Daddy?"tanya Cintya bernada sedikit protes, karna ia tak mengenal nama tersebut, maklum saja selama ini putrinya kuliah di Amsterdam dan menetap di sana bertahun-tahun.


"Dia itu salah satu pengusaha hebat negri ini, sayangnya dia juga rival Daddy, karna produk-produk dari perusahannya lah, konsumen banyak beralih dengan mengkomsumsi produk milik Raja Prawira group."


"Ehm dia tampan ngak Daddy? tanya Cintya lagi.


"Kau ingin melihatnya." tuan Alex membuka Ig Barley di sana banyak foto-foto Barley serta beberapa gambar ketika Barley mendapakan piagam mau pun penghargaan ada pula fotonya bersama Santi atau pun bersama Sania.


Tak banyak foto yang ada di beranda IG Barley, karna ia memang type orang yang tak suka di ekspose kehidupan pribadi baik dirinya mau pun keluarganya.


"Wah tampan sekali, aku mau Daddy?!" sambar Cintya.


Bukan main senangnya hari tuan Alex saat itu.


"Besok akan ku bawa kau menemuinya." tuan Alex keduanya pun tersenyum.


***


Waktu menunjukan pukul sepuluh malam, Barley menuntun tuan Marco menuju kamarnya.


Dengan hati-hati Barley menuntun tuan Marco menuju kamarnya, ia pun membantu tuan Marco untuk merebahkan kepalanya.


"Daddy tidurlah, dokter menyaran kan Daddy untuk banyak beristirahat dan jangan terlalu banyak berpikir, " nasehat Barley sambil melepas sendal tuan Marco.


Ia pun memijit pelan telapak kaki tuan Marco.


"Jangan Barley! " cegah tuan Marco.


"Kenapa Daddy?"tanya Barley balik.


"Kau tak pantas melakukannya Nak," jelas tuan Marco memberi alasan.


Tuan Marco tersenyum, "Aku tahu, pasti Hasta yang mendidik mu seperti ini Nak, Iya Kan?" terka Marco.


Karna menurut tuan Marco, Andini bukanlah orang yang perhatian dan mau merendahkan dirinya.


"Benar Daddy, Daddy ku itu orang hebat, ketika aku nasih kecil, ia selalu menemui aku sebelum tidur, karna aku tak bisa tidur jika kaki ku tak di pijit olehnya, dan semua berlangsung sampai aku remaja, sejak saat itu, aku pula yang datang menghampirinya untuk memijat kakinya dan itu berlangsung selama bertahun sampai aku sekolah ke luar negri barulah kebiasaan itu bisa hilang."Barley.


"Ha ha ha, mungkin karna itulah Hasta Raja Prawira, bisa jadi salah satu pengusaha yang sukses, segala yang ia lakukan itu tulus," ucap tuan Marco dengan tawa kecilnya.


"Ia Daddy, menurut ku dia salah satu ayah terbaik, tak banyak bicara tapi dengan dari bahasa tubuhnya aku merasakan kasih sayang yang luar biasa darinya, aku tak tahu bagaimana jika dia tahu jika aku bukan putranya," guman Barley dengan nada sedih.


Tuan Marco mengangguk.


"Sudahlah Daddy tidur saja, aku ingin lihat keadaan istri ku,"ucapnya sambil menarik selimut tuan Hasta.


Setelah itu Barley keluar menemui istrinya di kamar, tapi di ia tak menemui Santi.


"Sayang! Sayang! " seru Barley mencari sampai ke balkon apartmen.


"Sayang kau di sini?" dengus Barley.


Ehm, Santi tersenyum sambil melirik ke arah Barley.


"Aku memanggil mu, tapi kenapa kau tak menjawab?"tanya Barley seraya meletakan dagunya pada bahu Santi.


"Ehm sengaja aku ingin membuat mu khawatir," sahut Santi dengan Santai.


"Ehm, nakal," bisik Barley sambil menggigit daun telinga Santi dengan lembut, hingga membuat Santi bergidik.

__ADS_1


"Kamu lagi melihat apa sih?"tanya Barley yang melingkarkan tanganya ke pelut buncit sang istri.


"Aku lihat pemandang dari atas sini, ternyata lebih indah melihat kota di ketinggian ketika malam hari," papar Santi.


"Ehm, memangnya apa yang indah, biasa saja, menurut ku ada yang lebih indah dari pemandangan di bawa sana." Barley.


"Ehm apa?"sambil membalikan tubuh ke arah Barley.


Barley tersenyum mencolek dagu Santi, "Yang lebih indah dari semua itu adalah melihat mu tersenyum, Sayang," cetus Barley.


"Ehm, kau bisa saja Sayang, pasti ada maunya kan?"tanya Santi sambil melingkarkan tanganya pada leher Barley.


Barley mengesek hidungnya dengan hidung Santi, "Tapi itu memang benar Sayang, kalau kau tersenyum dunia terasa indah bagi ku, jadi selalu tersenyum lah saat bersama ku."Barley.


"Ehm Sayang, aku akan tetap tersenyum asal kau tak menghianati ku," ucap Santi seraya mengecup bibir Barley.


"Ehm, tak akan Sayang!" Barley.


"Sudah Sayang, hari sudah malam, wanita hamil tak baik terlalu banyak kena angin malam, lagi pula apa kau tak kangen pada ku setelah lama kita baru bertemu, "ucap Barley sambil mengecup kening Santi.


"Ehm, baiklah kalau begitu, Ayo kita masuk tuan, " ucap Santi seraya menggandeng tangan suaminya.


Mereka pun masuk ke dalam dengan bergandengan mesra.


***


Setelah selesai sholat malamnya Arief menuju kamar Asyia, untuk membawa Asyia tidur bersamanya, di kamarnya.


"Dinar, sekarang kau boleh beristirahat biar aku yang yang menjaga Asyia," ucap Arief.


"Ehm iya Pak, nanti perlengkapan untuk Asyia saya siapkan termasuk botol susu sterilnya," papar Dinar yang menyerahkan Asyia ke pada Arief.


"Iya, setelah itu kamu boleh langsung istirahat, "perintah Arief.


Arief pun menggendong Asyia dan membawanya ke kamar, sambil berjalan menuju kamarnya ia mencium-cium Asyia.


"Sayang, sekarang tidur sama paman Ya, kamu harus jadi anak yang manis, ngak boleh rewel," ucap Arief kemudian mencium pipi Asyia.


Bayi tersebut mengeliat.


Asyia memang tampak tenang, jarang sekali ia menamgis.


Sebenarnya Arief juga merasa lelah, apalagi jika harus bangun beberapa kali untuk mengganti popok dan membuat susu.


Namun karna ia merasa kasihan pada Dinar, ia membiarkan Dinar sang babysitters tersebut beristirahat.


Arief menata bantal di pinggir tempat tidurnya sebagai batas, agar saat bergerak Asyia tak jatuh.


Dinar menghampiri kamar Arief membawa popok dan botol susu , serta susu Asyia.


Melihat kasih sayang Arief pada Asyia, gadis berusia delapan belas tahun tersebut diam-diam mengagumi sosok Arief.


Sesekali matanya melirik ke arah pria tampan yang ada di sampingnya.


'Ehm pak Arief memang sosok penyayang, meski pun bukan putri kandungnya,tapi dia begitu menyayangi Asyia, pasti beruntung orang yang akan menjadi istrinya kelak,' batin Dinar.


Bersambung dulu, terima kasih untuk tetap setia


Asyia tertidur lelap

__ADS_1


__ADS_2