
Santi dan Barley menghampiri Andhra yang baru saja turun dari podium. begitupun tuan Marco dan Wati.
Ada kebanggaan di wajah mereka. Ternyata putra mereka adalah seorang pria yang memiliki jiwa khastria. Berani mengakui kekalahan dan menyuarakan sesuatu yang menurutnya benar.
Andhra tersenyum melihat wajah kedua orang tuanya yang terlihat bahagia menghampirinya.
"Maaf Daddy. Maaf Mommy, Opa dan Oma,kali ini Andhra gagal jadi yang terbaim" ucap Andhra, tak ada tersirat kesedihan pun di wajahnya.
"Tak apa Nak. Justru kami merasa semakin bangga terhadap mu. Kau mengakui kekalahan mu dengan cara ksatria, pemenang bukan lah yang paling unggul dalam suatu pertandingan.Tapi pemenang adalah orang yang bisa menepis gengsi demi tegaknya sebuah keadilan. Dan Daddy lihat itu pada dirimu. Kakekmu pasti bangga karna namanya ada pada diri mu, sebagai penerusnya." ucap Barley, ia pun merangkul putra mahkotanya dalam dekapannya. Barley mengusap punggung Andhra dan menciumnya.
Beberapa saat kemudian mereka pun mengurai pelukkannya.
Kini giliran Santi yang memeluk Andhra.
"Mommy bangga sama Andhra. Kenapa Andhra terpikir hal itu Nak?"
Sejak Andhra tahu nilai dari pelajaran Asyia di potong lima puluh poin karna ia tak bisa mengikuti praktek olah raga dan hanya mengikuti teorinya saja.Andhra mulai meragukan hasil perhitungan nilai rata-rata Asyia. Saat berjalan menuju podium Andhra membagi nilai tersebut dengan 9.5 bukan sepuluh. Dan hasilnya ternyata Asyia lebih unggul. Dan itulah menurut Andhra yang lebih adil.Karna adil tak bearti sama rata. Bukan mau Asyia juga yang tak mengikuti praktek olah raga tapi memang keadaanya seperti itu, tentunya dia juga sudah berusaha untuk mendapatkan semua ini," papar Andhra.
Santi sampai menitikan air matanya.
"Hiks, mommy semakin bangga terhadap mu, teruslah bersikap seperti ini," ucap Santi menangis haru memeluk putranya.
"Cucu Opa tetap yang terbaik, Opa yakin kau akan jadi pemimpin yang jujur dan.Adil, kau akan sukses jadi orang sukses Cu,"ucap tuan Marco sabil mengacukan jempolnya
"Terima kasih Opa." Andhra.
Kalau gitu, yo sang juara ayo kita pulang.Tapi sebelum itu. Mommy dan Daddy mau kasih selama untuk dua orang pemenang lainya." ajak Santi seraya merangkul Andhra.
Santi dan Barley menghampiri Asyia yang tengah memeluk Delia.
"Selamat ya Asyia, tante ikut bangga sama kamu,"ucap Santi sambil menyodorkan tangannya.
"Terima kasih Tante," ucap Asyia sambil menjabat tangan Santi.
Setelah memberi selamat pada Asyia, kedua nya juga menghampiri juara ke tiga ada kebangga tersendiri keluarga Nessa, ketika sang pendiri yayasan sekolah tersebut memberi ucapan selamat kepada putri mereka.
__ADS_1
***
Keadaan di aula masih ramai meski beberapa orang sudah mennggalkan ula tersebut.
Tes tes tes
Terdengar suara dari speaker ruangan, mereka pun kembali tenang.
Tes tes.
"Untuk tiga siswa yang juara
di harapkan jangan pulang terlebih dahulu. Kami menunggu anda di ruang kepala sekolah. Sekian pengumumuman ini! terima kasih."
Asyia pun menghampiri Delia.
"Bu Asyia ke ruang kepala sekolah dulu." Asyia.
"Iya Nak, silahkan." Delia.
Sesampainya di sana ada beberapa guru dan kepala sekolah yang menunggu kehadiran mereka, termasuk ketua yayasan.
"Selamat datang para murid berprestasi," ucap kepala sekolah memberi ucapan selamat kepada mereka bertiga.
Begitupun dengan guru-guru yang ada di ruangan tersebut.
"Silahkan duduk anak-anak ku sekalian."
Mereka bertiga duduk di sebuah sofa panjang yang muat untuk tiga orang.
Andhra diapit oleh dua orang siswi cantik dan berprestasi.Dengan penuh karisma ia duduk tenang dengan meletakan kedua lengannya pada lulut dengan sedikit membungkuk dan telapak tangan saling menakup.
Kepala sekolah pun duduk di hadapan mereka bicara dengan santai.
"Selamat untuk kalian bertiga atas prestasi yang kalian raih untuk saat ini. sebagai kepala sekolah saya begitu bangga dengan apa yang telah kalian usahkan. Maka dari itu kami pihak sekolah memberikan penghargaan atas apa yang telah kalian capai dari usaha dan kerja keras kalian. Kami berharap itu semua bisa memacu para murid di sini untuk semakin giat belajar guna meraih prestasi."
__ADS_1
Andhra dan kedua murid lainya ikut menyimak. Termasuk Asyia. Meski jantungnya berdetak kencang karna berada di samping Andhra, tak membuat tubuhnya bereaksi berlebihan.Mungkin karna ia sudah belajar membiasalan diri.
"Dan satu lagi, Karna prestasi kalian tersebut, Nantinya kalian akan mengikuti lomaba antara pelajar seAsia tenggara untuk semua mata pelajaran. Dan jika sekolah kita bisa mendapat juara minimal juara tiga, sekolah kita juga bisa ikut olimpiade antar sekolah di seluruh dunia."
Ketiga siswa itu begitu antusias dengan.pemaparan kepala sekolah mereka. Mereka diam dengan pikirannya masing-masing.
Tentu saja ketiga siswa berprestasi tersebut menginginkan untuk ikut dalam ajang bergengsi se Asia tenggara itu.
Kepala sekolah menjedah kata-katanya ingin melihat reaksi dari ketiga muridnya itu.Ia pun tersenyum melihat ketiga muridnya yang bersikap tenang.
Orang yang pintar adalah orang yang lebih banyak menggunakan otaknya dari pada mulutnya dan kepala sekolah menyadari itu. Ia pun kembali melanjutkan keterangannya.
"Hanya saja hanya dua orang siswa yang akan terpilih untuk mengikuti lomba tersebut. Dengan sangat menyesal saya mengatakan itu. "
Kini ketiganya sedikit bereaksi, wajah mereka pun mulai tegang.
"Selama Liburan semester, kalian bertiga akan belajar bersama di bimbing langsung oleh guru-guru di bidangnya masing-masing. Nantinya kalian bertiga akan di uji kembali guna mendapatkan dua dari tiga yang terbaik untuk mewakili sekolah."
"Jadi mulai senin, kalian tetap datang ke sekolah untuk belajar serta mempersiapkan lomba yang akan berlangsung bulan depan. Apa kalian.siap?"
"Siap pak!" Ketiga peserta tersebutpun menyahut dengan semangat.
"Baiklah itu saja yang ingin saya sampaikan. Harapan saya kalian bisa membanggakan sekolah dan dan negri kita ini."
"Jika begitu silahkan kalin pulang."kepala sekolah.
"Permisi pak!" Ketiganya pun beranjak dari ruang kepala sekolah.
"Yes!" semoga aku bisa terpilih dalam lomba tersebut, "batin Asyia ia pun kembali ke keluarganya yang sedang berkumpul.
Andhra dan Nessa pun berharap jika mereka yang terpilih.
Persaingan pun di mulai, Siapakah dari mereka yang akan mewakili sekolah mereka.
Bersambung gens, author up lagi. Maaf kemaren ngak bisa up 😭😭😭😍😘
__ADS_1