
"Biarkan aku masuk!" Amora mengedor-gedor pintu mobil.
"Mau apa kau?!" tanya Aldo dengan nada tak bersahabat.
"Buka pintu mobil mu! Atau akan ku datangi putri mu itu! dan ku katakan padanya apa yang pernah terjadi di antara kita," ancam Ancam Amora.
Aldo pun terpaksa membuka pintu mobilnya dan membiarkan Amora masuk.
Kemudian Aldo membawanya keluar dari tempat tersebut.
"Apa mau mu Amora?! tidakkah cukup kau mengganggu hidup ku. Dan kau ingin mengganggu putri ku?" Aldo.
"Putri mu atau putri kita Aldo!"sahut Amora santai.
Aldo melirik kerah Amora.
" Putrimu?! Ya putrimu yang tak pernah kau inginkan hadir di hidup mu! Kehadirannya selalu kau sesali bukan?! Berbagai cara kau lakukan untuk menggugurkannya?! Kau tahu Amora?! Karna tindakan dan mu tersebut telah berakibat fatal terhadap Asyia. "
Aldo bicara dengan nada bicara yang berapi-api.
"Apa maksud mu Aldo?!"tanya Amora.
"Kau tahu ? karna kebiasaan burukmu selama hamil, kau membuat Asyia lahir dalam keadaan jantung yang tak normal! Kau tak pernah tahukan bagaimana tersiksanya ia menjalani hari-harinya selama ini.Bagaimana ia menjalani sebagai anak cacat yang tak bisa bergerak bebas, ia harus menahan dirinya untuk tak lari-lari kecil bermain dengan teman sebaya-nya. Ia hanya bisa merenung memikirkan apa yang terjadi padanya. Mengapa ia harus terlahir dalam keadaan jatung yang tak normal sejak lahir! Apa kau masih ingin mengganggu hidupnya!"
"Apa sebagai ibu kau pernah memikirkannya? Melihatnya tersiksa karna harus berjuang melawan penyakitnya selama ini. Bahkan kau mungkin mengira putri mu tersebut sudah mati! Iya kan Amora? Lalu untuk apa kau peduli lagi terhadapnya. Anggap saja dia tak pernah ada di hidup mu!"Cecar Aldo.
Amora menatap Aldo dengan lekat.
"Jika kau tak bisa membantunya, maka jangan kau mengganggu hidupnya lagi. Biarkan ia bahagia menjalani hari-harinya.Karna tak ada yang tahu berapa lama ia akan bertahan, hiks hiks." Aldo mulai menitikan air matanya.
Sementara Amora terus menatapnya lekat.
"Apakau tahu Amora, setelah ia tahu yang sebenarnya tentang dirimu, Asyia mengalami serangan jantung mendadak."
"Ia sempat koma dan baru kemaren ia pulang dari rumah sakit, sekarang ia sudah ingin sekolah, ingin meraih cita-citanya. Asyia mempunyai semangat yang tinggi dalam hal apa pun. Jadi ku mohon jangan ganggu dia lagi. Biarkan dia bahagia dengan sisa waktu yang ia miliki hiks hiks hiks."
__ADS_1
Tubuh Aldo terguncang menahan tangisannya, begitu pun Amora. Wanita yang memiliki hati batu sepertinya bahkan menangis setelah mendengar penuturan dari Aldo.
Aldo menarik napas panjang, kemudian menghapus air matanya.
"Aku mohon jangan ganggu hidup putri ku Amora. Lakukan apa saja yang kau inginkan, tapi jangan pernah dekati Asyia. "
Hiks hiks hiks Amora ikut menangis.
Aldo menepikan mobilnya. "Keluar dari mobil ku! Aku ingatkan pada mu jangan ganggu Asyia! "Teriak Aldo.
Aldo membuka pintu mobilnya keluar dan membuka pintu mobil tempat Amora duduk.
"Keluar Amora! Gunakan saja sisa hidup mu untuk menjadi lebih baik. Ingatlah hidup tak hanya di dunia ini saja. Setidaknya lakukan suatu kebaikan untuk putri yang pernah ada di rahim mu. Tak perlu lakukan hal yang berat ,setidaknya berdoa saja agar Asyia segera mendapat donor jantung." Aldo.
Aldo menarik Amora keluar.
Setelah itu ia melanjutkan perjaanannya kembali.
Amora menangis tergugu menatap ke pergian Aldo.
Aldo menuju rumah sakit jantung ia bermaksud untuk mencari tahu berapa harga untuk operasi cangkok jantung.
Sesampainya di meja kasir ia pun menemui seseorang yang bertugas di bagian informasi.
"Selamat siang Mas." Aldo.
"Selamat siang, ada yang bisa di bantu?"tanya petugas tersebut.
"Hm mas saya mau tanya kisaran harga untuk operasi transplantasi jantung berapa?" tanya Aldo.
Petugas tersebut tersenyum.
"Kisaran harga operasinya berkisar antara 18 sampai 20 Miliar, Tuan. Itu sudah termasuk observasi, biaya pemesanan dan penyediaan jantung dan sebagainya."
Seketika lutut Aldo gemetar. Dari mana ia punya uang sebanyak itu. Jika menjual seluruh aset yang ia miliki juga tak akan mencukupi dengan nilai tersebut.
__ADS_1
Tak mungkin juga ia meminta Arief untuk membayar semua operasi putrinya, sedang selama ini Arief sudah banyak membantu biaya pengobatan Asyia.
Mungkin uang tabungan Arief juga tak mencukupi untuk nominal sebesar itu.
"Bagaimana Pak, Anda boleh mendaftar terlebih dahulu untuk masuk nomor antrian, kami akan kembali mengkomfirmasi anda jika ada cangkok jantung yang cocok untuk pasien."
Aldo terlihat binggung.
"Ehm apa sudah banyak mendaftar?"tanya Aldo iseng.
"Hm baru dua orang." petugas.
"Ehm boleh saya tahu atas nama siapa? Karna mungkin saja salah satu dari merka adalah saudara saya. Jika beliau sudah mendaftar, saya jadi tak perlu mendaftar ?"Aldo.
"Sebentar Pak."
Petugas tersebut mengkutak-katik laptopnya.
"Yang sudah mendaftar. Atas nama tuan Barley Milano dan satu lagi ternyata batal."
'Tuan Barley? Tapi untuk siapa?' batin Aldo.
"Hm maaf, tuan Barley mendaftar untuk siapa?"tanya Aldo.
"Untuk pasien perempuan yang bernama Asyia Khairunnisa. Untuk sementara ia mendaftar dan sudah membayar nomor antrian. Katanya akan di komfirmasi lagi setelah pihak keluarga pasien setuju."
Arief bergeming." Ternyata operasi tersebut sudah di daftar tanpa sepengetahuan dirinya."
Bersambung reader.
Author up nya dikit-dikit dulu ya. Selamat menjalan kan ibadah puasa bagi yang merayakannya.
Terima kasih.
Assalammualaikum.wr.wb.
__ADS_1