
Asyia berada di kamarnya sedang melamun di meja belajarnya. Ia berusaha mencerna apa yang di maksud oleh Raffa.
'Hm, apa maksud Raffa tadi siang? kenapa jantungnya berdetak dengan kencang, sama seperti ku? ' batin Asyia.
"Apa mungkin ia menyukai ku?"Gumannya.
'Jika memang benar, dia menyukaiku dan memiliki perasaan khusus terhadap ku, bagaimana caranya aku memberi pengertian terhadapnya? jika aku dan dia tak boleh ada perasaan cinta ? 'batin
Raihan berada di depan pintu kamar Asyia.
"Mbak!" seru Raihan memanggil dari keluar kamar.
Mbak! Mbak! setelah beberapa kali memanggil tapi Asyia juga tak menoleh.
Akhirnya Raihad masuk ke kamar Asyia dan menepuk pundaknya.
"Mbak! "
Hm, Asyia pun menoleh kearah Raihan.
"Mbak di panggil oleh ayah dan ibu katanya suruh makan malam."
"Hm Iya dek.
Keduanya nya pun langsung beranjak menuju meja makan dan duduk di meja makan.
Asyia masih tampak murung di meja makan, ia masih memikirkan ucapan Raffa tadi siang.
"Asyia! kamu kenapa ?" tanya Aldo.
Asyia menoleh seraya tersenyum kearah Aldo. "Ngak apa-apa Yah. "
Setelah makan malam Asyia kembali ke kamarnya.
Asyia menatap langit-langit kamarnya perasannya jadi tak enak sejak pertemuan dengan Raffa siang itu.
***
Raffa berada di dalam kamarnya sedang memainkan game online, meski begitu ia tak fokus.
'Apa salah jika aku menyukai Mbak Asyia? meski kami saudara sepupuan. Tapi bukankah saudara sepupu itu boleh menikah? ' batin Raffa.
Raffa tak mengetahui jika ia dan Asyia adalah saudara sesusuan. Dan itu yang membuat mereka haram untuk menikah.
"Hm, aku juga ngak mau mbak Asyia dekat dengan cowok lain, aku tak ingin mbak Asyia tersakiti oleh siapa pun.Dan aku yakin hanya aku yang bisa menjaganya." guman Raffa.
***
__ADS_1
Andhra berada di kamarnya dalam posisi terlentang ,sejak ia tanpa sengaja mencium Asyia wajah Asiya selalu terbayang di benaknya.
"Kenapa wajah gadis Vampire itu selalu terbayang di benak ku, apa karna ciuman itu? " Andhra bermonolog sambil mrnyentuh bibirnya yang terasa aneh.
Andhra membolak balikan tubuhnya mencoba melupakan apa yang terjadi pada dan Asyia di ruang UKS tersebut.
***
Lyona sedang berada di meja riasmya sementara Anggi sedang menyisir rambut putri kesayangannya tersebut.
"Mami aku kemaren bertemu dengan tuan muda Andhra.Ya ampun Mami! tuan muda itu gantengnya kebangetan! "seru Lyona.
"Ehm, iya dong. Makanya sejak dari sekarang kamu harus bisa cari perhatian tuan muda. Kamu harus lanjutkan cita-cita Mami yang belum tersampai. Yakni menikahi pria kaya raya. "
"Ngak tercapai? bukannya Papi juga kaya? " tanya Lyona berbalik menatap wajah Anggi.
"Iya sekarang Papi sudah jadi direktur . Waktu Mami nikahkan Papi masih jadi Asistennya tuan Barley , ayah dari tuan muda Andhra.Ehm Mami yakin kamu bisa, asal kamu ikuti saja saran dari Mami. "
Anggi pun menyemprotkan minyak wangi beraroma aneh pada Lyona.
"Mami! ini minyak wangi apaan? " tanya Lyona dengan nada protes.
"Is kamu diam saja, ini tuh minyak nyong-nyong yang terdiri dari beberapa bahan-bahan yang di percaya punya khasiat untuk memikat lawan jenis, dan dulu Mami tuh pakai ini untuk memikat para CEO, "ujar Anggi bangga.
"Trus Mami berhasil mengaet CEO dengan minyak ini? " tanya Lyona semangat.
"Ngak! "
"Mami! kalau ngak berhasil kenapa Mami semprotkan ketubuh aku! bukannya tuan muda jatuh cinta tapi dia bisa muntah kalau cium bau aneh kayak gini! ehm Mami! baju ku jadi bau aneh gini hisk hiks. " Lyona hampir menangis ketika mencium bau tubuhnya.
"Ih, kamu tuh ya, mami itu masih penasaran, karna kata teman Mami dia bisa membuat bos-bos mereka jatuh cinta dengan menggunaka minyak ini, Maka dari itu Mami coba ke kamu, siapa tahu berhasil. " Anggi berusaha meyakinkan Lyona.
"Apa?! Mami! buat anak kok coba-coba! aku ngak mau! kesel-kesel sama Mami! pokoknya aku ngak mau sekolah hari ini! bisa-bisa aku jadi bahan tertawaan teman-teman ku! " teriak Lyona ia pun membuka pakainya dan kembali menuju kamar mandi.
Anggi tersenyum kecut, sambil menyisir rambutnya dengan menggunakan jari.
"Ih dasar anak sekarang ngak bisa di ajak kompromi, "dengus Anggi ia pun keluar dari kamarnya menemui sang suami.
Lyona keluar dari kamar mandi, tapi ia masih mencium bau dari minyak aneh tersebut, ia pun kembali mengulang mandinya seraya menggerutu kepada Anggi.
***
Asyia duduk di salah satu kursi di koridor sementara teman sekelasnya yang lain sedang berolahraga.
Asyia menatap teman-temanya yang sedang tertawa riang berlari-lari kecil di lapangan.
Bibirnya tersenyum, "Kapan aku bisa seperti mereka, bebas berlari melompat dan beraktifitas lainya. Sementara aku hanya bisa duduk dan menyaksikan betapa bahagianya mereka semua menjalani masa remajanya. "
__ADS_1
Asyia pun berjalan melewati koridor, di lapangan sebelahnya anak-anak laki-laki sedang bermain futsal.
Asyia sebenarnya menyenangi olah raga, salah satu hobinya adalah nonton pertandingan sepak bola.
Ia pun berdiri di lapangan futsal dan duduk di bangku penonton.Sambil menunggu pelajaran olah raga selesai, kemudian mereka bisa beristirahat.
Hingga bel berbunyi, dan pertandingan hampir usai Asyia pun berdiri hendak menuju kelasnya.
Salah satu dari pemain futsal tersebut tanpa sengaja menendang bola keluar lapangan dengan tendangan melambungnya.
"Awas!" teriak Andhra yang kala itu salah satu jadi pemain futsal. ia melihat bola yang mengarah ke Asyia.
Tapi Asyia tak mendengar, hingga tak dapat terelakan lagi, tendangan tersebut mengenai kepala Asyia.
Bruk.
Seketika Asyia merasakan pusing, ia pun berdiri dengan sedikit membungkukan tubuhnya menahan rasa sakit.
Andhra dan yang lainya buru-buru menghampiri Asyia.
Melihat hidung Asyia berdarah, Andhra menghampirinya dan melakukan pertolongan pertamanya .
Andhra mendekat dan mendongkak kan kepala Asyia agar ia tengada, Kemudian dengan handuk kecilnya ia menutup hidung Asyia sampai mimisan tersebut berhenti.
Tangan Andhra melingkar di pinggang Asyia untuk menahan berat tubuhnya sementara kepala Asyia tengada di ujung bahunya.
"Hembuskan nafas mu terus, agar darah di hidungmu keluar semua. " Andhra memberi instruksi.
Awalnya Asyia tak menyadari siapa yang merangkulnya dan mendongkakkan kepalanya.namun ,ketika ia merasa jantungnya berdetak kencang, ia pun curiga terhadap siapa yang berada di sisinya saat itu.
Dengan mata yang melirik ke Andhra Asyia menuruti instruksi dari Andhra.
Darah terus mengalir di hidung Asyia hingga membuatnya hampir kehilangan kesadaran. Asyia mencoba untuk tetap sadar, agar tak tumbang ia mencoba meraba sesuatu dan tanpa sengaja ia meraba dada Andhra dan merasakan detak jantung Andhra yang berdetak kencang, sama halnya dengan dirinya saat itu.
'Apa ini debaran yang sama,' batin Asyia.
Andhra masih menahan tubuh Asyia dan seraya menekan bagian bawah hidungnya agar darah segar berhenti mengalir.
Dada Asyia semakin bergemuruh karna tak kuat, ia pun memejamkan matanya dan kembali tak sadarkan diri.
"Asyia! " seru Andhra ketika melihat Asyia kembali tak sadarkan diri di hadapannya.
Bersambung dulu gengs.
jangan lupa dukunganya ya gengs, terima kasih banyak untuk semua yang telah memberi dukungan dan support kepada saya. Semoga berkah dunia akhirat.
Hay ada rekomendasi novel keren lagi untuk kalian. cus mampir siapa tahu suka.
__ADS_1
Dengan judul suami ku Ceo cilok.