
Pagi yang cerah Dinar tengah menyiapkan pakaian suaminya dan meletakannya pada lemari gantung lengkap dengan dasi dan jas.
Ea ea ea. Raffa terbangun dan masih menangis.
Dinar pun menghampiri tempat tidur dengan hati - hati takut membangun Asyia yang juga tidur bersama mereka.
Dinar melepas kancing dasternya kemudian menyusui Putranya sambil memeluknya.
Kebetulan saat itu Asyia juga terbangun karna suara tangis Raffa, ia pun ikut menangis.
Biasanya Asyia menangis hanya karna dirinya haus atau lapar.
Ehek hek hek tangis Asiya melihat Dinar yang sedang terbaring menyusui Raffa.
"Ops. Mbak sudah bangun ya? cup cup sini sama Bibik, "ucap Dinar sambil menepuk tempat tidur yang dekat dengannya.
Asyia pun merangkak, ia memperhatikan Raffa yang tengah menyus*u pada Dinar.
"Eh e cu cu, " ucapnya meminta susu.
"Oh tunggu ya Nak, paman Arief sedang mandi. Sini Asyia mimik cucunya sama Bibik saja Ya. "
Dinar membuka kancing baju untuk memperlebar bagian dadanya.
Asyia terus memperhatikan Raffa yang tengah mimik cucu pada Dinar.
"Nah, sini Asyia kamu mimik cucunya sama Bibi dulu ya. " Dinar.
Asyia semakin mendekat ke arah Dinar, ia kembali menoleh ke arah Raffa yang tengah menyusu pada ibunya.
Asyia melakukan apa yang seperti Raffa lakukan. Beberapa kali menghisap, Asiya kemudian menarik wajahnya dan memperhatikan Dinar.
Dinar tersenyum. "Udah cucunya? " tanya Dinar pada Asyia.
Seolah mengeri dengan pertanyaan Dinar, Asyia pun menggelengkan kepalanya.Kemudian ia kembali menyusui kepada Dinar
Sambil menyusui kedua bayi tersebut, Dinar membelai rambut Asyia.
Bayi cantik itu memang seperti punya daya tarik pada orang yang melihatnya.
Setiap orang yang melihatnya akan merasakan kasih sayang terhadap bayi tersebut.
Mungkin mereka iba atau hanya simpati terhadap nasib Asyia , atau memang Asyia punya daya tarik tersendiri.
Tak hanya Dinar dan keluarganya yang menyayangi Asyia, bahkan Delia pun begitu menyayangi Asyia.
Arief keluar dari kamar mandi dan kaget melihat Asyia yang menyusu pada istrinya.
"Sayang kamu menyusui Asyia?" tanya Arief sambil duduk di samping tempat tidur.
"Ehm iya. Emang kenapa Mas?" tanya Dinar sambil memperhatikan wajah suaminya.
Ada rasa kecewa di hati Arief, karna sebenarnya Arief punya rencana untuk menikahkan Asyia dan Raffa ketika mereka dewasa.
Karna anak yang sesusuan otomatis akan menjadi mahram, dan haram untuk di nikahkan.
__ADS_1
Arief begitu mencintai Asyia, hingga ia ingin Asiya mendapatkan jodoh yang baik yakni, anaknya sendiri.
Maklum saja, anak seperti Asyia tak punya mashab. Ia takut jika calon suami Asyia menolak Asyia hanya karna Asyia tak punya mashab yang jelas.
Apalagi jika orang-orang tahu asal usul Asyia.Amora sendiri adalah perempuan berdarah dingin, seorang pembunuh.Dan hanya Amora yang berhak sepenuhnya pada Asyia. Jika Amora keluar kelak, maka usia Asyia sekitar sembilan belas tahun. Ia takut Amora berubah pikiran dan menggambil Asyia serta memanfaatkannya.
Sebagai orang yang begitu mencintai Asyia, Arief merasa khawatir akan masa depan Asyia kelak.
Arief menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal.
"Ya sudah ! mungkin takdir mereka jadi saudara, " guman Arief, sambil mengusap kepala Asyia.
Dinar masih tak mengerti dengan maksud suaminya tersebut.
Arief pun berdiri dan mengenakan pakainya sendiri.
Setelah selesai, ia menggendong Asyia sementara Dinar menggendong Raffa, membawanya keluar untuk sarapan.
Delia terlihat tengah menata hidangan di atas meja, ia pun melihat keluarga kecil yang terlihat bahagia tersebut.
'Ya Tuhan bahagianya Nyonya dapat suami yang hangat dan penyabar seperti tuan Arief. Moga suatu saat aku juga dapat suami seperti tuan Arief.' batin Delia.
"Delia ! kamu sudah siapkan air mandi untuk Asyia?"tanya Arief.
"Sudah Tuan!"
Dinar selalu menundukan wajahnya ketika berbicara di hadapan Arief.
"Asyia kamu mandi dulu ya, " titahnya, sambil menyerahkan Asyia kepada Delia.
Dengan hati-hati ia membuka pakaian Asyia. Hatinya merasa miris melihat bekas luka sayatan pada dada Asyia.
"Sayang. Kasihan sekali kamu sekecil itu sudah pernah menjalani operasi. Mana tak ada ibu yang mendampingi kamu.Untung saja tuan dan Nyoya orang yang baik hati," tutur Delia sambil mencium pipi Asyia.
Air matanya pun menetes setiap kali memandikan bayi tersebut, pasalnya Asyia selalu menangis jika ia tanpa sengaja menyentuh bagian bekas luka operasi Asyia.
Sebenarnya Delia enggan menyentuh bagian tersebut.Namun bagaimana pun juga bagian tersebut harus rutin di bersihkan.
Asyia adalah bayi malang, sebulan sekali ia harus menjalani cek up selama enam bulan pasca operasi.
Eak eak jerit tangis Asiya ketika Delia menyentuh bagian luka tersebut meski pun dengan pelan.
Setelah memandikan Asyia ia pun menutup tubuhnya dengan handuk bersih.
Delia selalu memeluk Asyia setelah ia mandi, beberapa saat kemudian Asyia kembali tenang dan berhenti menangis.
Waktu pun berlalu.
Kini usia Asyia memasuki usia setahun. Seperti biasanya, pada usia seperti itu anak-anak mulai aktif bergerak, berjalan bermain dan mencoba hal baru.
Delia menemani Asyia bermain. Karna Asyia baru saja belajar berjalan, ia pun semakin aktif bergerak kesana kemari.
Seperti anak seusianya. Asyia sekarang bisa memakan nasi lembut.
Arief dan Dinar sengaja mengundang beberapa anak yatim piatu. Untuk sama-sama membaca doa untuk kesehatan dan keselamatan Asyia.
__ADS_1
Mereka hanya mengundang orang-orang terdekat saja, dan beberapa orang pengurus yayasan yatim piatu.
Tak ketinggalan Baby Andhra juga hadir dalam acara yang sederhana tersebut.
Tanpa meniup lilin atau memotong tumpeng, mereka hanya membaca doa bersama. Selesai berdoa, Arief dan keluar membagikan nasi kotak dan amplop untuk anak-anak yatim yang hadir.
Selesai acara Santi dan Barley masih enggan untuk pulang, mereka masih ngobrol dan membiarkan Andhra berinteraksi dengan teman-teman sebayanya, yakni anak-anak dari karyawan mereka yang juga hadir pada saat itu.
Andhra di usia sembilan bulan sudah lancar berjalan, ia pun bisa berbicara namun dengan kosakata yang rancu.
Karna Barley sering mengajak bicara dalam bahasa inggris, sedangkan Santi mengajak bicara dalam bahasa Indonesia.
Andhra dan anak seumurnya bermain-main, di antara teman-teman sebayanya Andhra adalah bayi yang galak. ia selalu bersikap jahil dengan merampas mainan yang Arief hadiahkan pada semua anak-anak yang hadir saat itu.
Suara jerit tangis pun silih berganti karna Andhra merampas mainan mereka kemudian melemparnya.
Sedari kecil sudah terlihat sikap Arogan dari dirinya. Tak hanya Andhra, Asyia pun ikut bermain-main bersama para balita lainya.
Karna acara sudah Selesai, pasangan pengantin baru Anggi dan Chandra pun berpamitan pada tuan rumah dan bos mereka.
Saat ini Anggi juga tengah hamil muda. Setelah menghampiri Arief dan Dinar, Anggi menghampiri Asyia untuk memberinya kado.
"Hallo Sayang, Asyia cantik. Nih tante Anggi bawaain kado, selamat ulang tahun ya, "ucap Anggi sambil menyodorkan kotak hadiah yang tak terlalu besar hingga bisa di peluk oleh Asyia.
Asyia memeluk hadiah tersebut, Anggi dan Chandra pun mencium pucuk kepala Asyia sebelum berlalu.
Sementara kehebohan terjadi ketika Andhra mengganggu balita yang lain hingga membuat mereka menangis.
Mungkin Andhra jarang bersosialisasi dengan teman sebayanya hingga ia bersikap agresif.
Melihat Asyia yang memegang hadiah.
Andhra berlari menghamprinya. Ia pun coba merampas hadiah yang di berikan Anggi kepada Asyia.
"Tak !Tak!" teriak Asyia ketika Andhra coba merebut hadiahnya.
Andhra terus maju dan terus berusaha merebut hadiah tersebut dengan mencoba merampasnya.
Tapi Asyia tetap memeluk hadiah tersebut, ia pun mendorong Andhra hingga Andhra jatuh terjerembab di atas lantai.
Merasa dirinya sakit akibat terjatuh ,ia pun menangis dan menghampiri Santi.
Santi dan Barley hanya tersenyum menyaksikan kejadian tersebut.
"Mommy! Daddy! that ! that! look look, "ucapnya sambil menangis menunjuk ke arah Asyia.
Mungkin maksud Andhara ingin mengadukan tentang Asyia yang mendorongnya hingga jatuh.
Barley tertawa kecil.
"Aduh anak Daddy sama perempuan aja kalah kamu Nak."
Arief dan Dinar juga ikut tertawa menyaksikan hal tersebut.
Babby Andhra semakin jadi menangis karna merasa di ledek oleh Daddynya yang mentertawai-nya.
__ADS_1
Bersambung. in syaa Allah satu bab lagi guys. dukung author terusnya. Terima kasih.