
Asyia keluar dari rumah sakit, menuju pintu keluar ruang UGD, ketika melewati parkiran ia di kagetkan oleh seseorang yang menyodorkannya seikat kembang ke arahnya.
Asyia kaget tiba-tiba saja ada tangan di balik deretan mobil menyodorkannya kembang.
Andhra keluar dari balik mobil seraya tersenyum, ia berjalan dengan menggunakan tongkat menghampiri Asyia yang masih syok.
"Sayang kamu bikin aku kaget saja," dengus Asyia.
"Aku ingin bikin kejutan untuk kamu. " Andhra.
"Terima kasih sayang," ucap Asyia seraya meraih bunga tersebut.
"Kamu bawa mobil sendiri?"tanya Asyia seraya menggandeng tangan Andhra.
"Mana berani aku bawa mobil sendiri Sayang. "
"Trus mobilnya di mana? "
"Ada di depan, kalau kamu lihat mobil aku kan jadi ngak seru lagi.Pasti ketahuan, bukan kejutan lagi, "
"Ehm, bisa saja kamu. Ngak sabar ya menunggu aku pulang? "
"Iya kamu tahu saja, " ucap Andhra sambil meraih dan merangkul pundak Asyia.
Mereka pun berjalan dengan saling bergandengan mesra.
Keduanya berjalan menuju jalan raya, mobil Andhra ia parkiran di bahu jalan di depan rumah sakit.
Kedua pasangan tersebut terlihat bahagia, sambil berjalan, Asyia menopang sebagian tubuh Andhra yang berjalan menggunakan tongkat.
Ketika hendak menghampiri mobil, seorang pengendara mobil membawa mobil dengan ugal-ugalan dan mencoba menyalip, hingga ia salah jalur, mobil tersebut pun oleng dan hampir menabrak Andhra dan Asyia yang berjalan dari arah berlawanan.
"Awas Sayang! " seru Asyia.
Asyia melihat dengan jelas mobil tersebut hampir menabrak mereka, ia yang reflek langsung menarik tubuh Andhra untuk menghindar, Keduanya pun jatuh berguling di tanah Akibat bahu jalan yang tinggi rendah.
Sang pengendara mobil itu coba untuk menghindari Andhra, tapi justru menabrak beberapa pengendara motor dan mobil lainya yang ada di depan.
Steest bruk Kreak..
Kecelakaan beruntun tak terelakkan lagi.
Kepala Andhra terbentur pada ban mobilnya, sementara ia memandang dengan mata kepanya sendiri bagaimana kecelakaan tersebut terjadi.
"Akh! " Andhra merasakan sakit kepala yang luar biasa. Ia pun kembali mengingat kecelakaan yang pernah menimpanya.
Asyia yang ikut terpental sedikit, menghampiri Andhra yang memegang kepalanya yang mengeluarkan darah segar.
"Sayang! Sayang kamu kenapa? " tanya Asyia panik . Ia pun memeluk Andhra takut terjadi sesuatu pada suaminya tersebut.
"Akh ! Kepala ku sakit sekali! "Andhra meringis
Saat merasakan sakit, Andhra pun mulai mengingat beberapa memori masa lalunya bahkan tepat sebelum ia tabrakan.Memory tersebut seperti kembali begitu saja setelah menghilang.
Andhra terus memegangi kepalanya yang terasa berputar-putar.
"Ayo sayang, aku bantu kamu! Kita kerumah sakit."
__ADS_1
Sopir pribadi Andhra yang baru merokok di warung kopi datang menghampiri mereka.
"Tuan muda kenapa nyonya? " tanya Sang sopir.
"Ayo bawa suami saya kerumah sakit Pak! " Asyia.
Sementara orang-orang juga berlari berhamburan menolong para korban kecelakaan dan membawanya kerumah sakit.
Andhra terus meringis merasakan sakit kepala. Ia pun di bawa menuju ruang UGD, kebetulan saat itu Raffa baru saja ingin meninggalkan ruang UGD.
"Mbak, kak Andhra kenapa? " tanya Raffa.
Tadi kami menghindari kecelakaan, jadi aku ngak sengaja menarik tubuh Andhra hingga kami berdua jatuh dan kepala Andhra sempat terbentur ban belakang mobil.
"Astaghfirullah. Ayo Raffa bantuin. "
Suasana ruang UGD mendadak ramai, baik itu dari korban kecelakaan, maupun beberapa orang yang menolong.
Asyia mencari tempat untuk Andhra berbaring. Kemudian dengan bantuan Raffa mereka membantu Andhra untuk berbaring.
Seorang petugas medis datang menghampiri mereka.
"Dokter ada apa? " tanya rekan Asyia yang juga berprofesi sebagai dokter.
"Suami saya kepalanya baru saja terbentur akibat jatuh karena menghindari kecelakaan. Sebelumnya ia mengalami amnesia akibat trauma di kepalanya. "
"Jika begitu saya konfirmasi langsung ke dokter Anwar spesialis bedah syaraf, biar langsung di tangani beliau saja. Sementara saya berikan obat penghilang rasa nyeri. "
"Iya terima kasih."
Andhra masih meringingis merasakan sakit pada bagian kepalanya.
***
Rekan Asyia langsung mengkonfirmasi keadaan Andhra pada dokter spesialis bedah syaraf.
Setelah meminum obat pereda nyeri tersebut, Andhra sedikit tenang, tak lagi gelisah.
Asyia pun bisa bernapas lega.
"Sayang, apa yang kamu rasakan saat ini? "tanya Asyia sambil mengusap kepala Andhra.
"Aku ngantuk Sayang. "Andhra.
"Iya tidurlah. Memang semestinya kamu beristirahat dulu sambil menunggu dokter. "
"Aku ngantuk tapi aku ngak bisa tidur, rasanya aku mulai mengingat kecelakaan yang menimpa ku," ucap Andhra lirih.
"Hah, benarkah Sayang?!Lalu hal apa lagi yang kau ingat? " tanya Asyia lagi.
Andhra memejamkan matanya.
"Aku ingat jika aku pernah mengantar mu di sebuah kuburan, kau menangis di sana dan kau memanggil-manggil ibu. "
Asyia kaget karena Andhra bisa mengingat hal yang tak pernah ia ceritakan lagi sejak Andhra amnesia.
"Hah, kau ingat itu Sayang? " tanya Asyia dengan tatapan berbinar.
__ADS_1
Asyia menduga karena Andhra melihat kecelakaan di depan matanya, ia jadi teringat kembali kecelakaan yang menimpanya, di mana saat itulah ia kehilangan memorinya.
"Tapi sayang setiap aku mencoba ingat, kepala ku terasa sakit sekali. "
"Sabar sayang jangan terlalu di paksakan, aku tak ingin terjadi sesuatu pada mu. Sebaiknya kau istirahat saja. "
Ehm, Andhra mencoba memejamkan kepalanya, tapi beberapa ingatanya yang kembali ,terasa berputar-putar di kepalanya, hingga membuatnya merasa pusing.
Sesekali ia tetap meringis, menahan kepalanya yang terasa berdenyut.
Dengan lembut Asyia mengusap kepala Andhra.
"Masih sakit? " tanyanya.
Andhra mengangguk. setelah menahan sakit beberapa lama Andhra pun tertidur sendiri.
Raffa masih menunggu di sana, menemani Asyia menjaga Andhra. Asyia langsung menghubungi Santi. Kedua orang tua Andhra pun langsung menuju rumah sakit.
Tak berapa lama dokter datang menghampiri Asyia.
Setelah menanyakan kronologi kecelakaan yang menimpa mereka, Dokter pun menyarankan untuk memeriksa kepala Andhra dengan CT scan.
***
Asyia menjaga Andhra di ruang perawatan. Sementara Santi dan Barley menemui dokter.
"Bagaimana keadaan putra saya dok? " tanya Barley.
"Untung saja tak terjadi hal yang parah terhadap pasien akibat benturan tersebut. Saya melihat luka kepala pasien sudah mulai sembuh dan benjolan kecil akibat pembekuan darah pasca operasi pun sudah hilang. Saya jahit sedikit,karena ada luka di bagian kepalanya. " dokter.
"Syukurlah tak terjadi sesuatu. "Santi merasa lega.
"Menurutu keterangan istri pasien, Setelah kejadian, Pasien bisa mengingat beberapa kejadian di masa lalunya. Mungkin saja dalam waktu dekat pasien bisa mengingat kembali memori yang pernah terekam di ingatannya. "
Santi dan Barley saling memandang.
"Jadi apa mungkin saat ini putra Kami sudah pulih dari amnesianya? " tanya Santi penuh harap.
"Sepertinya begitu, kita tunggu perkembangannya, saat ini biarkan saja pasien beristirahat. Jangan terlalu di paksakan. "
"Baik Dokter terima kasih," ucap Santi bahagia.
"Iya Sama-sama. "
Mereka berdua keluar dari ruang dokter dengan bahagia.
"Alhamdulillah Daddy, semoga Andhra bisa ingat kembali semua masa lalunya. "
"Semoga saja Mommy, aku juga tak sabar melihat putra kita merasakan kebahagiaannya. "
Keduanya pun berjalan dengan saling merangkul.
Habis gelap terbitlah terang, harapan mereka ujian ini segera berakhir dan Andhra bisa hidup normal seperti sebelumnya.
Bersambung dulu ya gengs.
Ada kebahagiaan lagi di episode berikutnya, ehm tapi apa ya?
__ADS_1
Assalamu'alaikum wr. wb.