
Lyona bersiap untuk berangkat sekolah seperti biasanya, Anggi selalu ikut andil dalam penampilan sang putri.
Anggi mencubit cubit pelan pipi Lyona dengan menggunakan bluss on agar terlihat merona dan segar.
"Tak lupa pewarna bibir agar semakin terlihat segar," guman Anggi seraya memoles lip thin pada bibir putrinya.
Lyona pun puas dengan polesan make-up yang di lakukan oleh Anggi terhadapnya.
"Mami aku cantik sekali!" Seru Lyona ketika melihat perubahan wajahnya di depan cermin.
"Gimana sayang? pastinya dengan ini tuan muda Andhra akan bertekuk lutut kepada mu karna kecantikan mu," ucap Anggi dengan berbangga diri.
"Tentu saja Mami! Anak siapa dulu dong.Tapi Mami bagaimana caranya aku mendekatinya, sedang mencari keberadaannya saja sangat sulit di gedung sebesar itu."
"Hm, Andhra itu selalu mengantar adiknya si Alesha itu ke kelas, jadi untuk menarik perhatiannya kamu dekati dulu adiknya."
"Ok, aku dekati dulu adiknya agar aku bisa dapat kakaknya." lyona.
"Gitu dong. Toss dulu, "ucap Anggi.
Mereka pun tos.
"Ayo kalau gitu kita keluar. Mami juga mau kerja!" Anggi.
"Ha? Mami kerja apaan?" tanya Lyona.
"Ehm kerjaan mami itu mengawasi papi kamu agar dia tak dekat-dekat dengan perempuan yang ingin menggodanya!" Anggi.
"Maksud Mami pelakor?" Lyona.
"Iya Pelakor-pelakor yang meresahkan! Maklum saja jabatan papi kamu sekarang itu direktur apalagi papi kamu masih tampan sampai sekarang pasti banyak tuh wanita-wanita yang ingin merebutnya dari Mami." Anggi.
Lyona menyilangkan lengannya ke dada seraya mengkerucutkan bibirnya.
"Mantan pelakor kok takut pelakor ya?" cetus Lyona dengan santai.
"Apa kata kamu?! Sekali lagi bilang pada Mami?! "tanya Anggi dengan nada suara yang tinggi.
"Mantan pelakor kok takut pelakor sih?" Lyona.
"Beraninya kamu ngomong gitu sama Mami?!" Seru Anggi dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Tapi benarkan Mami. Katanya Mami dulu cerita kalau mami ingin merebut daddynya Andhra dari istrinya!" Lyona.
"Hah kapan?" tanya Anggi.
"Waktu aku umur lima tahun Mami." Lyona terlihat santai.
Anggi menggaruk kepala yang tak gatal.
"Iya juga ya.Kenapa ku ceritakan aib ku sendiri pada anak sendiri."
"Sudalah yuk. Pasti kita sudah di tungguin Papi."
Mereka pun keluar dari kamarnya.
Chandra berada di meja makan menunggu dua bidadarinya tersebut keluar dari kamarnya.
"Selamat pagi Papi!" ucap keduanya seraya menarik kursi.
"Selamat pa....Ya ampun! Lyona kamu pergi sekolah dengan dandanan seperti itu?!" tanya Chandra dengan nada tinggi.
Lyona memutar tubuhnya. "Emangnya kenapa Papi?!"
Lyona mengkerucutkan bibirnya, ia pun kembali menuju kamarnya.
"Bikin malu saja! Papi kamu ini wakil ketua yayasan. Papi malu punya anak dengan dandanan seperti itu." Omel Chandra.
Tatapan Chandra pun tertuju pada Anggi yang ketakutan melihatnya.
"Ini pasti karna kamu kan Mami?!"tanya Chandra.
Anggi tertunduk.
"Anggi !didik anak kamu yang benar! Masih kecil sudah kamu ajari dia jadi gadis kecentilan seperti itu! Mau jadi apa dia sudah dewasa nanti?! Harusnya kamu ajari dia tentang ilmu pengetahuan bukan ilmu menyesatkan! Heran dari dulu kamu ngak berubah ya?! " sergah Chandra.
Anggi pun tertunduk, ia tak berani berkata-kata. Obsesi Anggi terlalu tinggi. Ia ingin putrinya mendapatkan jodoh yang terbaik, dengan cara apapun.
***
Tuan Marco dan Wati sudah terlihat segar setelah mereka melakukan joging di area joging track yang mengelilingi mantion keluarga Barley.
Andini hanya melihat sedih kemestraan.dua orang tersebut. Mereka berlari sambil bercanda, terkadang keduanya saling memeluk di jalanan.Ingin rasanya ia berlari. "Andai saja waktu bisa berputar kembali, Aku ingin menjadi orang yang baik.
__ADS_1
Setelah melakukan olah raga dan melakukan pendinginan tubuh. Wati dan.Marco menuju meja makan.
Di sana anggota keluarga yang lainya pun sudah memenuhi meja makan.
"Selamat pagi semua! " Sapa tuan Marco.
"Selamat pagi juga," semua serentak menjawab.
Tuan Marco dan Wati pun duduk bersebelahan.
Mereka terlihat menikmati sarapan mereka masing-masing.
"Ehm Barley. Sebenarnya kedatangan Daddy kemari Daddy ingin menetap dan tinggal disini.Daddy ingin pensiun dan menikmati masa tua daddy dengan berkumpul bersama anak cucu Daddy."Ucap tuan Marco.
Pasangan tersebut pun menyambut baik niat tuan Marco.
"Itu berita baik Daddy. Kami semua senang jika daddy bersedia tinggal bersama kami sekeluarga! Iya kan Sayang?" tanya Barley dengan maksud meminta ijin pada sang istri karna rumah tersebut milik istrinya.
"Tentu saja sayang! Aku senang jika kita semua setiap hari bisa berkumpul di rumah ini." Santi.
"Aku juga senang bisa main sama opa dan oma setiap hari !" Cetus Alesha dengan penuh semangat.
"Tuh kan Alesha saja senang. Kami dari dulu berharap bisa berkumpul seperti ini daddy. Apalagi sejak kepergian daddy Hasta. Rumah ini jadi semakin sepi." Santi.
"Tapi Daddy bingung Barley. Siapa yang akan mengurusi perusahaan sebesar itu, Jika daddy di sini.Selama ini Daddy beusaha mempertahankan perusahaan tersebut untuk Andhra.Kelak dialah yang akan mewarisi perusahaan tersebut." Tuan Marco.
Sementara Andhra hanya bisa menelan.salivanya.
'Bukannya aku juga yang akan mewarisi perusahan Daddy dan Opa Hasta. Bagaimana caranya aku membagi tubuh ini, 'dengus Andhra dalam hati.
"Tenang Daddy. Aku memiliki seorang lagi asisten kepercayaan.Aku yakin sekali dia bisa memimpin perusahan sampai Andhra selesai kuliah."
"Ehm, Siapa dia Barley?" tanya tuan Marco.
Bersambung, kira-kira siapa ya.
In shaa Allah author up lagi, episode berikutnya akan semakin seru.
Selamat menjalankan ibadah puasa.
Assalammualaikum wr.wb
__ADS_1