Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Akad Nikah


__ADS_3

Seorang wanita tua menghampiri Asyia dan menangis di hadapannya.


Asyia menatap heran kearah wanita tersebut,karena ia sama sekali tak mengenali wanita tua itu.


"Asyia, hiks hiks hiks," wanita itu langsung memeluknya kemudian menangis.


"Asyia ,Oma beruntung masih bisa melihat dirimu, di saat ibu mu sudah tiada. "


Veronica menangis memeluk Asyia. Ia yang baru beberapa tahun lalu keluar dari penjara, berusaha mencari keberadaan Amora. Namun, tak mendapi jeleknya, pada akhirnya Veronica pun baru tahu jika Amora sudah tiada.


"Oma, "ucap Asyia sedih sambil mengusap punggung Veronica.


Asyia tak menyangka jika ia masih memiliki keluarga lain.


Keduanya pun saling memeluk haru beberapa saat.


Veronica menatap wajah Asyia yang memiliki banyak kemiripan dengan Amora, rasa rindu terhadap putri tercinta sedikit terobati.


"Oma, terima kasih sudah datang kemari. Asyia senang sekali, di hari pernikahan Asyia seluruh keluarga berkumpul.Meski ibu sudah tak ada lagi, hiks hiks" tutur Asyia sedih.


Ia pun teringat dengan mendiang ibunya.


Mata tua Veronica menatap lekat Asyia. Tangan yang keriput coba menghapus air mata Asyia.


"Cucuku, kau begitu cantik.Mirip dengan ibumu, Oma rindu padanya. Dengan melihatmu seperti ini, rasa rindu Oma sedikit bisa terobati. "


Veronica menangis tersedu-sedu, setelah bertahun-tahun tak bertemu dengan putri tercinta, Veronica berusaha mencari keberadaan Amora setelah ia dan Fedro keluar dari penjara, dan alangkah syoknya ia dan suaminya, ketika ia hanya mendapati batu nisan Amora saja. Mereka pun bersedih. Kemudian kedua orang tua tersebut bermaksud menemui Asyia, tapi Asyia juga sedang berada di luar daerah karena menginap di Mess mahasiswa.


Fedro dan Veronica kembali ke Perancis, dan beberapa minggu yang lalu mereka mendapat telpon dari Arief yang memberitahukan jika Asyia akan menikah. Veronica dan suami pun merencanakan penerbangan kembali ke tanah air untuk menemui cucunya.


"Terima kasih Oma, tapi boleh kah Asyia mohon supaya Oma mendo'akan agar pernikahan Asyia langgeng seumur hidup, dan tolong do'akan juga agar suami Asyia segera sembuh," pinta Asyia seraya mencium tangan Veronica.


Keduanya pun saling menatap haru.


"Tentu Asyia, Oma akan selalu berdoa yang terbaik untuk kamu cucuku sayang."


"Terima kasih Oma."


"Sama-sama cucuku Sayang. "


Veronica begitu bahagia karena setelah penantiannya, ia kini bisa memeluk cucu Satu-satunya yang sejak dari dulu begitu ia inginkan.


Setelah beberapa saat berbincang, tiba lagi seorang pria tua yang juga haru melihat Asyia.


"Papi lihatlah cucu kita sekarang sudah dewasa, dan wajahnya begitu mirip dengan Amora ya. " hikss hiks, Lagi-lagi Veronica tak bisa membendung perasaannya, mengingat jika putri semata wayang sudah tiada. ia hanya bisa melihat sosok Amora dalam diri Asyia.


Asyia beralih menatap pria tersebut yang menatap dengan berkaca-kaca.


"Amora?" ia pun menitikan air matanya ketika melihat Asyia, seperti melihat putrinya tercinta.


Fedro langsung memeluk Asyia meluapkan rasa rindu dan kesedihannya di tinggal oleh Amora. Apalagi saat terakhir Amora ia tak pernah melihat.

__ADS_1


Asyia begitu bahagia bisa bertemu dengan keluarganya, setidaknya dari pihak ibunya ada yang menyaksikan hari kebahagiaannya.


Delia ikut haru, Namun Asyia tak boleh berlebihan menangis, karena bisa merusak dandanannya.


"Maaf Tuan dan Nyonya, sebentar lagi akad nikah akan berlangsung, jadi saya permisi untuk merapikan dandanan Asyia dulu ya. " Delia.


Asyia tersenyum.


"Ia benar juga Asyia, kalau kau terlalu banyak menangis, nanti pengantin pria mu mengira kau tak bahagia menikah dengannya. Sudah Sayang, hapus air matamu, rapi kan dandanan mu. " Veronica.


"Iya Oma."


"Kalau begitu Oma tunggu di luar ya. Oma tak sabar ingin melihat calon cucu menantu Oma, pria itu pasti orang yang hebat karena bisa mengambil hati kamu," ucap Veronica..


"Ih Oma biasa saja. " Asyia.


Veronica dan Fedro keluar dari ruangan tersebut.


Delia meminta MUA kembali merapikan riasan Asyia, yang sedikit berantakan, sementara Veronica dan Fedro berada di luar berbincang-bincang bersama Aldo dan juga Arief.


***


Keluarga Barley pun tiba di kediaman Arief.


Dengan suka cita Arief menyambut kedatangan besannya tersebut.


Meski hanya dengan sambutan sederhana.


"Selamat datang Tuan Besan, "ucap Arief mereka pun saling memeluk.


"Iya Tuan. Keluarga kami beruntung bisa berbesan dengan anda. " Arief.


"Sudalah Rif , jangan berbasa-basi lagi, mana calon mantu ku? "canda Barley.


"Silakan duduk dulu Tuan. Calon menantumu sedang bersiap. " Arief.


"Okelah kalau begitu."Barley


Ketika hendak duduk, Barley melihat Veronica dan Fedro, yang terlihat sudah begitu tua, hampir saja ia tak mengenalinya.


Barley pun menghampiri keduanya. Biar bagaimanapun tuan Fedro dan Veronica adalah kakek dan nenek dari Asyia. Dan jika pernikahan antara Asyia dan Andhra terjadi, itu bearti mereka juga akan juga menjadi satu keluarga. Jika mereka bisa menerima Asyia , maka mereka juga harus bisa menerima keluarga Asyia yang lainya ,termasuk kakek dan Neneknya. Lagi pula kedua orang tersebut sudah sepuh. Bagaimana pun Veronica dan Andini juga pernah bersahabat.


"Tuan Fedro? " sapa Barley.


"Barley, kau masih mengenali kami? "tanya Fedro senang.


"Tentu saja, wajah anda tak berubah Tuan. " Barley.


Fedro dan Veronica pun tersenyum ramah.


"Dimana istri dan putra mu Barley? "tanya Veronica.

__ADS_1


"Di sana bersama calon besannya. "


Barley menunjuk ke arah Santi yang sedang berbincang bersama Dinar.


"Jadi ternyata, calon suami cucu ku adalah putra mu? "tanya Fedro dengan bola mata yang berkaca-kaca.


Barley tersenyum," Yah begitulah. "


Fedro dan Veronica turut bahagia, akhirnya mereka bisa menjadi keluarga besar Hasta Raja Prawira, meski Amora dan Barley tak jadi menikah, justru cucu mereka yang menikah.


"Kalau begitu apa kabar mommy mu Barley? "tanya Veronica.


"Mommy sudah meninggal sakitar enam tahun yang lalu. "


"Innalillahi, Papi kita beruntung masih di beri umur panjang hingga bisa melihat pernikahan cucu kita, " ucap Veronica dengan bola mata yang berembun.


"Iya Mami,akhirnya ada secercah kebahagiaan di usia senja kita Mami, jika begini, kita bisa mati dengan tenang. "


Ketika sedang asik berbincang-bincang penghulu pun tiba.


Barley menghampiri Andhra untuk kembali mengingatkan ikrar ijab qabulnya, jangan sampai salah.


Arief dan Aldo pun menyambut kedatangan penghulu, setelah berbincang sejenak akad Nikah pun di mulai.


Karena Asyik adalah anak yang terlahir tanpa pernikahan maka yang akan menikahkannya adalah wali hakim yang bertindak sebagai penghulu.


Dua orang menjadi saksi yakni Arief dan Chandra.


Andhra dan penghulu saling berhadapan.


Mereka pun saling berjabat tangan dan segera memulai ikrar ijab qabul nya.


" Saudara Andhra saya nikah dan kawinkan kamu dengan seorang wanita bernama Asyia Khairunnisa yang telah meminta saya untuk menjadi walinya dengan mas kawin sebentuk cincin berlian di bayar tunai. " Wali hakim.


Andhra langsung menyahut.


"Saya Terima nikah dan kawinnya Asyia khairunnisa dengan mas kawin tersebut di bayar tunai. " Andhra.


"Sah! " Saksi.


"Alhamdulillah, "


Mereka pun menghatur doa-doa kepada kedua mempelai.


Santi menghambur memeluk putranya. Akhirnya Andhra bisa lancar dalam proses ijab qabul nya.


Keduanya pun menangis haru.


Begitupun Asyia yang juga tak kalah bahagia, ia pun menangis memeluk Delia.


Bersambung dulu guys, mohon maaf jika ada salah dalam ijab qabul nya ya, jika ada yang lebih mengerti , tentang status anak seperti Asyia, tolong beri masukan di kolom komentar. Huh kira2 malam pertama mereka seperti apa ya? ...

__ADS_1


Selamat pagi, semoga hari ini kita semua selalu di limpahkan kebahagiaan. Aamiin.


Assalamu'alaikum wr.wb


__ADS_2