
Di dalam mobil Dinar masih menggendong Asyia, sesekali ia mencium bayi tersebut.
"Sayang, Asyia mau kemana nih? mau pulang ya? " Dinar bermonolog.
Arief melirik kearah istrinya, seraya tersenyum.
"Mas Kenapa kita ngak mengangkat Asyia untuk jadi putri kita saja? " tanya Dinar sambil mencium mulut Asyia yang berbau harum.
Arief tersenyum kearah Dinar "Asyia itu anak adik ku, Aldo lebih berhak atasnya, biarkan saja kita yang merawatnya, suatu saat jika Aldo keluar dari penjara dia boleh mengambil putrinya." Arief.
"Lagi pula aku rasa meski Aldo keluar, nantinya ia juga akan tinggal bersama kita, begitu pun Asyia.Jadi kau tenang saja Asyia tetap akan bersama kita." Arief.
"Iya Mas, tapi bagaimana jika ibu kandung Asyia yang ingin mengambil Asyia dari kita?" tanya Dinar.
"Tak perlu khawatir, Amora akan keluar dua puluh tahun lagi. Jadi Amora tak akan bisa merebutnya karna setelah anak berusia delapan belas tahun ia berhak menenentukan pilihan hidupnya sendiri. " Arief.
Dinar sudah terlanjur menyayangi Asyia, ada kekhawatiran pada dirinya jika ada orang yang akan membawa Dinar pergi dari nya.
Dinar mencium bayi tersebut, bayi yang tak rewel, lucu dan menggemaskan.
Mereka pun melanjut kan perjalanan pulang.
Dinar merasa bahagia, sekarang ia merasa sedikit lega meninggal kan keluarga nya di kampung tanpa khawatir tentang masalah ekonomi keluarganya, Karna Arief sudah berjanji akan menafkahi keluarganya.
Beberapa Jam dalam perjalanan mereka pun sampai di rumah.
Hari sudah sore kala itu.
Arief membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan Dinar beristirahat di kamar tersebut.
Karna kini kamar tersebut bukan lagi miliknya saja, tapi juga milik Dinar dan Asyia.
Rasa lelah mendera sekujur tubuh Dinar, setelah meletakan Asyia ia pun kembali berbaring memeluk Asyia.
Arief memindahkan barang-barang Asyia di kamarnya dan tersenyum melihat Dinar yang kembali tertidur.
perjalanan yang mereka lalui memang melelah kan.
Setelah berberes sebentar Arief tergoda untuk Tidur, tubuhnya memang terasa letih.Namun ada hal lain yang membuat tergoda.
Di lihatnya sang istri yang tertidur pulas Arief ia kembali ingat dengan indah nya malam pertama yang mereka lalui, ia pun merebahkan kan tubuhnya perlahan di samping Dinar kemudian memeluknya.
Arief mencoba memejamkan matanya.Namun tiba-tiba Dinar membalikan tubuhnya dan memeluknya.
Arief tersenyum kemudian mencium kening Dinar mesra, gadis itu langsung memeluknya seperti memeluk bantal guling.
Karna perlakuan Dinar tersebut hasrat muncul di hati Arief .
__ADS_1
Tak hanya kening, ciuman pun perlahan turun kebibir Dinar.
Dinar membukanya sedikit mata dan langsung tersenyum ke arah Arief.
Mereka berbalas senyum , kemudian ciuman tersebut semakin dalam. pertempuran hangat di sore itu tak terelakan lagi.
***
Tuan Alex berjalan dengan angkuh kembali setelah perusahaannya mendapatkan suntikan dana dari tuan Demian.
Kini keuangan perusahaan nya kembali sehat, Alex pun kembali bangkit dan memulai visi misinya untuk menghancurkan perusahaan Hasta Raja Prawira.
Ia pun mengadakan rapat pimpianan bagian divisi keungan produksi dan pemasaran.
Rapat kali ini di pimpin langsung olehnya
"Saya ingin kita merubah strategi pemasaran produk, memperbaiki kualitas produk dengan harga jual yang sama, bagaimana produk kita harus bisa bersaing baik dalam pemasaran, kualitas maupun harga dengan perusahaan Hasta Raja Prawira."
"Tapi Pak! jika mengadakan promosi besar besaran itu akan menelan biaya yang tak sedikit, sedang kan perusahaan kita baru produktif kembali, kita juga harus memikir nasib karyawan yang sedang di rumahkan saat ini," sanggah salah satu perserta rapat.
"Urusan karyawan nanti saja kita pikirkan! yang terpenting produk kita bisa laris di pasaran seperti dahulu, kita harus bisa bersaing dengan produk Hasta Raja Prawira."
"Tapi pak! jika kita tak memberi hak karyawan mereka akan berdemo dan menuntut perusahaan kita, produksi pun akan mengalami kendala." protes salah satu anggota rapat.
"Kita beri alasan pada mereka jika keungan perusahaan sedang tidak sehat, jika produksi produk kita sudah stabil baru kita bayar hak mereka.Rapat ini saya tutup." tuan Alex menutup rapat secara sepihak.
Setelah memimpin rapatnya , Alex kembali ke ruangan nya.
"Kali ini aku akan menghancurkan mu Barley!"
"Akan ku buat perusahaan mu hancur, ha ha ha," tawa jahat Alex terdengar menemui ruangan tersebut.
***
Karna tuan Marco sedang sakit Barley pun membatalkan kepulangannya.
Tuan Marco hanya bisa duduk di kamar di temani sang istri.
Tuan Marco berbaring terlentang, pinggan begitu sakit.
Bergerak saja ia kesulitan.
Untuk mengurangi rasa sakit Wati menggunakan obat-obatan yang tersedia di warung terdekat sementara Barley dan Santi mereka menebus obat di apotik setelah konsultasi dengan dokter keluarganya.
"Bagaimana mana Daddy setelah di tempel koyo?"
"Lumayan Mommy . Daddy ingin cepat sembuh biar bisa melanjutkan ronde kedua yang tertunda," ucap lirih sambil meringis.
__ADS_1
"Aduh Daddy tunggu benar-benar sembuh dulu Daddy, jangan pikir hal itu dulu Kenapa sih? " dengus Wati.
"Tapi kalau ngak di keluarin, jadi sakit kepala Mommy." keluh tuan Marco lagi.
Setelah menebus obat di apotik Barley kembali menemui tuan Marco.
"Daddy ini obat syaraf nya, harus di minum dan perbanyak istirahat," ucap Barley sambil menyodor kan obat tersebut.
Marco langsung meraih obatnya.
"Mommy, tolong ambil air minum aku mau minum obat!" perintahnya.
Wati langsung beranjak mengambil air minum untuk minum obat.
Barley dan Santi saling melempar senyum melihat Daddynya dan Wati.
"Semangat sembuh Daddy! ronde ke dua belum selesai , "ledek Barley.
Mereka pun mentertawakan tuan Marco.
Setelah meminum obat tersebut Marco merasa lebih baik, kini ia lebih leluasa menggerakan tulangnya.
Waktu menunjukan pukul sepuluh malam.
Setelah aktifitasnya seharian, ia pun berniat untuk beristirahat di lihatnya kearah tuan Marco yang seperti terlelap.
Wati menutup matanya namun ia kembali terbuka lebar ketika merasa ada tangan yang merayap di tubuhnya.
Di liriknya kearah samping tuan Marco yang tersenyum mesum kearahnya.
"Ronde dua Baby? " ucapnya dengan senyum mesumnya.
"Daddy, jangan nekad! nanti encoknya kambuh," dengus Wati.
"Ngak apa encok kambuh ada obatnya, dari pada kepala Daddy berdunyut terus lebih tersiksa," ucapnya sambil menaik turunkan alisnya.
Hah, Wati menghela napas panjang.
"Bener bener nekad nih, orang." dengus Wati yang hanya bisa pasrah saat tuan Marco melepas penutup tubuhnya.
Dengan bermodal nekad dan obat syarafnya tuan Marco bertekad menyelesaikan misinya.
Dengan gerakan slow motion ia bergerak, maju mundur di atas tubuh istrinya yang terlihat pasrah namun menikmati permainan tuan Marco tersebut.
Akhirnya setelah berayun-ayun dengan gerakan slow motion selama setengah jam tuan Marco pun berhasil menyelesaikan misi dengan selamat dan sukses.
Wkwk, bersambung reader.Terima kasih atas dukungannya, love u All
__ADS_1