
Setelah ungkapan dari Andhra.
Asyia terus menyembunyikan wajah nya yang merona dengan senyuman yang tak pernah lepas darinya.
"Asyia lihat aku dong! kenapa kamu menundukkan kepa terus sih?" tanya Andhra dengan tatapan yang terus mengarah ke Asyia.
Membuat Asyia semakin salah tingkah.
Andhra menarik tangan Asyia kemudian menggenggam nya kembali.
"Aku jadi malu Ndra. Aku ngak pernah dengar ini sebelumnya," jawab Asyia dengan gerogi.
"Ehm, aku juga ngak pernah menyatakan ini sebelumnya. Aku juga tak mengerti kenapa aku hanya ingin bersama kamu Asyia.
"Mungkin k amu adalah gadis yang istimewa yang pernah aku kenal. Kamu tak mudah menyerah. Hati dan pikiran kamu bersih, itulah yang membuat aku tak bisa jauh dari kamu Asyia," ucap Andhra sambil menatap lekat Asyia.
Kedua netra merekapun bertemu saling menatap dengan tatapan berembun. Andhra semakin menatapnya lekat, hingga bulir bening pun menetes kembali di pipi Asyia.
"Kenapa menangis lagi Asyia? kamu ngak suka ya?
"Hiks hiks hiks, Bukan begitu Ndra. " Asyia menjeda Kata-katanya seraya menyapu air matanya yang semakin deras mengalir.
"Aku ngak pernah menyangka hal ini bisa terjadi di hidup aku Ndra. Aku.., selama ini aku sudah merasa bahagia karena di cintai dan di sayangi oleh keluarga ku. Hingga aku selalu bersemangat untuk menjalani hidup ini, walau kadang kala aku selalu merasa tersiksa dengan penyakit ini, tapi demi mereka, aku kuatkan diri ku. Hiks hiks. Dan di hari ini aku pun semakin berharap agar bisa hidup lebih lama . Aku ingin menjadi orang dewasa kemudian bisa menikah dengan orang yang ku cintai, padahal sebelumnya hal itu tak pernah ada dalam pikiranku , tak pernah terbesit sedikitpun, meski hanya dalam khayalan ku saja Ndra. Karena aku sadar, selain keluarga ku , tak akan pernah ada yang mencintai ku," ucap Asyia dengan bibir gemetar dan suara yang parah dan lirih.
Andhra pun ikut meniti kan air matanya menatap seseorang yang hampir putus asa. Ia pun bangkit dan memeluk Asyia yang sedang menangis.
"Kamu ngak usah sedih lagi. Kamu berhak punya mimpi dan khayalan kamu sendiri. Bayangkan kan saja jika kamu memiliki masa depan yang indah dan cerah. Memiliki pasangan hidup dan hidup bahagia bersama sampai hari tua. Jangan pernah takut untuk melakukan itu, bukankah Tuhan menciptakan mimpi agar menjadi gambaran untuk kita mewujudkannya.Dan aku yakin kamu juga mampu untuk mewujudkan nya Asyia, Aku akan tetap di sini bersama kamu Asyia, akan selalu mendukung kamu. Selama di sini kita bisa berlajar bersama lewat Daring. Aku akan temani kamu, sampai kita bisa pulang Sama-sama dan kembali ke tanah air lagi. "Andhra.
Hua tua hua, Asyia menangis semakin kencang, semakin terharu atas sikap Andhra terhadap nya.
"Jangan sedih lagi . Aku memang ngak bisa berjanji apa-apa sama kamu Asyia.Karna kita masih akan mengejar mimpi. Aku hanya ingin kau cepat sembuh dan hidup dengan normal. Setelah mengejar cita-cita dan impian kita, baru lah kita akan mengejar cinta. Aku yakin jika jodoh kita pasti bisa bertemu. "Andhra.
"Iya Ndra. Aku tahu, tapi terima kasih atas perhatian kamu terhadap ku, jujur aku terharu. Tapi aku tak bisa mengatakan apa-apa."
"Ngak usah di ungkapan, cukup Sama-sama tahu saja. " Andhra.
"Iya Ndra," Asyia pun tersenyum.
__ADS_1
Mereka pun mengurai pelukan, Andhra kembali duduk di kursinya.
Mereka hanya bisa melemparkan senyum seraya tertunduk malu-malu.
Sebenarnya mereka mereka memiliki perasaan yang sama. Namun, baik Andhra maupun Asyia sudah berjanji pada orang tua mereka, jika mereka tak akan berpacaran selama masa sekolah. Sebagai anak berbakti, mereka harus menepati janjinya.
Biar lah itu hanya akan menjadi rasa di antara mereka, tanpa status yang mengikat. Lagi pula masih terlalu dini bagi keduanya untuk menjalin hubungan yang lebih serius.
Biar saja waktu yang menentukan kisah cinta mereka, akan sampai dimana. Apalagi kedua nya punya Cita-cita dan impian yang berbeda.
Asyia dan Andhra pun ngobrol dan bercanda, sampai Asyia kembali tidur karna lelah.
Andhra menarik selimut untuk Asyia, setelah itu ia pun kembali tidur di atas kursi dengan kepala yang rebah di tempat tidur Asyia.
***
Waktu tak terasa berlalu, setelah dua puluh jam penerbangan, mereka pun tiba di salah satu bandara di New York.
Untung saja kondisi kesehatan Asyia tak menurun saat berada di pesawat, justru keadaan nya semakin membaik dan mendekati stabil.
Setelah pesawat melakukan pendaratan,Asyia kembali di persiapkan kembali untuk masuk ke dalam mobil ambulan.
Tak hanya Asyia, semua penumpang juga merasa lelah, karna lamanya perjalanan. Untung selama di perjalanan mereka tetap bisa menikmati fasilitas hiburan seperti tontonan dan makanan yang enak dan sebagainya.
Setelah persiapan Asyia lengkap. Asyia di bawa turun dari pesawat dan langsung menuju ambulan.
Kali ini Andhra kembali tak bisa ikut mobil Ambulan untuk mendampingi Asyia. Karna kapasitas mobil yang tak memungkinkan.
Mereka pun langsung menuju rumah sakit.
Butuh waktu sekitar empat puluh menit dari bandara untuk sampai di rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit Asyia langsung mendapatkan penanganan oleh dokter spesialis jantung.
Setelah di pindah kan ke ruangan barulah mereka bisa beristirahat.
Aldo dan Delia baru saja tiba dari perjalanan mereka, Mereka langsung menghampiri Asyia yang terbaring lemah untuk mengobati kerinduan mereka.
__ADS_1
Asyia tersenyum ketika menyadari kehadiran Ayah dan ibunya.
"Asyia sayang," ucap Aldo seraya memeluk putrinya haru.
"Ayah hiks," Asyia pun menangis dalam rangkulan Aldo.
Keduanya melepas rindu. Betapa khawatir nya Aldo terhadap Asyia, Ia pun mencium-cium pipi , kening dan pucuk kepala Asyia dengan penuh kasih sayang.
"Asyia sayang, ayah kangen, Ayah khawatir sekali sama kamu Nak," ucap Aldo dengan berlinang air mata.
"Asyia juga kangen sama ayah dan ibu," ucap Asyia dengan lirih.Ia pun menghapus air mata Aldo.
"Raihan mana Bu? " tanya Asyia yang mencari keberadaan adiknya.
"Raihan bersama Bi Dinar. Kamu tenang saja, Kami di sini akan bersama kamu Nak. Kamu harus kuat dan semangat ya! Kamu pasti sembuh Nak, hiks." Delia memeluk Asyia.
"Iya Bu terima kasih, Asyia janji akan bertahan semampu Asyia. "
Delia menggenggam tangan Asyia. "Itu baru anak ibu."
Aldo duduk di samping Asyia seraya membelai rambut nya.
"Tentu semangat dong Bu, lihat saja! ada pangeran tampan yang selalu di samping nya, "ucap Aldo sedikit berbisik.
Delia dan Aldo pun tersenyum melirik ke arah Andhra. Sementara Andhra tertunduk dan tersipu, karna tahu mereka sedang membicarakan dirinya.
"Ehm Ayah, selalu godain Asyia," ucap Asyia jengah.
"Ehm, tuan putri ayah. Grogi ya, " ucap Aldo sambil mencolek pipi Asyia.
Baik Andhra dan Asyia jadi sama grogi.
Bersambung.
Selamat pagi reader semua. semoga sepanjang hari ini kita semua berbahagia. Wah ๐ author up pagi-pagi nih. Moga bisa up sore nanti lagi yah.
Sambil nunggu author up, mampir yuk di karya author lainya yang ngak kalah seru ๐๐ dengan judul: Mengandung Benih Ceo Kejam.
__ADS_1