
Miranda berlari kecil menuju kamarnya ia lupa karna telah meninggalkan suaminya tersebut dalam keadaan bugil di kamar mandi dengan busa sabun dan air kran yang mengalir.
Ae ae ee, tuan Alex sudah menangis tergugu, bibirnya membiru dengan tubuh yang gemetar.
Miranda merasa bersalah sekaligus syok melihat keadaan suaminya.
"Ya ampun! maaf ya Papi! aduh pasti Papi merasa kedinginan." Miranda.
Ia pun menghangatkan kembali air mandi suaminya kemudian memandikan suaminya.
Hiks hiks , tuan Alex tetap menangis. Dirinya sedih karna istrinya bisa lupa dan meninggalkan dirinya yang hampir mati karna kedinginan.
"Maaf ya Papi, Mami lupa, habisnya tadi Cintya bikin Mami panik. Katanya suaminya meninggal ternyata cuma pingsan karna dehidrasi. Huh bikin heboh saja." Miranda.
Ia pun menyiram air hangat ke tubuh suaminya.
Tuan Alex pun berheti menangis, tubuhnya menggigil kemudian di selimuti dengan handuk.
Setelah memandikan suaminya tersebut ia kembali ke kamar mereka.
***
Cintya menyodorkan segelas air untuk tuan Demian.
Dengan segera tuan Demian meneguk habis minuman tersebut karna merasa begitu haus, tubuhnya yang kering semakin kering saja.
"Aa' kenapa sih Aa sampai pingsan, bikin aku panik saja." Cintya.
"Habisnya Aa' lelah banget Neng, gila tuh tissu bikin tenaga Aa terkuras, tahu gitu mending Aa minum jamu," ucap dengan napas yang terengah-engah.
"Ih, Aa' untung cuma pingsan kalau meninggal kan Eneng susah cari kayu lapuk serasa kayu belian, "ucapnya sambil tersenyum nakal.
"He he he, malam ini Aa istirahat dulu ya." tuan Demian meminta ijin.
"Iya Aa, besok lagi aja ya lanjutin nya, cetus Cintya dengan senyum mesumnya.
Glek, tuan Demian menelan ludahnya. Ia bergedik ngeri melihat Cintya yang tersenyum mesum ke arahnya.
'Umur setua ini, tetapi, baru kali ini dapat lawan yang seimbang, tapi ngeri juga ya, 'batin tuan Demian, ia pun merinding.
Tuan Demian turun dari ranjang untuk menutupi bagian vital tubuhnya karna sedari tadi tatapan Cintya selalu mengarah ke arah benda pusaka tersebut.
Setelah memakai pakaian lengkapnya tuan Demian buru -buru naik ke atas ranjang kemudian menutup tubuhnya dengan selimut dan pura-pura tertidur.
Cintya merebahkan tubuhnya, tanganya masih merayap menggerayangi tubuh tuan Demian.
Seketika bulu kuduk tuan Demian berdiri merinding, ia pun menggigil karna takut di perkosa oleh Cintya.
***
Waktu yang di tunggu Barley pun tiba setelah penantian panjangnya selama empat puluh hari pasca istrinya melahirkan.
Sore ini Barley pulang dengan senyum yang sumringah.
Ia masuk ke kamar dan menemui anak dan istrinya.
Santi sedang menidurkan baby Andhra di tempat tidur mereka, dengan memberinya ASI.
Dengan mengendap ngendap Barley mendekat ke arah Santi agar putranya tersebut tak terbangun.
Dengan perlahan ia menghampiri Santi yang berbaring miring.
Tangannya merayap menyusuri setiap lekuk tubuh istrinya.
"Sayang, waktunya buka puasa," bisiknya pada Santi.
Shut, Santi menempelkan jari telunjuknya pada bibir memberi isyarat pada suaminya agar tak berisik.
Barley terdiam beberapa saat. Menunggu sang Putra terlelap, rasanya ia sudah tak sabar untuk kembali menikmati tubuh istrinya.
Baby Andhra pun tertidur pulas, dengan hati hati Santi melepas dekapannnya kepada baby Andhra.
Setelah terlepas, Ia pun berbalik ke arah Barley yang menatapnya dengan tatapan penuh damba.
Barley langsung mendaratkan kecupan pada bibir Santi.
"I miss you," ucapnya kemudian memperdalam ciumanya.Beberapa lama bibir Mereka saling bertaut dan menyesap.
Barley melorotkan linggeri yang di kenakan Santi sambil mengulum bibir istrnya.
Santi memang sudah mempersiapkan semuanya, karna sebelumnya Barley sudah menelponnya sebelum pulang dari kantor.
Santi melepaskan kancing kemeja suami, ia juga sudah rindu untuk melakukan penyatuan dengan suaminya tersebut.
Keduanya sama-sama melepas pakain pasangan mereka masih dalam keadaan saling mencumbu.
__ADS_1
Beberapa saat keduanya sudah bugil dan hendak memulai pertempuran perdana, gairah Barley sudah berada di ubun-ubun, ia pun segera mengkung tubuh istrinya dan hendak memasukan senjatanya.
Eak... eak.. tiba tiba saja baby Andhra menangis.
Dengan reflex Santi mendorong suaminya ke arah sampibg hingga Barley terjungkal ke bawah lantai.
Barley pun tiarap dengan menindih burungnya yang masih dalam keadaan nengembang.
"Akh! " pekiknya
Seketika ia langsung berdiri dan mengamati belalainya, takut ada yang cedera.
"Huh, untung saja tak sampai gepeng," ucap Barley sambil mengelus benda pusaka miliknya.
Santi meraih linggerinya dan kembali memakainya, kemudian meraih baby Andhra yang masih menangis.
Eak eak, tangis baby Andhra begitu nyaring
"Cup cup cup ," ucap Santi membujuk putranya, ia pun berdiri dan menggoyang goyangkan tubuh Baby Andhra.
Barley menggaruk kepalanya yang tak gatal, sambil mendengus kesal menahan hasratnya yang kembali tertahan.
Mau marah tapi pada siapa?
Akhirnya ia meraih handuk untuk menutupi tubuh polosnya, duduk merenung menahan konaknya.
Barley berusaha menahan kekesalannya.
Santi kembali mencoba menidurkan baby Andhra , namun bayi tersebut enggan tertidur dan malah menangis semakin kencang.
"Cup cup cup, sayang anak mommy kenapa jadi rewel sih? pasti cemburu ya sama Daddy. "
Eak, Eak, bayi tersebut masih menangis.
dengan sabar Santi memberinya asi kembali.
Kemudian kembali meletakan nya di atas tempat tidur dan beberapa saat kemudian Baby Andhra kembali terlelap.
Barley tersenyum menyeringai, ia pun kembali mendekati Santi sambil mengerayanginya.
"Andhra bobo oh Andhra bobo, kalau tidak bobo kasihan Daddy." Santi bernyanyi menidurkan putranya.
Eak, suara baby Andhra terdengar mengguman.
Beberapa saat menunggu Akhirnya putra mereka pun tertidur.
"Mommy, sekarang sudah waktunya, "bisik Barley.
Eak eak eak,tiba-tiba Andhra terbangun dan kembali menangis, ia seolah tak rela jika Daddynya menyentuh mommynya.
"Cup cup cup , Sayang."
Barley semakin meradang ia pun bangkit dari tempat tidurnya.
"Kenapa lagi sih?" dengusnya sambil mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.
Senjatanya sudah terlanjur mengembang dan tak mau tidur sebelum melepaskan pelurunya.
Eak eak, baby Andhra masih menangis
Santi pun kembali bangkit dan menggendongnya.
Setelah putranya terlelap, Santi mencoba untuk meletakannya di atas tempat tidur.Namun setiap kali ia meletakan bayi tersebut, Andhra kembali terbangun dan menangis.
Melihat Putranya tersebut Barley semakin geram.
I"h Tidur dong Nak, Daddy janji ngak dekatin mommy lagi, "ucapnya mengiba.
Eak..eak, Andhra seolah menyahut jika perkataan Daddynya tersebut berbohong.
Barley semakin stress ia sudah begitu ingin melampiaskan hasratnya. Namun putranya tersebut tetap tak mau lepas dari gendongan istrinya.
"Ihh bikin kesel dengus Barley," ia pun menuju kamar mandi untuk berendam agar senjatanya tersebut tak lagi tegak berdiri.
***
Waktu berlalu Barley mondar-mandir di depan tempat tidurnya. waktu menunjukan pukul sembilan malam tapi baby Andhra tak juga mau lepas dari gendongan Santi.
Santi pun harus mengendongnya sampai Andhra terlelap dan bisa di baringkan di atas tempat tidurnya.
Malam semakin larut, mata Barley sudah terasa berat, putranya tersebut masih tak mau lepas dari dekapan Santi.
Karna lelah menunggu, ia pun terlelap.
Hingga waktu menujukan dini hari.
__ADS_1
Santi membuka matanya yang mungkin sedah terlelap beberapa jam.
Ia teringat akan janjinya pada suaminya.
Santi melepas dekapannya secara perlahan agar baby andhra,agar tak terbangun dan ternyata berhasil.
Dengan hati- hati membalikan tubuhnya ke arah suaminya yang terlelap.
Santi tersenyum kemudian mendaratkan kecupan pada bibir Barley.
Seketika Barley membuka matanya dan melihat senyum manis istrinya tersebut.
"Sayang, apa putra kita sudah tidur? " tanyanya dengan tatapan mendamba.
Ehm, Santi mengangguk pelan.
Barley tersenyum bahagia, ia pun segera mengukung tubuh istrinya dan mencumbunya.
Sudah lama ia mengingunkannya.
Secepat kilat Barley memulai serangannya.Melepas semua penutup tubuh istrinya.
Dengan kecupan mesra. di setiap jengkal tubuh Santi.
Barley tiarap di atas tubuh Santi dalam keadaan tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka.
Puas bercumbu, Barley kemudian memasukan senjatanya dengan perlahan.
"Akh! " erangan nikmat yang dirasakan Barley ketika merasakan di cengram dengan hangat dan berdenyut-denyut.
Santi memejamkan matanya, menikmati sensasi yang sudah lama ia rindukan.
Karna tak ingin putranya terbangun Barley mempercepat gerakan memompanya di atas tubuh Santi.
Lengkuhan terdengar lirih ketika senjatanya menerobos keluar masuk kedalam celah sempit sang istri
"Akh ehm, nikmatnya! " guman Barley.
Santi merem melek merasakan sensai dari meriam sakti yang begitu perkasa seperti hendak membelah tubuhnya. Namun terasa nikmat tiada tara.
Setelah berayun Barley menghentak dengan satu hentakan hebat guna mepas larva hangatnya tersebut.
Akh, guman keduanya lirih merasa nikmat tiada tara.
Kemudian ia tumbang di atas tubuh Santi.
Napasnya masih terengah-engah.
"Akh! akhirnya kesampaian juga Sayang, setelah lama menunggu. Jadi lega," guman Barley.ia pun mendaratkan kecupan pada kening istrinya dengan senyum kepuasan.
Santi memeluk tubuh suaminya kemudian mengusap tubuh Barley yang sudah basah oleh keringat.
Keduanya pun saling melempar senyum.
Barley menatap wajah cantik istrinya, setelah berpuasa dalam waktu yang cukup lama kini akhirnya ia kembali merasakan nikmatnya berhubungan bersama istrinya,dan rasanya satu kali saja belum membuat ia merasa puas.
"Sayang, boleh aku minta satu ronde lagi? " tanya Barley.
Santi tersenyum sambil menyentuh wajah tampan suaminya.
"Bo_" kata -kata Santi tersebit teeputus.
Owek oek oek, Baby Andhra kembali menangis.
Barley pun segera melepas senjatanya dari tubuh istrinya.
"Ih dasar ngak bisa lihat orang tua senang saja," dengus Barley.
Oek oek baby Andhra pun kembali menangis.
"Sayang kamu gendong dulu, aku mandi bersih sebentar, "ucap Santi yang langsung berlari ke kamar mandi.
Barley pun mengendong putranya serta menyanyikan lagu agar baby Andhra teelelap.
"Andhra bobo, oh Andhra bobo.Kalau tidak bobo," Daddy yang ngamuk.
Bukanya malah tidur, baby Andhra semakin jadi menangis, ia pun kebingungan mendiamkan putranya tersebut.
Bersambung dulu ya, happy weekend.maaf up telat, biasa hari minggu sibuk.
Ada rekomendasi novel baru untuk kalian nih, siapa tahu suka.
__ADS_1