
Asyia sampai di rumah dan melihat keluarga nya berkumpul.
"Assalamu'alaikum. " Asyia
"Wa'alaikum sallam. "
Mereka semua tersenyum menyapa Asyia.
"Ada apa nih? "tanya Asyia binggung karena melihat semua orang menatapnya dengan senyum simpul kearahnya.
"Sini sayang," panggil Aldo seraya menepuk sofa di sampingnya.
Asyia pun duduk di samping Aldo.
"Ada apa sih Yah? "tanya Asyia.
"Ada yang ingin melamar kamu Asyia, dan Kami semua sudah setuju ,tinggal menunggu keputusan dari kamu saja Nak. " Aldo.
"Melamar?"
"Iya melamar. Ayah sudah tak sabar ingin melihat kamu segera menikah."
"Iya kan Bu? " tanya Aldo pada Delia.
"Iya dong, ibu juga sudah ngak sabar untuk menimang cucu," sahut Delia dengan rona bahagia.
Asyia menatap Aldo dan Delia dengan mata yang berkaca-kaca.Ia tak ingin mengecewakan kedua orang tuanya. Tapi ia juga sudah janji akan menunggu Andhra. Lapi pula Asyia tak menginginkan cinta yang lain selain cinta dari Andhra.
"Tapi Yah, Asyik belum mau menikah. " Asyia coba menolak.
"Asyia, yang melamar kamu ini seorang yang terhormat. Lagi pula usia seperti kamu sudah pantas menikah Nak. Ayahpun jadi tenang jika kamu sudah menikah, apa lagi di nikahi seseorang dari keluarga terhormat." Aldo.
Asyia menekuk wajahnya dengan cemberut.
"Tapi Asyia sudah punya calon sendiri Yah," ucap Asyia lirih.
"Ya sudah kalau memang tak mau. Ayah tolak langsung saja lamaran tuan Barley. " Aldo menggoda Asyia.
Asyia kaget. " Lamaran dari tuan Barley Yah? "
"Iya kenapa? bukannya kamu menolak tadi. "
Asyia tersenyum. "Tuan Barley melamar Asyia untuk Andhra kan Yah? "tanya Asyia dengan bola mata yang berbinar, penuh semangat.
"Emang tuan Barley punya berapa putra? " tanya Aldo seraya mencubit pipi.
Asyia langsung memeluk Aldo.
"Kalau gitu Asyia ngak nolak Yah. "
Ha ha ha, mereka semua mentertawakan Asyia. Asyia tersenyum dan haru mendengar berita tersebut, tanpa sadar ia pun meneteskan airmata bahagianya.
Ha ha ha
"Ayah taulah, pasti kamu ngak nolak kan? "Aldo mengacak kepala Asyia.
__ADS_1
"Tapi Nak , keadaan Andhra tak seperti dahulu. Apa kamu mau menerima Andhra yang hilang ingatan, kakinya juga patah dan harus menggunakan kursi roda? " tanya Aldo.
"Ngak masalah Yah. Apapun keadaan Andhra Asyia siap menerimanya. "
Asyia.
"Kalau begitu besok kita lihat keadaan Andhra. "
"Hah, bearti Andhra sudah ada di sini? " tanya Asyia.
"Iya, Andhra sudah pulang dan besok kita lihat keadaannya."
Asyia merasa bahagia, rasanya ia tak sabar menanti pertemuannya dengan sang pangeran pujaan hati setelah hampir lima tahun berpisah.
***
Barley dan keluarga sedang menikmati makanan malam. Santi sengaja memasak sendiri hidangan kesukaan Andhra.
"Andhra ini mommy masak kesukaan kamu Nak. " Santi menyuap makanan tersebut ke mulut Andhra.
Andhra mengunyah makanan tersebut, tapi tak merespon apa-apa. Itu yang membuat Santi merasa sedih.
Setelah selesai makan Barley mendapat telpon dari Arief.
"Ah jadi bagaimana Rif, apa Asyia dan orang tuanya setuju dengan rencana kita? "
"Alhamdulillah Tuan. "
"Besok rencananya kami sekeluarga ingin melihat keadaan Tuan Muda. Semoga dengan hadirnya Asyia, Tuan muda bisa ingat barang sedikit saja. "
"Iya Rif semoga saja, aku sampai tak tega melihat istri ku yang terus sedih. Segala cara telah ia lakukan untuk membangkitkan kenangan Andhra, tapi tak ada satupun yang Andhra ingat. "
"Syukurlah Rif. Andhra memang butuh istri yang sabar. Semoga dengan hadirnya Asyia dalam keseharian Andhra dan dengan kekuatan cinta, Asyia bisa membuat Andhra segera pulih. "
"Aamiin Tuan. "
***
Asyia berbaring terlentang di kamarnya, tanganya menyimpul ujung bantal guling, dengan mata yang menerawang menatap langit-langit kamarnya.
"Apa yang sedang kamu lakukan di sana Ndra? Aku sudah tak sabar ingin bertemu kamu Ndra. Semoga kamu tak melupakan ku. " Asyia.
Jantung Asyia berdetak kencang, Ia coba untuk memejamkan matanya.Namun, begitu sulit. Rasanya ingin sekali ia menarik waktu agar hari segera berganti. Dan ia segera bisa bertemu Andhra.
***
Keesokan harinya, Asyia dan kelusudah bersiap untuk menemui Andhra.
Hari ini mereka hanya bermaksud menjenguk Andhra. Bagaimana pun keluarga Barley telah banyak berjasa pada keluarga mereka.
Asyia senyum-senyum sendiri dengan jantung yang berdetak, tak sabar untuk bertemu. Semakin dekat dengan rumah Andhra, Jantung Asyia semakin berdetak kencang.
Kini mereka pun tiba di mansion keluarga Andhra.
Rasanya Asyia ingin melompat dan berlari agar segera bertemu sang pujaan hati.
__ADS_1
Namun, Asyia harus menjaga sikapnya. Dengan anggun ia melangkah diantara anggota keluarga yang lain.
Kedatangan mereka juga sudah di sambut oleh Barley dan keluarga.
Setelah memberi salam, mereka pun masuk ke dalam ruang tamu yang lumayan besar tersebut.
Setelah saling menyapa dan berjabat tangan mereka pun duduk, kini tinggal Asyia.
"Asyia apa kabarnya kamu, saya dengar kamu sudah jadi dokter? "tanya Barley.
Asyia tersenyum,
" Belum resmi Tuan, karena beberapa bulan lagi baru menyelesaikan pendidikan profesi saya. "Asyia.
"Wah Andhra beruntung bisa punya calon istri seorang dokter. " Barley.
Asyia tersenyum sembari menundukkan wajahnya yang merona.
Begitupun kedua orang tua Asyia. Mereka senang karena keluarga Barley tak memandang status sosial mereka yang sangat berbeda.
Santi mendorong kursi roda Andhra, menuju ruang tamu. Dari kejauhan Asyia melihat Andhra dengan wajah tertunduk di atas kursi roda. Seketika bulir bening menetes di pipinya. Rasa rindu itu kembali mengguncang hasratnya untuk segera menghampiri Andhra.
Bola mata Asyia memerah dengan bulir-bukir yang terus menetes. Andhra tetap lah Andhra yang dulu. Lima tahun tak bertemu tak sedikit pun melunturkan rasa cintanya terhadap pangeran tampan yang kehilangan ingatan tersebut.
"Andhra," sebut Asyia dengan bulir air mata yang menggsntung di dagu. Seketika air mata itu meluncur karna terdorong bulir-bulir lainya.
Barley melihat sorot mata Asyia yang terpaku pada sang putra.
"Hampiri saja dia. Mungkin kehadiranmu bisa membuatnya mengingat sesuatu." Barley.
Mendengar ucapan Barley tanpa sungkan Asyia menghampiri Andhra.
"Andhra, "panggil Asyia.
Andhra menoleh ke arah Asyia, kemudian beberapa saat menatapnya . Bulir bening menetes di pipi Andhra dengan jantung yang memompa dengan cepat. Meski memori Andhra telah hilang sebagian besar, tapi jantung hatinya tak akan lupa , yang akan terus berdetak dengan irama yang sama dengan detak jantung Asyia
Santi syok melihat reaksi dari Andhra yang menitikan air matanya ketika menatap Asyia.
Begitupun Asyia yang tengah menatap dengan tatapan berembun.Sementara jantung dan hati mereka menggetarkan nada yang sama.
Asyia berlutut di hadapan Andhra mensejajarkan posisinya terhadap Andhra yang duduk di kursi roda.
Asyia mengurutkan tangannya perlahan kemudian menggenggam erat tangan Asyia.
"Ndra, apa kau masih ingat dengan ku? " tanya Asyia dengan bulir mata yang berderai.
Andhra terus menatap Asyia, tanpa menjawab.
"Ndra, aku Asyia. Apakah kau sudah lupa pada ku? " tanyanya lagi.
Andhra tetap menatapnya.
"Asyia? " Andhra mengguman.Tiba-tiba kepalanya kembali merasakan sakit.
"Akh! "Andhra memegang kepalanya yang terasa begitu sakit, saking sakitnya Andhra sampai pingsan.
__ADS_1
"Andhra! "
Bersambung dulu ya gens. maaf hari ini author up satu bab dulu ya. Sibuk real 🙈