Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Di Atas Pusara


__ADS_3

Pak Rt menghampiri rumah yang sempat di tinggali Amora.Ia pun membantu mengevakuasi Asyia dan membawanya ke tempat yang lebih Aman.


Setelah Asyia sadar pak Rt menceritakan kronologis di temukannya jenazah Amora.


Asyia semakin terguncang, setelah beberapa saat dan Asyia kuat ia pun meminta pak Rt untuk menunjukkan pusara sang ibunda.


Tubuh Asyia yang lemah di bopong Andhra menuju pusara sang ibunda.


Setiap langkah hanya terdengar isak tangis dan panggilan lirihnya kepada ibunda yang telah tiada.


Andhra membiarkan Asyia menangis, setidaknya ia tak akan menendam perasaannya di dalam hati. Bebannya pun akan berkurang dengan tangisan tersebut.


Pak RT melewati beberapa blok makan hingga sampailah mereka pada sebuah makan dengan nama Amora Felicia.


Melihat batu nisan yang berdiri di atas sebuah gundukan tanah ,tubuh Asyia kembali lemas, seketika ia berlultut di samping pusara ibunya.


Hiks hiks hiks hiks.


Asyia tak mampu menyembunyikan kesedihannya, ia yang begitu rindu ingin bertemu sang ibunda, langsung memeluk pusara tersebut.


"Ibu hiks hiks hiks," Ratapnya lirih.


Tangisnya lirih semakin menyayat hati. Tak hanya untuk dirinya, tapi juga Orang-orang yang ada bersamanya saat itu.


"Ibu hiks hiks hiks, "hanya kata ibu yang mampu keluar dari bibirnya yang genetar.


Pak Rt menghampiri Asyia.


"Nak, ibumu sudah tenang disana. Jangan menangisinya dengan berlebihan. Jika kamu sedih, ia pun akan sedih, " nasehat pak Rt seraya mengusap kepala Asyia.


Hiks hiks hiks.


Asyia mendengar nasehat tersebut, ia pun coba menahan isak tangisnya.


Asyia mengangkat tubuhnya melihat tulisan pada baru nisan Amora.


Ia melihat tanggal Amora meninggal.


Sekali lagi dadanya terasa sesak. Ternyata sang ibunda meninggal tepat ketika ia menjalani operasi jantungnya.


Hiks hiks hiks, sekuat tenaga coba menahan tangis hingga tubuhnya berguncang. Namun apadaya ia tak kuasa mengontrol dirinya yang sudah begitu sedih. Asyia pun kembali menangis.


"Hiks ibu hiks hiks."


Andhra semakin kasihan melihat Asyia. Baru saja Asyia bahagia dengan hidup barunya.


Ia pun menarik tubuh Asyia agar tak bersandar pada baru nisan.


"Sudahlah Asyia, dengar apa kata pak Rt. Ibumu sudah tenang. Bukan kah kau selalu bermimpi tentangnya, itu berarti dia hidup dalam hati mu. Jika kau rindu kau do'akan saja dia. Kau pasti akan bertemu dengannya, meski hanya di dalam mimpi. " Andhra.


Hiks hiks. Asyia masih menangis tergugu menatap pusara sang ibunda.


"Benar Nak. Ibumu akan merasa beruntung dan berbahagia, jika kau iklas melepaskan kepergiannya, yang di butuhkan ibumu saat ini adalah doa-doa dari anak-anak shaleha seperti mu Nak," nasehat Pak Rt.


Asyia kembali menghapus air matanya, ia pun duduk bersimpuh kemudian menadah tangan keatas.


"Ndra, bantu doa untuk ibuku ya. "

__ADS_1


"Iya Asiya. "


Doa pun di pimpin oleh pak Rt. dengan membaca surah Yasiin di ikuti dengan doa memohon ampunan untuk orang tua.


Sepanjang pembacaan doa, air mata Asyia tak henti-hentinya memetes.


Selesai berdoa Asyia sedikit tenang. Dengan perlahan ia pun bisa menerima kenyataan


Asyia meletakkan buket bunga tersebut di atas pusara sang ibunda.


"Selamat Jalan ibu hiks, semoga ibu tenang di sana dan ibu senantiasa di jaga oleh Tuhan yang maha Esa. Asyia akan terus berdoa untuk ibu hiks hiks, Asyia sayang ibu," ucapnya dengan hati yang tegar, meski bulir bening kembali yang menetes di pipi.


"Nak, ada beberapa barang peninggalan ibumu yang saya simpan. Jika kamu mau, bawa saja barang-barang tersebut sebagai kenang-kenangan untuk kamu." Pak Rt.


"Iya Pak. "


Setelah beberapa saat berada di pemakaman tersebut, mereka pun memutuskan untuk kembali.


Dengan tubuh yang masih lemah, Andra membantu Asyia untuk kembali ke rumah Pak Rt.


Setibanya di sana. Pak Rt menyerahkan beberapa barang milik Amora di antaranya pakaiannya.


"Ini Nak beberapa pakaian ibu mu. "


Ucapnya seraya menyerahkan sebuah kardus yang sudah di lakban.


"Kami sengaja menyimpan barang-barang peninggalan Almarhumah, agar ketika pihak keluarga mencari keberadaan beliau, ada sedikit kenang-kenangan yang tertinggal dari almarhum. "Pak Rt.


"Terima kasih banyak Pak, tapi jika boleh saya tahu apa penyebab kematian ibu saya hiks? "tanya Asyia sedih.


"Menurut hasil pemeriksaan rumah sskit, ibu anda mengalami serangan jantung mendadak."


'Ibu apakah ibu menukar jantung ibu, untuk kehidupan Asyia. ' batin Asyia lirih.


Setelah berbasa-basi sebentar mereka berdua pun memutuskan untuk pulang.


Di dalam mobil Asyia langsung menelpon kedua orang tuanya, mengabari berita tersebut.


"Hallo Assalamu'alaikum Yah. " Asyia.


"Waalaikum sallam, Asyia kamu kenapa? " tanya Aldo khawatir karena mendengar suara Asyia yang terdengar parau.


"Hiks ibu... ibu..hiks, "Asyia kembali bersedih sulit baginya untuk mengatakan jika ibunya sudah tiada.


Aldo semakin khawatir.


"Ada apa Asyia? ibu kamu kenapa? " tanya Aldo dengan nada yang mendesak.


"Ibu sudah meninggal Yah, hiks hiks. "


Aldo tergamam, bulir bening pun menetes di pipinya.


Delia menghampiri Aldo.


"Bang kenapa? " tanya Delia yang mengejutkan Aldo.


Aldo menjauhkan telponya, saat itu yang terdengar hanya suara tangis Asyia.

__ADS_1


"Amora telah meninggal dunia."


"Hah! " Delia tak kalah kaget.


"Innalillahi wainnailaihi rajiun. "


Aldo menutup terlponnya.


"Kasihan Asyia Yah. Dia pasti sedih banget. "


"Iya Bu. Ayah tak menyangka jika, secepat itu Amora akan pergi.Semoga ia pergi dalam keadaan khusnul khotimah. " Aldo.


"Amin Yah. "


"Ayo Yah, kita pulang. Kasihan mbak pasti dia sedih sekali. "


"Iya Bu. "


***


Asyia sudah sampai di rumahnya, di dalam kamarnya ia membuka kardus. Asyia membongkar pakaian Amora, di dalam kardus tersebut ada beberapa barang berharga, seperti emas dompet dan selembar foto Amora.


Asia menatap foto tersebut dengan linangan air mata.


"Asyia kangen ibu hiks," ucap sambil memeluk foto Amora.


Beberapa saat menangis ia melihat beberapa perhiasan peninggalan Amora.


"Asyia akan sedekah ini bu di panti asuhan, semoga bisa menambah amal baik ibu, jalan ibu menuju surga semoga semakin di mudahkan Aaminn. "


Aldo dan Delia menghampiri kamar Asyia.


Melihat kedua orang tuanya Asyia langsung berdiri dan menghambur memeluk mereka.


"Ayah- ibu, Ibu Asyia sudah tiada, maafkan beliau jika ada salah sama Ayah atau pun ibu, " tutur Asyia bersedih.


"Iya Nak. kamu juga harus iklas ya. Selalu jadi anak yang baik dan berbakti, agar ibu mu bangga melihat mu. " Aldo.


"Iya Ayah. "


Mereka pun kembali menenangkan dan mensuport Asyia. Seiring berjalannya, waktu, Asyia sudah bisa melupakan kesedihannya.


Dengan keadaanya saat ini Asyia tumbuh jadi gadis yang makin pintar dan rajin beribadah.


Bersambung.


Ah beberapa episode lagi kita lanjut ke kisah cinta Asyia ketika mereka dewasa ya. Apakah mereka akan berjodoh.


Cus nantikan kisah selanjutnya.


Eh dari pada bengong nunggu author up 😅 mending mampir ke novel author yang ngak kalau seru loh 😅🙏😊


Mengandung Benih CEO kejam.


Assalamu'alaikum wr. wb


__ADS_1



__ADS_2