Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Ada apa?


__ADS_3

Andhra berjalan melewati koridor. Ia pun menyentuh bibirnya yang masih terasa manis akibat ciuman tanpa sengaja bersama Asyia.


'Ehm, Kenapa jantungku jadi berdetak aneh seperti ini ya. Apa ini artinya ciuman pertama ku? ' batin Andhra.


"Tapi kenapa harus dengan gadis vampire itu? " gumannya lagi.


Andhra pun masuk ke kelasnya. Seketika dirinya kembali menjadi pusat perhatian.Namun mereka tak ada yang berani menegur atau bertanya sesuatu tentangnya.


"Selamat pagi pak guru, maaf saya terlambat." Andhra.


"Iya tak apa silahkan duduk saja. "


Pelajaran pun di mulai.Namun ada perasaan gelisah di hati Andhra, ia terus menyentuh bagian bibirnya yang terasa aneh.


Andhra mencoba menutup matanya untuk melupakan kejadian tersebut, tetapi yang terbayang justru wajah Asyia yang pucat.


Pandangan matanya tertuju ke arah depan dengan pikiran yang melayang jauh entah kemana.


Treat ...bunyi Alaram istirahat.


Para siswa pun keluar dari ruangan kelas mereka.


Asyia masih berada di kelasnya sementara teman-temannya yang lain mereka berhamburan keluar dari kelas untuk beristirahat. Kebajakan mereka langsung menuju kantin. Tinggalah Asyia sendiri berada di dalam kelas.


Asyia membuka bekalan sekolah yang di siapkan oleh Delia. Ia pun tersenyum. Ibu memang selalu memberiku yang terbaik," ucapnya ketika menikmati sayur dan telur ceplok.


Asyia tak boleh mengkomsumsi terlalu banyak makanan yang berminyak. Meski ia merasa bosan dengan menu itu-itu saja, tapi ia harus tetap menjaga pola makannya agar ia tak menjadi sakit dan tak menyusahkan kedua orang tua serta paman dan bibinya.


Tok.. tok pintu kelas di ketuk beberapa kali.


Asyia tersenyum melihat siapa yang datang.


"Raffa, "sapa Asyia.


"Mbak, lagi makan ya?" tanya Raffa yang langsung duduk di samping Asyia.


"Kamu ngak jajan di kantin? " tanya Asyia.

__ADS_1


"Ngak,aku khawatir sama mbak Asyia.Tadi kan mbak sempat pingsan."


Asyia tersenyum."Iya Raffa tapi sekarang sudah tak apa-apa."


Ehm Raffa melirik ke arah Asyia.


"Hm sepertiya enak mbak, pasti masakan bibi. Bagi dong! " Raffa.


"Ehm, kamu mau? tapi sendoknya cuma satu, dan itu sudah mbak pakai. "


"Memangnya kenapa? ayo suapin aku!" pinta Raffa seraya membuka mulutnya.


Asyia terseyum sambil menyendokkan suapan ke mulut Raffa.


"Raffa,kamu ngak jijik apa makan satu sendok dengan Mbak Asyia? Mbak kan penyakitan," cetus Asyia.


"Ngak kok Mbak. Penyakit kakak kan ngak menular. "


"Kak sudah dapat teman baru? "tanya Raffa.


"Belum, "sahut Asyia sambil menyuapi Raffa kembali . "Ada juga sih beberapa teman SMP kakak yang satu kelas. "


Mendengar pertanyaan itu Asyia kembali teringat dengan pertemuannya bersama Andhra di lift.


Asyia kembali menyentuh dadanya yang kini terasa sakit,tak hanya bertemu dengan Andhra saja, tapi juga mendengar namanya saja jantungnya kembali berdebar kencang.


Asyia diam sejenak untuk meredakan detak jantungnya yang berdetak kencang.


"Mbak kenapa? " tanya Raffa.


"Ehm ngak." Asyia kembali menegakkan tubuhnya agar terlihat tak terjadi apa-apa.


Asyia kembali menyuapi Raffa , ia sendiri sudah kehilangan selera untuk makan. Sementara Raffa menikmati suapan dari Asyia yang menurutnya sama lembutnya dengan suapan sang ibunda.


"Raffa, mbak boleh tanya sesuatu ngak? "


"Tanya apa? " sahut Raffa.

__ADS_1


"Kalau kita dekat atau bertemu atau mendengar nama dari seseorang, jantung kita itu berdetak sangat kencang, itu artinya apa sih Raffa? " tanya Asyia.


Raffa menatap lekat Asyia yang menatapnya.


" Emangnya mbak Asyia pernah merasakannya? " tanya Rafffa.


"Ehm, justru karna mbak pernah merasakan nya makanya mbak tanya sama kamu. "


"Ehm, menurut aku sih ada dua perasaan yang membuat jantung kita berdetak kencang saat kita dekat dengan seseorang." Raffa


"Perasaan apa itu? " tanya Asyia antusias.


"Perasaan terlalu cinta atau terlalu benci," cetus Raffa.


Asyia tersentak kaget.


"What! itu hal yang bertolak belakang Raffa. Bagaimana itu bisa?" tanya Asyia polos.


"Hm, sederhana saja mbak. Cinta dan benci itu perasaan yang sama sama melibatkan emosi yang kuat. Makanya ada yang bilang cinta dan benci itu setipis kulit ari. Ada yang benci jadi cinta tapi ada juga sebaliknya ada yang cinta justru jadi benci. " Raffa.


Asyia menyimak penuturan Raffa. Ia pun kembali meraba bagian dadanya. ' perasaan apa yang sebenarnya terjadi pada ku? Apa aku terlalu membencinya atau terlalu mencintainya.Atau ada sebuah rasa yang tumbuh tanpa aku sadari.' batin Asyia, ia pun menggenggam kepalan tanggannya.


'Tapi tak mungkin. Aku tak membencinya juta tak menyukainya. Bisa saja Raffa salah, atau ini memang karna penyakit jantung ku? 'batin Asyia kembali.


Asyia kembali melirik ke arah Raffa.


"Ehm, Raffa kau tahu dari mana hal seperti itu? " tanya Asyia.


"Aku sudah pernah mengalaminya Mbak , makanya aku tahu, "ucap Raffa sambil menarik tangan Asyia dan meletakan telapak tangan Asyia pada dadanya.


Asyia tersentak kaget merasakan detak jantung Raffa yang berdetak kencang.


"Seperti inikan mbak rasanya ? " tanya Raffa.


Keduanya pun saling menatap dengan tatapan aneh.


Bersambung. 😍😍😍

__ADS_1


Hoy yo! ada apa dengan Raffa ya. Please Like, komen, vote dan hadiah nya ya reader he he maaf ngelunjak. Tapi tanpa kamu apalah author ini. Akan semakin seru reader tetap semangat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalani dan selamat beraktifitas untuk sahabat reader yang non muslim. Terima kasih atas dukungannya. Saran dan komentarnya. Bertemu lagi di episode selanjutnya.


__ADS_2