Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Bertemu Mantan


__ADS_3

"Apa maksud mu Arief?"tanya Barley.


"Jika Amora melahirkan aku berniat mengambil alih hak asuh anaknya Tuan, bagaimana pun juga, aku tak ingin keponakan ku terlantar."


Arief menunduk menatap sendu.


"Benar Rif, aku yakin anak tersebut bisa jadi anak yang baik jika kamu yang merawat dan mendidiknya." Barley.


"Iya Tuan, meski mereka tak pernah menikah, tapi aku merasa punya tanggung jawab terhadapnya, apalagi kelak dia terlahir sebatang kara, ayah, ibu, nenek dan kakeknya semua di penjara," papar Arief sedih.


Barley tersenyum, "Kamu memang luar biasa peka, selamatkanlah nasib bayi itu kau bisa urus di persidangan untuk hak asuh anak Amora, atau kamu minta persetujuan langsung pada keluarga Amora, aku rasa mereka tak punya masalah terhadap mu,"papar Barley.


"Iya Tuan."


***


Tuan Hasta duduk termangu di dalam mobil, seperti apa pun Andini, tetap saja ia merasa sedih dan merasa kehilangan sosok istri,karna sepertinya Andini akan di penjara dalam waktu yang lama.


Rasa sepi menghantui tuan Hasta, kini dirinya di liputi kesedihan, kesedihan atas pengkhiatan Andini namun juga kesepian karna tak ada lagi seorang yang akan mendampinginya.


Pak Ali sopir pribadi tuan Hasta melirik ke arah tuan Hasta yang terlihat muram dan bersedih.


"Tuan! Tuan! " panggil pak Ali.


Namun tuan Hasta bergeming entah apa yang di pikirkan pria yang mendekati usia lansia tersebut.


"Tuan!" seru pak Ali ke.bali dengan suara yang lebih besar.


Tuan Hasta tersadar dari lamunannya.


"Ehm ada apa Ali?"


"Tuan. Tuan sedang melamunkan apa?"tanya pak Ali.


"Ehm tidak Ali, aku hanya merasa kesepian di dunia ini, sebenarnya aku ingin ada seseorang yang setia dan selalu menemani melewati usia senja ku," papar tuan Hasta.


"Ya, sebenarnya semua juga begitu Tuan, ketika muda manusia sibuk bekerja untuk tabungan masa tua mereka, sedangkan Tuan punya tabungan yang lebih dari cukup untuk masa tua Tuan namun sayangnya masa tersebut harus tuan habis kan seorang diri." Ali.

__ADS_1


Hem, tuan Hasta berguman, "Ali apa pantas di usia seperti ini aku masih ingin memiliki pendamping hidup yang selalu setia dan menyayangi ku, jujur saja aku menginginkannya, sudah lama aku mengajak istri ku untuk pensiun, berjalan-jalan menghabiskan waktu berdua berbagi suka duka bersama hingga maut yang memisahkan tapi nyatanya_"


"Tentu saja Tuan, setiap manusia berhak bahagia, apalagi di penghujung usia mereka, maka-nya kenapa tuan tak coba untuk menikah saja lagi, cari wanita yang mencintai dan mau berbagi suka dan duka bersama," papar Ali menginstrupsi.


"Ha ha, apa ada wanita yang mau menikah dengan ku Ali dan mencintai pria tua bangka seperti ku!"tuan Hasta.


"Eh jangan begitu tuan, banyak kok janda yang sungguh-sungguh ingin membangun rumah tangga, ya tuan jangan cari daun muda, kalau daun muda mah biasanya hanya ingin memamfaatkan harta yang tuan miliki," Ali.


"Ah sudalah Ali, jika jodoh pasti bertemu, sekarang aku hanya ingin menikmati masa tua ku, ayo kita cari tempat makan untuk refresh otak kita."


"Makan di mana tuan? restoran?"Ali.


"Sudah bosan Ali makan di restoran, kita cari saung saja."Tuan Hasta.


Pak Ali mencari keberadaan saung terdekat melalui aplikasi mapnya dan sekitar lima ratus meter dari titik mereka terdapat sebuah saung, dengan nuansa yang di buat seperti alam pedesaan.


"Nah tuan di depan ada sebuah saung, mau coba mampir?"tanya Ali.


"Boleh Ali, selain pingin memanjakan lidah ku, aku juga ingin memanjakan mata ku, ucap Tuan Hasta sambil melirik ke luar jendala.


"Iya Tuan, siapa tahu anda bertemu janda di sana," cetus Ali dengan maksud bercanda.


He he, pak Ali tertawa terkekeh karna ia juga seorang duda yang baru di tinggal oleh mendiang istrinya setahun yang lalu.


Setelah beberapa menit, mereka pun tiba di sebuah saung, tempat makan lesehan di tengah kota namun di dekorasi mirip seperti alam pedesaan, di mana ada kolam penangkaran ikan-ikan, juga beberapa tanaman sayuran dan bumbu-bumbu seperti kunyit jahe, dan beberapa sayur-sayuran lainya. Selain untuk dekorasi ternyata beberapa tanaman serta sayur-sayuran tersebut di jadikan sebagai bahan dan bumbu di saung tersebut, restoran itu benar-benar mengutamakan kualitas dan kesegaran bahan-bahan yang mereka gunakan karna di petik dari hasil kebun sendiri.


Tuan Hasta dan Ali duduk di lesehan paling ujung di mana tak jauh dari tempat mereka terdapak kolam ikan nila dan ikan mas yang terpelihara kebersihannya..


Gemericik air serta siklus air yang mengalir memang mampu menghadirkan suasa yang tenang.


Seorang pelayan membawa daftar menu untuk keduanya, setelah memesan, kedua jomblo tersebut harus menunggu makanan tersebut di masak, tuan Hasta mengajak Ali untuk berkeliling menikmati pemandangan yang di suguhi oleh restoran tersebut.


Ketika tengah asik menikmati taman dan tambak ikan, penampakan seorang wanita paruh baya menarik hati tuan Hasta.


Matanya pun mengekori kemana wanita tersebut pergi.


"Hana," guman tuan Hasta pelan seolah meyakinkan dirinya jika wanita yang di lihatnya adalah seseorang dari masa lalunya, orang yang pernah mengisi hari-harinya.

__ADS_1


Hana masuk ke sebuah ruangan, tepat di depan tua Hasta, di pintu ruangan tersebut terdapat tulisan dari Styrofoam' ruang owner'


"Ehm mungkin dialah pemilik dari saung ini," guman Tuan Hasta.


"Apa kabarnya Hana, sudah dua puluh tujuh tahun aku tak bertemu, apa dia masih ingat dengan ku?" guman tuan Hasta.


Beberapa menit masuk ke ruangannya. Hana kembali ke luar membawa beberapa lembar kertas dan menuju arah kasir.


Rasa penasaran terhadap wanita tersebut, mendorong tuan Hasta memberani kan diri untuk menemuinya.


Tak ada salahnya bersilahturahmi meski dengan mantan istrinya.


Tuan Hasta pun melangkahkan kalinya dan meninggalkan pak Ali, karna pria yang berusia lima puluh tahun tersebut tengah asik melihat ikan-ikan mas koki yanga ada di aquarium besar.


Hana terlihat anggun dengan rok span dan kemeja batiknya, bentuk tubuhnya tak berubah meski sudah memasuki usia paroh baya.


Rambutnya di ikat rapi menyerupai ekor kuda, jika dari belakang ia seperti wanita yang berusia dua puluh lima tahun saja.


"Nanti kamu periksa kembali barang-barang yang kita pesan, jangan sampai ada barang yang tak sesuai dengan standar yang kita gunakan," ujar Hana pada seorang karyawannya.


"Em baik Nyonya, lain kali kami akan lebih teliti,"ucap salah seorang dari karyawannya.


"Ya sudah, kali ini saya maafkan, lain kali kalian harus lebih teliti."


Suara tersebut terdengar lembut dan merdu di telinga tuan Hasta, ia pun teringat kembali saat-saat indah kebersamaan mereka.


Tuan Hasta memaku beberapa saat ketika dirinya tepat berada di belakang Hana.


Bibirnya seketika bungkam, padahal ia ingin sekali menyapa wanita tersebut.


Hana membalikan tubuhnya karna hendak kembali ke ruangannya.


Hana pun mematung beberapa saat melihat sosok pria yang berdiri di hadapannya.


"Mas Hasta," ucap Hana lirih.


"Hana, " tuan Hasta.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2