
Segala cara telah Barley lakukan untuk membujuk Andhra agar ikut pulang dengan nya. Tapi Andhra tetap kukuh tak mau pulang. Ia rela menjalani sekolah daringnya.
" Tapi Andhra , Daddy Khawatir jika kamu berada di sini, tanpa keluarga, tanpa siapa-siapa. " Barley.
"Bukannya ada paman Arief. Dan paman Arief itu sudah Daddy anggap seperti saudara kan! " Andhra.
"Iya Daddy tahu. Tetap saja Daddy khawatir. Kamu itu putra Daddy Satu-satunya.Mana bisa Daddy pisah sama kamu. "
"Bukannya Sebentar lagi Andhra akan kuliah dan memimpin perusahaan Opa di Milan. Anggap saja Andhra belajar mandiri mulai saat ini. " Andhra.
"Tapi Daddy khawatir Andhra, prestasi mu akan menurun jika kau sekolah secara Daring. "
"Iya Daddy. Andhra janji, meski Andhra berada di sini. Semester depan akan tetap menjadi yang terbaik. "
Barley memberi sejuta alasan kepada Andhra agar ia ikut pulang. Tapi tetap saja ia tak bisa membujuk Andhra untuk ikut pulang bersamanya.
Bahkan setelah menelpon Santi, Andhra kembali bisa meyakinkan Istrinya untuk tetap berada di sana.
Alhasil Barley hanya bisa menerima keputusan putranya tersebut dengan mendengus kesal.
***
Asyia sudah berada di dalam pesawat pribadi milik Andhra. Setelah melakukan pengecekan secara berkala, petugas medis kembali duduk di kursi penumpang.
Mereka ikut menikmati fasilitas mewah dan di layani oleh beberapa orang pramugari cantik.
Maklum saja perjalanan mereka akan menghabiskan waktu hampir seharian.
Asyia masih berbaring di atas tempat tidur nya dengan keadaan yang masih lemah, saat itu Asyia sadar, tapi ia selalu menutup matanya karna menahan rasa sakit, akibat beberapa alat medis yang terpasang pada tubuhnya. Selain itu, efek samping dari obat-obat yang ia konsumsi tersebut mengakibatkan beberapa reaksi dari tubuhnya, Seperti jantung yang berdebar kencang, sulit bernafas dan perut yang terasa begah.
Setelah memastikan Asyia berada di posisi aman dan nyaman di salah satu sisi dalam ruangan tersebut.
Arief memilih untuk duduk di kursi yang ada di samping Asyia agar bisa menjaganya. Namun, baru saja ia ingin mendaratkan bokongnya Andhra buru-buru menghampirinya.
"Biar aku saja paman yang menemani Asyia," pintanya.
"Tapi tuan muda? "Arief.
"Tak apa! Paman duduk saja di samping Daddy! " perintah Andhra, ia pun langsung mendekat ke arah kursi, hingga Arief harus menyingkir.
__ADS_1
Barley tersenyum melihat ke arah mereka, kemudian ia kembali dengan kesibukan nya.
Arief kemudian menghampiri Barley dan duduk di sampingnya.
"Kenapa Rif?" tanya Barley seraya tersenyum.
Arief juga tersenyum ke arah Barley.
" Sudalah, mengalah saja Rif, kita kan juga pernah muda," ucap Barley seraya menepuk pundak Arief.
"Iya Tuan aku bisa apa, kalau sudah Tuan muda yang memintanya," sahut Arief seraya tersenyum.
Ha ha ha, mereka tertawa kecil.
"Huh, jangan kan kamu Rif, aku saja daddynya tak bisa melarang nya. Katanya ia akan menjaga Asyia,sampai Asyia sembuh. Dia justru memutar balikan omongan ku Rif. Katanya Laki-laki harus tepat janji, seperti yang ku katakan padanya. Hus dasar keras kepala! " dengus Barley.
Arief tersenyum melirik ke arah Barley. "Ada pepatah mengatakan Tuan. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. "
"Kalau mau ngomong to the point aja Rif. Bilang saja kalau Andhra itu mirip dengan ku kan?! , ngak usah pakai pepatah segala."
" Ha ha, Biar lebih sopan saja Tuan, " cetus Arief.
Arief langsung menyodorkan tangannya menjabat tangan Barley.
"Akhirnya putra mu sendiri yang menyadarkan mu Tuan. " Arief.
Ha ha ha, mereka pun tertawa kecil. Sejak kedua nya pun terhibur dengan celotehan mereka sendiri.
Arief dan Barley memang jarang bertemu.Namun, Semakin hari hubungan mereka semakin akrab. Bahkan lebih terlihat seperti saudara, dari pada hubungan antara atasan dan bawahan.
Mungkin karna Barley tak memiliki saudara, lagi pula Arief adalah orang yang paling terpercaya.
Setelah mengobrol lambat laun mereka pun terlelap, karna merasa letih.
***
Pesawat masih mengudara, Setiap beberapa saat sekelai, petugas medis yang mendampingi Asyia melakukan pengecekan terhadap Asyia. Setelah itu Mereka semua terlelap karna merasa ngantuk, apalagi Barley dan Arief yang semalam bergadang menjaga Asyia.
Asyia membuka matanya perlahan, melihat keadaan sekelilingnya yang terasa berbeda. Ia melihat Barley dan Arief yang tertidur terlelap, keduanya terlihat begitu lelah, Kemudian ia melihat ke arah samping , ada Andhra yang tertidur di sampingnya.
__ADS_1
Asyia mengulurkan tangan nya menjangkau kepala Andhra, kemudian mengusap kepala nya.
Air mata menetes di pipinya. Melihat orang-orang yang rela mengorbankan waktu dan uang mereka, hanya untuk dirinya.
Asyia menatap langit-langit yang ada di atasnya seraya berdoa.
"Ya Tuhan, bagaimana caraku membalas kebaikan mereka semua, hiks hiks. Ya Tuhan berilah sedikit waktu untuk ku agar bisa membalas kebaikan mereka. Namun, jika itu tak mungkin, Aku pun yakin Engkau lah yang akan membalas kebaikan mereka."
"Terima kasih Andhra, kau begitu baik pada ku," ucap Asyia sambil mengusap kepala Andhra.
"Sama Asyia." Tiba-tiba saja Andhra bangkit dan tersenyum kepada nya.
"Andhra kamu ngak tidur? "tanya Asyia lirih.Iya kaget ketika Andhra menyahut ucapan nya.
"Aku Tidur, tapi aku sadar saat kau mengusap kepala ku, "ucap Andhra seraya menggenggam tangan Asyia kemudian menciumnya.
Asyia syok melihat perubahan sikap Andhra.Tapi ia merasa senang. Baginya Andhra adalah salah satu penyemangat hidup nya. Saat bersama Andhra ia begitu bagia, begitu menikmati masa remajanya. Apalagi sifat Andhra yang terlihat dingin dari luar tapi hangat dan lembut dari dalam. Tak semua gadis beruntung seperti nya.
"Aku sudah lama menunggu kamu bangun Asyia. Aku bosan dan lelah menunggu mu, hingga aku pun tertidur. "
"Hm, tapi kenapa kau menunggu ku bangun?"Asyia.
"Karna ada sesuatu yang ingin aku katakan. " Andhra.
"Hm, apa itu? " tanya Asyia.
Andhra pun mendekat ke telinga Asyia dan berbisik.
"I love You."
Asyia semakin syok. Jantung nya berdetak kencang. Harus nya ia bisa mati saat itu, tapi tidak. Asyia justru semakin bergairah untuk sembuh.
Bersambung dulu gengs.
Terima kasih untuk semua reader yang tetap setia menunggu kisah ini.
author punya rekomendasi novel baru nih. Dengan judul: Pernikahan Berdarah.
__ADS_1