Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Save Asyia


__ADS_3

Santi dan Barley tengah berbahagia kini usia kandunganya memasuki usia enam bulan. Dan rencananya hari ini mereka akan memeriksakan kandungan Santi.


Barley memeluk Santi dari belakang sambil mengusap perut istrinya.


Andhra melihat dengan sinis ke arah pasangan yakin mesra itu.


"Sayang, Coba tebak, kira-kira anak kedua kita laki-laki atau perempuan ya? " tanya Santi


Aku mau adik laki-laki saja. Aku ngak suka adik perempuan, sahut Andhra sambil menyilangkan lengannya ke dada kemudian membuang wajahnya.


Akhir-akhir ini Andhra memang selalu merasa cemburu karna Santi sebentar lagi akan melahirkan. ia tak ingin kasih sayang dirinya di bagi dengan asik yang ada di dalam kandungan Santi.


"Aduh Kak Andhra kok cemberut gitu sih. Sebentar lagi sudah jadi Kakak, ngak boleh ngambek lagi ya, "Santi.


"Kalau aku punya adik pasti Mommy dan Daddy sudah tak sayang pada ku lagi. Bukitinya sekarang Mommy dan Daddy menyuruh kak Rina untuk mengurus kebutuhan ku kan? "tanya Andhra bernada protes.


"Bukan begitu Sayang. Mommy sebentar lagi akan melahirkan dan tak bisa lagi mengurus semua kebutuhan kamu selama Mommy di rumah sakit. Makanya mommy minta kak Rina untuk mengurus kebutuhan kamu selama ini. " Santi.


"Pokok nya kalau adik lahir, suruh kak Rina itu ngurusin adik ku, biar mommy saja yang mengerusku," pinta Andhra.


Santi dan Barley saling memandang, mereka tak tahu lagi bagaimana caranya membujuk Andhra agar mau menerima kehadiran adiknya.


Mereka pun sampai di rumah sakit sedang memeriksa kehamilan santi yang kini mendekati usia tujuh bulan.


Tranducer menempel dan bergerak di permukaan kulit Santi.


"Keadaan bayinya baik bu, air ketuban- nya juga cukup dan semua sehat dan normal"


"Jenis jenis kelamin bayi saya apa dok? " tanya Santi.


"Jenis kelamin bayi ibu perempuan Bu. "


Santi dan Barley merasa senang tapi tak begitu bagi Andhra, Wajahnya seketika cemberut mendengar kabar tersebut.


***


Arief dan Aldo sedang menjalani tes DNA mereka. Mereka pun sedang menunggu di depan lab menunggu pengambilan sample darah.


Kebetulan saat itu, mereka bertemu dengan Barley.


Barley memang masih menaruh dendam kepada Aldo.Tapi tidak pada Arief dan Asyia.


"Eh Rif kenapa kalian ada sini? " tanya Barley.


"Kami akan melakukan tes DNA untuk mengumpulkan bukti agar hak asuh Asyia jatuh pada kami tuan. " Arief.


"Loh memangnya kenapa? apa ada yang menuntut kalian? " tanya Barley.


"Ibunya Amora dan ayahmya sudah bebas tuan. Mereka datang untuk merebut Asyia."


"Ehm, Veronica sudah keluar dari penjara dan dia ingin merebut hak asuh Asyia? kalau gitu kalian hati-hati mereka itu licik. Aku rasa dia tak hanya inginkan Asyia. Aku juga khawatir dia akan membalas dendam terhadap keluarga ku. "Barley.


"Iya Tuan. Tapi saat ini mereka kembali di penjara karna membuat onar di rumah ku." Arief.


"Tetap hati -hati Rief. Mereka licik." Barley.


***

__ADS_1


Fedro dan Veronica di keluarkan dari penjaga melaui pengacaranya yang memberi jaminan.


Mereka sedang berkompromi untuk merebut hak asuh Asyia dari tangan Arief


"Tapi Tuan, posisi kita saat ini lemah, sulit sekali untuk kita menang. Anda berdua pernah masuk penjara. Dan sekarang putri anda sedang berada di penjara karna kasus pembunuhan berencana,"


"Hakim pengadilan tak akan mau menyerahkan hak asuh anak jika orang tua atau wali dari anak tersebut ternyata pernah menjadi narapidana. " papar pengacara tersebut.


"Lalu bagaimana cara kami agar bisa mendapatkan hak asuh cucu kami?" tanya Veronica.


"Ehm begini saja. Bagaimana jika kalian ajukan perdamaian pada mereka. Dengan demikian. Anda juga bisa melihat tumbuh kembang cucu anda." saran dari pengacara mereka.


"Ehm, tidak aku tak akan sudi untuk berdamai dengan mereka!" sahut Veronica dengan ketus.


"Baiklah terima kasih atas bantuan anda. Kami akan lakukan segala cara agar kami bisa mendapatkan cucu kami dan membawanya tinggal bersama kami di Paris. " Veronica.


"Baiklah. kalau begitu tugas saya sudah selesai.Saat ini. " pengacara


"Iya. " Fedro.


***


Waktu berlalu, Arief sudah menyiapkan segala bukti di persidangan sengketa hak asuh Asyia.


Kini mereka tinggal menunggu persidangan.


***


Setiap pagi biasanya Arief selalu menyempatkan diri untuk mengantar Asyia dan Raffa sekolah. Namun secara tiba-tiba Dinar merasakan sakit pada bagian perutnya.


Arief terpaksa membatalkan pergi kerja dan mengantar anak-anaknya.


Sesampainya di rumah sakit. Arief harus menandatangani persetujuan operasi cesar untuk istrinya.


Ia pun berjaga di depan pintu ruang Operasi, selama Dinar menjalankan operasinya menunggu kabar baik kelahiran anak keduanya.


Beberapa jam pasca operasi. Arief mendapat kabar bahagia yakni kelahiran anak kedua mereka yang berjenis kelamin perempuan.


Betapa senangnya hati Arief saat itu, keadaan istrinya pun sangat baik.


Setelah mengurus kebutuhan istri dan anaknya Arief kembali mengingatkanAldo untuk menjemput Asyia dan Raffa.


Aldo juga sedang dalam perjalanan untuk menjemput Asyia.


Baru beberapa meter keluar dari komplek perumahan mereka ,mobil yang membawa Aldo tiba tiba mengalami pecah ban akibat ranjau paku yang sepertinya di sengaja.


Aldo keluar untuk melihat keadaan mobilnya.


"Ya ampun siapa yang menabur paku di sini?" tanya Aldo kesal.


Sang sopir pun mengambil ban serep untuk menggantinya.


"Aduh Pak sepertinya tak terburu jika .menunggu bapak sampai mengganti ban. Kalau gitu saya pesan taksi saja." Aldo.


"Iya tuan. Kasihan anak-anak jima harus menunggu lama."


Aldo pun memesan taksi on line untuk menjemput Asyia dan Raffa.

__ADS_1


Beberapa saat berikutnya mobil taksi pun datang menghampiri Aldo.


Aldo masuk dan menyuruh supir tersebut untuk mempercepat laju kendaraanya karna ia merasa khawatir jika meninggalkan Raffa dan Asyia dalam waktu yang lama.


"Pak percepat mobilnya. Anak saya sudah menunggu di sekolahnya".titah Aldo.


"Baik pak. " sopir tersebut pun memperlaju kendaraanya.


****


Asyia dan Raffa keluar dari ruang kelas mereka. Mereka pun langsung menuju parkiran seberti biasanya Aldo menunggunya di tempat parkiran.


Andhra juga mengalami hal yang serupa, karna macet, Barley menjadi sedikit terlambat menjemput Andhra.Namun ia tak merasa khawatir karna body guard bayangannya ada untuk menjaga putranya tersebut.


Kini tinggal tiga bocah tersebut yang belum di jemput oleh orang tuanya.


Andhra berjalan di belakang Raffa dan Asyia. Karna ia tak menyukai Asyia ia lebih memilih menunggu di gerbang sekolah.


Asyia dan Raffa sudah berkeliling mencari mobil jemputan mereka. tiba-tiba saja mata Asyia tertuju pada mobil yang berwarna putih, yang mirip dengan mobil yang biasa di pakai Aldo untuk menjemputnya.


"Raffa, itu mobil kita. Ayo kita hampiri! " ujar Asyia sambil menarik tangan Raffa menuju mobil.


Sementara tuan muda Andhra menyilangkan tangan menatap sinis ke arah dua orang tersebut.


Asyia dan Raffa menghampiri mobil putih tersebut.


Belum pun sampai ke mobil seseorang dari belakang datang dan langsung membungkam mulut Asyia ,kemudian mereka membawa Asyia masuk kedam mobil yang terparkir di depan gerbang.


Tepat berada di depan Andhra.


Raffa menangis. Kejadian tersebut begitu cepat terjadi ,hingga Asyia keburu di bius dan di bawa ke dalam mobil.


Mobil tersebut langsung meluncur pergi dari tempat tersebut.


"Mbak Asyia! hiks hiks hiks! Mbak Asyia jangan di bawa lari! "


Raffa menangis sambil mengejar mobil tersebut.


Merasa kasihan Andhra menghapiri Raffa, ia pun melihat nomor plat mobil penculik Asyia.


"Mbak! hiks hiks hiks," tangis Raffa.


"Sudah jangan nangis, sebentar lagi Daddy ku sampai kita kejar mobil penculik tsrsebut," bujuk Andhra pada Raffa.


Andhara mengetahui keberadaan Barley lewat GPS yang terpasang di jam tanganya.


Benar saja beberapa saat kemudian Barley pun tiba.


"Ada apa ini? kenapa Raffa menangis.?" tanya Barley sambil keluar untuk membuka pintu mobil.


"Daddy kejar mobil merah dengan plat 1212 itu. Mobil itu Membawa Asyia!" seru Andhara


Mereka pun mengejar mobil tersebut.


Bersabung dulu ya. Sambil nunggu Up mampir yuk di novel aku yang lain


__ADS_1



__ADS_2