Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Terciduk


__ADS_3

Setelah melakukan gencatan senjatanya, Amora meminta Tomi untuk segera melakun eksekusinya.


Pukul tiga pagi, keduanya pergi menuju rumah Aldo.


Dengan hoodie hitam dan masker hitam, layaknya malaikat pencabut nyawa, Tomi berniat menghabisi Aldo dengan menikamnya dengan pisau.


Sebuah senjata, yakni pisau berhulu tajam yang terbuat dari stailess dengan plat berukuran 0,5mm sudah di persiapkan Amora sebelumnya.


Mereka tiba di rumah Aldo, Amora yang menunggu di mobil, sedangkan Tomi mengendap-ngendap memasuki halaman rumah yang cukup besar tersebut.


Sebagai sahabat, tentu saja Tomi tau seluk beluk rumah yang tergolong mewah itu.


Tanpa kesulitan Tomi mencongkel daun pintu bagian belakang rumah tersebut, setelah berhasil, ia masuk dengan mengendap-ngendap menuju kamar Aldo.


Suasana memang terasa sunyi, karna Arief hanya tinggal berdua saja dan beberapa asisten rumah tangga mereka.


Setelah mendapati kamar Aldo, Tomi kembali mencongkel daun pintu kamarnya.


Tak butuh beberapa lama, ia pun masuk ke dalam kamar tersebut, dan ternyata tak hanya Aldo yang tidur di kamar itu, tapi juga Arief.


Melihat Arief, Tomi mengurungkan niatnya, karna sangat berisiko, ia pun keluar dengan mengendap-ngendap dari kamar tersebut.


Namun jam beker yang di pasang Arief tiba-tiba saja berdering, karna Arief terbiasa bangun di sepertiga malam untuk melakukan sholat sunahnya.


Tomi kelimpungan ia pun berlari cepat dari kamar, Arief yang menerjab nerjab kan matanya karna sadar akan alaram, sempat melihat sesosok hitam yang baru saja lari dari kamarnya.


Langsung saja Arief berteriak, "Maling! Maling! teriak Arief dan langsung terjun dari atas tempat tidurnya.


Arief berlari mengejar Tomi seraya berteriak "Maling! maling! woi berhenti woy!" serunya.


Aldo tersadar namun ia tak bisa berbuat apa-apa.


Sementara Tomi, kelimpangan berlari menuju pintu dapur tempat ia biasa masuk.


Amora mendengar keributan dari rumah tersebut.


"Gawat si Tomi pasti gagal, lebih baik aku pergi dari sini saja," gumannya.


Amora menghidupan mesin mobil, kemudian langsung tancap gas, meninggalkan Tomi sendiri di rumah itu.


***


Setelah mendekati pintu keluar


langkah Tomi di hadang oleh penjaga kebun rumah tersebut, Tomi kepepet, di depan ada penjaga kebun sedangkan di belakang ada Arief, jika ia melawan pun tak akan sanggup.


"Mau kemana kamu?"tanya Aldo seraya mendekati Tomi.


"Hah, kita apakan saja maling ini Tuan?"tanya tukang kebun tersebut yang sedang memegang pentungan.


Aldo mengangkat tangannya, dengan tubuh yang gemetaran, dan tukang kebun tersebut berjalan hati-hati mendekati Tomi.


"Ampun! tolong jangan sakiti saya," ucap Tomi dengan tubuh yang gemetar.

__ADS_1


Melihat Tomi yang menyerah tanpa perlawanan Arief mengangkat telapak tanganya agar tukang kebun tersebut tak menyakiti pria itu.


Sebagai orang yang bijak, Arief tak mau gegabah, ia pun menghampirinya dan


menarik masker dan penutup kepala yang menutup wajah pria tersebut.


"Tomi!"ucap Arief syok.


Sementara Tomi tertunduk dengan mata memerah dan tubuh yang gemeteran.


"Ampun Bang, " ucap Tomi, seraya berlutut di hadapan Arief dan memohon ampunan, ia pun menangis.


Arief seketika syok ia masih tak percaya, ternyata Tomi adalah pelakunya.


Beberapa saat Arief bungkam.


Sementara Tomi, ia bersujud memohon dan menangis meminta maaf.


"Kau Tomi, apa yang sebenarnya kau lakukan?!" kenapa kau lakukan ini?! jawab! atau saat ini juga aku laporkan kau kepada pihak berwajib." Arief membentak sekaligus mengancam.


"Ampun Bang, saya hanya di suruh Bang," ucap Tomi kembali, tubuhnya seketika menjadi dinggin, ia pun seperti orang yang meriang dengan wajah pucat pasi.


Arief menjambak rambut Tomi kemudian menengadahkan kepalanya, "Siapa yang menyuruh mu dan apa yang kau inginkan?!" tanya Arief membentak.


Karna ketakutan Tomi tak mampu lagi berbohong, ia pun berkata jujur se jujur-jujirnya.


Tomi menceritakannya secara detail kepada Arief.


Seketika emosi Arief naik ke ubun-ubun, ternyata Amora adalah bidadari berhati iblis.


Arief mengangkat tubuh Tomi, "Kau tak layak bersujud di hadapan ku! Bersujud dan mohon lah ampunan pada Tuhan mu!" cecar Arif.


"Iya Bang saya janji tak akan melakukannya lagi, saya mohon lepaskan saya Bang," Tomi menakup telapak tangannya kearah Arif.


"Baiklah, akan ku lepaskan kau!" seru Arief, banyak pertimbangan bagi Arief untuk memenjarakan Tomi, ia takut kasus Amora dan Aldo bisa terungkap.


Uuntuk sementara Arief tak melaporkan kasus tersebut, sampai Aldo benar-benar sembuh, Aldo akan menjalani perawatan, agar dirinya tak menjadi cacat seumur hidup.


Arief menatap tajam kearah depan," Amora tunggu saja waktunya akan tiba, kau lah meracuni pikiran adik ku hingga ia menuruti semua perintah mu!" dengus Arief.


Sementara Tomi ia segera keluar dari rumah itu, karna takut Arief berubah pikiran.


***


Barley sudah menggeram, ingin sekali ia berlari dan mengejar wanita yang ingin mencelakai istrinya tersebut, tapi ia tak ingin meninggalkan Santi sendiri.


Dengan gelisah ia menunggu kedatangan mertuanya.


Selang tak berapa lama, Asti dan Harjo datang membawa makanan untuk Santi, beberapa rantang dan termos makanan ia letakan di atas meja sofa.


Asti melihat ketegangan di wajah Barley sementara Santi terlihat pucat, karna hinga pukul sepuluh pagi, Santi belum juga sarapan.


Barley juga tak mau meninggalkanya seorang diri, sedangkan untuk memesan makanan ia kembali trauma, Santi hanya minum susu yang Barley buat untuk nya.

__ADS_1


"Santi, kamu belum makan Nak?"tanya Asti.


Santi menggeleng lemah, ia masih terpikir karna meragukan kata-kata Barley yang mengatakan jika bubur tersebut tak mengandung racun.


Barley sudah geram ingin mengusut kasus ini, ia pun mendekati Asti


"Bu saya titip Santi ya, setelah dia makan beri dia obatnya, saya ada urusan sebentar," ucap Barley.


"Iya Nak," sahut Asti seraya menyajikan makanan kedalam piring.


"Dan satu lagi, kamar ini harus selalu di kunci, jangan biarkan siapa pun masuk, sampai saya kembali." titah Barley.


Asti mengangguk kembali.


Dengan emosi Barley keluar dari kamar tersebut, dan langsung menuju meja informasi, ia dan pengelola rumah sakit mencari rekaman CCTV saat kejadian, di lengkapi dengan surat pengantar bukti dari laboratorium dan sedikt sample bubur tersebut, Barley dan direktur rumah sakit kemudian menuju kantor polisi.


Sesampai nya di kantor polisi, Barley membuat laporan, di sertai dengan beberapa barang bukti.


Setelah melihat bukti CCTV dan memeriksa sidik jari pada mangkok, polisi sudah dapat mengidentifikasi tersangka.


Setelah mendapat laporan dan bukti dari Barley, polisi langsung membuat surat penangkapan.


"Oke, saudara Barley terima kasih atas laporan anda, segera kami akan memburu tersangka," papar polisi tersebut.


"Saya minta secepatnya kasus ini di usut Pak, karna ini tindakan kriminal dan hampir saja istri saya yang menjadi korbannya."Barley.


"Siap Pak segera bergerak," ucap polisi tersebut.


***


Viora menyulut api rokoknya dan menghembuskannya dengan tenang, setelah mendapat uang yang di transfer Amora, rencananya uang tersebut akan di jadikannya modal, untuk menjual barang-barang haram tersebut.


Baru saja ia keluar dari kamarnya ia sudah melihat beberapa polisi yang mendekat kearah kontrakannya.


"Polisi? pasti mereka mengincarku, sebaiknya aku lari dulu, "guman Viona.


Vio pun menutup pintu depankontrakannya kemudian, meraih tas slempangnya di sana ada barang-barang yang penting, kemudian ia turun lewat jendela berniat untuk kabur.


Polisi menggeledah tempat tersebut, sementara Viora terus melarikan diri melewati jalan jalan sempit.


Mencurugai Vio sudah kabur mereka pun mencari keberadaan Vio.


Polisi berpenjar mencari keberadaan Vio, Vio berlari melewati gang-gang sempit, hingga tanpa sengaja ia terjebak di jalan buntu.


"Aduh aku harus bagaimana?"tanya Vio, dengan panik ia mengedar pandangan nya mencari tempat tersembunyi, namun terlambat.


"Jangan bergerak!"


Besambung dulu gengs, jangan lupa dukung author ya.


Nih sambil nunggu author up ada reperensi novel bagus untuk kalian.


__ADS_1



__ADS_2