Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Tak Ku Sangka


__ADS_3

Langit senja bewarna jingga, Namun Cintya sudah bersiap di depan meja riasnya.


Dengan linggeri berwarna merah menyala dan lipstik bewarna senada, ia bersiap menyabut kedatangan suaminya.


Entah kenapa perasaan pada pria tersebut sangat berbeda, kadang ia heran sendiri terhadap dirinya.


"Gincu merah sudah, pakaian dalam juga merah, gincu merah. Merah Artinya berani dan semangat, biar Aa makin berani dan semangat," ucap Cintya ,ia pun mempertebal lipstick nya bahkan lebih tebal dari dempol tembok kamarnya.


Sret.. stert minyak wangi beraroma lembut ia gunakan untuk menyamarkan bau minyak angin yang engkong gunakan.


Pukul lima sore Cintya sudah siap menyambut kehadiran Aa' demian.


Srett, terdengar bunyi mobil tuan Demian memasuki perkarangan rumahnya.


Tuan Demian turun dengan seikat kembang di tangannya. ia pun langsung menju kamar mereka.


Mendengar suara langkah kaki suaminya Cintya sudah pasang aksi berpose di tempat tidur.


Kreak.. terdengar pintu di buka dari arah luar.


"Yuhuy! honey, baby sweety, Aa pulang!" seru tuan Demian ketika membuka pintu.


Seketika tatapan mata tuan Demian terkekak melihat pemandangan di hadapannya.


"Aa bagaimana perjalanan Aa' Aman? " tanya Cintya sambil mengedip-ngedipan bulu mata nya yang lentik anti badai dan anti huru-hara.


"Aman Neng, tenang saja!" tuan Demian.


"Botol Aa, Aman? " tanyanya menggoda sambil mengelus kain sprey di dekatnya.


"Aaman Neng, udah Aa sterile dengan Alkohol tujuh puluh persen, bebas bakteri dan jamur, plus bebas kutu dan anti rayap. "


"Ih, Aa' kayak kayu lapuk aja di semprot." cetus Cintya dengan kedipan matanya yang menggoda. Entah apa yang merasuki Cintya saat itu.


"Usia boleh lapuk, tapi batang Aa tetap perkasa. Sekali coba ketagihan he he," sahut tuan Demian dengan tawa terkekehnya.


"untung ngak di semprot dengan semprotan pembasmi hama Aa, kalau ngak kering tuh."


"Sini Aa dekat-dekat Eneng," Cintya menepuk kasurnya.


Dengan semangat tuan Demian langsung kegirangan duduk di samping Cintya.


Cintya tersenyum sambil membuka kancing dan resleting celana tuan Demian.


"Aduh Eneng main sambar saja, ngak pemanasan dulu ya." tuan Demian.


"Enggak Aa, udah kebayang duluan." Cintya.


Cintya menarik pengaman segitiga tuan Demian.


Matanya syok melihat penampakanyang ada di hadapannya.


"Hah! Ya Aa kok kering sih? rumput hitamnya juga," dengus Cintya,ia pun kecewa.


"Eh neng sabar atuh, nih perlu di gosok gosok dulu biar segar kembali. "


Tuan Demian merogoh saku dan menarik tissue magicnya, ia pun memelos kayu lapuknya dengan tiga sapuan lembut tissue.


Cintya masih manyun dan cemberut melihat kearah batang lapuk tersebut ia seperti kehilangan seleranya.


"Nih Neng,ngak usah manyun dulu. Lihat dong bukan sulap, bukan sihir. "cetus tuan Demian.


Cintya menatap malas ke arah barang tersebut.


"Simsalabin salabim jadi apa prok, prok," ucap tuan Demian yang menirukan salah satu pesulap


Seketika kayu lapuk tersebut berubah jadi kayu belian yang keras dan perkasa.


Mata Cintya melotot dengan air liur yang hampir metes.


Benda yang sebelumnya usang dan lapuk kini seperti bercahya dan perkasa.


"Wow Aa' is magic, Awesome. Ngak sabar pingin coba," ucap Cintya sambil menyentil batang usang tersebut.


Ting..Cintya menyentil benda pusaka tersebut seketika tuan Demian menjerit tertahan.


"Aduh !Neng Atit! " teriak tuan Demian tertahan.

__ADS_1


"He he, maaf Aa, Abisnya gemes! "cetus


"Aa ayo bawa Eneng melayang-layang Aa, sampai langit ketujuh Aa! " seru Cintya sambil menarik tubuh tuan Demian.


Tanpa menungu lama lagi, tuan Demian pun mengeluarkan jurus pelatuk ulah memecah raga.


Nyawa Cintya seperti terbang melayang-layang akibat serang brutal tuan Demian.


Cintya tak peduli lagi meski ketiak engkong ber bau asem seperti cuka, ia sudah terlena dengan serangan brutal engkong yang memberinya kepuasan surga dunia.


Berbagai gaya pun diperagakan dari miring terlentang terguling dan tiarap.


Suara erangan kenikmatan pun terdengar sepanjang pergulatan panas mereka.


Satu hentakan terakhir tuan Demian membuat Cintya terpekik tertahan.


"Akh! A' dasyat!"


Tuan Demian menarik senjatanya. tubuhnya terasa lemas, setelah pertempuran satu jam tanpa jeda iklan, keringat sudah mengucur semakin deras ia pun tumbang dan tak sadarkan diri di samping tubuh Cintya.


Awalnya Cintya tak menyadari jika suaminya tersebut pingsang.


Ia pun memeluk dan mengusap tubuh tuan Demian yang sudah berlumuran keringat.


"Ih Aa,aku ngak nyangka. Aa bisa seperkasa itu, ucap Cintya sambil mengusap perut datar tuan Demian.


"Bikin greget deh, "ucap Cintya masih mengusap tubuh tuan Demian.


Merasa ucapanya tak di gubris Cintya pun menoleh ke arah Wajah tuan Demian.


"Ehm Aa sudah tidur ya Aa'?" tanya Cintya dengan bibir mengkerucut.


Ia pun mengguncang pelan tubuh tuan Demian.


"Aa' ih kok di tinggal tidur sih, padahalkan Neng masih mau satu ronde lagi," dengusnya.


"Aa' bangun Aa', " ucap Cintya sambil mengguncang lebih keras tubuh tuan Demian.


Cintya mulai curiga ia pun bangkit untuk melihat keadaan tuan Demian.


"Aa' bangun Aa! Aa pasti ngeejain Eneng Ya?! hiks hiks." Cintya mulai panik, ia mengguncang tubuh tuan Demian lebih keras sampai mengguling-gulingkannya, maklum saja tubuh kurus itu begitu mudah untuk di gelinging di atas tempat tidur.


Cintya semakin panik ia, mengira suaminya tersebut sudah meninggal akibat serangan jantung dada kan.


"Aa jangan tinggalkan Eneng A'!hiks hiks hiks."


"Aa' Eneng belum siap kehilangan Aa'!" pekik Cintya lagi.


Ia pun menangis sejadi-jadinya.


Suasana terasa mencengkam ketika tuan Demian bergeming.


Cintya yang panik, ia tuhun dari tempat tidurnya dan langsung mengenakan linggerinya dan kemudian di tutupi lagi dengan bath robenya.


"Hiks hiks hiks Aa'"


Cintya berlari kecil menuju pintu dan membukanya kemudian keluar dari kamarnya.


"Mami! Mami ! hiks hiks," teriak Cintya sambil berlari menuruni anak tangga.


"Mami! Mami! Aa Mi,!" pekik Cintya sambil menggedor-gedor kamar Miranda.


Miranda yang tengah memandikan tuan Alex di kamar mandi kaget, ia pun segera menghampiri Cintya tanpa membilas bersih tuan Alex yang sudah berlumuran busa sabun.


Miranda membuka pintu dan kaget karna melihat Cintya yang menangis.


"Mami! Aa meninggal Mi, hiks hiks hiks." teriak Cintya dengan menangis meraung memeluk tuan Demian.


Hah Miranda begitu syok.


"Innalilahi wa innalilahi rojiun, kamu meracun suami mu Cintya?!" tanya Miranda dengan emosi.


"Ngak Mami! aku ngak tahu Kenapa tiba-tiba Aa meninggal, sekarang Mami ikut aku untuk melihat keadaan Aa' hiks hiks," ucap Cintya sambil menarik tangan Miranda.


Miranda yang panik sampai melupakan suaminya yang sudah berlumuran busa sabun.


Mereka pun pergi menemui tuan Demian.

__ADS_1


Sementara tuan Alex merasa kedinginan di tinggal di kamar mandi.


Ae Ae teriak tuan Alex . Namun tak ada yang mendengarkannya.


Miranda syok melihat tubuh tuan Demian yang terbungkus selimut, melihat wajah menantunya yang terlihat pucat, Miranda pun punya kesimpulan yang sama.


"Mami Hiks hiks hiks suami ku telah tiada Mami! " teriak Cintya sambil menangis.


Miranda memeluk putrinya.


"Sabarkan hati mu Nak, ayo kita telpon Ambulan. "


"Hiks hiks Hiks, kenapa ia cepat sekali pergi Mami?!" tangis Cintya pecah.


Ia pun kembali menghampiri suaminya. Cintya mendekati tempat tidurnya.


"Aa maafkan aku Aa' kenapa Aa' pergi secepat ini hiks hiks hiks, " tangis Cintya sambil menggoyang pelan tubuh tuan Demian.


Miranda menghampiri Cintya dan memeluknya " Sudalah Nak mungkin sudah ajalnya." bujuk Miranda.


"Hiks, mungkin Aa' cepat meninggal karna aku yang selalu menyumpahinya Mami, aku menyesal. Aa pergi saat aku lagi sayang-sayangnya sama dia hiks hiks hiks."


"Aa bangun Aa," ucap Cintya sambil mengguncang tubuh tuan Demian.


Tuan Demian sudah sadar, mendengar istrinya menangis memanggil namanya ia pun memanggil namanya.


"Enang, kenapa nangis?" tanya tuan Demian.


Mendengar suara tuan Demian, Cintya panik dan syok, ia mengira tuan Demian bangkit dari kematiannya dan hendak menuntut balas terhadap dirinya.


"Eh Aa, Aa bangkit lagi? bukanya Aa sudah mati? " tanya Cintya ketakutan.


Ia pun mundur beberapa langkah.


"Ih Neng, Aa masih hidup,siapa bilang Aa sudah mati," cetus tuan Demian.


"Eh, Jadi Aa ngak mati? " tanya Cintya antara ragu dan senang.


"Iya Neng, Aa haus nih ambilin Aa minum," ucap tuan Demian dengan bibir gemetar karna dehidrasi.


Miranda mengusap dada ia syok sekaligus bersyukur jika keadaan menantunya baik-baik saja.


"Huh, Ya Salam bikin kaget saja," ucap Miranda, ia pun baru teringat dengan suaminya yang di tinggal di kamar mandi.


Sementara tuan Alex menangis karna merasa kedinginan.


***


Untuk mengetahui kesehatan tuan Demian , Cintya sampai memanggil dokter keluarganya.


Dokter pun memeriksa keadaan tuan Demian.


"Keadaannya tuan Demian tak terlalu memprihatinkan, ia pingsan karna dehidrasi.Ini saya beri resep vitamin, untuk sementara sebaiknya beliau beristirahat," ujar dokter tersebut sambil menyodorkan resep kepada Cintya.


"Iya Dok, terima kasih, "ucap Cintya.


Dokter pun berlalu darinya.


Cintya tersenyum simpul ia pun menghampiri tuan Demian.


"Ih Aa ngagetin aja, " dengus Cintya sambil mencolet hidung tuan Demian.


"He he, Eneng ternyata sayang sama Aa Ya? " tanyanya sambil nyengir kayak kuda.


"Ih tentu dong, Aa' kan Antik, beharga,mana susah nyarinya, limited edition," ucap Cintya sambil tertawa terkekeh.


Bersambung. Hai reader yang baik, maaf ya akhir-akhir ini author up dikit ya, itu karna otor coba membuat bab sesuai permintaan kalian, nanti ada waktunya kok, autor crazy up lagi, terima kasih atas dukungannya serta sarannya.


Itu cukup membuat aku terbantu untuk melanjutkan alur berikutnya.


Terima kasih ya, love u Al 😍


Sambil nunggu author up mmpir yuk di novel ku yang lainya.


Judulnya : Kenapa Harus menikah dengan mu, dengan kisah gadis belia yang di paksa ayahnya untuk menikah dengan pria parohbaya yang menghilang dan di temukan di rumah sakit jiwa.


Ternyata setelah sembuh dari trauma ia justru di pertaruhkan dalam balap mobil oleh dua pria tampan playboy kampus.

__ADS_1


Uh siapa sangka cinta justru hadir pada kedua pria yang mempertaruhkannya, saksikan lika-liku kehidupan Aira dalam perjuanganya untuk merubah nasibnya.



__ADS_2