Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Secarik Kertas


__ADS_3

Jantung Asyia berdetak kencang, seketika tatapan mereka terkunci beberapa saat lamanya mereka bergeming


"Asyia!" Suara lembut memanggil Asyia.


Keduanya pun menoleh. Asyia menarik tangannya kemudian menggenggamnya.


Perhatian mereka pun tertuju pada seorang wanita yang menghampirinya dengan tergesa-sega.


"Asyia mungkin ibumu ingin bicara pada mu, Aku pergi dulu. Aku mengawasi mu dari kejauhan," ucap Andhra setengah berbisik.Ia pun menjauh dari Asyia.


Amora menghampiri Asyia dan langsung memeluknya. Ia pun menangis mendekap Asyia.


"Asyia," panggilnya lirih.


Asia tergaman. Ia tak tahu harus berbuat apa.


Beberapa saat kemudian Amora mengurai pelukannya.


"Asyia ini ibu Nak, "ucap Amora seraya menyentuh pipi halus Asyia dengan mata yang berpendar menatap Asyia.


"Ibu."


Mungkin Asyia butuh waktu untuk merespon. Ia sendiri binggung karna tiba-tiba saja Amora datang menemuinya, sedangkan ayahnya begitu melarang ia untuk bertemu Amora.


Bagaimana pun mereka itu ibu dan anak, tentu saja ada ikatan batin di antara keduanya.


"Asyia!" Seru Aldo yang datang untuk menjemput Asyia.


Keduanya pun menoleh ke arah Aldo.


Amora menarik sesuatu dari dalam tasnya ketika melihat Aldo menghampirinya.


"Asyia. Ibu menunggumu. Datang lah ke alamat ini." Amora.


Amora menyelitan secarik kertas ke telapak tangan Asyia. Asyia pun menggenggam secarik kertas tersebut.


"Ayo Nak!" Aldo merangkul Asyia menjauh dari Amora.


Mereka pun masuk ke dalam mobil. Melihat Asyia yang masuk mobil dengan aman, Andhra pun kembali ke mobilnya.


Di dalam mobil.


"Asyia apa yang di katakan wanita itu pada mu?"tanya Aldo.


Sejujurnya ia juga khawatir Amora akan mempengaruhi Asyia dan ke khawayiran Aldo tentu sangat beralasan.


"Ehm tidak apa-apa Yah. Dia hanya memeluk Asyia."

__ADS_1


Asyia menatap lurus ke depan.


Tangannya masih menggenggam erat secarik kertas tersebut.


Aldo merangkul Asyia.Ia semakin sayang kepada putrinya setelah mendengar hasi rotgen yang menyatakan katup jantung Asyia mungkin hanya akan beroperasi secara normal selama enam bulan.


Aldo mengusap kepala putrinya. Seandainya mengorban suatu nyawa untuk nyawa yang lainnya tidak di larang oleh agama, sudah pasti ia adalah orang pertama yang akan mendonorkan jantungnya untuk Asyia meski nyawanya sebagai gantinya.


Tatapan Asyia lurus ke depan tanggannya masih menggepal erat. Detak jantung Andhra masih terasa berdetak di genggamanannya.


Kisah cinta yang di ceritakan oleh Andhra masih terngiang di telinganya. Bagaimana seseorang yang harusnya mungkin saja sudah mati masih bisa hidup, karna jantung hatinya masih berdetak. Selama sepuluh tahun ini ia selalu berada di sekitar Andhra dan hanya dengan Andhra jantungnya bisa berdetak kencang. Seperti menyemangatinya untuk tetap hidup.


'Apakah ada kisah cinta seperti itu?' batin.Asyia.


'Kenapa juga jantungnya berdetak sama kencang saat bersama ku,' batin Asyia.


***


Di dalam mobil Andhra juga binggung terhadap dirinya sendiri. Kenapa jantungnya berdetak kencang jika berdekatan dengan Asyia.


***


Waktu terus berlalu.


Andhra dan Asyia semakin hari semakin dekat. Bahkan mereka sering berdiskusi bersama dan belajar bersama.


Setelah hampir sebulan, ketiga murid itu belajar. Kini ketiganya di beri soal-soal yang untuk mengetahui kemampuan kompetensi yang mereka miliki.


Dan setelah seminggu ini menjalani tes akhir.


Ketiga siswa berprestasi tersebut menunggu hasil belajar mereka selama sebulan


Kepala sekolah berserta staf dan ketua yayasan berada di hadapan mereka. Selain memberi semangat kepada ketiga siswanya kepala sekolah sendiri yang akan mengumumkan hasilnya.


"Sebagai kepala sekolah, saya ucapkan selamat kepada dua calon kandidat sekolah yang terpilih. Dan untuk yang belum terpilih jangan kecil hati.Ini bukan soal menang atau kalah. Hanya saja kita ada standar yang harus di penuhi dalam pemilihan kali ini dan yang terpenting Kalian tetaplah yang terbaik."


Suasana terasa meneganggkan.Ketiga siswa tersebut begitu berharap jika diri merekalah yang menang dan mewakili sekolah.


"Baiklah yang akan mewakili sekolah kita adalah Andhra dan Asyia karna skor nilai mereka yang sama yakni 450 dari 5 Mata pelajaran pokok yang di ujikan.Sementara Nessa dengan nilai 435.Beda yang sangat tipis tentunya. Tapi kebijakan sekolah memilih dua yang tertinggi. Dan selamat kepada ananda Asyia dan Andhra karna mereka berdualah yang terpilih untuk mewakili sekolah,"


Prok prok prok


Tepuk tangan pun memenuhi ruangan tersebut.


Asyia kaget sekaligus bahagia. Air mata,harunya pun menetes di pipinya.


"Akhirnya aku terpilih. Alhamdullilah ya Allah." Asyia.

__ADS_1


"Yes !"Andhra menyambut penuh suka cita.


"Asyia selamat ya," ucapnya yang ikut berbahagia atas terpilihnya Asyia.


Selamat juga untuk kamu. Tak sia-sia kita belajar bersama.


"Baiklah. Untuk kedua peserta di harapkan menyiapkan mental dan fisik kalian. Tentunya lawan yang kalian hadapi tak main-main. Kalian harus bekerja sama dengan baik karna skor kalin nantinya akan di hitung bersama. Dan nantinya akan ada mentor yang akan mengawasi dan membantu kalian. Akhir kata saya ucapkan terima kasih." Kepala sekolah.


Kepala sekolah dan para staf pun keluar dari ruangan tersebut. Begitu pun dengan ketiga siswa.


Asyia keluar dari ruangan bersamaan dengan Andhra.


"Yes Asyia akhirnya kita ke bangkok bersama."Andhra.


"Hm.Terima kasih telah membantu ku dan memberi ku semangat." Asyia.


"Hm. Kalau begitu kita pulang. Kau sudah di jemput? " tanya Andhra.


Asyia menggeleng." Sebenarnya aku ingin menemui ibu ku. Minta doa restu padanya jika aku akan berangkat ke Bangkok. Bagaimana pun dia adalah ibuku. Hm tapi aku takut jika pergi sendiri."


Andhra tersenyum." Kalau begitu biar aku temani kau."


Asyia menatap Andhra." Kau serius?"


"Tentu saja. Ayo! ".Andhra.


"Hm ayo."


Keduanya masuk ke dalam mobil, Asyia memberi secarik kertas kepada Andhra.


"Pak menuju alamat ini ya."


"Kalau gitu aku telpon ayah ku. Aku bilang jika aku bersama mu." Asyia.


"Iya bilang saja pada ayah mu. Kau akan selalu aman bersama ku," ucap Andhra seraya tersenyum manis ke arah Asyia.


Asyia langsung menunduk seraya tersenyum menyembunyikan wajahnya yang merona.


"Terima kasih tuan muda," ucapnya lirih.


Ngak sabar ke Bangkok bersama mereka 😍


Bersambung. Selamat pagi semuanya. tumben ya pagi-pagi author up. Sebenarnya ini epode kemaren he he berhubung ngantuk jd upnya hari ini.


Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang merayakannya. Semoga aktifitas kita semua berjalan lancar. aamiin.


Assalammualaikum Wr.wb.

__ADS_1


__ADS_2