Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Save Asyia 3


__ADS_3

Fedro dan Veronica langsung di aman kan oleh polisi yang berada di bandara.


Mereka dengan pasrah di borgol dan di bawa ke markas ke polisian. Selain kasus penculikan ternyata ada satu kasus lagi terungkap. Ternya Fedro dan Veronica selama dua tahun bebas dari penjara mereka telah menjadi seorang pengedar narkoba


Ancaman berat pun menanti mereka kedepan. Bisa jadi, mereka akan keluar penjara bersamaan dengan Amora.


***


Raffa berhenti menangis, ketika melihat Barley yang menggendong Asyia.


Aldo pun keluar dari mobilnya menghampiri Barley yang menggendong Asyia.


Melihat Daddynya yang berhasil menyelamatkan Asyia, Andhra pun bertepuk tangan dengan bangga.


"Hore!! Daddy memang hebat. Daddy superhero! yey! " sorak Andhra dengan gembira.


Aldo menghampri Barley."Terima kasih Tuan telah menyelamatkan putri ku! " ucap Aldo sambil menakup tangannya.


"Ehm. Kau masuk saja kedalam mobil, biar aku antar dia kedalam mobil. " Barley.


Barley menghampiri mobilnya kemudian menekan remote untuk membuka pintu mobil secara otomatis.


Raffa dan Andhra keluar dari mobil tersebut dengan penuh suka cita.


"Ayo ikut Daddy." Barley.


Mereka pun ikut Barley menuju mobil Aldo. Setelah di dalam mobil, Barley menyerahkan Asyia kepada Aldo, begitu pun Raffa yang ikut kedalam mobil tersebut.


"Terima kasih sekali lagi Tuan, " ucap Aldo sambil memangku Asyia, ia pun memeluk Asyia dengan penuh kasih sayang.Hampir saja ia kehilangan Asyia.


"Kau tenang saja, pengawalku akan mengawal mobil kalian sampai di rumah.Kau dan Asyia akan tetap aman. "Barley.


"Iya terima kasih sekali lagi. "Aldo.


Barley dan Andhra langsung menuju mobil mereka.


Keduanya pun langsung masuk mobil dan segera meninggalkan tempat tersebut.


"Daddy! Daddy hebat sekali! seperti spiderman yang menyelamatkan kekasihnya dari penculikan! " seru Andhra dengan bangga.


Barley tersenyum sambil mengusap kepalanya putranya.


"Ini semua juga karna kepintaran kamu dan kecekatan mu, Daddy bangga pada mu Nak. Begitulah seharusnya.Jadi orang harus bisa bermamfaat bagi orang lain," nasehat Barley pada Andhra.


"Iya Daddy. Nanti pulang ke rumah aku boleh cerita pada Mommy?" tanya Andhra.


"Boleh dong. Mommy pasti bangga mendengar cerita kamu."

__ADS_1


"Ehm. Iya Daddy.aku sudah tak sabar lagi. "


Barley tersenyum sambil mengusap kepala putranya lagi."Kalau gitu kita toss dulu. " Barley.


Mereka pun toss.


***


Di dalam mobil Aldo.


"Asyia! Asyia! bangun Nak! "ucap Aldo sambil menepuk nepuk pelan pipi Asyia.


Ia pun menciumkan minyak angin aroma terapi untuk membuat Asyia tersadar.


Aldo begitu khawatir, karna Asyia begitu sensitive.


Begitupun Raffa, sesekali ia menitikan air matanya sambil mengusap punggung Asyia.


"Mbak bangun hiks hiks hiks, "tutur Raffa beberapa kali.


"Asyia sayang bangun Nak, Ayah kangen sama kamu.Ayo sayang bangun, " ucap Aldo sedih sampai meneteskan air mata sedihnya. Ia takut terjadi sesuatu pada Asyia, ia pun memeluk Asyia dengan erat.


Tiba tiba terdengar suara batuk.


Uhuk uhuk uhuk.


Asyia membuka matanya, Aldo pun merasa senang, begitu pula Raffa.


Aldo mengurai pelukannya dan melihat Asyia yang menguap sambil mengucek-ngucek matanya.


"Hua hua, Asyia di mana ayah? ngantuk sekali?" tanyanya sambil menguap berkali kali.


Aldo tersenyum, ia pun memeluk Asyia.


"Iya Sayang, Asyia boleh tidur lagi. Tapi janji setelah sampai si rumah Asyia harus bangun, karna nanti sore kita akan pergi kerumah sakit menemui bibi dan juga adik kamu yang baru lahir."


Asyia langsung membuka lebar matanya.


"Hah! Jadi adik kita sudah lahir Yah!" tanyanya mempertegas.


"Iya. Adik Raffa dan mbak Asyia sudah lahir. setelah pulang sekolah dan tidur siang. sorenya kita lihat adik barunya. Kalian mau kan? " tanya Aldo.


"Asik! " seru keduanya bahagia.


***


Sesampainya di rumah Andhra turun dari mobil dan berlari menuju kamarnya.Ia sudah tak sabar untuk bertemu dan bercerita pada mommy-nya.

__ADS_1


"Mommy !" teriak Andhra menghampiri kamar Santi.


Mendengar suara putranya Santi pun membuka pintu kamar. Iya juga khawatir dengan keadaan putra mereka.


"mommy! seru Andhra sambil memeluk Santi.


"Ehm, Kamu sudah pulang Sayang? tapi kenapa terlambat? " tanya Santi


"Mommy. Aku mau cerita! Tadi baru saja aku dan Daddy menyelamatkan Asyia dari si penculik."


Andhra terlihat begitu bahagia setelah melakukan perbuatan terpuji.


Barley datang menghapiri dan memeluknya istrinya dari belakang menyimak penuturan putranya tersebut.


"Ehm iya sayang.Jadi kamu juga merasa bahagia dan banggakan ?jika bisa menolong orang lain? " tanya Santi sambil mengusap pundak putranya tersebut.


"Iya Mommy ,aku merasa seperti super hero, yang membantu menyelamatkan orang lain! " tutur Andhra penuh suka cita.


"Nah begitulah rasanya jika kita berbuat baik kepada orang lain. Hati kita juga menjadi bahagia. Jadi Hero ngak harus bisa terbang atau pun punya kekuatan sakti. Hero itu orang yang membantu orang lain di saat orang tersebut sedang membutuhkan pertolongan," papar Santi. Saat inilah ia mencoba untuk memberi masukan kepada putranya, agar kelak Andhra menjadi pribadi yang gemar menolong orang lain.


Mendidik anak untuk jadi lebih baik tak harus membentak dan memaksakannya melakukan apa yang di perintahkan oleh orang tuanya. Cukup dengan memberinya contoh yang baik, maka dengan sendiri anak akan mengikuti perbuatan baik itu, setidaknya itulah yang Santi dapatkan dari pengalaman putranya hari ini.


"Kalau begitu Kakak Andhra harus jadi orang baik setiap harinya, ngak cemberut dan ngak suka ngambekan.Apalagi sebentar lagi adik Kak Andhra akan lahir. Kak Andhra harus bisa jaga dan sayang sama adik kak Andhra sendiri," ucap Santi sambil mengusap kepala Andhra.


"Iya Mommy , aku akan sayang dan jaga adik ku nanti, " ucapnya sambil mencium perut Santi.


Santi dan Barley tersenyum mereka bahagia atas perubahan yang terjadi pada putra mereka.


"Sini,putra Daddy memang pintar, "ucap Barley sambil mengecup pucuk kepala Andhra.


Mereka pun memeluk putranya secara bersama-sama.


***


Di kantor polisi.


Veronica dan Fedro langsung di masukan kembali ke dalam sel terpisah setelah memberi keterangan.


Alat bukti dan saksi juga sudah di mintai keterangannya pada saat itu juga. Kini mereka kembali menunggu proses hukum yang akan menjerat mereka.


Fedro di hampiri oleh seorang pria.


"Apa ini Tuan! Baru saja anda saya beri jaminan kepada anda ,agar anda bisa bebas?! tapi baru beberapa hari anda telah melakukan tindakan pidana berat lagi! saya menyesal telah menjamin anda untuk keluar dari penjara! sekarang saya harus harus membayar denda yang tak sedikit! Dan ini semua karna anda! " cecar pria tersebut dengan penuh emosi.


Fedro tertunduk saja saat pengacaranya datang dan memarahinya.


"Saya akan beri bukti tambahan di persidangan untuk memberatkan tuntutan anda! Saya juga akan menuntut rugi dari anda atas pembayaran denda yang saya bayarkan kepada petugas! Bersiaplah anda mendekam dalam waktu yang lama! sekarang saya pasti kan anda akan jatuh miskin untuk selamanya! Dasar tak tahu di untung! waktu minta bantuan anda memohon-mohon untuk di bebaskan dari penjara.Setelah di bebaskan anda justru mengulangi kesalahan anda. Rasakan lah akibatnya! " cecar pengacara tersebut.

__ADS_1


Ia pun pergi meninggalkan Fedro yang meringkuk di sel tahanan.


Bersambung dulu ya guys.Hari ini author akan up satu bab lagi nih. Terima kasih atas dukungannya.


__ADS_2