Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Angkat Tangan


__ADS_3

Tuan Hasta dan Santi menghampiri Barley.


"Ada apa Barley?"


"Tak ada apa-apa Daddy, hanya saja Amora katanya terancam ke guguran."Barley


"Cuih, ternyata dia sudah hamil, pantas saja memaksa ku untuk menikahinya, dia pikir aku bodoh apa!" dengus Barley.


"Ya sudah kita pergi dari sini, ngak usah urusin mereka." tuan Hasta.


Mereka pun pergi dari tempat tersebut.


***


Andini masih meronta di dalam mobil tahanan, ia berkali-kali berteriak meminta petugas untuk melepaskannya.


Hingga mobil yang membawanya keluar dari halaman parkir, suara teriakan Andini masih terdengar oleh Barley dan tuan Hasta.


Ketiganya pun masuk ke dalam mobil, tuan Hasta masuk ke dalam mobilnya, sementara Santi dan Barley masuk ke dalam mobil yang berbeda, ketika hendak pergi dari tempat itu, Barley melihat Fedro dan beberapa orang laki-laki berpakaian hitam seperti sedang mendiskusi sesuatu.


"Kenapa aku jadi curiga kepada mereka," gumannya pelan.


Santi melihat ada keraguan pada suaminya untuk meninggalkan tempat tersebut.


"Sayang ada apa?" tanya Santi curiga.


"Entalah sayang, tapi aku curiga dengan orang-orang itu," ucap Barley seraya menunjuk orang orang yang berdiri tak begitu jauh dari mereka.


"Memangnya kenapa?"Santi.


"Mereka itu licik, aku khawatir jika ini salah satu trick yang mereka gunakan untuk membawa Amora kabur dari sini." Barley.


Santi melihat se kelilingnya.


"Trus apa yang akan ku lakukan?" tanya Santi sambil melirik ke arah Barley yang sedang melakukan panggilan.


Barley tak menjawab Santi, karna sedang melakukan panggilan terhadap seseorang.


"Hallo, Jack."Barley


"Hallo tuan, ada apa?"Jack


"Jack kau bawa orang-orang mu untuk mengawasi Amora di rumah sakit, aku curiga mereka berencana kabur dan melarikan diri." Barley.


"Baik tuan!" Jack


"Awasi pergerakan Amora dan keluarganya, segera tindak lanjuti jika mereka mencoba untuk melarikan diri."Barley.


"Siap tuan! laksanan."Jack.


"Oke, segera hubungi aku jika ada informasi yang mencurigakan." Barley.


"Baik Tuan! laksanakan." Jack.


Barley menutup telponnya.


Santi menyimak obrolan tersebut.


"Sayang kenapa kau berpikir jika mereka akan kabur dan melarikan diri dari penjara?" tanya Santi.


"Karna aku tahu mereka orang-orang yang licik,"Barley.


Barley pun membawa mobilnya keluar dari halaman parkir rumah sakit.


***


Di ruang prenatal Amora di periksa, karna usia kandungannya baru menginjak empat bulan, bidan memberinya suntikan untuk menghilangkan kontraksi.


"Aduh perutku sakit!" keluhnya.


"Iya bu, setelah obatnya bereaksi maka kontraksinya akan hilang secara perlahan." suster.


"Suster, apa janin yang ada di dalam kandungan ku bisa keluar?"tanya Amora.


Ia berharap bisa membuang janin tersebut agar tak lagi menyiksanya.


Suster mengulum senyumnya," Tenang saja Bu, sepertinya anda memiliki janin yang kuat, bahkan setelah mengalami kontraksi, keadaan janin ibu terlihat baik-baik saja," papar suster.


Apa? kenapa janin itu tak keluar saja dari rahim ku, aku sungguh-sungguh tak menginginkannya.

__ADS_1


"Aduh sakit sekali!" tiba-tiba Amora merasakan sakit ia pun meringis kembali.


"Aduh! Aduh! sakit! sakit," teriak Amora sesering mungkin.


Suster sampai menggeleng-gelengkan kepalanya karna risih yang mendengar Amora terus mengeluh.


Uh kalau ngak mau sakit, ngak usah hamil, ngak usah melakukan perbuatan tersebut, giliran enak mende*sah-desa*h giliran sakitnya mengeluh terus.


Suster tersebut memutar mola mata malasnya karna merasa risih setiap menit harus mendengar suara rengekan dan ringisan Amora.


"Aduh Suster kenapa masih sakit sih!" rengek Amora kembali.


Akhirnya Suster tersebut mengeluarkan uneg-unegnya.


"Mbak, ngak usah mengeluh terus dong, saya juga tahu itu sakit, teriakan mbak hanya mengganggu konsentrasi saya dan pasien yang lain, masak kalah dengan bayinya yang tetap kuat meski dalam keadaan kontraksi," ucap Suster tersebut dengan nada nyinyir.


"Akh! tapi ini sakit suster,kenapa obatnya lama sekali bereaksi?! Akh" teriak Amora lagi.


Suster tersebut tak perduli dengan pertanyaan Amora dan lebih memilih meninggalkannya.


Suster keluar dari ruangan dan menutup pintunya kembali.


Veronica sudah gelisah menunggu di luar ruangan, setelah suster keluar barulah Veronica masuk dan menjalankan aksinya.


Pintu ruangan Amora di kunci dari dalam sementara ia melepaskan infus yang terpasang pada pergelangan tangannya.


"Mami sakit!" Amora masih mengeluh.


"Sudah, nanti juga hilang sakirnya, kita harus cepat."


Amora bangkit dan turun dari tempat tidurnya.


"Ayo Amora, kita lewat jendela, Papi sudah menunggu di mobil."Veronica.


Meski merasa masih sakit, Amora tertatih-tatih keluar lewat jendela, di sana ada anak tangga yang sudah di sedia kan oleh orang suruhan Fedro.


Pelan-pelan mereka menuruni anak tangga untuk sampai, karna ruangan tersebut berada di lantai dasar, jadi sangat mudah bagi mereka untuk turun.


Mobil sudah menunggu mereka, tak jauh dari tempat keduanya turun, dengan terjingkat-jingkat seraya menahan rasa sakit di perutnya, Amora berlari kecil menghampiri mobil tersebut.


"Cepat sedikit !"teriak Fedro.


Keduanya pun sampai di mobil dan langsung masuk.


"Yes, berhasil!"seru Veronica.


Mobil melaju kencang, keluar dari kawasan rumah sakit.


Fedro menelpon seseorang," Siapkan hellikopternya, sebentar lagi kami akan tiba."


***


Dua orang polisi berjaga di depan


ruang perawatan Amora, mereka tak mengetahui jika ruangan tersebut sengaja di kunci.


Suster yang merawat Amora kembali dan hendak masuk ke dalam ruangan tersebut, namun ketika membuka pintu, ia kesulitan.


Suster tersebut mendorong pintu dan mengetuknya beberapa kali.


Kedua petugas tersebut datang menghampiri Suster karna merasa curiga.


"Ada apa sus?"tanya petugas tersebut kepada suster.


"Ini sepertinya pintu ruangan ini di kunci." Suster.


"Apa di kunci?" kedua petugas saling memandang.


"Jangan-jangan tersangka kabur melarikan diri, " cetus salah satu dari mereka.


"Gawat!"


Mereka pun melaporkan petugas yang menjaga di luar rumah sakit untuk menyusuri semua rumah sakit tersebut.


Ada juga yang menghubungi operator cctv, untuk melihat jejak mereka.


Benar saja, pelarian mereka di tangkap oleh kamera cctv.


Bahkan plat mobil yang mereka gunakam untuk kabur sempat terlihat pada kamera pengintai.

__ADS_1


Polisi langsung bergerak mencari keberadaan mereka, beberapa jalan menuju luar kota juga diadaakan pemeriksaan kendaraan yang akan keluar dari kota, bandara dan pelabuhan semua di periksa dan di jaga ketat oleh pihak polisi.


Berita tersebut pun sengaja langsung viralkan agar keberadaan mereka mudah untuk di cari.


Di sebuah lapangan kosong, sebuah hellikopter mendarat di titik tersebut, mesin hellikopter di biarkan dalam keadaan standby, dengan demikian ketika Amora dan keluarga tiba mereka dapat langsung mengudara.


Jack dan rekannya tengah mengikuti mobil Amora, awalnya mereka tak menyadari, namun ketika akan memasuki kawasan sepi dan jalanan yang sempit sang sopir baru merasa jika mobil mereka sedang di buntuti.


"Sepertinya mobil kita sedang di buntuti oleh seseorang," ucap sang sopir.


Fedro menoleh kearah kaca spion mobil.


"Sial! sepertinya memang kita di buntuti."


"Aduh bagaimana ini?"tanya Veronica panik.


Sementara Amora, ia masih terus meringis menahan sakit, belum lagi kondisi jalan yang rusak dan berlubang hingga membuat mobil mereka beberapa kali berguncang.


Fedro memikirkan bagaimana cara agar mobil yang mengikuti mereka berhenti membuntuti mobilmya, beberapa saat kemudian ia pun meraih pistol yang di simpannya di dashboard mobil.


Fedro membuka kaca jendela. dan separuh tubuhnya ia keluarkan untuk menembak mobil tersebut.


Dor..


Tembakan pertama meleset, karna kondisi mobil yang berguncak akibat jalan yang berlubang-lubang.


Melihat Fedro mengeluarkan senjata dan menembak ke arah mereka, anak buah Jack juga mwmengeluarkan senjata kemudian ia menbaki ban mobil bagian belakang mobil yang di kendarai Fedro.


Drus


Ban mobil pecah, serta kehilangan keseimbangan.


Amora dan Veronica sudah panik.


"Aduh, bagaimana ini?siapa mereka dan mau apa mereka sebenarnya?"tanya Veronica panik.


"Mami aku takut Mami!" Amora ketakutan begitu pun Veronica dan Fedro, jika mereka tertangkap maka mereka semua akan di masukan kedalam penjara bersama.


Suasana tegang dan mencengkam, sang sopir mencoba untuk mengendali kan mobil yang oleng tersebut.


Fedro ikit panik.


"Tetap jalankan mobil!" perintah Fedro.


"Tapi pak ini sudah tak mungkin,konondisi jalanan juga rusak." sopir.


Veronica dan Amora sudah menangis histeris, mereka binggung dan takut.


"Sudah diam!"teriak Fedro, ia pun gelap mata dan kembali menembak


Dor,


Fedro menembaki kearah kawanan Jack.


lagi-lagi tembakan mereka meleset dan hanya mengenai spion


Dor dor, dua tembakan beruntun yang di lakukan oleh anak buah jack ke arah ban mobil depan dan belakang hingga membuat mobil mereka terhenti seketika.


Mobil Jack juga berhenti.


Mereka semakin panik, Veronica dan Amora menangis.


"Bagaimana ini?"


Fedro menjadi bingung dan panik, tak ada jalan lain kecuali menghabisi mereka, pikinya.


Fedro mengisi kembali amunisi untuk pistolnya agar bisa melawan penjahat tersebut.


Namun ternyata, di belakang mobil Jack sudah ada mobil polisi beserta puluhan polisi yang menodongkan pistol ke arah mereka.


Mereka di kepung, karna di depan mereka juga sudah ada beberapa polisi yang menggunakan motor.


Fedro keluar hendak menodongkan pistol kearah depan


Angkat tangan!


Bersambung, terima kasih ya sudah baca karya ini, mohon dukung author ya, dengan like yg banyak, rate bintang Lima, saran dan komentar dan vote setiap minggu he he, banyak maunya ya, tapi apalah author tanpa dukungan kalian reader love u All


Nih untuk yg suka cerita bucin membucin, mampir sini guys, biar kalian di bucini sama authornya.

__ADS_1




__ADS_2