
Sudah tiga hari Asyia tak sadarkan diri di ruang perawatan intensif.
Arief, Aldo, Delia dan Andhra masih setia menunggu hingga Asyia sadar.
Mereka berempat secara bergantian menjaga Asyia, karna hanya satu orang saja yang boleh masuk ke dalam ruangan tersebut.
Meski belum sadarkan diri. Namun, keadaan Asyia mulai membaik.
Denyut jantungnya pun kembali normal.
Luka sayatan operasinya pun mulai mengering dan tak menimbulkan infeksi.
Waktu sudah menunjukan pukul delapan pagi, tandanya sudah pergantian shif, Arief juga sudah lelah, ia pun keluar dari ruangan perawatan Asyia setelah semalaman berjaga.
Untuk sementara, mereka menyewa sebuah aparatemen untuk tempat tinggal mereka sementara waktu ,selama Asyia di rawat hingga keadaan Asyia pulih.
Wajah Arief terlihat lelah karena semalam an berjaga
Setelah Arief keluar dari ruangan tersebut ia melihat Andhra yang terlihat tampan sudah duduk di kursi tunggu di depan ruangan perawatan Asyia.
Andhra menghampiri Arief yang baru saja keluar dari ruang perawatan Asyia.
"Bagaimana keadaan Asyia paman? "tanyanya.
"Masih belum ada perubahan, Asyia belum sadarkan diri. " Arief.
"Paman istirahat saja, biar aku yang berjaga. "
Arief menepuk-nepuk pundak Andhra. "Paman pulang dulu ya. "
"Iya Paman. "
Arief berlalu sementara Andhra masuk keruangan khusus tersebut.
Asyia masih terlena di alam mimpi, mata nya masih tertutup rapat dengan beberapa alat medis masih terpasang di sekujur tubuhnya.
Andhra tersenyum seraya mengusap kepala Asyia.
"Selamat pagi Asyia. Aku yakin kau pasti mendengar ku, meski kau menutup matamu. "
Andhra menarik kursi untuk duduk di sampingnya, Ia pun menggenggam tangan Asyia.
__ADS_1
"Asyia bangunlah. Sudah tiga hari aku menunggu mu untuk bangun, apakah kau tak bosan tertidur terus. "
Asyia masih bergeming dengan mata yang tertutup rapat
Andhra mendekatkan wajahnya pada telinga Asyia,Ia pun membisikkan sesuatu padanya.
"Asyia bangunlah aku sudah rindu," ucanya dengan nada merayu tepat di daun telinga Asyia.
Seketika Andhra merasakan tangan Asyia yang menggenggam tangannya. ia pun merasakan jika Asyia merespon ucapan nya tersebut.
Andhra tersenyum.
"Pasti kau juga rindu padaku kan? " tanya Andhra dengan maksud menggoda Asyia.
Asyia masih diam.
"Kalau begitu bangunlah, sampai kapan kau akan menutup mata mu. Ayo bangkitlah Asyia, kehidupan baru menanti mu. Kau kini bisa seperti aku dan Teman-teman yang lainya. Aku juga sudah tak sabar ingin mengajak mu untuk berlari bersama, bermain basket, dan olahraga lainya. Ayo lah Asyia buka mata mu, lihat dan nikmati lah dunia mu yang baru. Tanpa ada rasa sakit, kau pun bebas melakukan apa saja. Bangun Asyia, mana semangat mu! " Andhra memberi semangat pada Asyia.
Beberapa saat kemudian Andhra mulai merasakan genggaman tangan Asyia yang makin kuat.
Ia pun semakin bahagia, dan semakin menyemangati Asyia.
"Ayo Asyia buka matamu! hari ini adalah hari dimana kau mulai hidup barumu, dengan harapan baru dan jantung baru!" seru Andhra sambil menggenggam tangan Asyia kuat.
"Dimana aku?" tanya Asyia lirih.
"Kau ada di sini,bersama ku." Andhra.
Asyia pun mengecilkan pandangan yang masih kabur tersebut, melihat kearah asal suara.
Ia pun tersenyum, ketika tersadar selalu saja Andhra adalah orang pertama yang ia lihat.
"Asyia akhirnya kau sadar juga! " seru Andhra dengan bola mata yang berembun.
Asyia tersenyum lemah.
"Andhra kita di mana? Apa aku sedang bermimpi? " tanya Asyia seraya mengedar pandangannya ke sekelilingnya yang terlihat Asing.
"Kita masih di rumah sakit Asyia, kau baru saja sadar pasca operasi mu. "
"Operasi? " gumanAsyia. Asyia lupa dengan operasi yang ia lakukan.
__ADS_1
"Iya operasi pada jantung mu."
Asyia coba mengingat-ingat apa yang terjadi sebelumnya, ketika kesadaran dan ingatannya pulih ,barulah ia merasakan sakit pada luka sayatan bekas operasi di dadanya.
Asyia meringis kesakitan, Ehs.
"Kenapa Asyia, apa kau merasa sakit pada bagian dadamu? "tanya Andhra.
Asyia menggangguk." Iya rasanya sakit sekali," guman Asyia lirih.
Andhra kembali mengusap kepala Asyia.
"Bersabar lah Asyia, yang terpenting operasi mu berjalan lancar, saat ini kau punya jantung baru dan harapan hidup baru. Kau bisa beraktifitas layaknya orang yang hidup normal . Kau sekarang bisa mengikuti praktek pelajaran olahraga,Bisa bermain basket, bisa berlari dan melakukan apa saja yang kau inginkan. Kau juga bisa meraih cita-cita dan semua yang kau impikan. Kau sudah sembuh Asyia dari penyakit yang selama ini mengekang mu," tutur Andhra dengan semangat.
Asyia tersenyum hari seraya menitikan air matanya, Hiks hiks hiks. Tubuhnya pun terguncang karena menahan tangis bahagia.
"Benarkah Andhra? Benarkah semua ini. Benarkah jika aku sudah sembuh? hiks hiks hiks.
"Iya Asyia, kau sembuh! rasa sakit dan perjuangan mu selama ini tidak sia-sia. Kau menang Asyia! " ucap Andhra dengan berapi-api.
Hiks hiks hiks. Asyia pun menangis Tersedu-sedu. Harapan nya untuk berumur panjang agar bisa mengejar cita-cita dan cintanya kini bukan hal yang mustahil lagi.
Asyia menangis seharu-harunya, ia pun menatap Andhra dengan linangan air mata.
"Terima kasih Andhra, selama ini kau sudah berkorban terlalu banyak untuk ku Andhra, terima kasih, terima kasih, " ucap Asyia dengan bibir gemetar.
"Sama-sama Asyia. Aku yakin jika kita bersama kita bisa wujudkan semua impian kita,"ucap nya hari sambil memeluk Asyia.
Keduanya pun saling menangis hari dan bahagia.
Kini mereka bersama bisa menyonsong masa depan yang gemilang, dengan cita-cita dan harapan yang sudah mereka bangun sebelumnya.
Bersambung dulu ya reader .Terima kasih karena tetap setia bersama author.
Asalamualaikum, Wr wb.
Nah jika sempat mampir yuk di novel terbaru author.
__ADS_1
.
Aku tak bermimpi kan Andhra? hikss hikss