
Amora sedang menikmati makan malamnya bersama teman kencannya.
Kali ini gandengan Amora adalah salah seorang pengusaha kaya di bidang properti.
Ketika sedang menunggu makanan yang di sajikan oleh pelayan restoran, Amora menangkap sosok pria yang begitu ia kenali.
Bibir sensualnya pun menyunggingkan.senyum tipis.
"Maaf tuan, saya ijin ke toilet," ucapnya.
"Silahkan," ucap pria tua tersebut.
Amora merasa bosan karna terus-terusan berkencan dengan pria yang jauh lebih tua darinya. Sebenarnya banyak dari mereka yang serius untuk berumah tangga dengannya. Namun ia selalu menolak.
Ia tak menginginkan suami yang tua dan jelek.
Amora menggikuti kemana Aldo pergi dan menunggunya di luar toilet umum.
Melihat Aldo yang mencuci tangannya Amora pun langsung memeluknya dari belakang.
Aldo kaget dan melihat tangan yang melingkar di pinggangnya.Ia pun berbalik
"Amora?!" Guman Aldo pelan ketika ia membalikan tubuhmya
Amora tersenyum, ia kembali melakukan gerakan tiba-tiba dengan memeluk dan melingkarkan tangannya pada leher Aldo.
"Aldo aku kangen ," ucapnya seraya mengecup bibir Aldo.
"Lepaskan Amora!"
Aldo mlepaskan lingkaran tangan Amora yang melingkar pada lehernya.
"Aldo tidak kah kau rindu pada ku, Kita bisa memulai hidup baru bersama sekarang dan kali ini,aku janji aku hanya akan jadi milik mu," ucap Amora seraya memeluk Aldo kembali.
"Jangan gila kau Amora! Sebaiknya kau jangan mengganggu hidup ku lagi! " Aldo pun berusaha untuk lari tapi Amora kembali menarik tangan Aldo.
"Aldo please! Beri aku kesempatan lagi," ucapnya sambil memeluk tangan Aldo agar Aldo tak lari.
"lepaskan Amora! Jangan ganggu hidupku lagi!" Aldo menolak dengan mendorong tubuh Amora agar bisa terlepas dari cengkramannya.
"Abang!" seru Delia yang melihat Aldo mrndorong seorang wanita.
Ia pun menghampirinya.
"Adek, Kamu ? ..."Aldo binggung ingin menjelaskan duduk permasalahannya.Ia takut Delia berpikir yang macam macam.
Amora menatap sinis ke arah Delia yang menghampiri Aldo
__ADS_1
" Dia Amora Dek, " cetus Aldo, meski Delia belum bertanya tentang wanita yang bersamanya.
Amora dan Delia pun saling menatp dengan tatapan sinis.
"Hey! apa yang kau lakukan pada suamiku?"tanya Delia geram.Matanya masih mengawasi Amora dengan lekat.
Amora semakin mendongkakkan.kepalanya, karna ia merasa yakin jika dirinya lebih cantik dari Delia.
"Oh suami mu? Lihat saja, Tak lama lagi aku akan membuat dia meninggalkan mu," ucap Amora dengan yakin ia pun melangkah menjauhi mereka.
Kedua pasangan suami istri itu mengekori ke arah wanita yang melewati mereka. Setelah menjauh kedua ya pun saling menatap.
"Dek kamu ngak berpikir macam-macamkan terhadap Abang?" tanya Aldo khawatIr.
Delia mengangguk lirih.
Aldo pun merangkul dan mencium pipi Delia.
"Ayo kita kembali ke meja." Aldo.
Delia tetap diam, Seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.
"Dek kenapa? Apa kau masih ragu terhadap Abang?" tanya Aldo yang melihat diamnya Delia.
"Ehm bukan itu Bang, Aku hanya khawatir jika kita pertemukan antara Asyia dan Amora aku takut dia justru memanfaatkan Asyia untuk mendapatkan mu. Atau mungkin saja dia memanfaatkan putri kita tersebut untuk sesuatu yang buruk.Oh tidak. Melihat tatapan matanya saja aku jadi ngeri seperti itu. Sepertinya dia punya maksud tak baik, "ucap Delia dengan tubuh lemas.
"Iya Bang."
"Sudah, jangan pikirkan lagi. Wanita sepertinya itu memang selalu membuat resah. Yang penting Abang janji, akan menjaga kamu dan keluarga kita dengan sebaik-baiknya, "ucap Aldo seraya mencium kening Delia lekat.
Delia tersenyum, ia pun yakin akan ucapan suaminya.
Mereka berdua pun kembali berkumpul bersama keluarga mereka.
"Ayah dan ibu kenapa lama sekali ?" tanya Raihan.
"Ehm ngak apa- apa kok. " Delia.
Pelayan restoran menghidangkan makanan.Namun Delia masih terpikir akan pertemuannya dengan Amora.
Amora kembali menemui teman.kencannya. Mereka pun kembali menikmati makan malam mereka.
***
Keluarga Barley sedang menikmati.hidangan dengan pemandangan yang mengagumkan dari lantai atas.
Meski makan malam telah selesai, keluarga tersebut belum berniat untuk segera meninggalkan rumah makan.
__ADS_1
Barley turun dari lantai tiga menuju lantai dasar, karna ia baru menyadari ada tertinggal sesuatu yang penting di dalam mobil.
Barley keluar dari lift kemudian menuju pintu keluar, Tanpa sengaja ia melihat Amora, begitu pun sebaliknya.
Amora juga kaget bertemu Barley di halaman parkir.
"Amora!" Seru Barley ketika wanita tersebut berada tak jauh di depannya.
"Barley?! " Amora segera menunduk. Ia sedikit merasa cemas ketika bertemu dengan Barley.
"Ternyata kau benar Amora!" ucap Baley dengan mata yang membelalak dan rahang yang mengeras. Wanita yang paling ia benci kini kembali bebas dan berada di hadapannya.
Pria di depannya merasa tak senang dengan sikap Barley. Karna ingin merasa sok jagoan di depan Amora,pria yang tak mengetahui siapa Barley tersebut langsung mendorong tubuh Barley.
"Hey Bung! Tidak bisa kah kau bersikap sopan terhadap wanita?"
Tanpa banyak bicara, satu bogem mentah mendarat di pipi pria tersebut, sektika pria itu terhuyung dengan hidung dan bibir yang pecah kemudian jatuh di lantai.
"Aw!" Amora spontan berteriak melihat Barley memukul teman kencannya. Amora tahu sendiri bagaimana Barley.
"Jangan sok jadi pahlawan! kau sendiri tak tahu wanita seperti apa yang kau bela."
Barley kembali menarik tubuh pria tersebut dan kembali ingin memukulnya.
Namun ia merasa seperti ada yang menahannya.
Barley berpaling dan menghadap lelaki yang menahan serangannya.
"Tahan Tuan! Jangan kotori tangan mu." Arief.
Barley kembali melempar pria tersebut ke jalanan.
Amora membantu pria tersebut untuk berdiri, keluarga Arief pun menghampirinya mereka ingin melihat apa yang terjadi.
"Ada apa Paman?"
Seketika Amora menoleh ke arah gadis yang memanggil Arief dengan sebutan paman.
'Paman? Siapa gadis itu?' batin Amora.
Bersambung guys. Terima kasih ya atas dukungannya terutama yang selalu setia menunggu author up. In shaa Allah author up lagi.
Nah author punya rekomendasi novel untuk kalian. Siapa tahu suka.
Bagaimana rasanya jika cinta itu tak berbalas. Yuk mampir di Diary Kayla. Karya Devon.
__ADS_1