
Amora berbaring menatap langit-langit kamarnya. Baru kali ini ia merasa hatinya tersentuh ketika melihat putrinya yang begitu cantik, tapi juga begitu malang. Karna perbuatannya yang sengaja menggugurkan putrinya tersebut, Asyia harus menderita seumur hidupnya karna penyakitnya.
"Aku ingin sekali memeluknya, menciumnya. Jiwa ku begetar ketika bibir munggilnya menyebutku dengan panggilan ibu."
"Ibu...Aku ingin sekali mendengar ia memanggilku dengan sebutan itu lagi hiks hiks, tangis Amora, ia jadi begitu ingin memeluk dan mencium Asyia kemudian membelai rambut Asyia dan menidurkan Asyia dalam pangkuannya.
Amora menarik selimutnya menangis menginginkan kasih sayang dari sang putri.
Ia juga seorang anak, dan dirinya pun pernah merasakan jauh dari orang tua. Saat ini saja ia tengah merindukan kedua orang tuanya.
"Asyia! Maafkan aku... Aku memang tak pernah menginginkan mu di hidupku..tapi saat ini berilah aku kesempatan untuk memperbaiki diri.. Asyia putri ku sayang hiks hiks. "Amora menangis dalam keheningan di ruang sempit kamarnya.
Entah kenapa ia begitu rindu dengan putrinya.
Amora menangis hingga ia sendiri lelah dan terlelap. Entah berapa puluhan panggilan tak terjawab dari beberapa teman kencannya.
Hari ini Amora tak berniat menerima tamu pikirannya di liputi rasa sesal kerinduan untuk bertemu Asyia.
***
Keesokan harinya.
Amora kembali menghampiri sekolah Asyia. Ia meminta ijin ke penjaga sekolah untuk bisa menunggu di dalam kawasan sekolah.
Dengan sabar ia menunggu di pos satpam karna ia tak ingin bertemu Aldo.
Ting.
Bunyi bel berbunyi Asyia dan kedua rekannya keluar dari ruang tersebut.
__ADS_1
Asyia dan Andhra berjalan beriringan.
"Asyia kemaren kamu sudah chek up ?" tanya Andra.
"Baru pengambilan sample darah dan rotgen saja." Asyia.
"Trus hasilnya?"Andhra.
Asyia tersenyum simpul. " Kata dokter aku sudah bisa hidup sampai saat ini, itu sudah merupakan keajaiban. Tanpa operasi perkiraan dokter paling lama aku bisa bertahan selama enam bulan." Cetus Asyia santai.
"Kok kamu biasa saja sih Asyia. Ngak syok gitu? Itu kan lebih cepat dari perkiraan dokter sebelumnya?" tanya Andhra heran melihat reaksi Asyia yang biasa saja.
"Ehm udah biasa. Bagi ku itu seperti mencari suku ke n pada bilangan Aritmatika," cetus Asyia.
"Bencanda saja. Suku ke n ya pastilah hasilnya."
"Ya aku juga pasti. Pasti nol, alias game over. .kreak. "Asia memperagakan lehernya seperti di gorok dengan tangan.
Asyia tersenyum seraya melirik ke arah Andhra. "Masa' sih tuan Muda? Kau tak takut mati?" tanya Asyia.
"Ngak, asal mati sama kamu," cetus Andhra seraya tersenyum melirik ke arah Asyia.
Asyia mengulum senyumnya dengan wajah yang tertunduk merona, ia tak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya, meski ia tahu Andhra hanya bercanda.
"Ehm, kau sangat berharga tuan muda. Tak layak berkorban untuk gadis seperti ku.Simpan saja hati mu untuk seseorang lebih berharga di hidupmu." Asyia.
"Kenapa? Ya itukan kalau jantung ku ada.dua. Apa salahnya aku bagikan kepada mu," Andhra.
"Ehm ,kalau jantung manusia ada dua aku tak butuh operasi itu. "
__ADS_1
"Hm benar juga ya."
"Aku pernah baca buku-buku kuno, ada kisah yang begitu menarik bagi ku hingga aku baca berulang-ulang. Entah kenapa saat melihat mu aku baru teringat kembali dengan kisah ini, sebuah legenda tentang sepasang suami istri yang saling mencintai. Sang istri itu menderita sakit yang cukup lama dan bisa di bilang sekaratlah. Namun, sang istri tak kunjung mati. Karna suaminya selalu berdoa pada yang kuasa, agar istrinya tak di ambil terlebih dahulu. Mereka ingin se-hidup semati bersama. sang suami bilang pada istrinya jika selama jantungnya berdetak, maka jantung sang istri juga akan terus berdetak. " Andhra.
Asyia berhenti melangkah kemudian menatap lekat Andhra.
"Trus apa yang terjadi selanjutnya pada mereka?"tanya Asyia penasaran.
"Sejak itu suaminya selalu membawa istrinya kemana saja ia pergi,seperti mencari kayu bakar ke hutan atau berburu. Sang istri pun merasakan ketika suaminya jauh, jantungnya selalu bedetak lemah hingga membuatnya hampir meningal, dan ketika melihat senyum dari suaminya yang baru pulang, sang istri yang lemah dan sakit itupun seperti mendapat kekuatan kembali, ia pun lebih segar dan semangat. Singkat cerita pada akhirnya mereka memang meninggal dalam waktu yang bersamaan. Sang suami meninggal.terlebih dahulu karna sebuah kecelakaan, dan seprti yang mereka pinta, ketika jantung suaminya berhenti berdetak, jantung sang istri pun seketika itu juga berhenti berdetak" Andhra.
Asyia menyimak dengan seksama kisah yang di ceritakan oleh Andhra.
"Lalu apa kau percaya dengan cerita tersebut?"tanya Asyia.
Andhra menyimpul senyumnya.
" Sebagai orang yang hidup di dunia modern ya aku ngak akan percaya jika ngak ada logika di dalamnya. Faktanya memang benar. Jantung itu salah satu organ tubuh yang sensitif terhadap perasaan dan emosi. Ya wajah saja jika istrinya bahagia dan semangat ketika melihat orang yang begitu ia cintai datang menghampirinya dan selalu bersamanya. Itu akan membuat jantungnya awalnya berdetak dengan lirih setelah bertemu dengan sang pujaan hati, ia merasa senang dan membangkitkan irama jantungnya. Karna itu ia bersemangat untuk hidup. Dan ketika suaminya meninggal maka tak ada lagi yang memberinya semangat untuk hidup, ia pun sedih dan menyerah dengan keadaannya. Ya kurasa itulah yang dinamakan the power of love. " Andhra.
Asyia kembali berhenti melangkah dan juga membuat Andhra berhenti.
"Ehm maksud mu ketika kita mencintai orang lain, apa jantung kita akan bedebar kencang?"tanya Asyia.
"Ehm kau tanya pada ku? Aku belum pernah jatuh cinta Asyia. Tapi..." Andhra menggantungkan kata-katanya membuat Asyia penasaran. Ia pun semakin mendekat ke arah Asyia kemudian menarik tangan Asyia dan meletkan telapak tangan Asyia pada dadanya.
"Aku juga tak mengerti Asyia, kenapa setiap dekat dengan mu jantung ku berdetak kencang?"tanya Andra seraya menatap Asyia lekat.
Deg
Deg
__ADS_1
Cut....Aih paling bisa si author bikin part gantung ya. Hm author mau tau komentar dari pada reader tersayang dulu nih. Atau ada yang mau ngasih saran plus dukungannya vote dan hadiah.( he he maaf melunjak. Seiklasnya aje ye😃)
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Assalamualaikum wr.wb 😍😘😘😘