
Asyia dan Andhra berada di dalam mobil mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Andhra bermain game online Sementara Asyia asik melihat pemandangan di luar jendela.
"Asyia tersenyum!" Asyia kaget ketika Andhra tiba-tiba mendekatkan wajahnya ke wajah Asyia, secara spontan Asyia pun tersenyum kearah camera yang menangkap gambar mereka.
Ceklik ceklik. Andhra berhasil menangkap gambar selfi keduanya.
"Ehm lumayan lah. Biar aku cetak gambar ini." Andhra.
"Untuk apa? Untuk simpan di dompet?"tanya Asyia spontan.
"Ehm ngak lah untuk nakutin tikus di gudang rumah ku,"sahut Andhra dengan maksud bercanda.
Hm Asyia memalingkan wajahnya.
"Ngaklah aku cuma bercanda, aku hanya heran kenapa kau terlihat tegang seperti itu?" tanya Andhra.
"Ehm aku merasa nervous saja. Ini pertama kalinya aku bertemu langsung dengan ibu ku."
"Memangnya berapa lama kalian tak pernah bertemu?"
"Seumur hidup aku tak pernah ngobol dengannya."
"Seumur hidup?!" tanya Andhra kaget.
Sejak aku lahir, aku tinggal bersama paman ku, sementara ibu ku berada di penjara. Dan baru sebulan yang lalu aku bertemu dengannya. Sebenarnya ayah k melarang ku untuk menemuinya tapi semakin di larang aku justru semakin penasaran terhadapnya." Asyia.
"Ehm, seperti itu."
"Aku tak tahu apa yang akan ku katakan padanya."
"Bicara saja apa adanya. Bukannya kau ingin meminta restu padanya." Andhra.
"Ehm, sejujurnya bukan itu saja. Tapi sejujurnya aku rindu padanya." Asyia.
"Tentu saja, kalian pasti punya ikatan batin," Andhra.
"Ehm mungkin."
***
Mereka pun sampai di depan sebuah rumah kontrakan tiga pintu.
Supir pribadi Andhra menunggu di mobil, sementara keduanya turun dari mobil dan menuju rumah yang di maksud.
Pintu rumah di ketuk oleh Asyiah.
Andhra menaruh tangannya pada saku hoddienya seraya melihat sekeliling.
Seorang wanita keluar dari pintu sebelah yang di ketuk Asyia.
Seorang wanita muda berusia dua puluh tahunan memakai celana jeans pendek dengan tanktop yang menampakan belahan dadanya, datang menghampiri mereka.
__ADS_1
"Cari siapa?"tanya wanita tersebut.
Andhra menghindari menatap wanita itu dengan memalingkan wajahnya kearah lain.
"Saya mau cari ibu yang tinggal di rumah ini." Asyia.
"Oh dia belum pulang, biasa, "ucap wanita tersebut sambil menghisap rokoknya.
Andhra menarik tangan Asyia agar menjauh dan tak menghirup asap rokok tersebut.
"Maksudnya Ibu belum pulang dari kerja?"tanya Asyia.
"Iya belum pulang dari menservis pelanggannya."
Asyia tak mengerti dengan ucapan wanita tersebut, Selama ini otaknya tak pernah terkontaminasi dengan hal hal yang demikian. Karna ia sendiri berada di lingkungan yang baik dan di kelilingi oleh orang-orang yang menjaga etikanya.
Wanita itu tersenyum." Jika kau mau menunggu silahkan saja menunggunya. Biasanya sebentar lagi dia pulang."
Wanita itu pun kembali masuk ke rumahnya.
Asyia menatap ngeri melihat wanita yang memiliki tato bunga mawar hitam pada salah satu bagian atas payuudarah-nya.
Tak hanya satu. Beberapa saat kemudian seorang wanita keluar dengan pakaian yang juga tak jauh bereda dari sebelumnya, di rumah sebelah.
Melihat wanita tersebut, ia merasa ilfil terhadap lingkungan yang di tempati oleh Amora.
"Bagaimana kau mau menunggu?"tanya Andhra.
Mereka pun memutuskan untuk meninggalkan tempat tersebut.
Ketika hendak menuju mobil Asyia melihat Amora yang baru saja tiba dengan menggandeng seorang pria, mereka pun bercumbu di depan umum sebelum pria tersebut masuk kedalam mobil, dan pria tersebut bukanlah pria yang kemaren bersama ibunya.
"Asyia!" Seru Amora ketika melihat dari kejauhan Asyia melihatnya.
Langkah Asyia tercekat melihat Amora yang menghampirinya.
"Apa dia ibu mu?" Tanya Andhra seraya menyeritkan dahinya.
Asyia tertunduk, ia kecewa melihat ibunya bergonta-ganti teman pria dan mengumbar kemesraan di depan umum.
Amora juga memakai pakaian tak pantas dan itu yang membuatnya malu kepada Andhra.
Amora menghampiri Asyia.
"Asyia kamu datang menemui ibu kan Nak, ayo masuk! " ucapnya seraya menarik tangan Asyia.
Asyia tertunduk." Lain kali saja!"
Amora kaget melihat reaksi dari Asyia.
Asyia pun menjauh dari Amora, ia berjalan lurus dengan wajah tertunduk menahan malu.
__ADS_1
Andhra menatap sekilas wanita yang ada di hadapannya kemudian meningalkanya dan mengejar Asyia.
Asyia berjalan cepat menuju mobil.
Ia benar-benar malu. Tak pernah ia merasa semalu itu. Asyia pernah di ejek dan dibully oleh teman-temannya karna memiliki ayah yang cacat. Tapi ia tak malu sedikitpun, bahkan ia bangga akan Aldo. Tapi ia melihat sendiri pekerjaan ibunya yang sangat memalukan tersebut dengan mata kepalanya sendiri, apalagi kini ia bersama seorang pria terhormat seperti Andhra.
"Asyia ! Kenapa setelah melihat ibumu kau justru pergi?"tanya Andhra.
Asyia diam tak menjawab.
Wajahnya terus saja tertunduk ketika itu.
Bulir bening menetes di pipinya.
"Aku kecewa melihat ibu seperti itu. Aku malu, aku malu pada mu, Kau pasti takakan mau berteman dengan seorang anak yang ibunya memilih pekerjaan yang tak pantas seperti itukan?" tanya Asyia lirih.
"Mhm tidak juga! Yang penting kau tak berada di lingkungan itu kan?" Andhra.
Asyia diam.Ia masih kesal.
"Bujuklah ibu mu agar dia berhenti melakukan hal tersebut. Aku yakin hanya kau yang mampu melakukannya." Andhra.
Asyia menatap Andhra." Ia aku tak membencinya. Aku hanya tak menyukai profesinya. " Asyia.
"Lain kali saja kau temui ibumu. Biar aku temani kau lagi." Andhra.
Asyia menghapus titik air matanya.
"Terima kasih."
Keduanya pun saling melempar senyum.
Asyia melirik ke arah Andhra.
Andhra ternyata tak seperti yang ia pikirkan. Andhra yang terlihat angkuh, Sombong dan acu, sikapnya yang selalu diam seperti sebuah misteri ,yang semakin hari semakin menunjukan jika ia tak seperti yang di sangka banyak orang selama ini.
Nyatanya ia tak menghubungkan langsung antara pekerjaan ibunya dengan pertemanan mereka.
***
Amora menatap sedih kepergian Asyia.
'Apa karna pekerjaan ku seperti ini putriku menghindari ku. Apakah Asyia malu dengan pekerjaan ku seperti ini?' batin Amora.
"Asyia! padahal aku sudah menanti kedatangannya hiks hiks."
Amora menatap mobil yang Asyia tumpangi menjauh perlahan.
"Asyia.. Semoga kau tak membenci ku." Amora.
Bersambung guys. Semoga masih semangat puasanya.
__ADS_1
Assalamualaikum. Wr. Wb.