Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Selamat Ulang Tahun


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Waktu terus berlalu, keadaan Andhra pun semakin membaik, ia sudah bisa berjalan dengan normal sekarang.


Asyia pun sudah resmi berprofesi sebagai dokter umum yang bertugas di sebuah rumah sakit.


Andhra juga sudah mulai aktivitasnya kembali sebagai pengusaha.


Meski Sama-sama sibuk. Namun, hubungan mereka tetap harmonis karena sudah sejak dahulu mereka menerapkan sikap saling pengertian dan saling menjaga kepercayaan.


***


Asyia berada di sebuah ruangan yang biasa di gunakan para dokter untuk beristirahat di ruang UGD.


Saat itu Asyia terlihat binggung di depan kotak makan siangnya.


"Hey dokter, melamun saja. Ada apa sih? " tanya rekan Asyia yang juga salah satu dokter.


"Ngak, cuma bingung saja. " Asyia.


"Hah bingung? "


"Punya suami ganteng, keren dan kaya masih bingung?!"


"Ehm, aku binggung mau kasih kado apa untuk suami ku yang beberapa hari lagi berulang tahun." Asyia.


"Ha ha ha, gitu ya kalau punya suami Sultan, mau kasih hadiah saja binggung, mungkin karena dia sudah punya segalanya, jadi binggung kan? "


"Iya tahu aja kamu. "


"Aq tahu Asyia, apa yang bisa membuat suami kamu bahagia."


"Apa? " tanya Asyia antusias.


"Kamu kasih saja dia istri lagi, pasti dia senang banget tuh. "

__ADS_1


Asyia membelalakan matanya melotot ke arah dokter Reina.


"Enak saja, Ngak mau ah. "Asyia.


"Ha ha, tapikan merelakan suami untuk menikah lagi itu pahalanya gede banget Asyia, bahkan di janjikan surga, ngak mau kamu?! " ledek dokter Reina.


"Itu dia! aku ngak akan bisa iklas jika suami ku menikah lagi. Mending aku cari surga dengan cara yang lainya. "Asyia.


"Ha ha aku bercanda kok Asyia. Kamu kasih anak saja suami kamu, biar hubungan kalian semakin harmonis."


"Ehm, tapi aku belum hamil. " Asyia.


"Kamu sudah periksa belum Asyia? kan ngak semua wanita hamil ngidam. "


"Oh iya ya. Aku terlalu sibuk jadi lupa untuk periksa. "


"Ehm, langsung periksa saja gih, sama bu bidan di ruang prenatal, atau kamu beli tespack. " Dokter Reina.


"Iya Ya, padahal sudah dua bulan aku ngak datang bulan. Aku pikir kecapean."


Asyia memang sibuk, Ia bekerja dengan jam dinas yang padat, karena saat ini ia juga buka praktek mandiri yang mengratiskan biaya pemeriksaan untuk pasien yang kurang mampu.


Ia tak memungut biasa jasa sedikitpun kepada para pasien, bahkan sebagian uang bulanan yang di berikan Andhra ia gunakan untuk membeli peralatan medis dan obat-obatan.


untuk itulah dari pagi hingga sore, Asyia sibuk dengan profesinya. Setelah pulang ke rumah barulah ia bisa istirahat dan waktunya sepenuhnya di gunakan untuk bersama Andhra.


***


Selesai jam kerja, Asyia menemui rekan dokternya yakni dokter kandungan.


"Permisi dokter, " sapa Asyia, kebetulan saat itu. jam Praktek dokter belum di mulai.


"Eh dokter, ada apa nih? "


"Saya mau periksa kehamilan dokter. Tadinya sudah tes urine sama bu bidan. " Asyia.

__ADS_1


"Trus hasilnya? " tanya dokter.


"Hasilnya positif dokter, menurut taksiran bu bidan saya hamil delapan minggu. Tapi untuk lebih pastinya saya ingin melakukan USG, sekalian minta gambar janin saya di cetak. " Asyia.


"Bisa, Ayo berbaring. " dokter.


Asyia pun berbaring.


"Kenapa ngak periksa sama suaminya dokter? " tanya dokter itu pada Asyia.


"Justru suami saya ngak boleh tahu, sebelum hari H-nya dokter. "


"Oh begitu, biar suprise ya. "


"Iya dokter. "


***


Dokter pun mengarahkan tranducer ke permukaan kulit perut Asyia.


Asyia melihat keadaan layar monitor di mana janinnya sudah mulai berbentuk, ia pun menitikan air mata bahagianya.


"Ya Tuhan sebentar lagi, aku akan jadi seorang ibu.Andhra dan keluarga kami pasti bahagia mendengar berita ini. " Asyia.


"Ini sudah memasuki sepuluh minggu dokter. Alhamdulillah janinnya sehat. detak jantungnya pun normal.," terang dokter tersebut.


"Alhamdulillah, detak jantungnua normal."Asyia mengucap syukur, karena biasanya orang tua yang mengalami kelainan jantung akan di turunkan ke anaknya.


Mendengar keadaan bayi Baik-baik saja ia semakin mengucapkan syukur.


Setelah mendapatkan foto janinnya Asyia pun keluar dari ruang pemeriksaan.


"Alhamdulillah. Aku punya hadiah yang begitu spesial untuk suami ku. " Asyia.


Ia pun berjalan dengan mantap menuju loby rumah sakit, menunggu Andhra menjemputnya.

__ADS_1


Asyia menyimpan rapat-rapat rahasia kehamilannya dan akan memberi tahu Andhra pada waktu yang tepat.


Bersambung guys, masih ada episode satu lagi.


__ADS_2