Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Pulang Ke Tanah Air


__ADS_3

Karena beberapa alat yang terpasang di tubuh Asyia sudah terlepas, kini Asyia bisa bergerak dengan leluasa.


Hampir sebulan Asyia berada di atas tempat tidur, Andra pun berinisiatif untuk mengajaknya Jalan-jalan sebelum mereka kembali ke tanah air.


Andhra menarik kursi roda dan mendekatkan nya ke Asyia.


"Asyia, mumpung kita masih di New York. Ayo aku ajak kau berkeliling di rumah sakit ini, kau mau kan? "tanya Andhra.


Asyia tersenyum seraya mengganggukan kepala.


Mendengar hal tersebut, Aldo dan Delia saling melemparkan senyum, melihat Andhra yang begitu sayang dan perhatian dengan putri mereka.


Andhra menutun Asyia untuk turun dari tempat tidur. kemudian memasang standar infusnya di kursi roda.


Wajah Asyia masih terlihat pucat tubuhnya pun masih gemetar, tapi semangat hidupnya yang besar ,membuat Asyia sembuh dengan cepat.


Dukungan orang-orang terdekat adalah penyemangat bagi Asyia.


"Paman, bolehkah saya bawa Asyia jalan Jalan-jalan keliling rumah sakit ?"Andhra.


"Iya silakan.Tapi Hati-hati ya " Aldo.


"Baik paman. "


Andhra pun mulai mendorong kursi roda Asyia menuju luar ruangan.


"Asyia kita kemana enaknya ya? "


"Terserah Ndra, Jalan-jalan sekitar sini saja aku juga sudah senang kok, karna dari sini aku bisa melihat langit cerah kota New York. " Asyia.


Andhra membawa Asyia ke tepi pagar agar ia bisa melihat langit cerah di atas mereka.


Asyia tersenyum puas, ia menghirup udara segar sebanyak-banyaknya melalui hidung dan paru-parunya, rasanya begitu lega. Tak terasa sakit.


"Ternyata hidup ini indah ya Ndra, baru kali ini aku merasakan bernafas dengan lega," guman Asyia sembari menikmati udara yang terasa begitu menyegarkan.


"Memangnya selama ini kau tidak lega jika bernafas? " tanya Andhra.


"Napasku terkadang suka putus-putus, itulah yang terkadang membuatku merasa lemas. "


"Ia itu karna katup jantung mu yang lama tak berfungsi dengan benar, sehingga darah segar yang membawa oksigen kedalam paru-paru bercampur dengan darah kotor. Sekarang jantung mu berfungsi dengan baik,dengan demikian kualitas hidupmu pun semakin meningkat."


"Kau benar Ndra aku merasa bisa lega sekarang, rasanya hidup ini semakin indah saja," gumamnya seraya tersenyum.


"Akan semakin indah jika kita banyak bersyukur, kalau gitu jalan lagi yuk. "


Andhra mendorong kursi Asyia melewati lorong-lorong rumah sakit, sambil berjalan-jalan mereka melihat-lihat keadaan sekelilingnya. Arsitektur bangunan tersebut mengganggumkan, membuat mereka berdecak kagum.


"Lihatlah Asyia rumah sakit ini adalah rumah sakit terbesar dan paling modern di kota New York. Suatu saat nanti aku ingin membangun rumah sakit se-modern ini di negri kita," ucap Andhra sambil terus mendorong kursi roda Asyia.


"Hm, kalau gitu biar aku yang jadi dokter nya,boleh kan Ndra? " Asyia.


"Tentu saja, aku bangun rumah sakit itukan untuk kamu, "cetus Andhra


Asyia pun jadi tersipu,tapi juga merasa senang.


"Kenapa harus membangun rumah sakit untuk ku? " tanya Asyia dengan hati yang berbunga-bunga.


"Karna aku ngak mungkin bangun priamida seperti di Mesir, Tajmahal di India, atau candi borobudur di Jogja , menara Pisa di Italia atau menara Eiffel di Paris untuk kamu kan Asyia? itu semua keajaiban dunia. Dan menurut aku kamu salah satu keajaiban dunia dalam bentuk mahluk yang hidup. "


Ha ha ha. Andra tertawa kecil.

__ADS_1


Asyia pun ikut tertawa kecil.


Mereka pun melanjutkan berkeliling-keliling rumah sakit tersebut, puas berkeliling, keduanya pun memutuskan untuk kembali ke ruang perawatan Asyia.


"Berhenti Andhra ! "


Andhra pun berhenti.


"Kenapa Asyia? "


"Aku ingin berjalan kaki saja Ndra."


"Yakin kamu kuat jalan kaki ? "


"Yakin, Aku coba dulu. "


Ya terserahlah.


Andhra membantu memegang standar infusnya, tangan satunya menarik tangan Asyia.


Asyia pun coba berdiri sendiri, ia melangkahkan kakinya dengan perlahan.


Tubuhnya terasa ringan, jalanan terasa bergelombang, karna sudah lebih sebulan ia tak berjalan kaki.


"Bagaimana Asyia, masih mau jalan kaki? "tanya Andhra.


"Iya Ndra, aku yakin bisa sampai ke kamar dengan berjalan kaki,Aku rasa aku ingin segera berlari Ndra,Kaki ku terasa ringan," ucap Asyia dengan bahagia.


"Iya pelan-pelan saja Asyia semua butuh proses, kalau kau tak kuat, kau bisa kembali menggunakan kursi roda. "


Ehm.


Asyia semakin tak sabar untuk pulang dan melakukan rutinitas yang sebelumnya tak pernah ia lakukan.


Andhra pun dengan sabar menuntunya menuju ruang perawatan Asyia.


***


Keadaan Asyia sekarang sudah memungkinkan untuk pulang.


Mereka pun bersiap untuk pulang ke tanah air dengan menggunakan jet pribadi milik Andhra.


Ketika memasuki pesawat Andhra, Asyia tersenyum.


'Akhirnya aku bisa naik pesawat milik Andhra. Suatu saat jika kami berjodoh, aku akan minta Andhra untuk membawaku berkeliling dunia dengan pesawatnya.' batin Asyia.


Mereka pun masuk kedalam ruang pesawat.


Asyia duduk di kursi yang bisa di modifikasi menjadi tempat tidur,Karena keadaan yang masih lemah, dengan demikian ia bisa berbaring kapan saja.


Sementara Andhra duduk di sampingnya, keduanya pun saling ngobrol dan bertukar pikiran.


**


waktu berlalu terasa cepat, meski perjalanan tersebut terasa melelahkan.Namun, mereka bahagia karena sudah tiba di tanah air.


Sesampainya di tanah air, Andhra sudah di tunggu oleh keluarga nya. Ada Daddy, Mommy dan adik kesayangannya.


Karena ia juga rindu, Andhra pun berlari menghambur memeluk Santi.


"Mommy, aku kangen Mommy. " Andhra

__ADS_1


Santi memeluk Andhra dengan haru, melepaskan rindunya.


"Selamat datang kembali Sayang. Mommy ikut bahagia atas kesembuhan Asyia, dan Mommy bangga memiliki putra seperti mu," tutur Santi dengan air mata haru, memeluk sang putra.


"Terima kasih mommy, karena telah mengijinkan Andhra untuk tetap berada di sana. "Andhra.


"Sama-sama Nak, itu karena mommy percaya sepenuhnya pada kamu, jadi jangan kecewakan mommy ya "


"Iya mommy, Andhra janji. Nilai Andhra semester ini tak akan mengecewakan, meski Andhra berada di New York selama sebulan, dan ini piagam penghargaan yang Andhra dapat," ucap Andhra seraya mengalungkan piagam tersebut ke leher Santi.


"Terima kasih sayang, ini baru putra kebanggaan Mommy," ucap Santi sambil mencium pipi putranya.


Setelah meluapkan kerinduannya pada Santi. Andhra menghampiri Barley ia pun memeluk Barley.


"Daddy!"


Barley memeluk putra, tak banyak Kata-kata yang di ucapkan Barley meski ia juga merindukan putranya tersebut.


***


Tak kalah bahagia, Arief sekeluarga juga ikut menyambut kedatangan Asyia. Karena Arief pulang terlebih dahulu ketika keadaan Asyia mulai membaik


Asyia langsung ke menghampiri keluarga nya dengan mata yang berkaca-kaca


Asyia membuka ranselnya dan mengeluarkan medali yang memang akan ia berikan pada Arief.


Paman seperti janji Asyia sebelumnya, medali ini untuk paman, Terima kasih telah bersusah payah menjaga dan merawat Asyia dari kecil, sampai kapan pun Asyia tak akan sanggup membalas jasa paman, hiks hiks hiks, tubuh Asyia berguncang ketika mengalungkan piagam tersebut ke leher Arief.


Setelah selesai, Arief langsung merangkul Asyia memeluknya dengan haru dan bangga.


"Inilah yang paling paman inginkan Nak, selama enam belas tahun Paman berdoa untuk kesembuhan kamu, Dan sekarang Tuhan mengabulkan doa paman hiks hiks. "


"Selamat Nak, perjuangan kita selama enam belas tahun ini berubah kemenangan. Masa depan cerah sedang menanti kamu di depan," tutur Arief haru memeluk Asyia.


Asyia pun menangis bahagia di pelukan pamannya.


***


Setelah melepas rindu pada seluruh anggota keluarganya.


Asyia menghampiri keluarga Andhra.


"Terima kasih Nyonya, Tuan. Terima kasih atas kebaikannya pada kami sekuarga, terutama pada Asyia,hiks hiks. Asyia tak akan mampu membalas semua kebaikan yang Nyonya dan Tuan berikan, biar saja Tuhan yang membalasnya dengan berlipat-lipat kali kebaikan," tutur Asyia dengan berurai air mata, ia pun menakup tangannya.


Santi memeluk Asyia, "Sama-sama Asyia, semoga kamu di anugrahi umur panjang dan bisa meraih cita-cita yang kamu inginkan. "


"Aamin. "


Mereka pun kembali ke rumah masing-masing. Sesampainya di tanah air, Asyia semakin tak sabar untuk bertemu sang ibunda.


'Ibu, Asyia kangen, semoga Asyia bisa bertemu dengan Asyia secepatnya.'batin Asyia.


Bersambung dulu ya reader. Terima kasih yang tak terhingga kepada reader yang tetap mendukung karya author, semoga kita semua di berikan rejeki yang melimpah, selalu berbahagia di dunia dan akhirat. Aamiin.


Jangan lupa mampir di karya terbaru author yang ngak kalah seru 😍🙉🙈🙏


Dengan judul: Mengandung Benih Ceo kejam.



__ADS_1


__ADS_2