Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Bertemu di lift


__ADS_3

Setelah selesai acara pengguntingan pita peresmian gedung baru yang di lakukan oleh tuan dan nyonya Barley milano, para siswa di minta untuk kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada hari pertama tahun ajaran baru.


Asyia buru-buru memasuki lift karna ia merasa sudah terlambat , kemudian ia menekan tombol angka 5 pada panel, saat pintu lift mulai tertutup tiba-tiba saja tangan seseorang yang menahan pintunya agar tak tertutup.


Deg


Deg


Deg.


Jantung Asyia memompa cepat ketika melihat Andhra masuk ke dalam lift yang sama dengannya.Mereka hanya berdua di lift tersebut.


Andhra menatap sinis ke arah gadis yang selalu menjadi rivalnya itu.


'Ah gadis vampire lagi, kenapa sih dari dulu selalu saja satu sekolah dengannya.' batin Andhra.


Asyia menyentuh bagian dadanya. 'Akh kenapa jantungku selalu berdetak kencang setiap kali melihatnya,' batin Asyia merintih.


Pintu lift tertutup dan hanya ada mereka berdua di dalamnya. Kedua rival tersebut berada masing-masing sisi pojokan lift tanpa menyapa apalagi bicara.


Mereka berdua adalah rival dalam prestasi.Andhra selalu dapat juara umum pertama sementara Asyia juara umum kedua. Itu karna Asyia nilainya lemah pada pembelajaran olah raga. Sehingga peresntasi nilai rata-rata Asyia lebih rendah dari pada Andhra.


Didalam ruangan yang sempit itu, Asyia bisa mencium aroma harum yang keluar dari tubuh tuan muda tersebut, meski jarak mereka cukup jauh dan itu yang membuat jantung Asyia semakin kencang berdetak.


Akh, ringis Asyia lirih seraya menahan debaran jantungnya yang terasa ingin meledak akibat memompa terlalu cepat.


Asyia bersadar pada dinding lift, karta tak kuat menahan debaran jantungnya.


Andhra melirik ke arah Asyia karna mendengar gerakan yang aneh pada seseorang yang ada di belakangnya.


Asyia sedikit terbungkuk ke depan dengan bagian bokong menyentuh dinding lift.


'Ah paling mau cari perhatian,' batin Andhra ketika melihat Asyia.


Kebanyakan cewek-cewek emang selalu cari perhatian jika berada dekat dengannya. Jadi Andhra sudah tak heran lagi jika Asyia juga ikut cari perhatian terhadapnya.


Asyia masih meringis, dadanya memang benar-benar merasa sakit.


'Ya Tuhan, kenapa dadaku terasa ku tiba-tiba terasa sakit begini,' batin nya lagi.


Waktu berlalu cepat lift masih naik menuju lantai teratas pada bangunan tersebut.

__ADS_1


Keringat dingin sudah membanjiri tubuh Asyia, tak kuat menahan serang tersebut Asyia pun Ambruk tak sadarkan diri.


Beruntung Andhra dengan sigap menyambar tubuhnya hingga tak tumbang menyentuh lantai lift.


"Hey.Asyia kamu kenapa? " tanya Andhra ketika ia menahan tubuh Asyia yang tak sadarkan diri.


Ting... pintu lift terbuka, segera saja Andhra mengangkat tubuh Asyia yang tak sadarkan diri tersebut dan membawanya menuju ruang UKS.


Andhra memang terlatih mengangkat beban berat, makanya tak heran jika ia mampu mengangkat tubuh Asyia, ia juga ahli dalam beberapa ilmu beladiri dan olah raga yang memacu adrenalin. Itu semua bertujuan untuk melindungi dirinya. Karna sebagai putra mahkota pewaris tiga kerajaan bisnis, Andhra sudah di latih oleh Barley secara mental dan fisiknya sedari kecil.


Keduanya keluar dari pintu lift.


Andhra jadi pusat perhatian para siswa-siswi yang belum masuk kelas mereka.


Dengan mata kepala mereka sendiri, mereka melihat betapa gagahnya sang putra mahkota tersebut dalam menganggakat tubuh Asyia , meski usianya terbilang belia.


Beberapa gadis pun merasa iri, mereka penasaran siapa gadis beruntung yang di gendong oleh putra mahkota tersebut dengan ala bridal style, meski saat itu Asyia dalam keadaan tak sadarkan diri.


Sesampainya di rumah UKS, ia tak menemui perawat yang bertugas. Mungkin mereka sedang keluar dari ruangan tersebut.


Andhra sendiri bingung dengan apa yang harus ia lakukan untuk melakukan pertolongan pertamanya.


"Ya ampun kemana sih penjaga UKS?' guman Andhra.


Mungkin karna hari ini hari pertama sekolah dan baru saja di lakukan peresmian gedung baru, jadi petugas kesehatan yang berjaga belum hadir atau mungkin terlambat hadir.


Andhra menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Meski ia tak menyukai Asyia, tetapi tetap saja ia harus melakukan tindakan pertama pada seseorang yang berada dalam keadaan darurat.


Dengan ragu Andhra melangkah mendekati Asyia, ia coba menepuk pipinya beberapa kali sambil memanggil nama Asyia, tapi Asyia tetap belum sadarkan diri juga.


Sementara para siswa yang lain tak berani mendekat ke arah Andra untuk membantunya.


Andhra membuka mulut Asyia kemudian ia mendekat kan wajahnya guna memberi napas buatan pada-nya.


Andhra melakukannya dengan tubuh yang gemetar karna ia tak pernah sedekat itu terhadap wanita.


Andbra mengambil napas panjang kemudian menutup matanya, ia memberi jarak sedikit agar bibirnya tak bersentuhan langsung dengan bibir Asyia.


Hus ...Andhra menghebuskan napasnya kedalam mulut Asyia, ia sudah menjaga jarak agar tak bersentuhan langsung.Namun, kedatangan petugas UKS yang tiba-tiba membuka pintu mengagetkannya hingga wajahnya terdorong hingga menyentuh wajah Asyia dan tanpa sengaja bibirnya menyentuh bibir Asyia.

__ADS_1


"Hey apa yang kamu lakukan?" tanya petugas UKS yang memergoki mereka


Andhra buru-buru menjauhkan wajahnya dan berpaling ke arah petugas UKS.


Melihat Andhra petugas UKS menundukan wajahnya.


"Ehm tuan muda, apa yang anda lakukan?" tanyanya degan sedikit curiga.


"Gadis ini pingsang dan aku hanya berusaha menolongnya dengan memberinya napas buatan. " tutur Andhra.


Hm, iya tuan saya juga dapat laporan seperti itu, makanya saya buru-buru menghampri ke sini.


Andhra menggamggukkan wajahnya.


Sementara baru saja Asyia menerjab-nerjabkan mata-nya, ia langsung sadar saat itu, karna mendengar suara Andhra.


"Ehm, aku kenapa? aku ada di mana" guman Asyia yang masih merasakan sakit pada bagian dadanya.


Melihat Asyia yang tersadar, Andhra langsung meninggalkannya.


"Urusi gadis itu! aku mau langsung masuk kelas, "ujar Andhra pada prtugas tersebut seraya meninggalkan tempat tersebut.


Tak lama kemudian Raffa pun datang menghampiri Asyia karna ia mendengar Asyia yang jatuh pingsan.


"Mbak. Mbak ngak apa-apa kan? " tanya Raffa.


Asyia menggelengkan kepalanya.


"Ngak Raffa, mbak. sudah baikkan. Mungkin kecapean barang kali. " Asyia.


"Kalau gitu bagaimana jika aku antar Mba' pulang? "


Ngak usah Raffa. Mbak sudah lebih baik sekarang.


"'Antar ke kelas mbak saja." Asyia.


"Iya Mbak." Raffa.


Raffa pun menuntun Asyia menuju kelasnya.


Bersambung dulu ya reader jangan lupa dukung nya ya biar author semangat crazy up nya. terima kasih😍🙏

__ADS_1


__ADS_2